Dengan VR, Pengunjung Bebas Tentukan Alur Nikmati Pameran. Jawa Pos. 12 Mei 2020. Hal.24. Arsitektur Interior

Dengan VR, Pengunjung Bebas Tentukan Alur Nikmati Pameran

SURABAYA, Jawa Pos – Meski tidak memungkinkan untuk menggelar pameran di masa pandemi karena ada aturan social distancing dan physical distancing, bukan berarti para mahasiswa Arsitektur Interior Universitas Ciputra (UC) tak bisa unjukkarya. Mereka bisa menyuguhkan pameran tugas akhir secara daring. Karena itu, mereka menghadirkan pengalaman mengunjungi pameran secara virtual reality (VR).

“Memang dengan menggelar pameran yang biasanya offline menjadi online, banyak perubahan. Tuntutan produk yang biasanya di-print berlembar-lembar dengan ukuran besar kini semuanya diubah jadi digital dan disimpan di drive,” tutur Kaprodi Arsitektur Interior UC Susan kemarin (11/5). Konsep pameran mahasiswanya itu kini dibuat dengan mengumpulkan video dan VR.

Video dan VR itu kemudian diunggah sehingga bisa diakses banyak orang lewat gawai masing-masing. “Yang menarik disini adalah bagian VR-nya. Kalau video, alur untuk menjelajahi karya ditentukan desainernya. Tapi, dengan VR, pengunjung bisa menjelajahi karya itu dengan menentukan alur sendiri,” jelasnya.

Cara mengakses pameran virtual itu juga cukup mudah. Semua link para mahasiswa yang berpameran diunggah lewat akun instagram UC_interiorarchitecture. Setelah link dimasukkan, akan ada beberapa pilihan barcode yang bisa discan dan langsung menuju pengalaman menikmati pameran yang diinginkan.

Menurut Susan, pameran virtual tersebut mempunyai poin plus. “Kalau bisanya kita gelar pameran di mal, yang bisa menikmati ya pengunjung mal. Tapi, kalau lewat virtual gini, dari mana pun bisa mengakses,” ungkapnya. Dia juga menjelaskan bahwa sebenarnya ide untuk membuat pameran secara daring sudah terencana untuk menuju dunia yang lebih paperless.

“Dengan adanya pandemi ini, secara tidak sengaja dan ‘terpaksa’ ide itu harus diwujudkan,” ujarnya. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa pameran virtual bisa merangkul para pengunjung yang bukan dari Surabaya. “Ke depan pun, pameran digital ini rasanya akan dipertahankan. Mungkin akan dikombinasikan,” katanya. (ama/c20/nor)

Sumber : Jawa Pos, 12 Mei 2020 | Hal 24

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *