Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (10)_Pemerintahan dan Eksklusivitas Bangsa Eropa. Radar Surabaya. 1 Juli 2020. Hal. 3,7. Chrisyandi. Library. Library

“Bertambahnya jumlah penduduk bangsa Eropa yang datang di Surabaya secara global di dorong oleh berapa faktor. Salah satunya adanya penerapan politik liberal atau kebijakan liberal oleh pemerintah Hindia-Belanda” Mus Purmadani

PUSTAKAWAN Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, faktor yang kedua adalah perluasan aparatur pemerintahan, karena semakin luas pula bidang yang harus ditangani oleh pemerintah. Kemudian yang ketiga adalah adanya perbaikan hubungan antara Eropa dengan daerah koloni. “Meningkatnya taraf hidup orang-orang Eropa di daerah koloni dianggap menarik, karena kebahagiaan mereka selalu diusahakan dan ditingkatkan oleh pemerintah. Seiring dengan tumbuhnya kelas menengah yang semakin cepat di perkotaan, tuntutan akan berbagai fasilitas kota yang memadai juga cukup tinggi. Mereka menginginkan agar Surabaya dibangun mirip dengan kota-kota tempat asal mereka di Eropa,” katanya kepada Radar Surabaya.

Chris mengatakan, salah satu konsekuensi pembangungari kota yang mengikuti alur sungai ini adalah terkonsentrasinya pemukiman-pemukiman penduduk di tepi sungai. Tentunya, aktivitas penduduk menggunakan sungai sebagai sarana transportasi yang utama. Selain sebagai sarana transportasi, masyarakat Eropa, khususnya orang-orang Belanda juga menggunakan Kalimas sebagai sarana rekreasi. Pada hari Minggu selepas pulang dari gereja, para petinggi pemerintah kolonial Belanda dan keluarganya menyusuri Kalimas dengan perahu,” jelasnya.

Menurutnya, orang-orang Eropa yang tinggal di kawasan Jembatan Merah adalah pegawai pemerintah, pekerja pabrik, dan pedagang. Keberadaan pemukiman Eropa beserta bangunan pendukungnya menjaclikan kawasan tersebut sebagai kota Eropa di Surabaya yang eksklusif. Pada 1830, dibangun tembok keliling untuk membatasi kawasan eksklusif tersebut dengan kawasan lain. “Pembangunan tembok ini bukan didasarkan pada kekhawatiran atas ancaman pribumi seperti sebelumnya, melainkan dibangun guna menjaga eksklusivitas kawasan Eropa tersebut,” ujarnya. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 1 Juli 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *