Dunia Cosplay_Agnes Olivia Gondoputranto, Fashion Product Design and Business Lecturer Universitas Ciputra. Surya. 11 Oktober 2020. Hal.9. FDB

Mengenakan kostum dan bergaya sesual dengan karakter yang diperankan membuat cosplayer bangga. Itu membuat para pelaku baik yang mengenakan kostum maupun yang membuat semakin bersemangat.

             Perkembangan cosplay (costume play) di Indonesia yang semakin marak membuat banyak orang tertarik untuk menekuni seni pertunjukkan yang menampilkan indivldu ataupun kelompok yarg memakai kostum. Mereka berakting mirip karakter tertentu dan film animasi, game, ataupun komik.

Selain dianggap unik, banyak juga yang tertarik mergambil peluang mendapatkan penghasilan melalui cosplay. Penggemar cosplay akan bangga jika penampllannya sesuai dengan ekspektasi.

Itu membuat banyak orang memanfaatkan peluang untuk menggali kreativitas Kostum yang dikenakan bukan hanya menuntut orang untuk mewujudkannya, melainkan jiga mencorong orang mencari cara agar  fantasi terhadap tckoh dan karakter dapat terwujud.

Cosplay dapat digunakan sebagai medla untuk mengasah kreativitas. Hal itulah yang sedan dirasakan oleh Agnes Olivia Gondoputranto.

“Selain Hobi, bagi saya cosplay ini sebenarnya juga sebagai sarana melatih kreatvitas dalarn ber-make up, membuat aksesori, dan terkadang juga membuat baju agar dapat mencIptakan detall kostum sangat mirip dengan karakter yang dipilih,” kata dosen Fashion Product Design and Business Universltas Clputra itu beberapa waktu lalu.

Selain merciptakan detail kostum, seorang cosplayer juga dituntut untuk dapat menirukan sifat dan gestur dari karakter yang dipilihnya. Itu sepeti saat Olive sapaan akrab Agnes Olivia Gondoputranto memerankan boneka Kirakishou dalam komik Rozen Maiden bersama beberapa rekan penggemar cosplay yang memerankan boneka-boneka yang lain.

“Jadi menariknya memerankan boneka ini harus pinter mengatur ekspresi yang sesuai,” ujaz trainer dan mentor dalam berbagai workshop Fashlon dan Fashion Accessories itu.

Ketika penampilan mereka menuai banyak pujian, mereka senang. Itu berarti usaha mereka tercapai. Meski begltu, Olive merasa kesulitan saat memakai penutup mata (eye patch) dari bunga.

“Jadi pemasangan, cukup sullt dan kadang kurang nyaman karena menutupi mata. Selaln itu, styling wig eukup lama       karena wig itu sangat panjang sammpal melebihi Paha,” ujarnya.

Bahkan Olive sampai mendesain baju beserta detailnya sendiri untuk menciptakan karya agar tampak nyata. Desain itu kemudian dibuat pola dan dijahit.

Perempuan yang sudah tujuh tahun lalu menyukai dunia cosplay ini mengaku merasa nyaman menjalani hobinya. Itu karena banyak membuatnya bertemu dengan teman-teman baru yang mampu menginspirasi dirinya untuk lebih berkreasi.

Olive menyebut siapa pun yang ingin terjun ke dunua cosplay akan merasakan sensasi berkreasi dan mengekslorasi dalam berbagai bidang. Itu seperti mendesain baju yang lebih kea rah kostum, eksplorasi dalam hal make up, dan menghasilkan konsep sekalgus photoshoot yang tematik.

“Cosplay sangat mungkin menjadi penghasilan utama bagi seseorang untuk mencari pundi-pundi uang. Karena ada yang pekerjaannya seagai maker costum cosplay, ada juga yang jadi event organizer dari event cosplay dan masih banyak lainnya,” pungkasnya. (zia)

 Bertahap Wujudkan Kostum

Fashion Product Design and Business Lecturer Universitas Ciputra (UC) Agnes Olivia Gondoputranto  (busana putlh dan blru) memeragakan sendiri beberapa karyanya dengen beberapa rekan penggemar cosplay. Hobi yang digeluti sejak 2013 ltu mengantarnya meraih beberapa penghargaan dan dipercaya sebagal trainer, mentor dan juri dI berbagai kegiatan fashion.

“Saya menyukal cosplay sudah cukup lama. Itu berawal karena suka membaca dan menonton buku komik atau menonton film animasi,” kata Olive.

Saat mengetahui tentang cosplay, ia jadi tertarik untuk mencoba rasanya mencoba berperan jadl karakter biasanya cuma bisa dillhat di komik, film, dan game. Jika itu bisa diwujudkan. kepuasannya tak terhitung.

Tokoh yang disukai sebenarnya cukup banyak. Banyak karakter yang cukup dla sukal yang diambil dari Game Dynasty Warrior. Ini adalah game yang diambil dari cerita Iegendaris Three Kingdom.

Tokoh yang saya sukal dalam Game Dynasty Warrior adalah Xiao Qiao karena karakternya yang manis sekaligus kuat, ”Saya Juga pernah meng cosplay-kan karakter ini,” tuturnya.

Komunitas yang mendukung ada, balk dari kelompok besar maupun kecil. Biasanya ta juga berkolaborasi dengan teman-teman komunitas cosplay dari Surabaya ataupun darl region lain.

Hobi cosplay sering dianggap mahal. Itu karena kostum yang dikenakkan harus dibuat sesuai dengan karakter yang dlpillh.

Biaya untuk kostum sangat bervariasi bergantung pada tingkat kerumitan dan detail dari karakter yang diperankan. Semakin detail dan rumit maka bisa jadl semakin mahal juga harganya.

Biasa yang simple ada Yang seharga Rp 200.000. Akan tetapi, jika sangat rumit, terkadang lengkap dengan akssesorist atau pelengkapnya ada yang mencapai hingga Rp 2 Juta. “Jadi teman-teman terkadang membuatnya bertahap supaya tidak berat dan ada beberapa bagian dari kostumnya yang dlbeli. Jadi Juga,” tambah Olive.

Melihat banyaknya penyuka cosplay, Olive mellhat itu sebagai peluang. Prospek cosplay sebenarnya masih berjalan, masth banyak yang melakukan photoshoot personal ataupun virtual, namun untuk even memang maslh belum bisa dllakukan secara offline.

Memang sudah ada beberapa penyelenggara even yang mengemas even cosplay mereka menjadi online. Akan tetapi, memang vlbes yang didapat tentu saja sangat berbeda dengan offline event yang sebelumnya.

“Kiat menekuni cosplay itu tidak sulit. Stay creative dan Jangan takut untuk mengekspresikan diri. Meskl terkadang pada awalnya maslh banyak kekurangan. semakln kita mengasah kreativitas maka hasilnya Juga akan semakin balk,” pungkas Olive. (zia)

 

Sumber: Surya. 11 Oktober 2020. Hal. 9

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *