Membunuh Kebosanan Anak Saat Berpuasa Ramadan, Lakukan Stimulasi dan Aktivitas Bersama. jatim.tribunnews.com. 27 April 2021. Psikologi. Stefani Virlia

https://jatim.tribunnews.com/2021/04/27/membunuh-kebosanan-anak-saat-berpuasa-ramadan-lakukan-stimulasi-dan-aktivitas-bersama

Reporter: Christine Ayu | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Bagi sejumlah anak, berpuasa terasa susah. Apalagi, pandemi Covid-19 (virus Corona) membuat mereka banyak tinggal di rumah, sehingga anak menjadi bosan.

Menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra SurabayaStefani Virlia MPsi Psikolog, kebosanan tersebut muncul karena tidak adanya stimulasi.

“Sebenarnya yang membuat tidak bosan yakni stimulasi. Ketika menemukan stimulasi, maka kejenuhan tersebut akan hilang,” katanya, Selasa (27/4/2021).

Oleh karena itu, ia menyarankan agar orang tua menyiapkan kegiatan atau aktivitas yang seru selain sekadar menonton televisi atau bermain gawai.

“Soalnya memang tidak baik jika dilakukan terus-menerus,” imbuh Stefani.

Ada banyak alternatif kegiatan, satu di antaranya belajar sambil bermain.

Dalam hal ini, disesuaikan dengan usia anak.

“Misalnya, saat usia dua atau tiga tahun, anak sedang belajar warna. Bisa bermain pasir berwarna untuk mengenalkannya. Jadi ada unsur edukasinya, tidak hanya bermain,” urai Stefani.

Alternatif lainnya yang bisa dilakukan yakni membuat kerajinan. Tidak perlu menggunakan bahan yang susah dicari, cukup yang tersedia di rumah.

“Misalnya membuat karya seni dari barang bekas. Ini juga bisa menjadi aktivitas yang menarik bagi anak,” lanjutnya.

Saat kegiatan berlangsung, sebaiknya orang tua juga turut terlibat. Begitu juga sebaliknya, aktivitas orang tua juga bisa dibantu oleh anak-anak.

“Contohnya, menyiapkan takjil atau makanan berbuka puasa. Kadang orang tua melarang anak ikut, padahal ini kegiatan bagus,” ungkap Stefani.

Anak bisa dilibatkan dalam aktivitas yang ringan seperti mencuci sayur, menata perlengkapan makan, merapikan meja, dan sebagainya.

“Sambil anak diajak ngobrol santai. Jadi anak akan senang selama berpuasa, tidak bosan. Selain itu juga bisa meningkatkan bonding antara orang tua dan anak,” pungkasnya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *