Membuat Celengan dari Botol Bekas | UC Library x Literasi Mojokerto Bergerak

Kehadiran teknologi gadget ditengah-tengah kehidupan masyarakat tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga negatif. Yang sangat terdampak adalah anak-anak. Dampak negatif ditengah anak-anak sangat terasa, tidak jarang kita menjumpai anak-anak sibuk dengan sendirinya bermain games melalui gadget mereka. Dampak buruk menghantui perkembangan emosi dan sosial mereka. Dampak buruk lainnya adalah  anak-anak bisa menjadi pribadi yang tertutup, keras, menurunnya budaya membaca dan pudarnya kreatifitas anak.

Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya bersama penggerak “Literasi Mojokerto Bergerak” yang biasa dipanggil mas Bidin membuat kegiatan literasi baca yang menyuguhkan bermacam-macam buku yang dapat dibaca gratis oleh anak-anak dan para orangtua. Selain membaca, mereka juga dibekali sebuah kreatifitas menarik membuat “celengan” atau wadah tempat menabung. Essy salah satu pustakawan Universitas Ciputra memberikan pelatihan membuat celengan babi kepada anak-anak. Acara yang dihadiri 45 orang anak itu membuat pendopo Balai Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menjadi hingar bingar. Anak-anak yang masih bersekolah dasar tersebut tampak asyik dan antusias mendengarkan arahan yang diberikan, dan mereka tampak akrab dengan pustakawan lainnya Tito dan Chrisyandi yang dengan telaten membantu anak-anak membuat celengan babi berbahan dasar botol plastik bekas dan  kain flanel. Tujuan dari membuat celengan tersebut selain menumbuh kembangkan kreatifitas anak juga agar anak gemar menabung. Kegiatan tersebut diramaikan juga dengan ice breaking games yang dipandu oleh mahasiswa Universitas Ciputra Widya, Nadia dan Felix sebagai bentuk saling mengenal satu dengan lainnya. Hadirnya boneka maskot “Doelib” yang diperankan oleh Yehuda Abiel selaku kepala Perpustakaan  Universitas Ciputra didepan IG Live menambah kemeriahan acara literasi tersebut. Selain itu masih ada kegiatan mewarnai dan permainan ular tangga yang dipandu oleh komunitas Literasi Mojokerto Bergerak.

Menurut Bidin layanan baca bagi anak-anak tersebut telah berjalan sejak tahun 2017 hingga terbentuknya komunitas Literasi Mojokerto Bergerak. Adapun anggota komunitas tersebut terdiri dari para relawan pemuda-pemuda sekitar yang rela berpartisipasi mengadakan kegiatan-kegiatan positif bagi anak-anak. Salah satu tujuan dari kegiatan komunitas tersebut adalah membangkitkan budaya baca, menumbuh kembangkan interaksi sosial dan pembekalan kreatifitas bagi anak-anak. Sebagai bentuk sumbangsih kegiatan berliterasi tersebut, Perpustakaan Universitas Ciputra menyumbangkan buku-buku baru yang berjumlah 269 eksemplar yang terdiri dari buku cerita, dongeng dan ilmu pengetahuan. Harapan dari kegiatan tersebut agar anak-anak tidak lepas dari membaca dan cakap berliterasi.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *