Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (6)_Mewahnya Pemukiman Eropa dan Kumuhnya Pemukiman Pribumi. Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library

“Pemandangan kontras memang terjadi saat bangsa Eropa mendirikan pemukiman di Surabaya (Hibdia-Belanda saat itu). Di balik megahnya bangunan pemukiman bangsa Eropa terdapat pemukiman kumuh milik warga pribumi,” Mus Purmadini.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saatbitu rumah-rumah milik warga pribumi ini dibangun dengan bahan seadanya, seperti kayu maupun bambu. Lingkungan kumuh ini tidak tersentuh oleh pemerintah kolonial hingga tahun 1920-an. “Namun sejak Surabaya ditetapkan sebagai gementee tahun 1960, kota ini mengalami perkembangan begitu pesat,” Katanya kepada Radar Surabaya.

Pria yang juga pemerhati sejarah Kota Surabaya mengalami perluasan wilayah ke arah selatan. Ini akhibat pertumbujan penduduk yang sangat tinggi. “Dalam jangka waktu 23 tahun mulai 1960 hingga 1930 jumlah penduduk melonjak dua kali lipat,” jelasnya.

Jika pada 1906 jumlah penduduk hanya 150,188 orang, namun pada 1930 bertambah menjadi 331,509 orang. Pertumbuhan jumlah penduduk ini didominasi oleh bangsa Eropa.

“Tahun 1906 bangsa Eropa di Surabaya hanya 8.663 orang dan tahun 1930 bertambah menjadi 26.376 orang. Bertambah menjadi tiga kali lipat, tuturnya.

Lonjakan penduduk ini disebabkan okeh arus urbanisasi dan industrialisasi di kota ini. Kota Surabaya yang telah berkembang pesat sejak liberalisasi ekonomi pada 1870 telah menjadi tujuan utama para pendatang dari pedesaan.

Termasuk pendatang dari bangsa asing seperti Eropa sendiri, dimana mereka banyak yang ditugaskan di sini, baik dari kalangan pemerintahan maupun swasta. termasuk para pebisnis dan pedagang yang turut berdatangan, seiring kian berkembangnya perekonomian, industri dan perdagangan di Kota, Surabaya kala itu.

“Dan kawasan di sekitar pusat bisnis dan pemerintahan, seperti kawasan sekitar Jembatan Merah, meliputi Rajawali, Gemblongam hingga Krembangan pun turut menjadi lokasi bisnis dan pemukiman bangsa Eropa,” tukasnya. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 25 Juni 2020. Hal. 3,7

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *