Kembangkan Sense of Art. Universitas Ciputra Ajak Remja Melukis Cita-cita di Atas Roti. 22 November 2022. beritajatim.com. Putu Wardhani. VCD

https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/universitas-ciputra-ajak-remaja-melukis-cita-cita-di-atas-roti/

Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Universitas Ciputra Surabaya bersama sejumlah mahasiswa menggelar workshop melukis roti dengan berbahan meses di Posyandu Remaja Puskesmas Dinoyo, Lowokwaru, Kabupaten Malang. Ini sebagai cara memperingati Hari Anak Internasional 2022.

Kegiatan ini diawali dengan cek kesehatan anak-anak di posyandu, kemudian dilanjutkan dengan workshop melukis atau menggambar menggunakan media roti dan meses. Harapannya, kegiatan ini bisa mengembangkan sense of art para remaja.

“Tema lukisan adalah seputar hobi dan cita-cita mereka. Anak-anak dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dimana tiap kelompok didampingi oleh mahasiswa VCD UC,” ujar Staff Kependidikan di Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra Surabaya Putu Wardhani, Senin (21/11/2022).

Putu mengungkapkan, workshop ini diikuti oleh 35 anak remaja yang didampingi oleh pembina posyandu setempat. Di situ, para peserta menggunakan roti sebagai kanvas atau kertasnya. Kemudian meses dipakai sebagai catnya.

“Roti diletakkan di atas meja atau piring, kemudian ditempelkan meses menggunakan tusuk gigi sesuai bentuk atau obyek sesuai dengan kreasi mereka masing-masing,” ungkap Putu yang juga seniman experimental painting tersebut.

Putu menerangkan bahwa agenda ini merupakan materi penyegaran sekaligus melatih kreatifitas anak dalam mengembangkan dirinya, khususnya di bidang seni. Selain itu melukis dengan roti dan meses sangat jarang, sehingga juga memberikan pengalaman baru kepada anak-anak, juga sebagai ajang bersenang-senang karena mereka juga bisa makan karya mereka.

Putu menjelaskan, kesulitan dalam membuat karya roti meses adalah menyusun meses ke roti itu sangat membutuhkan kesabaran ekstra. “Para peserta dituntut untuk berhati-hati dan pelan-pelan menempelkan mesesnya. Serunya lagi ada peserta yang belum tahu cita-citanya. Ada juga peserta juga yang kurang sabar dalam melukis roti meses,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Putu, bahwa para peserta sangat antusias. Beberapa dari mereka membagikan cerita dari karya mereka. Ima salah satu peserta menjelaskan bahwa dia bercita-cita menjadi pramugari sehingga dia membuat pesawat terbang. Peserta lain, Farel, membuat bentuk Koki, karena gembar masak dan ingin menjadi chef professional.

“Beberapa peserta berhasil menemukan teknik melukis roti meses. Mereka menggunakan 2 tusuk gigi dan menjadikannya sebagai sumpit kecil untuk meletakkan meses. Ada pula yang memberi garis terlebih dahulu apada roti agar memudahkan peletakan meses. Juga terlihat ibu-ibu pendamping posyandu mengikuti workshop. Bu Nining misalnya membuat lukisan dengan bentuk pohon cemara,” pungkas Putu. [ipl/but]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *