Clubhouse: New Viral Social Media

Perkembangan media sosial di tengah era pandemi, hakekatnya semakin dipahami dan disadari sebagai sebuah hal yang esensial dalam kehidupan manusia saat ini. Clubhouse menjadi salah satu bentuk dari perkembangan teknologi media sosial yang muncul dalam kehidupan masyarakat di era pandemi kemarin. Tepatnya pada bulan Maret 2020, aplikasi media sosial yang berbasis audio-chat ini sudah dapat digunakan hanya bagi pemegang produk iPhone.

 

Apa itu Clubhouse?

Clubhouse merupakan sebuah aplikasi media sosial berbasis audio-chat, yang memungkinkan penggunanya dapat mengobrol, berdiskusi, dan berinteraksi dengan orang lain mengenai berbagai topik yang tersedia. Secara sederhana aplikasi ini berbentuk seperti sebuah forum podcast tapi live, sehingga menjadi lebih interaktif bagi pengguna aplikasi, karena mereka dapat bersahut-sahutan dalam forum yang sedang berlangsung tersebut.

Adapun sifat dari aplikasi media sosial ini dirancang sebagai media yang eksklusif dimana peserta dalam ruang obrolan hanya dikhususkan bagi mereka yang menerima undangan dari pembuat ruang obrolan tersebut. Ruang obrolan atau conversation room ini sendiri berbentuk seperti conference call. Dimana, terdapat orang yang bicara dan mendengarkan. Apabila obrolan telah selesai, ruang obrolan akan ditutup.

 

Asal Usul Clubhouse

Clubhouse didirikan oleh seorang entrepreneur dari Silicon Valley, bernama Paul Davison yang bekerja bersama mantan dari pegawai Google bernama, Rohan Seth. Menurut PC Mag, aplikasi media sosial ini sendiri meluncur pada bulan Maret 2020, ketika masa pandemi COVID-19 baru mulai melanda benua Amerika. Adapun perusahaan yang berperan di balik perintisan media sosial Clubhouse ini adalah Alpha Exploration Co. Pertumbuhan usahanya mulai terlihat sejak media sosial Clubhouse ini mendapat suntikan dana investasi sebesar USD 12 juta dari perushaan Andreessen Horowitz, pada bulan Mei 2020 silam, dengan total penggunannya saat itu baru mencapai sebanyak 1.500 orang.

Kepopuleran Clubhouse sendiri muncul di tengah dunia, pada awal tahun 2021 akibat promosi yang dilakukan oleh Elon Musk, founder dan CEO dari perusahaan otomotif Tesla, yang juga merupakan pengguna dari aplikasi media sosial baru tersebut. Hingga 1 Februari 2021, media sosial Clubhouse mencatatkan angka pengguna aplikasinya sebesar 2 juta pengguna, dengan nilai valuasi Clubhouse saat ini berkisar USD 1 miliar, sehingga hal ini sudah berhasil menggolongkan perusahaan Clubhaouse sebagai salah satu pemain tingkat unicorn di lingkungan pasar usaha global saat ini.

 

How it Works?

Aplikasi Clubhouse secara sederhana memberikan layanan tempat virtual bagi penggunanya untuk bisa mengadakan obrolan, mendengarkan serta sekaligus ikut berinteraksi dalam obrolan tersebut bersama komunitas pengguna Clubhouse lainnya. Melalui penggunaan aplikasi Clubhouse ini maka pengguna akan ditawarkan pada berbagai jenis ruang obrolan yang memiliki berbagai topik menarik yang berbeda beserta keterangan dari pengguna dalam ruang obrolan tersebut.

Partisipasi pengguna ke dalam ruang obrolan dapat melalui keikutsertaanya untuk bergabung dalam ruang obrolan yang sudah ada ataupun membuatnya sendiri. Adapun tiap ruang obrolan memiliki moderator yang berperan sebagai pengatur aktivitas interaksi pendengar yang ingin ikut berbicara dalam forum ruang obrolan tersebut, pembicara yang berperan sebagai pemberi materi dari topik pembahasan dalam ruang obrolan serta pendengar yang memiliki peran untuk mengikuti sesi dari ruang obrolan yang telah dibuat.

Sifatnya yang eksklusif dari media sosial Clubhouse yang hanya dapat digunakan oleh pengguna provider iPhone ini, disinyalir akan terus dikembangkang hingga dapat digunakan secara global khususnya dalam perangkat smartphone berbasis Android (OS).

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *