Dessert Lilin Dalam Fine Dining. Jawa Pos. 11 November 2018. hal.23. Culinary Business

SURABAYA – Memasuki akhir semester lima, mahasiswa Culinary Business Universitas Ciputra (UC) mengadakan fine dining yang mengundang masyarakat umum untuk mencoba makanan karya mereka. Orang tua, teman, sampai dosen ikut menjadi temu mereka. Mengusung tema The Great 20s, salah satu ruang kantin di kampus tersebut disulap menjadi restoran glamor era 20-an.

Een Nurmalasari, salah seorang mahasiswa yang bertugas menjadi general manager dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa restoran yang ingin diangkat memang kemewahannya. Setiap pelayanan yang merupakan mahasiswa berdandan rapi bak pramusaji.

Menu yang disajikan juga lengkap. Mulai makanan pembuka, sup, makanan utama, makanan penutup, sampai minuman. Semua merupakan masakan mereka sendiri. “Nah, yang khas dari sajian kami kali ini ada di dessert-nya,” jelas Een.

Bagaimana tidak, dessert tersebut berbentuk lilin. Sebelum dimakan para pelayan menyalakan “lilin” makanan itu. Mereka memberinya nama Gatsby’s Light of Honor. Namun, lilin tersebut bisa dimakan tanpa terkecuali. “Sumbunya juga bisa dimakan. Itu terbuat dari cengkih,” tambahnya.

Bahan utama lilin tersebut adalah cokelat putih dengan isi cake. “Nah, kami ingin memberikan sensasi yang berbeda bagi para pengunjung. Jadi, kami menyalakan sumbu-sumbuan lilin tersebut lebih dulu sebelum dimakan,” jelasnya lagi.

Moses Soediro, salah seorang dosen Culinary Business, menyampaikan bahwa mahasiswanya memang ditantang menghadirkan sesuatu berbeda. “Mereka tidak hanya dinilai dalam keteramppilan memasak. Tapi juga dalam melayani setiap tamu,” paparnya. (ama/c15/tia)

Sumber : Jawa-Pos.11-November-2018.Hal.23

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *