Mahasiswa IBM UC Gelar Virtual Music Concert_Wadah Seniman untuk Hibur Masyarakat di Tengah Pandemi. Surya.29 Mei 2020. Hal.3.

Mahasiswa IBM International Business Management Universitas Ciputra, yang tergabung dalam peminatan Performing Art & Sport Management, mempersembahkan Virtual Music Concert, bertajuk ‘Satu Suara untuk Semua’. Tujuannya untuk pennggalangan dana, sebagai bentuk kepedulian dan rasa simpati mahasiswa terhadap para korban, tenaga medis dan sukarelawan Covid-19.

Virtual Music Concert yang digelar Jumat lalu itu, merupakan buah karya dan karsa mahasiswa yang dipersembahkan bagi masyarakat melalui chanel Youtube Universitas Ciputra.

Wakil Ketua 1 Prodi IBM Universitas Ciputra, Dr. Timotius F Christian, S, T, MT, CSCA mengatakan, penggalangan dana ini terbuka bagi semua masyarakat yang menonton konser live ini.

“Bisa memberikan sedikit bantuan berupa donasi uang, bahan pokok, atau APD,” kata Timotius, Rabu (27/5).

Virtual concert ini juga menjadi wadah bagi musisi dan seniman lokal untuk berkarya dan mengekspresikan diri sendiri saat menghibur masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Suguhan penampilan musik dan tarian yang merupakan eksporasi diri para mahasiswa ditampilkan secara apik berkolaborasi dengan para musisi dan seniman yang berasal dari berbagai kota, antara lain UKM Abstract, Christy (Trio Christy) & Children Choir, MSNA Official, dan Hyzkia Francisca Da Silva.

Selain itu juga ditampilkan drama singkat sarat pesan yang digawangi oleh dosen pengampu Dr Henry Susanto Pranoto, Bsc. in Bible, B.Mus, MMus. mengangkat topik “Humanity in Pandemic” bersama mahasiswa kelas Managing Art & Sport Project.

“Begitu banyak hal yang dihadapi seorang individu di masa pandemi ini, seperti yang dihadapi oleh seorang pemuda bernama Duta,” kata Dr Henry.

Temukan Jati Diri

Dalam virtual concert ini diceritakan kehidupan Duta pada masa sebelum pandemi yang dihabiskan dengan mementingkan diri sendiri dan bersenang-senang. Namun saat pandemi tiba, begitu banyak hal tak terduga darang menghampiri kehidupan Duta.

Pandemi Covid-19 membawa Duta dalam perenungan kehidupan. betapa manusia sungguh egois dan merusak bumi. Hingga akhirnya ia menemukan kembali jati diri kehidupan pada secerah cahaya kehidupan.

“Kini saatnya manusia berpikir apa yang harus diperbaiki dari diri sendiri. Sebenarnya semua adalah saudara dan seharusnya semua orang berperilaku baik satu sama lain,” kata Hendry. (m zainal arif)

 

Sumber: Surya. 29 Mei 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *