Kata Alumni IBM-UC tentang UC Library

Rezky Firmansyah adalah alumni IBM (International Business Management) Universitas Ciputra 2013 yang juga aktif berbagi melalui seminar, training, workshop, dan berbagai kelas online, terkhusus bidang kreativitas, menulis, dan inspirasi motivasi. Alumni yang tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum SRB (Student Representative Board) UC ini menuturkan pengalamannya bersama UC Library, berikut penuturannya melalui akun instagramnya:

Semasa kuliah dulu, saya punya 3 tempat nongkrong favorit di kampus. Ruang organisasi, mushola, dan library. Alasannya beda-beda. Tapi saya akan ceritakan pilihan ketiga. Kenapa library?

Saya suka nongkrong di library bukan karena kutu buku. Memang saya sering menghabiskan waktu di sini untuk menulis dan membaca. Tapi salah satu aktivitas favorit saya adalah nonton. Lah kok nonton di library? Ya begitulah inovasi dari tim pustakawan.

Film yang disajikan UC Library bukan hanya sekedar menghibur. Tapi menginspirasi dengan semangat entreperenuership. Selaras dengan visi universitas. Saya pernah nonton McFarland, Spare Parts, Temple Grandin, dan masih banyak lagi.

Beberapa hari yang lalu saya melihat postingan UC Library tentang Movie Time. Film yang dipilih adalah Pad Man. Film dari India, true story.

Reviewnya bisa kamu cari aja di internet. Seperti biasa, saya ingin memberikan insight dari sisi yang berbeda.

Salah satu tips berkarya dan konsisten dengan jalan yang dipilih adalah START FROM YOUR PAIN. Laksmi sadar akan hal itu. Bermula dari niat untuk menjaga kesehatan istrinya dari penyakit, dia menciptakan pembalut. Mimpi yang aneh kan? Tapi karena mimpi itu dia dihina, dicaci, dan terpaksa keluar dari kampungnya.

HIJRAH. Sekiranya lingkungan yang lama tidak mendukung, maka pindahlah. Laksmi pun berpindah ke desa yang baru. Bukan sekali pindah. Tapi berkali-kali. Hingga di perjalanannya dia merevisi mimpinya. Bukan hanya untuk menciptakan pembalut. Tapi menciptakan mesin pembalut. Tidak berhenti di situ, mimpinya terus direvisi.

TRY and FAIL. Laksmi terus berusaha. Hingga pada satu titik dia bingung harus berbuat apa lagi, keajaiban datang. Apa itu? Pembalutnya berhasil dan tidak bocor. Dan coba tebak siapa pengguna pertamanya?

Selain dari sisi bisnis, saya juga melihat film ini dari sisi budaya. Kadang kesel sendiri juga sih melihat “kebodohan” banyak masyarakat. Hingga “diskriminasi” terhadap perempuan India. Kamu bisa kritisi sendiri dengan nonton film ini. Bagi saya tentang film ini singkat saja. Insigthful!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *