Courage to Create – GDG Surabaya X Women Techmaker X iTalk UC Library

8 Maret sudah menjadi tanggal yang bersejarah bagi para perempuan di seluruh dunia. International Women’s Day ini menjadi salah satu tradisi lama yang dirayakan untuk memberi apresiasi kepada para perempuan yang telah brani untuk melangkah menjadi lebih maju dan memberi definisinya sendiri terhadap kesuksesan. Namun pada saat ini, masih banyak sekali perempuan yang merasa takut atau malu untuk mempromosikan dirinya ke ranah sosial. Oleh sebab itu, UC Library melakukan Kerjasama dengan Google Developer Groups dan Women Techmakers untuk melakukan iTalk yang dilaksanakan melalui Zoom Meetings pada tanggal 10 April 2021. iTalk ini dilakukan dengan tujuan agar para perempuan dan pihak minoritas lainnya agar lebih berani untuk melangkah dan menunjukan bakatnya dalam kehidupan maupun di dunia karirnya.

Sesi pertama dimulai dengan salah satu pembicara pertama yaitu Apoorva Sharma, yang merupakan Global Product Lead Google. Apoorva Sharma menjelaskan tentang salah satu materi yang berguna bagi kehidupan kedepannya yaitu Career Mobility: Moving Across Jobs and Companies. Apoorva memiliki banyak sekali pengalaman berskala global sejak ia sering berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya selama 11 tahun dan kemudian ia juga sering berpindah-pindah pekerjaan untuk mengukur dan memahami jenis pekerjaan apakah yang sebernarnya ia sukai.

Apoorva memiliki formula khusus mengenai bagaimana ia mengukur kesuksesan. Apabila masyarkat secara umum mengukur kesuksesan melalui gaji dan jabatan dalam pekerjaannya, maka Apoor mengubah perspektif tersebut dengan rumusannya sendiri. Ukuran kesuksesan seseorang terdiri dari kesehatan mental, kesehatan fisik, waktu luang, menyukai hal-hal yang disukai, barulah kemudian gaji dan jabatan dalam pekerjaan.

Selama perjalanannya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan yang sering berpindah-pindah, Apoorva memiliki banyak pembelajaran yang harus ia unlearn, diantaranya adalah tidak meminta pertolongan pada orang lain, tidak berpikir dahulu sebelum berbicara, merasa bersalah apabila merasa tidak mengetahui sesuatu. Apoorva menilai bahwa terkadang kita tidak perlu berharap bahwa kita mengetahui segalanya. Penting bagi kita untuk menanyakan pertanyaan yang benar daripada mengetahui jawaban yang benar. Apoorva juga mengatakan bahwa kesempatan itu tidak ada, kesempatan itu diciptakan barulah ia akan ada.

Fail fast, Move On, and Dont Resist to Change. Kira-kira itulah salah satu motto yang mungkin bisa kita terapkan dalam kehidupan yaitu gagal dengan cepat, anggap kegagalan tersebut sebagai hal yang berlalu, dan jangan pernah menolak untuk berubah. Apoorva mendorong kita untuk menemukan mentor dan sponsor. Dengan persiapan dan kesempatan, maka kita bisa sukses atau beruntung. Apa yang harus dipersiapkan? Pertama yaitu membangun kemampuan dan belajar, melakukan banyak interview, setelah itu tingkatkan performa kinerja dan promosi.

Untuk membagun kesempatan, diperlukan kemampuan untuk menemukan diaman peluang tersebut ada, mengetahui posisi kita dan bagaimana kita bisa meningkat dengan cepat, lalu relasi. Dengan kombinasi persiapan dan peluang, kita bisa meraih kesuksesan.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan sesi kedua yang mendatangkan Ibu Herlina Yoka Roida, Ph.D., sebagai salah satu dosen dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Menurut Ibu Herlina, Pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting yang ditanamkan oleh orangtua kepada anak-anaknya. Pada sesi ini, Ibu Herlina menjelaskan mengenai bagaimana untuk memanage uang pada saat maupun setelah pandemic. Pertama, kita harus bisa melihat dimana sebenarnya kita berada. Apa sih maksudnya? Kita harus tahu dahulu nih posisi kita sekarang apakah ada hal-hal yang sebenarnya kita tidak perlukan namun kita tetap beli terus menerus. Perbaiki dahulu apa yang salah dalam diri kita agar kita bisa memanage uang dengan baik. Kemudian setelah itu, kita harus bisa mengkontrol hutang kita. Jangan terus menerus menambah hutang kita hingga menumpuk dan membuat kita kualahan yah!. Selanjutnya, Ibu Herlina juga menyarankan untuk tetap makan di rumah. Ini adalah tips yang simple, tapi sebenarnya sangat berguna untuk memanage keuangan kita loh!. Asupan gizi bisa kamu control sendiri, keuangan yang dikeluarkan juga tidak mahal. Keempat, kalian juga bisa memotong pengeluaran yang sebenarnya kita tidak perlukan. Lebih baik uang tersebut kamu buat dana tabungan masa depan nih. Nah dana tabungannya bisa kamu masukkan sebagai investing dalam berbagai hal loh!. Terakhir, kamu juga harus merencanakan untuk masa depan kamu. Baik dalam invest, maupun untuk pekerjaan juga yah. Kalian bisa mulai untuk mencari income lainnya dari berbagai hal. Tahukah kalian bahwa sebenarnya ada banyak sekali pekerjaan yang bisa kamu lakukan di dalam rumah?. Jadi kalian tidak terhalang hanya karena virus corona ini yah!. Tapi tetap perhatikan tentang physical dan mental health kalian yah, jangan sampai mengganggu aktivitas kalian. Penuhi diri kalian dengan positive vibes dan asupan yang baik bagi diri kalian.

iTalk ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang dilakukan oleh Ibu Herlina Yoka Roida, Ph.D.. Tentunya agar tetap interaktif dan para penonton juga bisa menanyakan mengenai hal yang lebih mendetail yah. Sesi terakhir diisi oleh ibu Indra Maryati (ISB Lecturer – Universitas Ciputra Surabaya) dan membawakan #IamRemarkable Workshop, di mana pada sesi pilihan ini para peserta diajak untuk lebih mengenal dan ‘mengahargai’ capaian-capaian apa yang sudah diraih selama ini. Sesi ini lebih interaktif dan lebih personal tentang pengenalan diri dan bagaimana bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *