Keep Moving Forward | An interview with Kevin, Viona, dan Andrea

Mahasiswa PSY UC Kembali lagi memberikan kabar baik. Prestasi kali ini datang dari 3 orang mahasiswa rajin yang juga aktif di berbagai organisasi kampus. Mereka adalah Kevin Lui (PSY UC 2018), Viona Wijaya (PSY UC 2018) dan Andrea Dean (PSY UC 2019). Dalam lomba kali ini, mereka berhasil meraih juara 1 lomba debat di Psychology Village 11 tahun 2020. Lomba Psychology Village 11 adalah kompetisi debat mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan pada tanggal 10-11 Maret di Universitas Pelita Harapan Jakarta. Psychology Village 11 tahun 2020 ini mengangkat tema tentang psikologi sosial.

UC Library dapat kesempatan untuk berbincang dengan mereka tentang prestasi yang mereka dapat dan bagaimana peran UC Library untuk dapat memfasilitasi mereka dalam kompetisi debat yang mereka ikuti. Penasaran? Lets check it out!

 

  1. Bantuan seperti apasih yang kalian dapatkan dari UC Library ketika kalian mempersiapkan lomba? (bisa seputar buku-buku/literature yang dipakai, suasana tempat buat belajar)

Kevin:  bantuan yang aku dapatkan dari library itu, pertama, adanya koleksi buku-buku psikologi yang lengkap. Kedua, tersedianya skripsi-skripsi dari kakak kelas. Nah, semuanya itu kebetulan sesuai dengan tema lomba kami, jadi sangat terbantu dengan adanya koleksi yang tersedia di library.

Viona: bantuan yang aku dapatkan yang pastinya buku-buku yang ada di library ini menurutku yang paling membantu kami. Terus adanya skripsi dan jurnal yang tersedia sangat banyak itu juga sangat membantu kami dalam belajar  sesuai dengan tema lomba. Terakhir, suasananya sih, diluar ataupun di dalam, suasana library itu sangat nyaman buat belajar dan latihan lomba.

Andrea: bantuan yang aku dapat itu pertama dari buku-bukunya menurutku lengkap ya, terus juga sesuai dengan tema kita, jadi bisa membantu sekali gitu. Kedua, lokasi library yang cukup nyaman gitu buat belajar dan latihan bareng teman-teman yang lain.

 

  1. Apa efek buku-buku yang sudah kalian gunakan sebagai literature selama kalian mengikuti lomba Psychology Village?

Kevin: banyak banget sih kalo efeknya. Di lomba debat kemarin, kami nggak di kasih tau kami akan mendebatkan apa, kami hanya diberikan tema besarnya. Tapi karna di perpus bukunya lengkap ya, terutama tentang perkembangan manusia, jadi pas persiapan kami sangat terbantu. Kami bisa baca, terus catat-catat dari buku dan banyak hal sih. Intinya sangat membantu sekali buku yang ada di library.

Viona: efeknya sih kami jadi lebih banyak tau tentang teori-teori yang berhubungan sama lomba dan temanya. Terus juga bisa membuka pikiran kita lagi mengenai sesuatu yang berhubungan dengan lomba karna banyaknya referensi yang kami baca. Jadi kami bisa punya banyak pandangan gitu pas di arena debat.

Andrea: besar sih efeknya buku-buku yang ada di library ini. kami bisa pinjam banyak, terus kami bisa baca-baca secara langsung, terus catat hal-hal yang penting gitu dari buku yang kami pinjam. Terus pas lomba hari H, catatan dan semua yang kami tulis dari buku di library ini sangat berguna banget bagi kami, gitu sih. Terus kalo nggak ada buku di library juga kami mungkin akan kesusahan gitu mau cari buku dimana, nah itu mungkin kami akan kesusahan juga mau belajar.

 

  1. Apa yang akan kalian alami jika tidak di perlengkapi buku-buku dari library?

            Kevin: kalo aku, kalo nda ada buku di library mungkin aku nggak bisa punya percaya diri yang tinggi, kenapa, ya karna aku nggak punya sumber data yang valid untuk aku sampaikan ketika di hari H lomba. Tapi kalo ada buku dari library, aku justru lebih percaya diri, ya karena aku punya sumber yang benar dan valid, yaitu buku yang kami baca.

Viona: dengan adanya buku yang disediakan dan di pinjam di library, kami jadi punya sumber yang valid gitu sih. Nah kalo nda ada buku di library mungkin kita nggak akan punya sumber yang valid buat hari H gitu sih.

Andrea: yang pasti, kalo nggak ada buku dari library, kami nggak bisa punya sumber yang pasti. Karena kalo cari di internet, itu banyak sekali sumber yang nggak pasti dan nggak valid gitu sih. Jadi dengan adanya buku ini aku jadi punya sumber yang pasti dan valid.

 

  1. Apa suka dukanya kalian mengikuti lomba? (tentang perjuangan kalian dan usaha yang kalian lakukan)

Kevin: sukanya, yang pasti pertama sih merasa senang, karena setiap perjuangan kita, usaha kita, belajar kita bisa terbayarkan dengan bisa jadi juara 1 di lomba itu, jadi merasa terbayarkan.  Terus kemampuan ku bisa bertambah dari ketemu kakak mentor, dari belajar, dari latihan itu aku jadi bisa belajar lebih banyak lagi gitu. Terus yang ketiga, aku bisa belajar juga dari tim jurusan lain yang juga ikut lomba, jadi bisa saling tukar pikiran. Nah kalo dukanya, yang pasti pertama itu waktu yang dihabiskan untuk belajar itu lebih banyak lagi, harus lembur, harus latihan lagi setiap hari, belum lagi tugas-tugas kuliah ini juga banyak,  jadi lomba ini cukup banyak menyita waktu kita. belum lagi ada organisasi yang kita ikutin juga, belum lagi waktu sama hal-hal yang lain, jadi susah gitu dalam membagi waktunya.   Terus waktu di Jakarta, waktu lomba, kebetulan kami juga dapat tempat tinggal yang menurut kami gak sesuai dengan kenyataan dan nggak membuat kami nyaman, tapi karena kami sudah bayar, jadi kami ya mau nggak mau akhirnya tinggal disitu.

            Viona: Sukanya yang pasti banyak sih, yang pasti ya seneng itu karena kita bisa juara 1, jadi merasa terbayarkan usaha yang selama ini sudah kita lakukan. Terus kalo dukanya sendiri, tim satunya nggak bisa berangkat karena ada masalah, jadi akhirnya Cuma 1 tim aja yang berangkat. Terus yang terakhir, karena lomba ini cukup banyak menyita waktu, jadi aku sampai kesusahan dalam membagi waktu antara tugas dan lomba, nah akhirnya, aku ada 2 mata kuliah yang aku dapat nilai jelek karena aku nggak bisa membagi waktu.

Andrea: kalo sukanya, aku bisa belajar banyak banget dari lomba ini, apalagi ini kan lomba pertama kali ku gitu ya. Terus juga aku di tim angkatan 2019 sendiri, yang lain itu 2018, jadi aku bisa belajar banyak gitu dari mereka buat lomba kedepannya. Terus yang jadi mentor kita selama lomba, itu aku juga bisa belajar banyak dari mereka gitu. Menurutku pengalaman yang keren sih gitu. Nah kalo dukanya, pertama, karena tim satunya nggak bisa ikut karena ada problem, jadi cuma tim kita yang berangkat.

 

  1. Apa target kalian berikutnya?

Kevin: yang pasti, tetap mau ikut lomba-lomba debat berikutnya selama aku masih bisa menyeimbangkan tanggung jawabku antara organisasi dan tugas kuliah, gitu sih.

Viona: harapanku, kalo ada lomba debat lagi, aku mau ikut lagi untuk mengasah kemampuanku lebih lagi dan belajar lagi. Selain itu, mungkin kedepannya kalo ada kesempatan lain lagi gitu, mau mencoba untuk ikut lomba yang lainnya gitu selain debat.

            Andrea: harapan kedepannya sih yang pasti bisa ikut lomba lagi di semester berikutnya. Bisa belajar lagi sama yang lain gitu sih.

 

  1. Apa nih tips dan trik buat adik-adik yang juga ingin berprestasi ikut lomba seperti kalian?

Kevin: yang pasti harus punya tujuan dan komitmen sih. Karna dua hal itu yang akan membuat kita jadi jelas gitu apa maksud kita ikut lomba. Terus harus siap dengan namanya bayar harga sih. Entah bayar harga dalam waktu atau hal yang lain, intinya harus mau untuk berkorban dan bayar harga.  Terus kalo masalah kerja sama dalam tim, nah mungkin yang harus dilakukan terlebih dahulu supaya bisa jalan bareng itu adalah bonding. Dengan adanya bonding, kita jadi mengenal satu sama lain, kita jadi mengerti model atau metode belajarnya seperti apa teman kita. Selain itu, bonding juga membuat kita jadi bisa lebih terbuka satu sama lainnya. Kalo mau negur kita jadi nggak sungkan dan bisa memahami bahwa teguran yang disampaikan itu untuk tujuan yang baik. Terus  jangan pernah takut untuk salah, jangan pernah takut untuk mencoba. Nah terus sebelum lomba, kita juga harus banyak membaca, entah itu berita, entah itu kasus atau apapun yang intinya berhubungan dengan tema lomba kita. Itu supaya menambah wawasan kita ketika nanti lomba berlangsung. Lalu gunakan juga fasilitas di UC yang sudah disediakan, misalnya library dan koleksinya baik secara buku fisik atau jurnal, terus dosen-dosen yang mungkin bisa menjadi pembimbing kita atau kakak kelas gitu. Yang terakhir, jangan merasa takut, karena takut itu wajar dan semua orang mengalami, jadi terus mencoba.

Viona: kalo dari aku, pertama yang pasti sih tentuin tujuan kalian apa dalam ikut lomba ini. Tujuan ini gunanya supaya kita ada motivasi ketika kita menjalani proses sebelum lomba hingga lombanya. Terus adanya tujuan ini juga bakal menumbuhkan perilaku disiplin diri, jadi otomatis kita akan langsung bisa atur waktu kita dan tanggung jawab yang lain gitu.  Terus kedekatan satu sama lain di dalam tim itu juga penting sih, karena dengan kedekatan kita bisa kenal satu sama lain. Nah terus untuk strategi belajarnya ketika lomba, kita harus banyak ingin tahu tentang sesuatu hal yang sesuai dengan tema. Dengan banyak rasa ingin tahu, kita kan pasti ada keinginan untuk belajar, atau mencari tau kenapa hal itu terjadi. Yang terakhir, jangan pernah takut aja. Karena kita harus selalu mencoba terus. Gagal pun tidak akan membuat kita rugi, justru kita punya pengalaman yang baru untuk bisa lebih baik lagi kedepannya

Andrea: kalo dari aku sih jangan takut mencoba gitu sih, meskipun kalian belum pernah gitu ya, tapi gpp, tetap aja mencoba, tetap jalan.  Takut itu juga nggak selalu negatif, karena rasa takut yang ada, mungkin kita justru jadi lebih persiapan gitu mungkin. Selama kalian punya niat juga, dan kalian punya keinginan untuk belajar, menurutku itu sudah modal untuk kalian harus berani mencoba. Terus kita juga harus cari referensi di luar gitu ya, bisa seperti kasus, atau teori lain yang mungkin tidak berhubungan secara langsung dengan topik tapi ada kemungkinan bisa menjadi pendukung argumen atau membuat kita punya pandangan lain gitu. Intinya banyak membaca, banyak mencari referensi, jangan puas dengan apa yang sudah kalian ketahui. Karena di hari H lomba kita tidak tau apakah yang dibahas itu hanya seputar topik atau bisa jadi ada hal diluar topik.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *