Lelah Mental? Mungkin Kita Perlu Hewan Peliharaan!

By : Zita Mugen E

 

Kegiatan sehari-hari yang kita lakukan sering kali membuat kita merasakan stress terlebih lagi kondisi pandemik yang memaksa kita secara tidak langsung untuk membatasi aktivitas dengan adanya penerapan physical distancing dan kebijakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Fenomena yang ramai saat pandemi ini adalah maraknya orang-orang yang menjadikan ikan cupang sebagai hewan peliharaannya. Dilansir dari Kompas.com, penelitian yang dilakukan oleh Devie Rahmawati selaku peneliti dari Universitas Indonesia memaparkan bahwa terdapat 15 aktivitas baru yang muncul untuk mengatasi stress selama pandemi salah satunya adalah memelihara binatang seperti kucing dan ikan cupang.

 

Benarkah memelihara hewan peliharaan mampu mengurangi tingkat stress yang kita rasakan?

Penelitian yang dilakukan oleh Kertes, dkk (2017) menemukan bahwa anak-anak akan mengalami tingkat stress yang lebih rendah ketika sedang bersama dengan hewan peliharaannya dibandingkan ketika anak tersebut sendirian atau bersama dengan orang tuanya.

Dalam sesi terapi pada penelitian yang dilakukan Wood, dkk (2018) menyatakan bahwa hewan peliharaan seperti anjing memiliki dampak positif pada peserta sekaligus anjing tersebut sendiri. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terapi dengan menggunakan hewan peliharaan membantu untuk mengurangi gejala homesickness, kecemasan, kesepian, serta meningkatkan kepuasan diri peserta penelitian.

Penelitian lainnya yang berfokus pada stress yang dialami oleh mahasiswa universitas menemukan bahwa dengan memiliki hewan peliharaan atau berinteraksi dengan hewan mampu mengurangi tingkat stress mahasiswa tersebut (Green, Adams, Clark, Crowell, & Duffy, 2017).

Tidak hanya pada anak-anak maupun remaja tetapi pada lansia sendiri kepemilikan hewan peliharaan memiliki manfaat positif.  Lansia yang memiliki hewan peliharaan dan sering berinteraksi dengan hewan peliharaannya memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan lansia yang tidak memiliki hewan peliharaan dan tidak sering berinteraksi dengan hewan. Kemampuan fisik lansia yang memiliki hewan peliharaan juga cenderung lebih baik dan mampu beraktivitas lebih banyak (Friedmann, et al., 2020).

Louise B Miller, seorang spesialis kesehatan jiwa menyatakan bahwa memiliki hewan peliharaan tidak hanya mampu mengurangi stress tetapi di saat yang sama hewan peliharaan dapat menjadi social support bagi manusia. Adanya sosok hewan peliharaan yang dapat kita peluk, ajak bermain, atau sekadar menemani berjalan-jalan di taman mampu membuat kita merasa tidak kesepian. Hal yang menariknya lagi adalah dengan melakukan interaksi dengan hewan peliharaan seperti mengelus kepalanya dan menggendongnya mampu meningkatkan serotonin dan dopamine pada tubuh kita. Dampak dari peningkatan serotonin dan dopamine dalam tubuh mampu membuat tubuh kita terasa lebih rileks, tingkat depresi dan kesepian berkurang. Di saat bersamaan, suasana hati kita juga akan menjadi lebih positif karena kita terasa rileks saat interaksi tersebut terjadi. Pada sebuah studi juga ditemukan bahwa dengan memiliki hewan peliharaan pada orang dengan masalah kesehatan mental seperti depresi akan membuat orang tersebut merasa dibutuhkan melalui kegiatan merawat hewan peliharaan. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri pada orang yang mengalami depresi (Miller, 2020)

Nah, memelihara hewan peliharaan ternyata tidak hanya sekadar sebagai hiburan di rumah tetapi juga memiliki dampak yang positif terhadap diri kita. Adanya kucing, anjing, ikan, atau hewan yang kita ingin rawat di rumah dapat menjadi sebuah pilihan tepat untuk menjaga kesehatan mental kita!

 

Daftar Pustaka

Friedmann, E., Gee, N. R., Simonsick, E. M., Studenski, S., Resnick, b., Barr, E., . . . Hackney, A. (2020). Pet Ownership Patterns and Successful Aging Outcomes in Community Dwelling Older Adults. Frontiers in veterinary science, 293. doi:10.3389/fvets.2020.00293

Green, M., Adams, T., Clark, C., Crowell, V., & Duffy, K. (2017). The mental health benefits of having dogs on college campuses. Modern Psychological Studies, 22(2), 50-60.

Kertes, D. A., Liu, J., Hall, N. J., Hadad, N. A., Wynne, C. D., & Bhatt, S. S. (2017). Effect of pet dogs on children’s perceived stress and cortisol stress response. Social Development, 26(2), 382-401. doi:10.1111/sode.12203

Mantalean, V. (2020, November 11). Megapolitan: “Pandemi Covid-19 Membuat Anggota Keluarga Merasa Dinomorduakan Ikan Cupang”. Retrieved November 19, 2020, from Kompas Web Site: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/11/14/08094251/pandemi-covid-19-membuat-anggota-keluarga-merasa-dinomorduakan-ikan?page=all

Miller, L. B. (2020, October 26). The Mind Body Connection: The Psychological and Physical Benefits of Having a Pet. Retrieved from Psychology Today Web Site: https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-mind-body-connection/202010/the-psychological-and-physical-benefits-having-pet

Wood, E., Ohlsen, S., Thompson, J., Hulin, J., & Knowles, L. (2018). the feasibility of brief dog-assisted therapy on university students stress level: The PAwS study. Journal of Mental Health, 263-268. doi:10.1080/09638237.2017.1385737

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *