Fenomena Boba: Sebutir Tapioka yang bisa Merubah Gaya Hidup Dunia

Minuman bisa jadi gaya hidup baru? Emang bisa?. Buat kalian kaum millennial terutama yang penggila makanan maupun minuman manis, mungkin kalian sudah terpengaruh gaya hidup baru ini loh!. Yes! BOBA!, siapa sih disini yang belum pernah nyicipin boba? minuman yang dapat dinikmati hampir setiap kalangan masyarakat ini sedang marak-maraknya di seluruh dunia loh!. Indonesia sendiri memiliki paling tidak sedikitnya 26 toko yang menjual minuman boba.

Tapi tahukah kalian darimana asal boba itu sendiri?. Singkatnya, topping minuman berbentuk bulat hitam ini berasal dari Taiwan. Percaya gak percaya, ternyata minuman boba ini ditemukan dengan tidak sengaja loh. Pada tahun 1988, Lin Hsiu Hui selaku owner dari sebuah kedai minuman melakukan meeting bersama rekannya. Ia kemudian secara iseng memasukkan sebuah pudding tapioca berbentuk bulat-bulat kedalam teh yang sedang ia minum. Mengejutkannya, ternyata semua orang dalam meeting itu suka dengan topping yang ada dalam es teh yang mereka konsumsi. Pada awalnya, boba yang mereka konsumsi itu berwarna putih seperti mutiara, sehingga mereka menyebutnya sebagai Pearl Tea. Namun seiring berjalannya bisnis ini, mereka juga ikut mengembangkan berbagai macam ‘boba’ dalam berbagai warna, dan salah satu yang paling laris yaitu yang berwarna hitam. Unik ya! Ternyata dari keisengan yang dilakukan, ternyata bisa menjadi awal dari sebuah trend mendunia!.

Di Indonesia sendiri, Pearl Tea pertama kali dikenalkan oleh salah brand Quickly yang dibuka pada tahun 2000. Brand ini sendiri dahulu hanya ada di Plaza Indonesia, dan pada dasarnya didirikan karena melihat Quickly di Singapura itu berkembang dengan pesat. Menjadi salah satu pelopor boba di Indonesia, tentu akan ada saingannya bukan?. Setahun setelah Quickly didirikan, munculah brand yang juga menawarkan minuman boba dengan brand baru yaitu Hop Hop. Mereka berdua melakukan kompetisi untuk menarik pelanggan selama sekurangnya 10 tahun!. Jadi ternyata minuman boba ini bukan sebuah trend yang baru loh!. Hingga akhirnya pada tahun 2011 mulailah berdirinya ChaTime sebagai competitor baru mereka dan tentu, mendapat banyak perhatian masyarakat. Sekarang pertanyaannya, kok sekarang baru ngehype banget yah minuman boba ini?.

Di dalam sebuah teori life cycle dari sebuah produk, kita dapat melihat bahwa sebuah trend yang akan hilang bisa ditangani atau ‘diperbarui’ dengan adanya inovasi. Mungkin ini yang akhirnya membuat trend topping boba yang dicampur dengan berbagai macam minuman mulai dari teh, susu, kopi, dan lainnya itu tetap hidup dan bahkan masih ngetrend sampai sekarang!. Ditambah lagi, inovasi kedua dimunculkan dengan adanya brown sugar yang dicampur dengan topping boba itu sendiri!. Gila! Siapa sih yang ga ngiler waktu melihat brown sugar yang tercampur dengan cantiknya pada minuman itu?. Apalagi sekarang dengan mudahnya informasi yang didapatkan dari internet, semakin mudahnya trend dapat disebarkan!. Review dari ratusan influencer Indonesia mungkin dapat menjadi review yang negative maupun positive, namun tetap saja sebuah review yang di ‘blow-up’ pada akhirnya juga bisa membuat para penontonnya penasaran untuk mencoba bukan?.

Kecintaan warna terhadap topping yang satu ini mulai melonjak jauh, hingga memunculkan berbagai inovasi-inovasi yang awalnya dianggap gila. Orang-orang mulai mencampurkan boba ke makanan mereka, seperti souffle, mie, ice cream, atau bahkan pizza!. Mungkin terdengar gila, tapi sadar gak sih kalian bahwa sesuatu yang baru pasti selalu terdengar asing?. Jangan-jangan itu bisa menjadi trend terbaru yang akan tersebar loh!. Adanya pasar yang sangat luas dan bertambah terus menerus, brand – brand seperti KOI, Tiger Sugar, Fire Tiger, Boba Time, Kokumi, hingga puluhan atau mungkin ratusan brand sekarang sudah mulai menunjukkan potensinya dalam berkompetisi minuman boba di Indonesia. Satu persatu pasti akan muncul, namun menurut kalian kira-kira bisa sampai kapan yah trend boba ini hidup? Atau jangan-jangan sudah menjadi gaya hidup anak-anak millennial?. Gimana pendapat kalian?

 

Daftar Pustaka

Id, Opini (2019, Nov 9). “PERCOBAAN DUNIAWI” Boba milk tea X Milenial! | Begini ceritanya.” Youtube.com. diakses pada https://www.youtube.com/watch?v=yGX1iJ37GCE 6 December 2020.

Situmorang, Hendro (2020, Oct 3). “Kaum Milenial Jadikan Boba Gaya Hidup Terkini”. Beritasatu.com. Diakses pada https://www.beritasatu.com/jaja-suteja/gaya-hidup/683533/kaum-milenial-jadikan-boba-gaya-hidup-terkini. 6 December 2020.

Harsono, Fitri (2019, Des 26). Popularitas Minuman Boba di Indonesia Melejit Selama 2019, liputan6.com. Diakses pada https://www.liputan6.com/health/read/4141963/popularitas-minuman-boba-di-indonesia-melejit-selama-2019 . 6 December 2020.

Kumparan (2019, Juli 6). Cerita Boba, Bubble Drink yang Digandrungi Anak Muda. Kumparan.com. Diakses pada https://kumparan.com/kumparanfood/cerita-boba-bubble-drink-yang-digandrungi-anak-muda-1rPinRkuKoA/full. 6 December 2020.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *