Kenali Lemak Perut dan Cara Mengatasinya. Surya. 1 Januari 2022. Hal. 6

Bagi banyak orang, lemak perut adalah yang paling dirisaukan. Tidak hanya menyebabkan kenaikan berat badan, lemak perut juga membuat perut tampak lebih maju sehingga mengganggu penampilan.

BANYAK dari kita yang mungkin belum mengetahui beberapa jenis lemak perut yang disebabkan berbagai faktor. Berbeda jenis lemak tentu saja berbeda cara mengatasinya.

  1. Beer belly

Seseorang yang mengonsumsi terlalu banyak bir selama bertahun-tahun akan mengalami perubahan bentuk perut menjadi lebih besar. Bir mengandung sekitar 180-500 kalori per takaran, tergantung jenis alkohoinya.

Cara mengatasinya: Kurangi minum bir setiap harinya hingga setiap minggunya akan membantu memangkas kalori dan berat badan. Jika hal itu pun terasa sulit, cobalah pilih bir yang lebih rendah kalori. Sebagai perbandingan, segelas anggur merah baik untuk pencernaan dan bisa membantu menurunkan berat badan. Meski begitu, perubahan pola hidup seperti memerbanyak olahraga serta memangkas asupan kalori dan makanan berlemak juga bisa membantu.

  1. Setelah kehamilan

Kehamilan bisa memberi dampak yang sangat drama tis terhadap tubuh seorang. perempuan, termasuk salah satunya pada area perut yang membesar. Meskipun berhasil menurunkan berat badan pascapersalinan, kebanyakan perempuan mengalami kenaikan berat badan selama hamil.

Pemisahan perut juga dapat terjadi selama atau setelah kehamilan, yaitu ketika rahim yang tumbuh menyebabkan dua otot sebuah studi menemukan, panjang yang bekerja paralel di perut menjadi terpisah satu sama lain.

Cara mengatasinya: Menurunkan berat badan setelah kehamilan cukup memakan waktu. Tubuh membutuhkan waktu pemulihan sebelum menjalani pola makan atau rutinitas olahraga baru. Biasanya dokter merekomendasikan menunggu hingga pemeriksaan pascapersalinan. sekitar 6-8 minggu.

Mulailah dengan makan makanan sehat dan minum minimal delapan gelas sehari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Hindari makanan tinggi gula dan prioritaskan makanan tinggi serat.

  1. Stres

Stres juga bisa menyebabkan masalah pencernaan, yang berujung pada area perut yang membesar, Stres memicu peningkatan tingkat kortisol atau hormon stres sehingga berdampak pada penyimpanan lemak. Masalah penyimpanan lemak biasanya terjadi pada area perut karena merupakan lemak yang paling sulit dihilangkan. Stres juga bisa memicu peningkatan oksidasi lemak, proses yang memungkinkan lemak untuk dibakar menjadi energi.

Cara mengatasinya: Melakukan manajemen stres terlebih dahulu, misalnya dengan mengatur pernafasan, jalan kaki ringan, hingga meluangkan waktu untuk beristirahat. Beberapa suplemen herbal juga diketahui mampu membantu menurunkan kadar kolesterol. Ahli gizi merekomendasikan konsumsi kacang-kacangan jika kamu merasa perutmu membesar karena stres karena kacang tinggi akan magnesium yang bisa menurunkan kadar kortisol. Brokoli yang kaya asam folat juga baik untuk membantu menurunkan tingkat stres.

  1. Faktor hormon

Salah satu efek samping menopause adalah kenaikan berat badan karena hormon yang fluktuatif. Fakta baru menemukan bahwa penurunan kadar estrogen dapat mendorong kita untuk makan lebih banyak dan berolahraga lebih sedikit, menurunkan tingkat metabolisme dan mening- katkan resistensi insulin. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit untuk berurusan dengan gula dan pati. Hor- Sensasi kembung bisa mon juga berdampak pada distribusi lemak. Pertambahan berat badan perimenopause sering dikaitkan dengan penumpukan lemak di sekitar perut dan organ dalam, yang bertentangan dengan pinggul dan paha.

Cara mengatasinya: Cobalah menerapkan pola makan rendah kalori selama dan setelah menopause. karena jumlah kalori yang dibakar pada usia tersebut konsumsilah banyak protein untuk menjaga kita tetap kenyang, meningkatkan tingkat metabolisme dan mengurangi kehilangan otot. Selain itu, kualitas tidur juga menjadi kunci menjaga berat badan yang sehat.

  1. Perut kembung

Kembung adalah pera saan adanya tekanan yang membuat perut membesar dan lebih dari 70 persen orang mengalami ini. Kondisi ini bisa disebabkan sejumlah hal, seperti sindrom iritasi usus, flatulence, penyakit celiac, peradangan usus besar, dan endometriosis.

Sensasi kembung bisa menyebabkan area perut seperti lebih membesar. Pada kasus langka, kembung juga bisa menjadi gejala masalah serius, seperti kanker ovarium, maka ada baiknya jika berkonsultasi dengan dokter

Cara mengatasinya: Terapis nutrisi yang bekerja bersama Bio-Kult, Natalie Lamb mengatakan, pada umumnya mengonsumsi sari cuka sebelum makan bisa membantu memperlancar fungsi pen cernaan. Selain itu, usaha kan untuk mengurangi gula dan karbohidrat sederhana serta mengonsumsi lebih banyak serat.

  1. Kelebihan berat badan

Berat badan berlebih biasanya disebabkan karena konsumsi kalori lebih besar daripada kalori yang dibakar melalui fungsi-fungsi tubuh dan aktivitas fisik. Banyak orang mengalami perut membesar karena kelebihan berat badan atau menerapkan pola makan tinggi lemak dan sering makan manis.

Cara mengatasinya: Meningkatkan aktivitas fisik adalah salah satu cara utama untuk menurunkan berat badan. Kamu tak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di gym atau untuk lari hanya untuk menjaga kesehatan. Cukup lakukan olahraga ringan selama 15 menit setiap harinya dan lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil. Pada intinya, memangkas konsumsi kalori adalah kunci menurunkan lemak perut. (kompascom)

 

Sumber: Surya. 1 Januari 2022. Hal. 6

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.