Evan Raditya Pratomo, Mahasiswa UC Ilustrator Komik Kenny Dalglish. Jawa Pos. 30 Agustus 2018.Hal. 21,37

Habiskan Waktu Dua Bulan, Revisi Hanya Sekali

“HIDUP hanya sekali, setidaknya namaku tercatat dalam sejarah.” Kalimat yang diucapkan Nobita dalam komik Doraemon itu adalah kalimat yang selalu menjadi inspirasinya. Dalam derajat tertentu, dia telah melakukannya. Setidaknya, di bidang yang dia tekuni: ilustrator.

Karya pria yang kini menyebut dirinya mentor UC itu tidak lagi kelas Indonesia. Tapi, kelas dunia. Dia pernah dipercaya menggarap sebagian ilustrasi di film yang dibintangi Scarlett Johansson, Ghost in the Shell. Kali terakhir dia menjadi ilustrator untuk komik yang bercerita tentang King Kenny, nama panggilan legenda Liverpool Kenny Dalglish. Komik itu didedikasikan untuk perayaan ulang tahun ke-125 klub berjuluk The Reds tersebut yang jatuh tahun ini.

Awalnya sponsor utama klub yang bermarkas di Anfield, Standard Chartered Bank, mencari Ilustrator untuk proyek tersebut pada November 2017. Mereka meminta Octagon, sebuah perusahaan advertising di Stamford, AS, mencari ilustrator. Mereka sudah menggandeng penulis naskah asal Australia, Gavin McCormack.

Setelah melakukan pencarian di internet, Octagon tertarik dengan karya Evan. Terutama karya yang berjudul The Little Postman. Karya yang sebenarnya dibuat untuk tugas akhir saat kuliah di Fakultas Desain Komunikasi Visual UC itu memang mantap. Detail kecil-kecilnya sangat kuat dengan perwarnaan yang teduh.

Mereka lalu menghubungi Evan. “Konsepnya, segmen karya itu ditujukan anak-anak di bawah usia 11 tahun di seluruh dunia,” kata Evan. “Semacam minibiografi,” imbuh pria kelahiran Malang, 28 tahun silam, tersebut.

Meski karyanya untuk segmen anak kecil dan sudah ada penulis naskah, Evan tidak hanya menggambar. Dia juga menghabiskan banyak waktu untuk melihat film dokumenter tentang Kenny Dalglish. Juga, membaca banyak literatur tentang striker yang disebut majalah FourFour Two sebagai “striker terbaik Britania Raya setelah era Perang Dunia II” tersebut.

Warisan untuk Si Kecil dipilih sebagai tema ilustrasi King Kenny. Buku setebal 30 halaman itu dibagi menjadi lima bab. Yakni, bab yang menceritakan si Kenny kecil, Kenny menjadi pemain bola, Kenny menjadi manajer klub, Kenny sebagai kepala keluarga, dan nilai-nilai yang terkandung dalam kisah seorang legenda.

Bagi Evan, yang paling berkesan adalah bab kedua. Bab itu bercerita tentang Kenny yang sempat down ketika berkarir di klib Skotlandia, Glasgow Celtic. Hingga akhirnya, dia bangkit. Pada 1977 dia pindah ke Liverpool dan menjadi legenda. “Perjuangannya menginspirasi sekali,” terang pria berkacamata tersebut.

Evan mengatakan, dirinya sangat berhati-hati dalam mengerjakan proyek tersebut. Untuk gambar sebanyak 30 halaman, dia menghabiskan waktu dua bulan. Karena itu, dalam prosesnya, hanya ada sekali revisi dari pihak Liverpool FC. Suatu hal yang luar biasa, mengingat klub-klub Eropa sangat perfeksionis dalam mengerjakan publikasi untuk klubnya, “Saya kira saya dimudahkan karena tujuannya adalah untuk anak-anak,” tuturnya. (*/c7/ano)

Sumber : Jawa-Pos.30-Agustus-2018.Hal.21,37

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *