Meleleh pada Menu Khas Aceh.Tabloid Kontan.16-22 April 2018.Hal.32

Masakan khas Aceh tersaji lengkap di Jambo Kupi, Pasar Minggu. Rasa rempahnya sangat kuat dan bisa menjadi alternatif menu Anda.

Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki sajian masakan kaya rempah. Misalnya mi aceh, sayur pilek u, dan nasi guri. Anda ingin menjajalnya? Di Jakarta, Anda bisa menyambangi Kedai Jambo Kupi yang terletak di Pasang Minggu, Jakarta.

Tempat ini selalu ramai, lo. Apalagi kalau jam makan siang dan makan malam. Anda harus sabar dapat tempat duduk.

Area kedai ini cukup luas. Ada pilihan ruang ber-AC dan non AC, atau rumah panggung meski di jam-jam makan sering penuh. Di kedai ini, menu masakannya komplit dan kopinya juga banyak diminati.

Minuman andalannya adalah kopi tarik dan teh tarik. Disajikan dingin maupun panas, seger banget. Manisnya pas. Sekalipun dicampur susu, rasa teh atau kopi masih terasa kuat dan pas banget.

Minuman ini cocok untuk menemani sajian mi aceh. Anda bisa pesan mi aceh rebus, tumis, atau goreng. Ada mi aceh daging, mi aceh udang, mi aceh telur, mi aceh seafood, mi aceh spesial dan super spesial.

Kami memesan mi aceh daging yang direbus. Kuahnya yang merah menenggelamkan mi kuning berukuran besar bertabur potongan daging. Ketika kuah kental diseruput, mulut langsung dikuasai oleh rempah yang kuat. Citarasa gurih mi beradu dengan kuah pedas dari cabai dan lada. Nampol banget. Dagingnya empuk dan gurih. Pedas yang paling dominan memang dari rempah lada sehingga menyisakan sensasi hangat di tenggorokan. Mi kuningnya kenyal, tingkat kematangannya pas banget.

Kalau tak ingin terlalu pedas, bisa mencoba mi aceh spesial tumis. Penampilannya berbeda dari sisi warna. Yang ini tidak merah tapi cenderung kuning. Campurannya tak Cuma daging tapi juga ada udangnya. Kuahnya tidak terlalu banyak. Kalau orang jawa istilahnya nyemek.

Sajian mi yang ini sensasi yang langsung dirasakan bukan kuah melainkan langsung minya. Sensasi rempahnya terasa lebih kuat, terutama kunyit. Si lada tak menguasai rasa dan masakan cenderung gurih.

Nah, yang jarang diremui adalah nasi guri dan sayur liek u. Nasi guri ini semacam nasi uduk, tapi bumbunya lebih lengkap. Tak Cuma aroma daun jeruk tapi aneka rempah terolah menjadi satu dengan santan.

Nasi guri disajikan dengan aneka lauk. Bisa ikan atau daging. Misalnya Nasi Guri Keumamah. Sajian ini dihidangkan dengna nasi berbumbu berbentuk kerucut dengan sayur sabai hijau, kering tempe, dan keumamah. Keumamah merupakan masakan khas Aceh berbahan baku ikan tongkol yang dikeringkan lalu direbus yang tersaji secara disuwir-suwir plus aneka bumbu. Sajian ini cenderung kering. Orang Aceh menyebutnya olahan ikan kayu.

Nah si keumamah ini meski diolah agak kering tapi empuk dengan citarasa asin, gurih, dan pedas. Cocok banget dipadukan dengan nasi guri. Nasinya sendiri meski terlihat pera, namun empuk dan gurih. Dimakan tanpa lauk juga enak, lo.

Sedangkan sayur pliek u merupakan sayur santan berbumbu dasar pliek u (yaitu ampas kelapa dari hasil ekstraksi), cabai hijau dan lada. Tampilan menu didominasi warna hijau kekuningan. Isian sayurnya kacang pancang, terong medan, labu siam, dan jantung pisang.

Yang paling dominan di masakan ini citarasa cabai hijau dan pedasnya lada. Bumbunya kuat sekali dan tidak ada citarasa gurih. Nah, jika Anda suka makanan dengan rasa dan aroma rempah yang kuat, disarankan untuk menjajalnya.

 

Bumbu dari kampung

Demi mendapatkan citarasa khas makanan Aceh, sang pemilik Cut Nurhayati alias Cut Inong bilang, ia langsung mendatangkan beberapa bumbu dari kampung halamannya. Misalnya asam sunti.

Asam sunti dibuat dari belimbing sayur yang dikeringkan. Salain itu ada pliek u. Maklum, bumbu satu ini hanya ada di Aceh. “Saya perna coba buat sendiri di sini, tapi gagal,” kata Inong. Merica bubuk, unyit bubuk, dan cabai bubuk juga dikirim langsung dari Aceh.

Kekhasan bumbu inilah yang membuat pelanggan ketagihan. “Citarasa makanannya sudah mendekati seperti di kampung halaman saya. Tidak sama persis karena di sini sudah disesuaikan lidah orang jawa,” kata Sabri, pelanggan kedai Jambo Kupi, yang asli Aceh.

Untuk itu kalau pesan mi aceh, Sabri selalu minta supaya rempahnya dibuat sesuai selera lidah orang aceh yakni rempah kuat. Sedangkan pendampingnya, ia pilih kopi sanger.

Kedai ini buka jam 7 pagi sampai setengah 2 dini hari. Meski jam buka lama, menu di sini disajikan segar.

Aneka lauk dan sayur yang disajikan bukan dari sekali masak. “Kalau habis baru masak. Jadi tidak sekali masak pagi hari dipakai sampai malam,” kata Inong. Harga mulau dari Rp 18.000 hingga Rp 35.000 seporsi.

 

Mengusir Bosan yang Menghasilkan

Tahun 2010, Cut Nurhayati atau yang akrab disapa Cut Inong yang berdarah Aceh, terbang menyusul anaknya yang sedang belajar di tanah Jawa. Tujuannya datang ke Jakarta hanya sekadar menemani anaknya selama studi.

Namun tujuh bulan menganggur di rumah membuat Inong bosan. Selain itu, dia juga masih sulit menemukan masakan yang cocok di lidahnya. “Semua serba manis, saya bingung cari makanan di sini yang cocok sama lidah orang Aceh,” kenangnya.

Akhirnya, Inong membuka warung masakan khas Aceh hasil olahannya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. “Kebetulan kalau memasak itu memang hobi saya,” kata pemilik kedai Jambo Kupi.

Ternyata, masakan Inong banyak peminatnya. Sehingga meski baru dua tahun membuka usaha, Inong mampu memperluas warungnya.

Dia mendesain warungnya sedemikian rupa agar pembeli lebih nyaman bersantap di kedainya. Tak cuma memperluas warung, Inong juga membuka cabang di daerah Kalimalang, Bekasi.

Hanya saya, belum lama ini cabang tersebut ditutup karena lokasinya berada di perlintasan jalan tol. “Di situ sudah 3 tahun, ramai juga. Cuma pas ada pembangunan jalan tol jadi sepi,” ujar ramah.

Namun Inong tak mau patah arang, tahun ini dia bersiap meluncurkan dua cabang sekaligus. Jambo Kupi akan dibuka di Margonda, Depok dan Bogor. “Sekarang tahap renovasi, tahun ini saya harapkan sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Sumber : Tabloid-Kontan.16-22-April-2018.Hal.32

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *