Mendeteksi Kesehatan Hubungan dengan Pasangan. Jawa Pos. 6 Desember 2019.Hal.19. Jenny Lukito Setiawan. PSY

Dari Psikoedukasi Healthy Relationship

 

SURABAYA, Jawa Pos – Sering menghadapi kecemburuan yang berlebih, cemas, dan terkadang posesif kepada pasangan? Sering menjadi korban kekerasan dalam berpacaran? Nah, bisa jadi itu tanda-tanda relationship yang kurang sehat.

Hal itu disampaikan guru besar psikologi Universitas Ciputra (UC) Prof Jenny Lukito Setiawan dan Esla Lanang Sanjaya selaku dosen psikologi UC dalam psikoedukasi Healthy Relationship di lantai 6 Gedung UC kemarin (7/12). Jenny menyatakan, masalah dalam relationship, baik yang masih pacaran maupun yang sudah berumah tangga, biasanya berupa kecemburan, posesif, dan kadang sampai muncul kekerasan, baik verbal maupun fisik.

Menurut dia, kecemburuan merupakan hal yang wajar dalam suatu hubungan. Kecemburuan menjadi tidak wajar jika keluar secara berlebihan dan cenderung tidak rasional. Hal ini menjadi salah satu tanda bahwa hubungan tersebut sedang tidak sehat. “Apa-apa selalu menuding pasangan, kamu bagini ya, kamy begitu ya, padahal tidak begitu,” terang Jenny.

Cemburu yang berlebihan juga mengarah kesikap posesif terhadap pasangan. “Over pro tective ya posesif,” tegasnya.

Nah, hal itu biasanya disebabkan adanya rasa ingin mendominasi pasnagan. Bisa karena pengaruh tidak pervaya dan masih banyak faktor pendukung lainnya. “Itu juga menandakan hubungan yang tidak sehat dan memang perlu diperbaiki, ujarnya.

Dua tanda hubungan tidak sehat tersebut juga berdampak pada terjadinya kekerasan dalam hubungan. Kekerasan dalam hubungan itu disebabkan ketidaktahuan pasangan terebut terhadap relationship yang sehat dan yang tidak sehat. Juga kesadaran masing-masing dalam berhubungan.

Bahkan, kasus terbanyak yang Jenny tangani selama ini, maslaah dalam hubungan disebabkan tidak saling memahami satu sama lain. “Sehingga muncul kekerasan dalam kata-kata dan lambat laut juga terjadi kekerasan fisik,” katanya,

Bagaimana mengatasinya? Esla Lanang menyampaikan beberapa tip agar tidak cemburu berlebihan, tidak posesif, dan bisa meminimalkan kekerasan dalam hubungan. Menurut dia, jika ada rasa cemburu, segera ajak pasangan untuk mengobrol. Bisa jadi, yang dilihat dan yang didengar tidak benar. “Tanya langsung sama pasangan,” tegasnya.

Jika memang tidak terlalu percaya kepada pasangan, bertanyalah kepada teman-teman sekitar. Selanjutnya, bangun kepercayaan diri sendiri, bukan fokus pada kelamahan. Misalnya, karena jelek, kurang tinggi, atau kurang putih. “Meskipun mempunyai kekurangan, yakinkan hati bahwa diri sendiri memiliki kelebihan yang memang pantas untuk pasangan,” katanya. (his.22/tia)

 

 

MASALAH YANG KERAP MUNCUL

 

Cemburu Buta

  • Trauma masa lalu
  • Pernah dikhianati
  • Kurang percaya diri dan kecemasan tinggi
  • Kurang komunikasi dan klarifikasi

 

Posesif

  • Cemburan yang amat
  • Adanya rasa ingin mendominasi
  • Protektif yang over
  • Kurangnya kepercayaan diri

 

Ketika Terjadi Kekerasan Verbal dan Fisik

  • Kurangnya pemahaman tentang hubungan
  • Minim kesadaran satu sama lain
  • Tidak saling memahami satu sama lain
  • Kurangnya komunikasi antar sesama
  • Kurangnya penghargaan kepada pasangan

 

Sumber: Jawa Pos, 8 Desember 2019. Hal 19

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *