Komik Entrepreneur di UC Library

Tujuan perkuliahan entrepreneurship di Universitas Ciputra ini adalah mahasiswa mengalami dan dapat menciptakan venture baru (bisnis maupun sosial) ataupun mampu mengembangkan bisnis keluarga (family business); yang berkelanjutan, dapat menjawab tantangan global serta memiliki dampak yang baik bagi masyarakat (etis) dan diterima oleh masyarakat.

Di UC Library sendiri ada lebih dari 1.000 koleksi buku bertemakan Entrepreneurship dan Innovation Creativity yang dapat kalian gunakan dalam perkuliahan entrepreneurship kalian. Salah satu koleksi yang bisa kalian nikmati adalah koleksi buku ‘Project X’. Cukup berbeda dengan buku entrepreneurship lainnya, buku ini bukan berjenis  buku teks, tapi buku komik! Yup, kalau kalian penggemar manga atau komik sekaligus pengen mendapatkan inspirasi atau pembelajaran tentang Entrepreneurship, koleksi ini cocok sekali buat kalian. Buku komik ini berdasarkan kisah nyata perjuangan para amatiran dalam mewujudkan mimpi mereka.

Buku seri Project X ini bisa kalian baca di perpustakaan dan bisa kalian pinjam bawa pulang lho. Check out our collections about Project X series:

  1. Project X: Digital Camera (Call No. 741.5353 PRO)

Sinopsis: Hiroyuki SUETAKA yang bekerja di perusahaan CASIO Computer merupakan orang Jepang yang sangat gigih dalam mengembangkan kamera digital. Ia adalah pemimpin di dunia bisnis kamera digital yang merupakan produk revolusi. Dia-lah teknokrat yang meluncurkan produk yang diberi nama QV-10 yang mendapat penilaian sebagai `the founder camera digital`.
Ungkapan “Jepang Negara yang Mandiri dalam Teknologi” merupakan simbol semangat juang pantang menyerah dari orang-orang Jepang. Spirit para insinyur Jepang saat ini pun masih terus berkembang.

  1. Project X: Seven-Eleven: Amateurs Who Created Convenience Stores (Call No. 741.5952 PRO)

Synopsis: Saat ini, convenience store telah menjadi pemandangan yang biasa di daerah perkotaan. Toko jenis ini telah menjamur dan sangat mudah ditemukan.
Di antara banyaknya nama toko yang ada, salah satu yang cukup terkenal adalah Seven-Eleven. Convenience store yang lahir di negara Amerika Serikat ini, tidak hanya dapat ditemukan di negara asalnya, tapi telah menyebar ke berbagai negara seperti Kanada, Jepang, Denmark, bahkan Indonesia. Dari berbagai negara yang telah membuka cabang Seven-Eleven, Jepang merupakan negara dengan jumlah toko terbanyak. Saat ini telah lebih dari 12.000 cabang Seven-Eleven dibuka di negeri sakura.
Namun, awal mula keberadaan Seven-Eleven di Jepang bukanlah sesuatu yang dilalui dengan mudah. Toko No.1 Seven-Eleven di Jepang dimulai dengan penuh perjuangan. Hideo SHIMIZU dan Toshifumi SUZUKI, dua tokoh penting yang berada di balik kesuksesan Seven-Eleven Jepang, telah melewati banyak rintangan demi lahirnya bisnis baru di negara mereka. Dimulai dengan perjalanan jauh ke negara asal Seven-Eleven, Amerika Serikat, pertemuan dengan para amatiran yang ternyata memberikan kontribusi luar biasa, dan usaha keras semua orang yang berada di balik lahirnya Toko No.1 Seven-Eleven, keberhasilan yang tak terduga telah menjadi inspirasi banyak pengusaha muda untuk memulai bisnis baru.
Inilah kisah perjuangan para amatiran dalam mewujudkan misi mereka.

  1. Project X: Cup Noodle (Call No. 741.5353 PRO)

Sinopsis: Makanan siap saji yang bisa dimakan di mana saja dan kapan saja, cukup dengan menuangkan air panas dan menunggu tiga menit. Itulah Cup Noodle, mie gelas yang telah merubah kebiasaan makan. Mie instan pertama, Chicken Ramen produksi Nissin yang sukses besar telah melahirkan ratusan pesaing.
Akibatnya, pasar mie instan Jepang mengalami stagnasi dan keuntungan pun terus menurun. Saat itu, direktur Nissin dan pencipta mie instan, Momofuku Andou yang berusaha melebarkan pasar ke luar negeri menyadari perbedaan budaya dan melahirkan sebuah ide, mie instan yang dijual bersama dengan wadahnya sehingga bisa dimakan di mana saja dan kapan saja.
Ide inilah yang dia beri pada empat orang peneliti untuk diwujudkan. Produk ini adalah makanan yang sama sekali baru. Bukan hanya sekedar praktis, tapi akan mengubah budaya makan masyarakat. Mie instan memang telah membawa makanan yang praktis ke setiap rumah, tapi Cup Noodle adalah makanan era baru masyarakat bergerak yang sangat menghargai waktu.

 

Silahkan bagi #ucpeople untuk membaca/meminjam buku komik entrepreneur tersebut di UC Library. Happy reading. 😉

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *