Kostum Karakter Pembawa Rezeki.Kontan.26 Maret 2018.Hal.1727042018

Kehadiran kostum superhero atau karakter lain di sebuah acara tengah menjadi tren. Kondisi ini membuat pebisnis di bidang kostum superhero bermunculan. Ada yang khusus menggarap kostum superhero, hingga animasi Jepang hingga yang lain.

Baelakangan ini mulai banyak pesta yang menggunakan kostum dengan berbagai tema. Sebut saja yang lagi tren saat ini adalah memakai karakter kartun dan superhero. Dan tak hanya pesta untuk anak-anak yang menggunakan kostum karakter tersebut. Kalangan remaja hingga orang dewasa pun, kini juga makin banyak menggunakan kostum karakter untuk pesta atau acara tertentu lainnya.

Banyaknya permintaan kostum karakter untuk pesta ini tentu membuka peluang yang lebar bagi bisnis pembuatan kostum karakter tersebut.

Phrinshella Vhyta, pendiri House of Constume (HOC) asal Jakarta menilai industri di salah bidang industri kreatif ini masih memiliki potensi yang bagus. Ini terbukti dari terus bertambahnya para pemain di bidang ini.

Kondisi ini mebuktikan bila makin banyak kebutuhan masyarakat yang membutuhkan jasa pembuat kostum untuk berbagai acara tertentu. “Karena kini semakin banyak kebutuhan akan kostum”, ungkapnya kepada KONTAN (24/3).

Tak pelak, situasi ini menimbulkan persaingan bisnis yang ketat. Namun Vhyta tidak patah arang. Untuk bisa memenangkan persaingan bisnis, tentu dibutuhkan kreativitas untuk bisa membuat kostum yang sesuai kebutuhan dengan baik.

HOC sendiri memproduksi beragam kostum. Mulai dari tokoh kartun, tokoh karakter, badut, maskot perusahaan, hingga seragam untuk event organizer (EO).

Selain membuat dengan desain sendiri dan mengikuti tren yang sedang up to date, Vhyta lebih sering membuat sesuai dengan permintaan dari para konsumen.

Untuk membuat sebuah kostum tentu harus ada keahlian khusus. Lantaran menurutnya, ilmu membuat kostus segaris lurus dengan fashion designer atau yang lebih akrab disebut costume designer.

Nah, nilai lebih dari perancang kostum adalah popularitas kostum tidak mudah pudar. Sejatinya, banyak pihak yang membutuhkan kostum seperti adanya event, wedding organizer (WO), EO, acara ulang tahun, keperluan fotografi, hingga maskot perusahaan.

Nah, kostum tersebut isa bertahan karena adanya kebutuhan. Untuk menyelesaikan satu pesanan, biasanya ada dua sampai lima orang yang mengerjakannya tergantung tingkat kesulitannya.

Adapun bisnis kostum ini adalah dari sewa kostum yang bersangkutan. HOC sendiri membanderol aneka karakter film buatannya dengan tarif mulai Rp. 150.000 per set untuk biaya sewa harian. Dalam sehari, ia menyebut setidaknya lebih dari 50 kostum bisa keluar tersewa oleh para pelanggan.

Kebanyakan para pelamggan menyewa kostum itu untuk acara kantor, gathering, ulang tahun, acara sekolah, sampai lomba kostum. Pesanan datang tak hanya dari pihak perusahaan dan sekolah, HOC juga sering mendapat pesanan dari jajaran artis tanah air. Sebut saja Nia Ramadhani, Jessica Iskandar, dan Ayu Ting Ting kerap menggunakan kostum dari House of Costume.

Lantaran sudah punya nama, Vytha mengungkapkan, dirinya tak lagi pusingmemikirkan strategi pemasaran. Kini, hasil karya HOC dapat ditemui di Grand Indonesia, Senayan City, Gandaria City, Mal Alam Sutera, dan Pakuwon Surabaya. Selain itu, dia juga sudah memiliki tiga pabrik yang ada di Jakarta Pusat, Bogor dan Bekasi. “Karena bisnis ini sudah lama, awalnya dari mulut ke mulut saat ini melalui sosial media, online, offline, dan bermitra di pusat perbelanjaan”, terang Vytha yang membesut bisnis pembuatan kostum karakter sejak 2008 lalu kepada KONTAN.

Pemain lain, Ars Ramdha Imanda Indra Yahya, produsen kostum superherodan animasi Jepang (anime) asal Malang, Jawa Timur, juga sependapat dengan Vytha. Ia menilai potensi sektor bisnis ini masih bakal menjanjikan hingga beberapa tahun kedepan.

Berbeda dengan Vytha, yang solo karier, pria yang akrab disapa Ars ini mengawali usaha pembuatan kostum karakter bersama dua rekannya dari awal sekedar hobi. Kini, sayap bisnisnya kian berkembang.

Workshop miliknya yang berada di Janti, Malang, Jawa Timur, kian dipenuhi permintaan pelanggan. Kostum yang dibuat pun beragam mulai dari tokoh pahlawan Hollywood sampai karakter gim online.

Tidak hanya melayani permintaan pelanggan dalam negeri, kostum karakter buatan Ars juga sampai merambah pasar luar negeri seperti Amerika, Eropa, Malaysia, Australia, Singapura dan negara lainnya. Pengerjaan kostum superhero dan anime yang tidak mudah dan banyak detail, membuat harga jual kostum dibanderol cukup mahal. Yakni mulai Rp. 3 juta sampai dengan Rp. 30 juta per kostum.

Ia akui kalau pembuatan kostum karakter cukup ini cukup sulit dan memakan waktu. Berbeda dengan produksi aksesoris kostum, seperti helm pada salah satu karakter “Proses pembuatannya cukup rumit, jadi sebulan hanya ada sekitar tujuh set kostum yang bisa saya buat,” katanya kepada KONTAN, Sabtu (24/3).

Meski begitu, ia mengklaim bila aneka kostum karakter superhero dan animasi Jepang tersebut dibuat secara manual. Setelah jadi, ia memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan hasil produksinya. Yakni lewat Youtube, Facebook, dan Instagram. Tujuannya agar jangkauan konsumen semakin luas.

Geliat bisnis kostum karakter yang makin menjanjikan juga diakui oleh Ranan Dwigusnanto Boer, pemilik Rafa Kostum asal Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Berawal dari hobi membuat sendiri kostum cosplay. Ia mendirikan Rafa Kostum sejak tahun lalu.

Awal usaha, ia menjahit sendiri kostum cosplay tersebut. Namun setelah melihat ada peluang bisnis, tercetus ide mebuat kostum itu. “Akhirnya saya kepikiran, kenapa tidak membuka sewa kostum sekalian,” tandasnya.

Setelah jadi membuat sejumlah kostum cosplay, ia mulai berbisnis kostum. Ia membanderol tarif sewa kostum besutannya antara Rp. 200.00 sampai Rp. 500.000 per set.

Meski baru setahun menggeluti bisnis persewaan kostum karakter, Ranan mengatakan jika pelanggannya tak hanya datang dari Tangerang, Jakarta, dan sekitarnya. Tapi juga sudah merambah hingga Banjarmasin, Lampung, Surabaya dan Medan. Kebanyakan pelanggannya berasal dari perusahaan. Dan biasanya digunakan untuk acara kantor.

Ranan kebetulan spesialis memproduksi kostum karakter superhero. Khususnya memproduksi kostum tersebut untuk orang dewasa. Maklum, target pasar yang ia bidik memang untuk kalangan perusahaan. Meski begitu, ia juga kerap membuat kostum anak-anak dengan desain yang lebih sederhana.

Nah, ia menyebut dua karakter superhero, yakni Iron man dan Wonder Woman menjadi karakter favorit para pelanggan. Kedua kostum tersebut paling sering disewa sampai Ranan harus menambah stok agar tidak ada pelanggan yang kehabisan. Dalam sebulan ada puluhan kostum dari Rafa Kostum bisa keluar untuk disewakan.

Sebagai langkah ekspansi, pada tahun ini juga, Ranan berencana untuk memproduksi kostum dan menjualnya. Ia ingin bekerjasama dengan EO untuk pengadaan kostum karakter ini. “Saya mencoba untuk beberapa tokoh superhero terlebih dahulu,” katanya.

Bila terealisasi, ia akan membanderol kostum pahlawan tersebut di kisaran Rp. 4 juta Rp 6 juta untuk ukuran dewasa. Sedangkan bagi ukuran anak-anak ia banderol sekitar Rp. 1.5 juta per satu set. Siap-siap menjadi superhero.

 

Harus Telaten dan Sabar Membuat Kostum

Membuat kostum dengan berbagai karakter kartun maupun superhero memang tidak mudah. Butuh Ketelatenan serta kesabaran setiap kalimembuat kostum tersebut.

Ars Ramdha Imanda Indra Yahya, produsen kostum superhero dan anime asal Malang, Jawa Timur bilang nilai lebih dari kostum karakter terletak pada detail jahitan yang menjadi kesempurnaan produk tersebut. Tak heran jika harga sewa maupun harga jual di banderol cukup tinggi.

Untuk mencapai kesempurnaan dalam detail kostum, Ars harus benar-benar selektif dalam memilih bahan dasar pembuatan kostum. Bahkan ada beberapa bahan yang harus ia dapatkan dari luar negeri. “Masalahnya tidak semua bahan lokal memiliki kualitas yang bagus. Untuk pemilihan bahan dan pasokannya, saya dibantu oleh tiga orang karyawan,” katanya ke KONTAN.

Meski sudah hampir 10 tahunmenggeluti bisnis tersebut, kendala yang kerap ia temui dalam bisnis ini tak lain dari kerumitan pola kostum tersebut. Lantaran ada beberapa karakter kartun maupun superhero yang polanya sangat rumit,  sehingga ia dituntut untuk menggunakan daya imajinasi.

Terutama untuk kostum karakter yang baru muncul dan langsung tren. “Saya bisa menghabiskan waktu seharian hanya utnuk mengamati detail kostum yang diminta,” tambahnya.

Selain itu, bapak satu anak ini selalu memberikan info perkembangan produksi kostum secara berkala kepada pelanggannya. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi revisi atau perombakan desain saat kostum sudah selesai 100%. Karena, jika ada kesalahan saat kostum sudah jadi sepenuhnya tidak mungkin hanya merombak bagian tertentu, tapi harus membuatnya dari awal lagi. “Fasilitas ini yang menjadi keunggulan untuk menghadapi persaingan,” tandasnya.

Jika Ars menjaga kualitas dan komunikasi dengan pelanggan, Prinshella Vytha, Founder House of Costume (HOC) asal Jakarta rela memberi fasilitas lain, yakni menerima pesanan dadakan. Pesana dadakan tersebut bisa diselesaikan dalam satu hari pengerjaan. Tentu akan ada harga yang berbeda untuk fasilitas satu ini.

Tak hanya bisa menerima pesanan dadakan, Vytha juga terus berkreasi dalam meningkatkan kualitas dari pembuatan kostum tersebut. Sebab ia akui bila semakin kesini, desain dan tampilan kostum yang diminta para pelanggan semakin rumit. “Maka kreativitas dan imajinasi terus kami tingkatkan,” tukasnya.

Ia memandang penting persoalan kreativitas dan imajinasi tersebut. Sebab, hambatan terbesar menggeluti bisnis ini adalah dari sisi sumber daya manusia. Terutama saat Lebaran yang minim sumber daya manusia. Maka, ia terus melatih para pekerja menjadi ahli pembuat kostum karakter.

 

 

Sumber: Kontan.26 Maret 2018.Hal.17

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.