Menjadi Pemuda yang Kreatif dan Inovatif di tengah Krisis

Memperingati hari Sumpah Pemuda 2020, Universitas Ciputra dalam hal ini Fakultas Entrepreneurship dan Humaniora (FEH), Biro Mahasiswa dan Alumni (BMA), Perpustakaan UC serta Rumah Milenial mengadakan diskusi berjudul Pemuda, UMKM dan UU Cipta Kerja untuk melihat apa yang harus dipersiapkan dan dihadapi para pemuda dan UMKM di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid19 dan juga perubahan akibat UU Cipta Kerja ini yang diselenggarakan pada Rabu (28/10) dan dihadiri peserta sebanyak 135 orang. Pembicara dibawakan oleh Bapak Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia serta Bapak Noer Fajrieansyah selaku Direktur Kelembagaan PT Permodalan Nasional Madani dan Ketua Umum DPP KNPI.

Kegiatan ini diharapkan memberikan wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya untuk kaum muda agar dapat memanfaatkan masa mudanya dengan baik dan lebih peka terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Kegiatan ini dimoderatori oleh Pak Yanser Zega dan mengundang Pak Teten Masduki (Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia) namun beliau berhalangan hadir sehingga diwakilkan. Selain itu diundang juga Pak Noer Fajrieansyah (Direktur Kelembagaan PT Permodalan Nasional Madani, Ketua Umum DPP KNPI).

UU Cipta Kerja yang menuai pro dan kontra ternyata memiliki dampak yang baik terhadap kesejahteraan rakyat diantaranya mendorong penciptaan lapangan kerja, memudahkan pembukaan usaha baru, mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi, memulihkan perekonomian nasional. Undang-Undang Cipta Kerja merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia tahun 2045. Saat ini, regulasi di Indonesia mengalami tumpang tindih, efektivitas investasi yang rendah, tingkat pengangguran yang tinggi dan masih banyak lagi permasalahan lainnya. Hal itulah yang mendasari diperlukannya UU Cipta Kerja agar bisa menjadikan perekonomian Indonesia lebih maju, tingkat kemiskinan rendah, investasi dan tenaga kerja yang berkualitas.

Menurut narasumber, manfaat UU Cipta Kerja yaitu mendukung UMKM dan koperasi, untuk sertifikasi halal, untuk memberikan izin legalitas pemanfaatan atas keterlanjuran lahan dalam kawasan hutan, mensejahterakan nelayan, memperbanyak pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, mempermudah reformasi agrarian dan distribusi tanah.

Pada kegiatan ini, narasumber lebih membahas mengenai bagaimana UU Cipta Kerja mempengaruhi UMKM. UU Cipta Kerja mempermudah perizinan, memberikan perlindungan, fasilitas terjamin, adanya peluang usaha  yang meningkat bagi produk UMKM dengan kemitraan supplier, selain itu UU Cipta Kerja memberikan berbagai kemudahan dalam hal impor bahan baku, akses sumber pembiayaan dan pendaftaran HKI.

Narasumber kedua menjelaskan peran pemuda bagi bangsa Indonesia. Menurut Pak Noer, Indonesia berada pada puncak keemasan, kehidupan lebih baik dari sisi kehidupan pribadi maupun masyarakat. Tahun 2020 ditentukan pertemuan tiga entitas komposisi masyarakat urban, populasi kelas menengah dan pemuda.

Dengan adanya pemuda di Indonesia, diharapkan dapat mengambil peran penting yaitu dalam pembangunan, pemanfaatan kekayaan alam, perlindungan sosial dan berperan sebagai oknum yang kritis terhadap masalah-masalah yang muncul di Indonesia.

Kesimpulan dari kegiatan ini adalah masyarakat diharapkan dapat lebih kritis terhadap permasalahan yang terjadi di sekitar, khususnya pemuda yang merupakan harapan bangsa Indonesia kedepannya.

 

Video kegiatan silahkan akses di link berikut:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *