Fakultas Kedokteran Selalu Diminati. Harian DI_S Way.17 Juni 2021.Hal.13

Ya, Fakultas Kedokteran (FK) selalu menjadi incaran. Padahal, biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Di sejumlah kampus, para calon mahasiswa harus menyiapkan kocek berisi minimal setengah miliar rupiah. Itu pun tak menjamin mereka lolos.

Koordinator Marketing Universitas Ciputra (UC) Boby Iswandi mengatakan tingginya biaya pendidikan FK berbanding lurus dengan keperluan yang dibutuhkan. Misalnya keperluan praktik, pembiayaan fasilitas, sampai keperluan pendidikan lainnya.

Biaya uang pangkal yang harus dibayarkan Rp 360 juta. Itu belum termasuk uang kuliah per semester. Tetapi, uang itu bisa berkurang sesuai diskon yang diberikan oleh UC. Tak tanggung-tanggung, diskon itu bisa mencapai Rp 200 juta.

Meski begitu, UC sejatinya tidak mematok nilai sumbangan minimal. Semuanya sukarela. Namun, ada saja yang siap menyumbang dengan nilai fantastis. “Ada yang menuliskan sampai Rp 500 juta. Itu tidak termasuk uang pangkal loh” kata Bobby.

Walau sumbangannya bernilai fantastis, calon mahasiswa baru itu tidak diterima di UC. la gagal dalam ujian masuk. Berdasar analisis Boby, fenomena sumbangan gendut tersebut muncul karena begitu inginnya orang tua agar anaknya bisa jadi dokter. “Tapi kalau nilai ujiannya tidak mencukupi ya sama saja. Kami ingin menerima mahasiswa terbaik,” ujar alumnus UC itu.

Meski terbilang mahal, peminat FK UC tak pernah sepi. Setiap tahunnya ada 300 pendaftar yang memperebutkan bangku hanya 80.

Universitas Ciputra (UC) sudah berdiri sejak 2006. Tapi baru memiliki FK sepuluh tahun setelah kampus itu berdiri. Artinya, baru satu angkatan yang lulus pendidikan kedokteran. Sekarang angkatan tersebut masih masa koas.

UC juga memiliki keunikan. Sejak awal pendirian FK, pihak UC ingin mencetak dokter pencegah. Bukan dokter yang hanya bisa mengobati. Ciri itu yang membedakan UC dengan FK di kampus lainnya. (Doan Widhiandono-Andre Bakhtiar)

 

Sumber: Harian DI_S Way.17 Juni 2021.Hal.13

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *