Memulai Bisnis Sendiri untuk Memotivasi Anak. Jawa Pos. 5 November 2020. Hal 24. Irmina Maria Silas. MEM

SURABAYA, Jawa Pos – Masa pandemi mengubah kebiasaan banyak orang. Termasuk mulai menjadi seorang entrepreneur. Ina Silas misalnya Sejak pandemi menghampiri Indonesia, dia mempunyai cita-cita baru yang ingin diwujudkan bersama anak-anaknya. Yakni, membuka usaha di bidang masak-memasak dari rumah.

Ina bercerita bahwa dua anaknya juga mempunyai hobi yang sejalan dengannya. Yakni, mencoba berbagai resep makanan atau meracik minuman. Namun, ternyata jalan untuk yakin memulai bisnis tidak semulus itu. Perempuan yang sudah mencicipi dunia general manager di berbagai bidang tersebut bercerita bahwa anak-anaknya masih punya kekhawatiran.

             “Mom, kita kan dari keluarga dengan latar belakang profesional, bukan entrepreneur, apa mungkin kita memang tidak punya bakat berwirausaha ya?” ceritanya menirukan pertanyaan yang diajukan anak -anaknya. Ingin membuktikan bahwa hal itu tidak benar, Ina pun mencoba memulai bisnisnya meski sudah berada di usia yang tidak muda lagi. Yakni, membuat sambal.

Ide membuat sambal tentu dimulai dengan proses yang panjang. Namun, kesukaannya pada dunia masak-memasak yang akhirnya melahirkan ide tersebut. “Saya masih ingat resep yang pemah diajarkan oleh Mbok Djah yang membantu di rumah saat masa kecil saya. Beliau itu orang Nganjuk. Waktu kecil sering banget ngajarin masak masakan desa. Waktu itu bahkan umur saya masih 10 tahun,” kenangnya.

Resep yang diajarkan berpuluh-puluh tahun silam itu temyata sekarang menjadi wujud yang nyata. Sambal bajak yang dibuatnya diwujudkan menjadi Sutil Kendil yang kini di-branding menjadi kemasan. “Nah, sekarang apa yang saya tunjukkan kepada anak-anak itu ternyata membuahkan hasil,” katanya.

Pada September lalu, dua putranya akhimya merilis bisnis sendiri. Seperti yang di ceritakannya, dua putranya memang gemar mencoba resep-resep. Bisnis yang dipilih pun tidak jauh dari itu. Yakni, mengolah minuman teh artisanal atau teh dengan aroma dari bahan alami.

Semangatnya untuk mendorong anak-anak agar mau mencoba berbisnis temyata juga termotivasi dari banyaknya anak buahnya dulu yang kini sukses menjadi seorang entrepreneur.”Selama 25 tahun ini di mana saya anggap sebagai masa-masa saya ternyata justu mengembangkan anak-anak orang lain yang tidak lain adalah staf-staf saya. Tidak sedikit yang sudah menjadi entreprener; membuka usaha sendiri dan sukses dengan usaha mereka, baik di dalam negeri maupun di luar negeri’,’ ceritanya.

Memang ada kepuasan tersendiri saat melihat kesuksesan tersebut. Namun, dia juga gemas saat melihat anak- anaknya belum mencoba apa yang sudah ditanamkannya kepada staf-stafnya yang lalu. (ama/c6/tia)

Sumber: Jawa Pos. 5 November 2020. Hal 24

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *