Kisah Lulusan UC Surabaya yang Sukses Keliling Dunia Gratis di Usia Muda. times.co.id. 29 April 2021. Victoria Amanda. HTB

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/344756/-kisah-lulusan-uc-surabaya-yang-sukses-keliling-dunia-gratis-di-usia-muda

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Banyak kisah sukses lulusan Universitas Ciputra atau UC Surabaya yang berkecumpung di dunia pariwisata.

Salah satunya Victoria Amanda, seorang internasional tour leader termuda yang dimiliki di Golden Rama Tour and Travel. Victoria Amanda bersyukur bahwa pilihannya dalam memilih karir dibidang pariwisata adalah pilihan yang sangat tepat. Waktu semasa SMA, Victoria yang akrab dipanggil Vicky sempat mengalami dilema dalam memilih jurusan kuliah, karena tidak tahu ingin berkarir apa ke depannya.

Namun karena orang tua memiliki latar belakang pekerjaan di bidang perhotelan, dia melihat bahwa industri perhotelan dan pariwisata sebagai industri yang tidak berhenti berkembang. Setelah mempertimbangkan industri perhotelan dan pariwisata yang ternyata memiliki banyak aspek positif, maka akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke jurusan Hotel and Tourism Business di Universitas Ciputra Surabaya. Selama masa studi, dia mendapatkan banyak pengalaman lapangan yang mengasah kemampuannya untuk menjadi tour leader yang handal.

Impiannya semasa kuliah tidaklah berlebihan, yaitu mendapatkan pekerjaan sesuai passion dia di bidang pariwsata. Vicky tidak pernah berpikir akan bisa keliling dunia seperti sekarang, terlebih lagi traveling keliling dunia dalam rangka menjalankan tugas pekerjaan yang pastinya lebih berat daripada traveling dalam rangka liburan.

Namun, dia menyukai dan menekuni profesinya sehingga bisa memiliki banyak pengalaman berkeliling dunia. Memulai berkarir di industri pariwisata di usia 22 tahun, tidak disangka di usia 26 tahun Vicky sudah berkeliling dan berkunjung ke lebih dari 30 negara di Benua Asia, Oseania, Eropa, dan Amerika.

Selama 5 tahun aktif bertugas, dia sudah berkunjung diantaranya ke negara Singapura, Malaysia, Thailand, China, Brunei Darussalam, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Australia, Turki, Qatar, Selandia Baru, Italia, Vatikan, Swiss, Jerman, Belanda, Belgia, Perancis, Slovenia, Kroasia, Montenegro, Bosnia Herzegovina, Belgrade, Romania, Yunani, Rusia, Finlandia, Swedia, Denmark, Norwegia, dan Amerika Serikat. Tentu saja dia tidak mengeluarkan uang sedikitpun selama berkunjung ke negara-negara tersebut, bahkan dia dibayar untuk membawa tamu berwisata.

Negara destinasi yang paling berkesan bagi Vicky adalah Perancis, tepatnya di Kota Paris. Mungkin terlihat mainstream atau terlalu umum, namun dia punya alasan tersendiri mengapa sangat suka dengan kota yang disebut “Kota Mode” atau “City of Light” atau “la Ville des Lumières” dalam bahasa Perancisnya. Kota Paris sudah menjadi bucket list dia sejak SMP, karena dia suka sekali menggambar desain baju atau fashion design dan bermimpi ingin melihat pusat mode sesungguhnya, bahkan dia pernah mengambil kursus Bahasa Perancis selama 1 tahun supaya bisa berbicara dengan orang lokal jika berkunjung ke Perancis nantinya.

Memang julukan kota teromantis di dunia sangat cocok untuk Kota Paris karena kotanya yang dipenuhi bangunan bergaya Art Deco dengan warna krem khas batu kapur Lutetia, disebut juga “Paris stone”, yang sangat harmonis dilihat di siang hari. Saat matahari tenggelam, kota ini menjadi terang bercahaya dari cahaya lampu tiap gedung dan banyaknya lampu di jalan, disempurnakan dengan gemerlap Menara Eiffel seperti bintang berkelap-kelip setiap jamnya. Nyalanya Menara Eiffel ini juga bisa kita lihat dari Sungai Seine dengan mengikuti Seine River Cruise.

Adapun destinasi lain yang menjadi favoritnya, adalah Negara Finlandia, tepatnya di Provinsi Lapland. Daerah ini sangat cocok untuk dikunjungi saat musim dingin di masa Natal dan akhir tahun, karena di daerah Lapland terdapat satu kota bernama Rovaniemi yang merupakan kota yang berbatasan langsung dengan kawasan kutub utara dan merupakan kampung halaman tokoh Santa Claus yang sudah familiar di benak kita sejak kecil.

Saat berkunjung ke daerah Lapland, dia mengalami fenomena yang bernama Polar Night, dimana tidak ada matahari sama sekali, dalam sehari hanya mengalami langit terang selama 2 jam saja, dan pemandangannya benar-benar mayoritas putih karena daerah ini seluruhnya ditutupi salju, bahkan laut pun membeku saat musim dingin.

Selain suasana di daerah arktik yang sangat santai dan menyenangkan, karena 180 derajat berbeda dari Indonesia yang merupakan negara tropis, berbagai aktivitas yang tidak bisa didapatkan di daerah lain di antaranya reindeer sled, melihat beruang kutub, snowmobile di atas laut beku, mengapung di laut arktik, bertemu langsung dan foto dengan Santa Claus, serta melihat Aurora Borealis.

Ya, Aurora Borealis adalah fenomena alam karena daya magnet Bumi dan angin matahari di langit yang menjadikan cahaya kehijauan menari-nari di langit dan sangat bergantung pada cuaca dan awan saat berburu cahaya cantik yang hanya bisa dilihat di kutub utara atau kutub selatan (Aurora Australis). Semua aktivitas dia selama traveling juga dibagikan di channel Youtube dia (victori4manda) atau Instagram (@vqamanda).

Vicky berharap bahwa generasi muda yang masih berada di SMA ,yang ingin melihat dunia di usia muda, untuk tidak ragu dalam memilih jurusan pariwisata. Walau saat ini sedang mengalami pandemi, namun dia yakin bahwa industri ini adalah bidang yang menjanjikan di masa depan dan tidak akan pernah mati.

Industri perhotelan dan pariwisata akan terus berkembang pesat kedepannya, dan akan semakin ramai. Seperti yang dinyatakan oleh Agoes Tinus Lis Indrianto, Dekan Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya, bahwa pariwisata adalah sebuah industri yang sangat dinamis, cepat berkembang dan memiliki potensi besar di masa depan.

Apabila saat ini sedang jatuh maka suatu saat pariwisata akan kembali bangkit dengan lebih besar; selama ini sejarah telah membuktikan hal ini. Apalagi bila nanti pandemi sudah bisa dikendalikan di seluruh dunia, maka gairah industri pariwisata akan bertumbuh lagi lebih besar daripada masa sebelum pandemi.  (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *