Masih Toleran Masker Scuba_Warga Disarankan Kain Tiga Lapis. Surya. 19 September 2020. Hal.3. Rektorat

Gresik, Surya –  Pemkab Gresik masih memberikan toleransi kepada warga yang mengenakan masker scuba. saat razia bila mendapati warga menggunakan masker jenis itu, pemda memilih memberikan edukasi.

“Kami beri edukasi karena fokus Pemkab Gresik agar seluruh warga disiplin menggunakan protokol kesehatan, terutama mengenakan masker di luar rumah,” kata Kepala Satpol PP Gresik, Abu Hasan, Jumat (18/9).

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat ke Gresik menyampaikan, masker scuba tidak efektif mencegah percikkan droplet. Kalau tetap kain disarankan minimal dua lapis.

Sejumlah praktisi membenarkan, bila masker scuba hanya dibuat dari 1 lapis kain yang elastis dan cenderung menjadi longgar sehingga tidak efektif untuk melindungi diri. Bahannya dari neoprene. Jika ditarik pori akan membesar.

Bahan sutra atau silk empat lapis bisa menyaring banyak partikel, diikuti chiffon yang merupakan gabungan 90 persen poliester dan 10 persen spandeks, lalu flanel yang terdiri dari 65 persen katun dan 35 persen poliester.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Satgas Covid-19 merekomendasikan kain tiga lapis, yakni lapisan dalam yang menyerap, lapisan Tengah untuk menyaring dan lapisan luar yang terbuat dari bahan seperti poliester.

Menurut Abu Hasan menyatakan, kedisiplinan menggunakan masker bagi seluruh warga sudah sebuah hal yang disyukuri. Nanti, lama-kelamaan warga akan mengerti jenis-jenis masker setelah terus menerima edukasi.

“Saat ini, pakai masker, sudah alhamdulillah,lama-kelamaan masyarakat akan mengerti jenis-jenis masker setelah kami edukasi,” terangnya.

Pemkab Gresik saat ini sedang gencar menindak pelanggar Perbup 22/2020 tentang protokol kesehatan. Total sebanyak 90 warga yang dilakukan penindakan di lokasi operasi. Total denda dari pelanggar sudah terkumpul Rp 13,5 juta.

Sementara itu untuk mengatasi pandemi Covid-19, Universitas Ciputra (UC) bersama Ciputra SMG Lasik Center memberikan Alat Pelindung Diri (APD) Hazmat Suit sebanyak 3.500 secara bertahap kepada Pemkot Surabaya.

Mereka ingin ikut menyukseskan program ‘Surabaya Peduli Bencana’. “Ini partisipasi aktif dan bagian dari kepedulian kami sejak awal pandemi,” katav Victor Effendy, Wakil Rektor Bidang Operasional UC, Jumat (18/9).

Bersama dr Syenny Budi Handoko SpM, perwakilan Ciputra SMG Lasik Center, Victor memberikan bantuan tahap pertama 760 Hazmat Suit kepada Dra Dewi Wahyu Wardani MSi, Kepala Bagian Administrasi Kerjasama.

Pemilihan memberikan APD hazmat buatan mahasiswa dan dosen Fashion Product Design UC ini dinilai Victor lebih menyingkat waktu karena cepat untuk pengadaan. “ Kami bagian dari warga Surabaya, tentu mendukung usaha Pemda,” imbuhnya.

Dewi Wahyu Wardani bersyukur atas bantuan APD Hazmat Suit. bantuan itu akan sangat membantu Pemkot Surabaya dalam hal ini yang terlibat dalam penanganan dan pelayanan pasien covid-19 di Kota Surabaya. (wil/zia)

Sumber: Surya. 19 September 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *