Menelusuri Sejarah Jalan KH Mansyur (13- Habis). Meski Berganti Zaman, Tetap Jadi Kawasan Ramai. Radar Surabaya. 23 Juni 2021. Hal.3. LIB. Chrisyandi

Sejak dahulu Jalan KH Mas Mansyur menjadi salah satu jalan utama yang penting dan strategis. Bahkan saat masih bernama Kampemenstraat, jalan ini dahulu menjadi salah satu akses penting bagi Pemerintah Kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka dan seiring perkembangan zaman, jalan ini tetap men jadi salah satu jalan penting yang ramai.

Pada masa Pemerintah Kolonial Belanda, Jalan KH Mas Mansyur merupakan tempatnyn para perwira Belanda, Kawasan ini juga merupakan akses menuju Benteng Prins Hendrik

Kini, setelah Indonesia merdeka dan telah melewati beberapa mass, Jalan KH Mas Mansyur masih menjadi salah satu jalan yang terkenal, ramai, dan penuh historis

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, karena lokasinya di Kampung Arab, kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya sangat lekat dengan ciri khas Kampung Arab.

Apalagi berada tidak jauh dari kawasan wisata religi Sunan Ampel yang menjadi salah satu pusat syiar agama Islam sejak dulu, kehidupan masyarakat nya sangat dinamis menyesuai kan kondisi sosial ekonomi kawasan tersebut.

“Oleh karena itu, kawasan itu tetap menjadi salah satu sentra kegiatan ekonomi kuno di zaman modern di Surabaya ini. Yang dijual, disajikan, atau jasa yang ditawarkan di sana sangat lekat dengan ciri khas Kampung Arab,” jelasnya kepada Radar Surabaya.

Tak hanya toko dan para pedagang, di sana juga ada beberapa bangunan yang menjadi pusat kegiatan perekonomian masyarakatnya, seperti hotel, rumah makan, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, di sana juga berdiri sebuah ruh sakit yang merupakan fasilitas layanan kesehatan.

“Karena berada tak jauh dari pusat syiar Isla, di sana juga ada pondok pesan tren. Memang sangat lekat dan sesuai sekali dengan julukannya sebagai Kampung Arab,” imbuhnya.

Untuk aktivitas perdagangan di kawasan tersebut, sebagian besar barang dagangan, baik itu makanan dan barang lain d memang sangat lekat dengan timur tengah. (*/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 23 Juni 2021. Hal.3.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *