Membangun Brand Legacy Hingga Ratusan Tahun. Bisnis Indonesia. 25 Agustus 2018.Hal.1,11_Ciputra

Ciputra disebut Habibie sempat mengalami masa-masa sulit. Namun perlahan, dengan kemampuan dan instuisi yang dimiliki, ciputra mampu bangkit dan menunjukan kemampuannya sekaligus membanggakan Indonesia.

Ketua Umum Muri Jaya Suprana pun berujar kiprah ciputra di dunia properti menjadi alasan Pak Ci layak diberi gelar Bapak Industri Properti Indonesia.

“Beliau pantas diberi gelar sebagai Bapak Industri Properti Indinesia. Semua tokoh properti Indonesia setuju dengan itu,” katanya.

Gelar tersebut jelas tidak sembarangan. Ciputra tercatat sebagai pendiri Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.

Hingga 37 tahun membangun Grup Ciputra, kelompok usaha, yaitu pengembang perumahan, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, fasilitas rekreasi, pendidikan, kesehatan, agrikultur, dan telekomunikasi. Ciputra juga mengembangkan pusat kesenian, Media dan asuransi.

Kesimpulan sama juga diutarakan salah seorang putra iputra, yakni Candra Ciputra. “Semangat beliau sangat luar biasa di usianya. Pikirannya masih sangat kuat, disiplin bukan main, dan idelismenya tinggi sekali. Tidak banyak orang seperti Pak Ci,” katanya.

Baginya, sang ayah merupakan sosok yang spesial di muka bumi. Banyak orang memiliki ide namun tidak dapat menjalankannya. Adapula orang yang tidak memiliki ide namun berani berbuat. Diantara dua tipe itu, Ciputra malah memiliki seluruh yang diinginkan pebisnis, memiliki visi jelas, mimpi dan mempu menjalankannya.

“Usia ke-87 tentu bukanlah usia yang muda lagi, tetapi saya masih punya mimpi, harapan, dan tekad kuat untuk berkontribusi lebih kepada keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia tercinta ini,” kata Ciputra.

Usaha utama Grup Ciputra adalah pengembang perumahan skala besar dengan prinsip “Membangun Kota Membangun Kehidupan” yang didasarkan pada tiga nilai utama, yaitu integritas, profesionalisme dan entrepreneurship yang menjamin pembangunan berkelanjutan bagi warga, masyarakat, sakitar dan bangsa.

Grup ini juga telah mengembangkan proyek-proyek di 43 kota di indonesia dan beberapa negara di Asia, yakni Shenyang-China, Hanoi-Vietnam, dan Phnom Penh-Kamboja. Langkah ini menjadikan Grup Ciputra sebagai grup bisnis properti terbesar dan terdiversifikasi dari segi produk, lokasi geografis, dan segmentasi pasar.

Ciputra mengaku telah menjalankan berbagai proyek, dari sabang sampai Merauke. Baginya membangun sebuah properti bukan hanya soal mendirikan bangunan, namun bagaimana membangun kota-kota menjadi lebih baik.

“Kami tidak hanya membangun pintu dan jendela. Kami membangun sebuah kota baru. Ciputra terus berjuang untuk membangun brand legacy hingga ratusan tahun ke depan,” katanya.

Menurutnya, selama ini brand properti Indonesia masih lemah di mata dunia internasional. Bahkan nilai properti Tanah Air 10% lebih murah dibandingkan dengan properti negara tetangga. “Itu sangat menyedihkan sekali. Kita harap usaha bersama dapat mengangkat brand kita. Kondisi itu bukan salah luar negeri, akan tetapi kita yang kurang memperhatikan branding tersebut. Makanya saya mencetus tiga sila dalam menjalankan bisnis ini, yakni integritas, profesionalisme dan entrepreneurship,” katanya.

 

Kekuatan Batin

Tidak hanya memiliki kemampuan profesionalitas yang tinggi dalam karirnya, Pak Ci juga seorang yang sangat dekat dengan amat mencintai keluarganya.

Managing Director Ciputra Group, sekaligur anak pertama pasangan Ciputra Dian Sumeler, Rina Ciputra Sastrawinata, bercerita bahwa ayahnya adalah seorang yang sangat religius.

“Ayah saya selalu berdoa sehari dua kali, sambil menggenggam tangan ibu,” tuturnya.

Rina juga menceritakan bahwa ayahnya adalah seorang yang disiplin dalam melakukan gaya hidupnya, baik berolahraga rutin ataupun mengatur pola makan dengan baik serta patuh terhadap saran dari dokter.

Gaya hidup ini kemudian disimpulkan menjadi prinsip hidup Ciputra berupa resep 5D, yakni, doa kepada Tuhan, dokter yang ahli, Disiplin hidup, diet teratur, dan dana atau uang. Resep inilah membuatnya bisa panjang umur hingga saat ini.

“Ayah juga sangat optimis,” tambah Rina.

Dia mengenang momen dua tahun yang lalu ketika ibunya terpaksa harus dievakuasi ke Singapura akibat sakit yang diderita. Satu keluarga sangar cemas, namun Ciputra justri menjadi pembanugn semangat.

“Ayah meyakinkan bahwa ibu akan sembuh. Ayah sangat semangat walaupun ibu saya tidak sadar,” kenangnya.

Nyatanya, dua bulan kemudian istri Ciputra benar-benar sembuh dan masih sangat sehat hingga saat ini.

Sumber : Bisnis-Indonesia.25-Agustus-2018.Hal.1,11_Ciputra

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *