Drakor Racket Boys Sempat Mengejek Indonesia?

Apakah UC People suka menonton drama korea? Beberapa waktu  lalu drama korea Rocket Boys tayang dan serial ini sangat cocok untuk membuat Anda tertawa sekaligus terharu dengan kisah para atlet bulu tangkis muda yang sedang mengejar impian mereka. Berawal dari sebuah tim bulu tangkis di sekolah menengah yang berada di ambang kehancuran, hingga seorang pelatih baru, Yoon Hyeon Jong (Kim Sang Kyung) dan putranya yang pemain bisbol, Yoon Hae Kang (Tang Jun Sang), bergabung di dalamnya. Tim ini pun belajar tentang arti persahabatan dan komunitas mereka dalam mengejar impiannya menjadi pemain terbaik.

Hanya saja beberapa waktu  lalu drama korea Rocket Boys menuai banyak kritikan dari netizen Indonesia karena dianggap merendahkan Indonesia. Dalam episode 5 yang tayang pada Senin 14, Juni 2021, Han Se-Yoon yang merupakan pemain bulu tangkis Korea Selatan sedang bertanding melawan pemain Indonesia dalam pertandingan Internasional di Jakarta. Saat bertanding, dirinya mendapat ejekan dari pendukung Indonesia. Saat Se-Yoon menceritakan hal tersebut pada pelatihnya, pelatih berkata “Penonton tidak akan mengejek jika tahu sopan santun”

Selain itu dalam adegan lain, Indonesia digambarkan dengan sengaja tidak memberikan fasilitas yang layak pada Korea Selatan untuk memenangkan pertandingan. Fang, sang pelatih Han Se Yoon berkata “Penginapannya buruk sekali. Mereka (tuan rumah) berlatih di tempat pertandingan dan kita dipaksa latihan di salah satu tempat latihan tua yang tidak terdapat AC, yang benar saja,” Yang kemudian direspon dengan “Tenang pak ini bukan pertama kali terjadi” Selanjutnya diikuti dengan percakapan, “Ada satu alasan. Han Se-yoon. Mereka ingin mengalahkannya apapun caranya. Jangan khawatir soal Se-yoon. Kita sudah menemukan strateginya,” tutur pelatih lagi.

Adegan-adegan pada episode 5 inilah yang memancing amarah netizen Indonesia. Berbagai tuduhan pun diluncurkan netizen Indonesia, mulai isu  rasisme hingga propaganda Korea untuk memperburuk citra bulu tangkis Indonesia. Netizen Indonesia tidak terima, tidak hanya karena  Indonesia merupakan salah satu pendukung terbanyak industri hiburan Korea Selatan, namun juga karena hal penggambaran ini jauh dari kenyataan dimana Indonesia sering mendapat medali di ajang bulu tangkis dunia.

Secara serempak netizen Indonesia pun menyerang IMDb (Internet Movie Database) dan membuat rating drama korea tersebut anjlok hingga menyentuh bintang 2,3 dari 10. Netizen juga menyerang akun instagram resmi SBS yaitu @sbsdrama.official dan @sbsnow_insta. Tidak hanya itu akun instagram pribadi para pemain juga menjadi sasaran amuk warga +62. Kata-kata kasar, rasis dan body shaming dilontarkan kepada beberapa akun tersebut.

Melalui akun @sbsnow_insta, pihak SBS meminta maaf dalam bahasa Indonesia dikolom komentar akun @sbsdrama.official yang mengunggah cuplikan drama Racket Boys. Beberapa warganet Indonesia menerima baik permintaan maaf ini, namun tak sedikit juga yang merasa permintaan maaf tersebut tidak layak karena tidak ada permintaan maaf resmi dan hanya melalui komentar saja.  Akibatnya kritik pada SBS dan Racket Boys pun tetap mengalir deras.

Namun tak sedikit juga yang kontra dengan perilaku tersebut, beberapa warganet berpendapat bahwa penggambaran buruk sah-sah saja dalam film atau drama, misalnya seperti penggambaran mafia meksiko yang jahat dalam film-film Amerika. Beberapa merasa bahwa cerita drama hanyalah fiksi dan tidak perlu dianggap secara personal. Selain itu perilaku netizen Indonesia yang tidak sopan justru dianggap memperparah suasana. Dalam survey Digital Civility Index 2020 yang dilakukan oleh Microsoft, tingkat kesopanan berinternet Indonesia berada di posisi ke 29 dari 32 negara yang disurvei. Warganet menyayangkan perilaku sebagian warganet yang semakin memperkuat penggambaran Indonesia dalam drama dan survei Digital Civility Index 2020.

Sah-sah saja untuk mengkritik suatu karya, terlebih jika kritik tersebut membangun dan baik untuk kelanjutan artis dan karyanya. Namun melontarkan kata kasar, berkata rasis hingga melakukan perundungan rasanya bukan hal yang tepat untuk dilakukan ya UC People. Kalau menurut UC People bagaimana?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *