Ingin Anak Sukses, Jangan Ambil Alih Peran Mereka. Jawa Pos 24 Juli 2018. Hal.23

 

Surabaya – Jika biasanya orientasi kampus hanya melibatkan mahasiswa, kemarin (23/7) Universitas Ciputra juga memberikan pengenalan kehidupan sebagai mahasiswa kepada orang tua. Sebab, kesuksesan seorang anak tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua.

Rektor Universitas Ciputra Yohannes Somawiharja menyatakan, dalam kegiatan bertajuk Parents Gathering itu, pihaknya memaparkan mengenai sistem pendidikan di kampus Ciputra. Selain itu, tentunya para orang tua tidak perlu khawatir tentang apa yang dilakukan anaknya saat di kampus.

Menurut dia, kampus Ciputra yang berorientasi pada entrepreneurship terkadang membuat mahasiswa pulang larut karena aktivitas pembelajaran dan praktik kewirausahaan. “Kalah sudah dipaparkan di awal gini, kan orang bisa tau,” ucapnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Ciputra Jenny Lukito Setiawan menuturkan, support orang tua dan lingkungan anak, baik teman maupun dosen saat di kampus, sangat berperan bagi anak untuk meraih kesuksesan. “Support orang tua penting. Mereka harus bisa menghargai karya anaknya, apa pun hasilnya,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan orang uta untuk tidak mengambil alih peran anaknya saat menjadi mahasiswa. Misalnya, jika anak mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas kampus, orang tua tidak diperbolehkan mengambil alih peran menyelesaikan tugas itu.

Hal tersebut dilakukan agar anak memiliki mental yang tangguh hingga bisa survive saat menghadapi masalah. Selain itu, dia berpesan bahwa dukungan untuk sang anak tidak hanya diwujudkan dalam materi. Motivasi dan dukungan juga tak kalah penting bagi perkembangan anak.

Semua wali murid sangat antusias mendengarkan apa yang dipaparkan dalam kegiatan kemarin. Bahkan, banyak orang tua yang rela datang dari luar pulau demi bisa mengikuti kegiatan itu. Salah satu orang tua yang rela datang dari Pulau Bali adalah Tatiek Inten Andayani. Dia mengaku acara Parents Gathering itu membuat dirinya lebih paham tentang apa saja kegiatan yang akan dilakukan anaknya di kampus.

Meskipun berada di Bali, Tatiek tidak khawatir dengan anaknya. Sebab, dia juga bisa mengontrol secara online apa saja yang dilakukan anaknya. “nanti bisa dilihat kok kalau misal dia bolos,” tuturnya. (omy/c19/any)

Sumber : Jawa-Pos.24-Juli-2018.Hal.23

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *