Endek Bali yang Mendunia. Bisnis Indonesia. 23 Januari 2021. Hal.8

Koleksi rancangan Direktur Artistik Dior Maria Grazia Chiuri untuk Dior Spring / Summer tersebut menarik perhatian banyak orang dengan eksplorasi potongan dan dekorasi yang memberikan nuansa bohemian.

Dari 86 koleksi itu, Chiuri menggunakan motif sekitar sembilan motif tenun endek Bali pada pakaian dan beberapa 2021 koleksi tasnya.

Chiuri menyatakan bahwa inspirasinya untuk menggunakan tenun endek Bali adalah karena ingin mengangkat nilai dari kebudayaan serta keahlian terutama para penenun perempuan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Tim Christian Dior, tenun endek Bali merupakan nilai kebudayaan “yang sangat sesuai dengan hasil karya yang ingin diangkat oleh rumah mode tersebut.

Beberapa bulan setelah Pemerintah Daerah Provinsi Bali mengajukan syarat kepada Dior yang terkait pelestarian dan perlindungan kain tenun tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali itu, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan yang tertuang dalam letter of intent pada Jumat (8/1).

Letter of intent yang ditandatangani oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Marie Champey, Senior Vice President General Counsel untuk Christian Dior Couture S.A. ini bertujuan untuk menunjukkan ekspresi budaya tradisional Indonesia serta tindak lanjut dari rencana Dior dalam menggunakan Endek Bali untuk koleksinya.

Adapun seperti yang dilansir melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri, letter of intent ini juga akan menjadi dasar kerja sama pemberdayaan dan peningkatan kapasitas usaha menengah kecil mikro (UMKM) di Bali dan bidang kerja sama lainnya.

Duta Besar Republik Indonesia di Paris Armanatha Christiawan Nasir terkait upaya pelestarian aset nasional, kesepakatan ini akan memberikan dampak positif bagi perajin tenun endek di tengah tekanan pandemi.  “Letter for intert ini menjadi dasar bagi peluang-peluang kerja sama lainnya pada masa mendatang dan menjadi contoh kisah sukses yang dapat diterapkan untuk kerja sama dengan provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu Gubemur Bali 1 Wayan Koster meyakini bahwa hubungan dan kerja sama ini dapat dikembangkan untuk produk unggulan yang ada Bali.

Hubungan dan kerja sama ini diharapkan memberi motivasi dan meningkatkan semangat bagi perajin atau penenun tradisional Bali dalam berinovasi dan berkreasi sekaligus melestarikan warisan budaya Bali yang adi luhung.

Pernyataan dalam letter of Niat yang telah ditandatangani tersebut selanjutnya akan diperinci ke dalam kesepakatan bersama atau nota kesepahaman (MoU).

  KATALIS

Pada kesempatan lain, Desainer Tenun Gaya Wignyo Rahadi berpendapat bahwa kesempatan ini akan menjadi katalis bagi kain Nusantara lainnya untuk mendapatkan sorotan internasional.

Bagi desainer yang juga memiliki perhatian terhadap perajín di daerah, kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan tidak hanya untuk perajin, tetapi juga berbagai pihak di lingkup rantai pasokannya.

“Setelah dipromosikan oleh Dior, apalagi jika dilakukan dengan baik, tentu akan ada banyak permintaan untuk tenun endek kepada perajin lokal,” tuturnya.

Peluang ini juga sepatutnya dimanfaatkan oleh pemerintah daerah lain dan perajin kain Nusantara lainnya terutama untuk daerah yang memang menjadi sentra tenun.

Wignyo menuturkan bahwa setelah ini bukan tidak mungkin kain-kain Nusantara seperti tenun ikat dari Bali atau Nusa Tenggara Timur juga dapat dipasarkan secara internasional.

Dalam rangka perlindungan dan pelestarian kain endek, tahun lalu Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster menyebutkan sejumlah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pihak Christian Dior dalam memenuhi kebutuhan tenun endek untuk koleksi fesyennya pada 2021.

Pertama, Dior harus menggunakan tenun endek  yang diproduksi oleh perajin Bali.

Kedua, Dior juga harus memahami bahwa keputusan akhir yang diproduksi secara massal dengan motif dan kehangatan yang seragam.

Syarat lain yang ditawarkan dalam kerja sama ini adalah ke terlibatan lokal Bali.

 

Sumber: Bisnis Indonesia. 23 Januari 2021. Hal.8

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *