Membangun Perpustakaan Untuk Desa

Pada Kamis, 22 April 2021 lalu Tim UC Library bersama Pak Johan Hasan mengundang Bu Ester Indahyani Jusuf atau Siem Ai Ling (Aktivis HAM, pegiat literasi) untuk belajar dari pengalaman beliau membangun perpustakaan di desa-desa. Untuk kabupaten Lampung barat sendiri hingga saat ini sudah terdapat 200-an lamban baca (bahasa lokal artinya taman baca) hasil kerja sama dengan pemerintah dan warga. Sistem yang diberlakukan pada lamban baca ini ialah koleksinya dikelola oleh warga sekitar dan nantinya akan dirotasi pada jangka waktu tertentu. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah dan banyak pihak lain.

Bu Ester selama ini melihat ada banyak pendapat bahwa literasi bisa membuat perubahan sosial tapi faktanya di Indonesia masih kurang. Beliau yakin masyarakat suka membaca, sebab apabila tersedia literatur yang kontekstual dan isinya mengena ke pikiran mereka maka literatur tersebut akan ramai dibicarakan. Ditambah lagi ketersediaan topik buku yang diberikan kepada mereka harus berimbang dan relevan dengan kehidupan mereka. Dari segi bahasa, isi dan gambar dari buku yang selama ini didonasikan kepada masyarakat hanya layak dibaca oleh kalangan kelas menengah ke atas, sebab selama ini beliau memperhatikan masyarakat desa yang rata-rata lulusan SD atau SMP hanya mampu membaca buku maksimal 3 paragraf. Nah dari situ beliau dan tim berkomitmen untuk mengkontekstualkan isinya dengan cara yang harus sederhana.

Beliau menyampaikan apabila mahasiswa dan dosen Universitas Ciputra Surabaya ingin ikut berkontribusi dalam kegiatan mereka, bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti membuat konten kontekstual bagi masyarakat binaan. Nah konten kontekstual ini tidak terpenuhi sampai sekarang, karena keterbatasan tim kreatif. Seandainya bisa diciptakan konten kontekstual dari buku-buku bagus, pastinya dapat memberikan dampak yang luarbiasa. Konten kontekstual ini bisa disesuaikan dengan keilmuan sivitas akademika. Konten tersebut dapat dikemas sesedarhana mungkin disesuaikan untuk lulusan level SMP ke bawah. Bentuk dari konten boleh beragam, baik itu film, poster, dan lain sebagainya, asalkan dapat mencerahkan masyarakat binaan. Selain itu dapat memberikan sumbangan buku, buat kompetisi review film dan memfasilitasi kuota agar mereka dapat mengikuti kegiatan online.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *