iTalk ‘Become Insightful Millennials by Reading and Writing’

Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2016, Indonesia termasuk sebagai negara dengan minat baca yang paling rendah di dunia, yang mana dari hasil riset tersebut menunjukan bahwa Indonesia menempati urutan terendah kedua. Bahkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengakui bahwa literasi atau minat membaca masyarakat Indonesia masih rendah. Berdasarkan data dari Jakarta Open Data saja, pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Jakarta nggak sampai 500 ribu pengunjung per tahun, padahal penduduk Jakarta ada kurang lebih sekitar 10 juta orang. Jumlah itu sangat sedikit kalau dibandingkan dengan pengunjung Perpustakaan Nasional Singapura yang mencapai 26 juta pengunjung pada tahun 2017, berdasarkan data dari situs web National Library of Singapore.

Membaca dan menulis adalah aktivitas yang bermanfaat. Semua orang sadar akan hal itu. Namun sayang, tidak semua menjadikannya sebagai suatu keterampilan. Secara umum, kemampuan membaca dipahami sebagai suatu proses pemahaman yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan dari penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis, sedangkan menulis merupakan suatu proses merangkai, menyusun, dan mencatat hasil pikiran dalam bahasa tulis.

Beragam cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak muda jaman sekarang, contohnya dengan meningkatkan fasilitas dan koleksi buku di perpustakaan daerah, hingga menggelar seminar untuk meningkatkan gairah masyarakat untuk membaca, termasuk menulis. Seperti seminar yang digelar UC Library dalam rangka menyambut hari anak nasional dengan tema “Become Insightful Millennials by Reading and Writing”.

Acara yang digelar dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2021 yang diadakan via zoom pada Sabtu, 23 Juli lalu ini digelar dengan tujuan untuk mendapat wawasan tentang pentingnya membaca dan menulis di dunia digital saat ini. Pada acara yang dimulai pad Pkl. 09.00 WIB dan dipandu oleh Jacqueline Angelina Kwari (President of BMI Student Union) ini, mengundang Abinaya Ghina Jamela, seorang penulis anak dan founder Sahabat Gorga, yang membagikan pengalamannya yang telah menulis 4 buku. Selain menjadi penulis, Naya, panggilan akrab Abinaya, juga membuat sebuah komunitas yang membantu anak-anak menulis dan berpikir kritis bernama Sahabat Gorga. Yona, ibu Naya, berkata untuk membiasakan Naya bisa menulis dan membaca adalah dengan cara dia membangun ekosistem dengan membatasi penggunaan gadget untuk Naya. Ibunya pun tidak bermain gadget di depan Naya. Sebagai gantinya, agar tidak bermain gadget melulu, beliau mengajak anak-anak untuk melakukan aktifitas dengan cara bermain dan juga ber interaksi serta mengajak Naya untuk membaca 15 menit sebelum tidur dan juga 15 menit bangun tidur sehingga itu bisa menjadi kebiasaan dan yang paling penting ketika anak menginginkan untuk belajar yang dia inginkan proses pembelajaran itu akan berlangsung cepat.

Menurut Ibu Yona, secanggihnya gadget sekarang anak-anak sekarang lebih baik untuk membatasi penggunaan gadget untuk anak-anak seperti screen time dan tetap memberi anak-anak waktu untuk belajar dan berkomunikasi.  Screen time dan control adalah hal yang penting untuk anak-anak untuk mengatur anak-anak agar terbiasa dengan ketidakhadiran gadget dan membuat anak” bisa mengatur jadwal mereka sendiri.

Naya berkata tips untuk membagi waktu menyesuaikan dengan jadwal di hari itu dan juga mood seseorang maunya apa di hari itu. Menurut Ibu Yona, reward adalah hal yang penting untuk anak-anak. Hadiah nya itu pun tergantung dari keinginan anaknya.

Orang tua jaman sekarang, lanjutnya, menjadi fasilitas untuk anak dan di dunia yang serba gadget orang tua harus bisa membangun ekosistem yang menyeimbangkan antara bermain dan juga belajar di dunia literasi ini sehingga anak-anak bisa tetap berinteraksi secara sosial dan juga tidak hanya stuck di gadget mereka masing masing.

Di waktu yang sama, Janice Kariyadi, seorang Mahasiswa International Bussiness Management International Class & seorang Storyteller, menceritakan review dari buku yang dia baca dan memposting di sosial media untuk melakukan eksperimen apakah komunitas janice merespon atau tidak. Menurutnya, untuk membantu orang agar suka membaca buku adalah membaca buku yang kita suka, kalau memang suka ilustrasi ya baca ilustras dan kalau suka komik ya baca komik. Setiap anak yang mencintai atau menyenangi buku atau bahan bacaan akan meningkatkan minatnya untuk membaca.

Dikatakan, untuk mengajarkan anak gemar membaca, support dari orangtua sangatlah penting. Perlunya bimbingan dan pengawasan dari orangtua untuk meningkatkan kesenangan anak dalam membaca. Seperti dengan cara awal-awal, bacakan buku tentang apa yang anak-anak kita sukai, misalkan mereka menyukai film frozen, bacakan tentang frozen agar mereka semangat untuk membaca.

Menurutnya juga, reading spot dan juga posisi kita dimana memengaruhi minat kita dalam membaca. Beberapa tipe orang suka membaca di tempat yang ramai, dan ada juga tipe orang yang lebih menyukai tempat sepi, jauh dari keramaian ketika membaca. Untuk itu, pentingnya kita mencari tempat senyaman mungkin untuk diri kita sendiri saat akan membaca. Selain itu, mood juga memengaruhi seseorang untuk membaca buku. Suasana hati sangat memengaruhi minat seseorang mau melakukan apa termasuk mau membaca apa.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.