Karya Fashion APD untuk Masa Pandemi. Jawa Pos. 17 Juni 2021. Hal.20. FPD

Pakai Kain Antimicrobial dan Water Repellent busana belas dengan konsep alat pelindung diri (APD) ditampilkan di UC Tower Senin (14/6).  Karya fashion tersebut adalah proyek mahasiswa Fashion Product Design Universitas Ciputra (UC) 2017-2018 bersama PT Dengan kain-kain yang SURABAYA, Jawa Pos Lima Gistex pada awal tahun ini.  antimikroba dan anti air, mereka ditantang untuk membuat busana yang bisa dipakai sehari-hari pada masa pandemi.

Kepala Lab Fashion Product Design and Business UC Fabio Ricardo Toreh yang digunakan tersebut menjelaskan bahwa kain-kain memang khusus.  Dari situ, konsep fesyen yang mereka angkat adalah pakaian sederhana setelah pandemi.  “Jadi, kita bikin fashion yang nyaman dan aman dipakai di masa seperti sekarang” jelasnya.

Yang menjadi tantangan, kain yang diberikan adalan kain polos putih tanpa motif busananya, tapi juga apa pun.  “Jadi, di sini tidak hanya mendesain motifnya,” sambungnya.

Fabio menjelaskan bahwa kebanyakan motif dibuat dengan pencetakan digital.  Namun, ada juga yang ingin mengaplikasikan teknik tie-dye dan sibori pada kain tersebut.  “Tapi, karena kainnya anti air, teknik ini nggak bisa langsung di-aplikasikan,” ceritanya.  Akhirnya diakali dengan mengaplikasikan teknik tersebut di kain lain,kemudian difoto, baru di print di kain tersebut.  Selain itu, Fabio bercenita bahwa motif-motif lain juga dibuat dari wajah-wajah kartun si pembuat atau teman mereka.  “Ada juga yang pakai quotes. Motif kartun dari benda-benda khas pandemi kayak hand sanitizer juga ada,” tambahnya.

Desainnya fokus padamodel loose fit agar lebih nyaman dipakai sehari-hari meski di rumah sekalipun.  “Tapi, ada tambahan detail-detail formalnya juga. Jadi, kalau sewaktu-waktu dipakai Zoom, bisa terlihat formal,” sambungnya.  Misalnya, penambahan kerah tangan.  Ke depan, dari karya-karya itu, akan dipilih PT tersebut yang kemudian diproduksi dan dipasarkan ke luar negeri.  (ama/c7/tia)

Sumber: Jawa Pos. 17 Juni 2021. Hal.20.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *