Mendadak Jadi Pedagang Pisang Goreng. Jawa Pos.28 Oktober 2018. Hal.23

SURABAYA – belajar akutansi yang identik dengan angka dan pembukuan kerap dianggap membosankan. Nah, mahasiswa Program Studi Akutansi Universitas Ciputra (UC) berusaha mematahkan anggapan tersebut. Caranya, dengan membikin kompetisi akutansi yang dikemas dalam bentuk permainan.

Kemarin pagi, halaman UC dipadati peserta acara Run Accounting dan Investment (Raise) 2018. Sekitar 111 tim dari 60 SMA hadir dalam lomba tersebut.

Di babak pertama, seluruh peserta mendadak jadi pedagang pisang goreng. Tidak benar-benar berjualan, mereka berpura-pura jadi pedagang pisang goreng yang harus menghitung modal dan menyiapkan peralatan.

Setiap tim diinstruksikan bergerak secepat-cepatnya untuk mengambil peralatan dan bahan dalam kotak yang sudah disediakan. Lalu, mereka diberi soal tentang akutansi. “Intinya, dalam perlombaan itu, mereka belajar menghitung modal, ongkos produksi, hingga cara pembukuan,” ujar Ketua Raise 2018 Melissa.

Selain game pisang gorang, materi akutansi dikemas dalam bentuk permainan lain seperti bakiak raksasa. Tiga orang yang mengenakan bakiak harus berkoordinasi untuk maju ke tiga meja yang sudah disediakan. Di setiap meja, ada soal yang harus mereka kerjakan. “Pembelajaran akutansi jadi seru dan menyenangkan,” tutur Widiya, peserta dari SMA Wachid Hasyim 5 Surabaya.

Menurut Melissa, kompetisi yang sudah berjalan kali kelima itu bertujuan menunjukan bahwa akutansi tidak sekaku atau serumit yang orang bayangkan. Selain itu, ditunjukkan bahwa akutansi berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Misalnya, game pisang goreng. Agar bisa merencanakan pembuatan pisang goreng dan perhitungan modal hingga hasil penjualannya, peserta diajarkan cara menghitung dari awal modal hingga untung ruginya.

Alferd Ferdinand, siswa kelas XI Perbanan SMK YPPI Surabaya menuturkan, lomba tersebut memberi banyak inspirasi yang tidak dipikirkan sebelumnya. Dengan adanya permainan itu, pembelajaran lebih menarik dan bisa diterima. “Ternyata akutansi erat kaitannya dengna kehidupan sehari-hari,” ucapnya. (his/c20/any)

Sumber : Jawa-Pos.28-Oktober-2018.Hal.23

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *