Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (17)-Ada Perumahan Penduduk Eropa, Tionghoa, dan Arab. Radar Surabaya.28 Agustus 2020.Hal.3

Selain pembangunan rumah sakit di kawasan Jalan Undaan, pada lahun 1900-an pemerintah kolonial Belanda mulai gencar membangun perumahan rakyat. Karena lokasinya yang berada di pusat kota, pemerintah mendirikan N.V. Volkshuisyesting,”

N.V. VOLKSHUISVESTING merupakan perusahaan perumahan di tingkatan kotamadya yang didirikan oleh pernerintah kolonial pada tahun 1925 dan berfungsi ttntuk memperoleh tanah dan menarik modal bagi pengadaan perumahan. Kebutuhan perumahan rakyat kala itu terbilang tinggi di awal tahun 1900. Sehingga di tahun 1913 pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan sejumlah pernbangunan perumahan rakyat.

Pemkot Surabaya era koloniat Belanda mendirikan perusahaan perumahan rakyat bernama N.V. Volkshuisvesting. Pemkot dengan perusahaan N.V. Volkshuisvesting membuat perjanjian pembagian saham, tiga per-empat milik pemerintah pusat dan seperempatnya milik pemerintah Kotamadya Surabaya.

“Di tahun segitu pembangunan di kawasan ini (Undaan,Red) sudah cukup pesat. Sistemnya bagi hasil dengan perusahaan tersebut,” kata sejarahwan sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika kepada Radar Surabaya.

Lokasi yang dibangun perumahan rakyat oleh perusahaan tersebut diantaranya wilayah Undaan I, Undaan II, Sidodadi I, Sidodadi II, dan kawasan Dharmahusada. Data yang diperoleh dari buku Nieuwe Soerabaia, Chrisyandi menuturkan, rata-rata penghuni kawasan ini adalah warga pendatang dari Eropa, Arab, Tionghoa dan masih banyak lainnya.

Sedangkan penduduk pribumi yang ada di sekitar kawasan tersebut sempat tergeser dengan adanya pembangunan perumahan rakyat. “Jadi banyak warga pribumi yang tergeser kepinggiran kota,” ujarnya.

Strategisnya lokasi kawasan tersebut karena berdekatan dengan dua sungai, Kaliinas dan Pegirian, serta dekat dengan pusat pemerintahan perekonomian kala itu (kawasan sekitar Jembatan Merah) memang dimanfaatkan betul oleh pemerintah kolonial Belanda untuk mengembangkan tata kota, termasuk dibangun kawasan perumahan dan fasilitas umum seperti rumah sakit. (bersambung/nur)

Sumber: Radar Surabaya. 28 Agustus 2020. Hal. 3

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *