Hunian Efisien dan Sehat Jean Maureen. Jawa Pos. 6 September 2020. Hal.20. Interior Architecture

Penataan ruangan yang smart dan cermat menjadi kunci kenyamanan rumah Jean Francois Poillot dan Maureen Nuradhi. Rumah mereka memaksimalkan akses cahaya matahari dan udara. Untuk meredam Cuaca panas Surabaya, bukaan pun dirancang dengan teliti. Letak jendela sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga lebih dulu “didinginkan”.

 

“Caranya, memberi pembayangan. Bisa dari sosoran atap, tanaman rambat, atau pohon”, kata Maureen. Permukaan bawah juga di desain tidak memantulkan cahaya berlebih. Salah satunya ditutup rumput dan kerikil.

 

Dosen interior architecture di Universitas Ciputra (UC), Surabaya, itu menyatakan bahwa sejuknya rumah juga didukung permukaan tembok yang berpori. Dinding dibiarkan berlapis acian. Tampilannya lebih alami. Plus, menghemat biaya finishing hingga 30 persen. “ Karena finishing ini, teman-teman kami menyebut rumah kami bergaya industrial “, ungkapnya.

 

Maureen menceritakan huniannya mengusung konsep reversed house. Area yang dikerjakan tidak “mengenai” rumah lama. Jadi, dia berserta keluarga tidak perlu usung-usung pindahan. Denah rumah pun dibalik. Area halaman disulap menjadi rumah. Lokasinya mengitari hunian lama yang lantas dirobohkan menjadi courtyard.

 

Karena letaknya yang dikepung ruangan, desain coyrtyard dibuat bersih. Entrepreneur section head UC tersebut menjelaskan bahwa lantai courtyard dibuat miring dan dilengkapi saluran pembuangan. Ruangan juga tetap terlindungi sosoran atap. “Tidak ada air yang menggenang dan cipratan saat hujan”, papar Maureen. Tanaman di courtyard dipilih yang tidak memiliki perakaran melebar dan merusak.

 

Konsultan asritektur dan desainer interior Jean Maureen dan Partners itu menuturkan, smart layout tidak hanya hemat energy dan biaya. Tetapi juga ikut mendukung konsep rumah sehat. Seluruh area mendapatkan ventilasi dan aksses sinar matahari. Termasuk di dapur. Rumah pun bebas dari lembab. “Kegiatan menyapu, mengepel, dan bersih-bersih lebih leluasa. Kelembapan tidak terjebak sehingga sangat sedikit are yang memerangkap virus”, tegas Maureen (fam/c14/ayi)

 

Sumber: Jawa Pos. 6 September 2020. Hal 20

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *