Kesehatan. Makanan yang Disarankan saat Sakit. Kompas. 16 Juni 2021. Hal.12

Menjaga pola makan menjadi salah satu syarat untuk hidup sehat. Terlebih pada masa pandemi ini, makanan yang kita asup wajib higienis serta mengandung vitamin dan gizi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Apa daya jika tubuh terlanjur sakit? Sebisa mungkin, tetap mengonsumsi makanan sehat. Bayam, brokoli, wortel, sawi, tomat, tahu, tempe, daging tanpa lemak, dan buah buahan segar amat disarankan untuk membantu pemulihan saat sakit.

Namun, sakit yang disertai demam, perut mual, bersin-bersin, dan kepala pusing kerap membuat selera makan menghilang. Pada saat sakit, banyak orang baru menyadari perlunya konsumsi makanan bergizi. Meski demikian, makanan hanya tertahan di lidah yang terasa pahit. Untuk itu, perlu cara agar saat sakit, kita tetap bisa mengonsumsi makanan sehat.

Makanan untuk seseorang yang sedang sakit tidak boleh asal asalan. Jenis penyakit tertentu terkadang membuat pasien hanya bisa mengonsumsi makanan atau minuman terbatas. Oleh karena itu, jangan menyamakan bahwa semua orang sakit hanya boleh makan bubur. Berikut ini, beberapa gangguan kesehatan dan makanan yang disarankan.

Mual

Penyakit yang diikuti dengan gejala mual cukup banyak. Tidak hanya demam, mual biasanya terkait dengan gangguan kesehatan organ pencernaan. Misalnya, mag atau tipus. Ada baiknya penyebab rasa mual diketahui terlebih dulu.

Jika rasa mual muncul akibat demam biasa, seseorang bisa mengonsumsi makanan dan minuman yang hangat. Misalnya, sup dan wedang jahe atau buah-buahan segar untuk menghilangkan rasa enek.

Namun, bila mual menghilangkan selera makan, kudaplah makanan yang gurih-gurih tetapi tidak mengandung minyak. Misalnya, biskuit yang bercita rasa gurih. Hindari makanan yang pedas atau minuman beralkohol.

Flu

Flu biasanya ditandai dengan bersin-bersin, pilek, hidung tersumbat, batuk, dan radang tenggorokan. Semua gejala ini kerap membuat nafsu makan lenyap. Makanan yang dikonsumsi pun terasa hambar atau terasa tidak enak.

Untuk itu,cobalah mengonsumsi makanan yang bertekstur lunak. Misalnya, roti, bubur kacang hijau, sup, dan olahan telur. Makanan atau minuman yang memberikan efek menghangatkan seperti minuman jahe atau minuman dengan tambahan kayu manis juga bisa dicoba.

Minumlah air putih yang cukup. Namun, hindari makanan yang terlalu manis, mengandung alkohol, atau terlalu asam.

Diare

Diare bisa disebabkan kuman, alergi, atau makanan yang kurang higienis. Namun, diare juga bisa mengindikasikan penyakit yang menyerang organ pencernaan. Apalagi bila diare diikuti dengan demam dan muntah.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan orang yang mengalami diare untuk banyak mengonsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Makanlah makanan yang mudah dicerna dan tidak menyebabkan mual, misalnya biskuit gurih.

Hindari makanan yang memu produksi gas dalam lambung. Misalnya, sawi putih dan kol. Hentikan dulu konsumsi susu, minuman berkohol, dan kopi.

Pusing

Jika kepala terasa berputar dan nyeri, bisa jadi ini terjadi akibat dehidrasi. Jalan keluarnya tentu adalah minum air putih secukupnya. Konsumsilah air putih sedikit demi sedikit, lalu rasakan ada-tidaknya perubahan. Selain air putih, seseorang yang mengalami sakit kepala juga bisa mengonsumsi jus buah segar. Hindari makanan yang menggunakan pewarna, penguat rasa, dan pemanis buatan.

Wabah Covid-19 belum terlihat ujungnya. Untuk itu, usahakan untuk selalu memasak dan makan di rumah. Kalaupun harus membeli makanan, sebaiknya dibawa pulang dan pastikan kebersihannya. Tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan jangan lupa untuk rutin berolahraga meski cuma di sekitar tempat tinggal.

 

Sumber:  Kompas. 16 Juni 2021. Hal.12

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *