Hindari Keramaian, Pilih Tunda Cing Bing. Harian Dis Way. 6 April 2021. Hal.2. Freddy H Istanto.INA

EMPAT kuntum mawar di atas makam Fransisca Dyah Rahayu Wulandari di atas makam orang tuanyi di kompleks pemakaman Kembang Kuning, Surabaya.  Sejurus kemudian berdoa.  Dua membantu menyatu di bawah dagu. Sepupunyi, juga melakukan hal yang sama.

Sisca sapaan Fransisca tiap nyekar bertepatan dengan momen Cing Bing.  Bungsu dari enam bersaudara masih memiliki empat kakak.  Seorang kakaknyi meninggal saat dia masih kecil.  Letak makam kakaknyi tidak jauh dari makam orang tuanyi.  Masih satu kompleks di Kembang Kuning.

Biasanya saat momen Cing Bing, keluarga besar Sisca akan berkumpul lebih dulu.  Kadang-kadang di rumahnyi di Sidoarjo.  Kadang pula di rumah kakaknyi di Malang dan Gresik.  “Mulai tahun lalu kami tidak ada kumpul. Ya sepi sih jadinya,” katanya.

Suasana kompleks pemakaman Kembang Kuning terlihat sepi. Tidak seperti saat sebelum pandemi. Menurut Sisca, biasanya pada momen seperti ini area Makam Kembang Kuning dipadati peziarah.  Bahkan tidak sedikit peziarah yang harus berjalan ratusan meter karena dapat tempat parkir mobil yang jauh.

Banyak peziarah yang masih enggan datang ke makam karena alasan pandemi.  Banyak yang lebih memilih meniadakan atau melestarikan Bing. Seperti yang dilakukan Dosen Universitas Ciputra.

Freddy H. Istanto.  Freddy belum tahu pasti kapan ia akan melaksanakan Cing Bing.  Namun ia memastikan akan melakukannya pada tahun ini.  “Hehe dua minggu setelah Cing Bing, Makam Kembang Kuning bakalan sepi. Mungkin dua minggu lagi baru Cing Bing, Tidak masalah melakukan Cing Bing tidak tepat di hari H,” katanya.

Cing Bing merupakan tradisi masyarakat Tionghoa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.  Selain itu Cing Bing atau Cing Ming dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi keluarga.  Pada momen ini biasanya para keluarga datang untuk berziarah bersama ke makam leluhur.

Sepinya makam tidak hanya dirasakan para peziarah.  Penjaga makam juga ikut merasakan.  Penjaga Makam Kembang Kuning Hari Santoso Pembukaan, Anugerah Cing Ming pada tahun ini tidak seramai dua tahun lalu.  Namun, tahun ini masih lebih ramai dibanding tahun lalu.  “Hari Minggu (4/4) yang ramai. Di blok X ada 20 mobil. Tapi dua tahun lalu, ratusan mobil bisa jejer-jejer sampai pintu gerbang,” katanya.  (Andre Bakhtiar)

Sumber: Harian Dis Way. 6 April 2021. Hal.2.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *