Mahasiswa UC Ajak Posyandu Remaja Puskesmas Dinoyo Melukis Cita-Cita di atas Roti Meses. 22 November 2022. pustakalewi.com. Putu Wardhani. VCD

https://www.pustakalewi.com/2022/11/22/mahasiswa-uc-ajak-posyandu-remaja-puskesmas-dinoyo-melukis-cita-cita-di-atas-roti-meses/

Surabaya,pustakalewi.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi remaja, pemerintah menghadirkan posyandu remaja untuk mendampingi para remaja menghadapi fase-fase krusial dalam hidupnya. Berkaitan dengan Hari Anak International 20 November 2022 ini Putu Wardhani, S.P. staf kependidikan yang keseharian bertugas di Program Studi Visual Communication Design(VCD) mengajak 7 mahasiswa VCD UC semester 5 yaitu Valery Louisa Dewi Elaine Verhey, Monica Sherly Anggraini, Vianka Angelina, Kimberly Kristy Salim, Made Indira Allodya Ramania, Gabrielle Endinia dan Stephanie Florentia Setiawan mengadakan workshop melukis berbahan melukis roti meses. Workshop ini diadakan di Posyandu Remaja Puskesmas Dinoyo, di Balai Kelurahan Tlogomas, Lowokwaru Malang. Minggu, 20 November 2022. Workshop ini diikuti oleh 35 anak remaja yang didampingi oleh pembina posyandu setempat.

Putu, yang juga adalah seniman experimental painting, memaparkan bahwa kegiatan diawali dengan cek Kesehatan anak-anak di posyandu kemudian dilanjutkan dengan Workshop melukis atau menggambar menggunakan media Roti dan Meses. “Tema lukisan adalah seputar Hobby dan Cita-cita mereka. Anak-anak dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dimana tiap kelompok didampingi oleh mahasiswa VCD UC”, terang Putu. “Roti sebagai kanvasnya atau kertasnya, kemudian meses digunakan sebagai catnya. Roti diletakkan diatas meja/piring, kemudian ditempelkan meses menggunakan tusuk gigi sesuai bentuk / obyek sesuai dengan kreasi mereka masing-masing,” imbuhnya. Putu mengaku agenda ini merupakan materi penyegaran sekaligus melatih kreatifitas anak dalam mengembangkan dirinya, khususnya di bidang seni. Selain itu Melukis dengan Roti dan meses sangat jarang, sehingga juga memberikan pengalaman baru kepada anak-anak, juga sebagai ajang bersenang-senang karena mereka juga bisa makan karya mereka.

Putu menjelaskan bahwa kesulitan dalam membuat karya roti meses adalah Menyusun meses ke roti itu sangat membutuhkan kesabaran ekstra. “Para peserta dituntut untuk berhati-hati dan pelan-pelan menempelkan mesesnya. Serunya lagi ada peserta yang belum tahu cita-citanya. Ada juga perserta juga yang kurang sabar dalam melukis rotimeses,” terangnya seraya tertawa.

Para peserta sangat antusias, beberapa dari mereka membagikan cerita dari karya mereka. Ima salah satu peserta menjelaskan bahwa dia bercita-cita menjadi pramugari sehingga dia membuat pesawat terbang. Peserta lain, Farel, membuat bentuk Koki, karena gembar masak dan ingin menjadi Cheff professional. “Beberapa peserta berhasil menemukan Teknik melukist roti meses. Mereka menggunakan 2 tusuk gigi dan menjadikannya sebagai sumpit kecil untuk meletakkan meses. Ada pula yang memberi garis terlebih dahulu apada roti agar memudahkan peletakan meses. Juga terlihat ibu-ibu pendamping posyandu mengikuti workshop. Bu Nining misalnya membuat lukisan dengan bentuk pohon cemara,” pungkas Putu.

Putu berharap bahwa kegiatan ini bisa mengembangkan sense of art para remaja. Info/red

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *