Wadahi Sineas Muda Berbakat, Fikom UC Surabaya Gelar Ciputra Film Festival. 31 Mei 2022. FIKOM

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/411735/wadahi-sineas-muda-berbakat-fikom-uc-surabaya-gelar-ciputra-film-festival

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya (Fikom UC Surabaya) menggelar Ciputra Film Festival dimulai pada 31 Mei hingga 4 Juni 2022. Kali ini tema yang diusung yaitu Arunika yang berarti matahari terbit ini membuka dua klasifikasi yaitu Film Pendek dan Film Dokumenter.

Pagelaran tersebut bertujuan untuk sebagai wadah bagi para sineas muda untuk dapat menunjukan bahkan berkompetisi dalam menunjukan mahakaryanya.

Pembukaan Festival tersebut dilaksanakan di Dian Auditorium dengan menggelar tiga acara yaitu talkshow, screening dan awarding. Acara tersebut dilakukan secara daring dan luring melalui aplikasi Zoom.

Diungkapkan oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Dr. Ismojo Herdono, M.Med.Kom. menjelaskan sejumlah 200 peserta berhasil mendaftar ke acara tersebut.

“Ternyata banyak sekali yang ingin mengikuti festival ini. Pendaftar berasal dari kota-kota mulai Sabang sampai Merauke,” ungkapnya pada Times Indonesia.

Pembukaan-Ciputra-Film-a.jpg

Ismojo jug menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti festival tersebut tidak hanya kalangan mahasiswa tetapi juga komunitas film.

Kaprodi Fikom juga memaparkan bahwa kegiatan Talkshow tersebut menghadirkan narasumber yang handal di dunia perfilman Indonesia misalnya Riri Riza, Rahabi Mandra, Wahyu Agung, dan Robby Ertanto.

“Menghadirkan narasumber yang syarat pengalaman ini untuk memberikan wawasan peserta dalam dunia per-film-an. Peserta akan mendengarkan sharing langsung, bahkan bisa bertanya secara langsung,” terang Ismojo.

Tidak hanya sebagai narasumber, Ciputra Film Fetival juga dinilai langsung oleh Pandri Nadeak yang terkenal sebagai Cinematographer yang menggarap beberapa film hits di Indonesia.

Mengenai penjurian Ciputra Film Fetival yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2022, ada beberapa penghargaan dari juara 1 hingga 3 dan juga ada beberapa nominasi yaitu sutradara terbaik, penulis skenario terbaik, pemeran utama pria atau wanita terbaik dan pengarah sinematografi terbaik. (*)

Fikom Universitas Ciputra Gelar Festival Film 2022: Arunika. kempalan.com. 31 Mei 2022. FIKOM

https://kempalan.com/2022/05/31/fikom-universitas-ciputra-gelar-festival-film-2022-arunika/

SURABAYA-KEMPALAN: Selama 5 tahun terakhir, industri perfilman tanah air semakin maju. Berbagai karya berkualitas tinggi dilahirkan oleh para pelaku industri film tanah air, baik oleh pemula maupun profesional.

Melihat potensi tersebut, serta dalam rangka Dies Natalis ke-5 dan memeriahkan hari jadi kota Surabaya ke-729, FIKOM Universitas Ciputra Surabaya mengadakan acara bernama Ciputra Film Festival (CFF) dengan tema “Arunika” yang berarti “Matahari terbit”. Harapan para panitia, acara ini dapat mendukung dan mewadahi eksistensi para sineas muda agar karya mereka semakin bersinar di industri perfilman. Sekaligus menjadikan Surabaya sebagai kiblat industri perfilman yang baru.

Ciputra Film Festival akan diselenggarakan pada tanggal 31 Mei – 4 Juni 2022 secara offline/luring di Universitas Ciputra Surabaya. Acara akan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu talkshowscreening, dan awarding. CFF hari pertama yang dilaksanakan secara hybrid dibuka dengan talkshow oleh Riri Riza, sutradara film “Laskar Pelangi”. Lalu dilanjutkan dengan screening film-film karya para peserta yang lolos penjurian Ciputra Film Festival 2022. Screening dan talkshow CFF terbuka untuk umum.

Awalnya panitia hanya menargetkan 50 film pendek dan 5 dokumenter saat awal pendaftaran. Namun di luar dugaan, antusiasme peserta sangat tinggi sehingga jumlah karya yang masuk membludak hingga tercapai hampir 200 karya oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Namun hanya 26 di antaranya yang bisa lolos ke tahap screening, sekaligus masuk nominasi awarding CFF 2022.

Ir. Yohannes Somawiharja, Rektor Universitas Ciputra Surabaya dalam sambutannya mengatakan, “Sebagai seorang entrepreneur, kita harus sensitif terhadap kebutuhan market terlebih dahulu sebelum membuat film, agar karya yang dihasilkan bisa menjawab kebutuhan dan selera masyarakat saat ini.”

Tidak hanya Riri Riza, pembicara talkshow Ciputra Film Festival 2022 juga ada Rahabi Mandra, Wahyu Agung, dan Robby Ertanto. Di puncak acara, tanggal 4 Juni 2022, akan diadakan malam penganugerahan bagi karya-karya terbaik. Tidak hanya karya film saja yang dinilai, teknis pembuatan film dan para kru yang terlibat juga termasuk dalam penilaian.

Editor: Freddy Mutiara

Spirit Harkitnas dan KKN di Desa Penari Sumber. m.mediaindonesia.com. 20 Mei 2022. Dewa GS. HTB

https://m.mediaindonesia.com/opini/493567/spirit-harkitnas-dan-kkn-di-desa-penari

Dewa Gde Satrya Dosen hotel & tourism business School of Tourism, Universitas Ciputra Surabaya | Opini

FILM bergenre horor KKN di Desa Penari yang telah ditonton hampir 4 juta orang dalam kurun waktu 11 hari mengingatkan pada eksistensi dan performa mahasiswa yang menjadi cerminan generasi penerus, yang menghidupi spirit gerakan Budi Oetomo yang dirayakan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tampak pada film tersebut kearifan lokal, adat istiadat, norma dan peraturan sosial yang tidak boleh dilanggar, serta komunikasi antarsesama manusia dan alam semesta. Harmoni kehidupan, kedamaian, dan kesejahteraan bersama akan tercapai jika semua unsur itu terpenuhi, sebagaimana diteladankan para pendahulu.Sebagai karya seni dan sastra visual yang memiliki elemen cerita seperti tokoh, alur, dan setting, film menjadi media untuk mendidik masyarakat, dalam hal ini generasi muda (mahasiswa) khususnya.

Cerita tentang enam mahasiswa yang sedang melakukan KKN (kuliah kerja nyata) mengingatkan pada program khas perguruan tinggi. Melalui program itu, mahasiswa menerapkan ide dalam rupa program berdasarkan realitas kebutuhan di masyarakat. Ilustrasi tersebut khas dilakukan pada kegiatan pembelajaran yang mendekatkan mahasiswa dengan realitas di masyarakat, tidak hanya di perdesaan dan dalam bentuk KKN.

Realitas masyarakat

Modifikasi dan pembaruan program KKN menjadi aneka program yang mendekatkan mahasiswa kepada realitas masyarakat. Khususnya masyarakat perdesaaan, salah satunya proyek di desa yang diinisiasi Kemendikbud. Program itu menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki pada realitas sosial. Sejarah gerakan Boedi Oetomo, yang diinisiasi kaum cerdik pandai, relevan dengan konteks zaman ini, dengan mahasiswa sebagai agent of social change diharapkan memiliki kemampuan intelektualitas sekaligus keterampilan berkomunikasi, berinteraksi, dan berhadapan dengan situasi sosial yang riil di masyarakat. Realitas di desa menjadi model realitas sosial secara luas, yang akan dihadapi mahasiswa ketika lulus kuliah.Sejumlah program digelar bagi perguruan tinggi (PT) untuk memperkuat pendidikan dan internalisasi soft skill pada anak didiknya. Gayung bersambut, prioritas dan orientasi penumbuhkembangan soft skill sebenarnya terbuka oleh kekecewaan dan kegelisahan kalangan dunia usaha dan industri, serta masyarakat umum akan mentalitas dan performance lulusan PT. Banyak sarjana ber-IPK cemerlang, tetapi tidak membuat performance di dunia kerja. Kalangan sarjana tidak meminati kehidupan dan pekerjaan di perdesaan dan sebagainya.

Menurut Illah Sailah (2008: 17), soft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Atribut soft skill terdiri dari nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter, dan sikap. Dalam dunia kerja, soft skill lebih dibutuhkan (80%) daripada hard skill (20%). Sayangnya, ilmu-ilmu soft skill itu kurang diperhatikan dan menarik minat mahasiswa dalam pembelajaran. Pada umumnya, mereka lebih memfokuskan pada kemampuan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan bidang studi atau hard skill.

KKN Kebangsaan, salah satu KKN tematik unik, pernah diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI, dan perguruan tinggi negeri, bertujuan menumbuhkan harapan akan sosok mahasiswa yang mampu menjadi agen perubahan sosial. Peserta KKN Kebangsaan sebanyak 224 mahasiswa berasal dari 32 universitas di Indonesia, disebar di 25 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Selama beberapa bulan, para peserta melaksanakan implementasi penanganan ketahanan pangan hingga membantu pembukaan infrastruktur daerah-daerah terisolasi.

‘Perjumpaan’ dengan bangsanya dan ‘hati’ untuk persoalan-persoalan sosial yang merupakan misi intrinsik di setiap KKN di masa mendatang diharapkan menumbuhkan kepekaan dan selanjutnya empati sosial di kalangan terdidik. ‘Perjumpaan’ dan interaksi sosial itu dibutuhkan untuk menyatukan idealitas akademik di perguruan tinggi dengan fakta sosial.

Model pembelajaran serupa juga berlaku pada program magang/internship, dengan mahasiswa terlibat secara langsung dalam dunia kerja. Bedanya, dalam KKN, intuisi dan empati sosial serta ‘hati’ lebih diasah sebagai bagian pembelajaran atas permasalahan sosial yang dijumpai di masyarakat. Mahasiswa memiliki kesempatan belajar melakukan analisis sosial (ansos) ketika berada di desa. Diharapkan, ansos yang dilakukan dalam KKN akan melengkapi kecakapan mahasiswa untuk nantinya menjadi sarjana yang human.

Melalui KKN, mahasiswa belajar multiaspek (Daldiyono, 2009), yaitu ranah attitude (berperilaku etis, jujur, rajin, disiplin, dan beramal saleh di masyarakat), ranah psikomotor (keterampilan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah sosial), dan ranah kognitif (memperdalam pengetahuan). Mahasiswa ideal adalah yang aktif belajar multiaspek tersebut dengan metode belajar maju selangkah.

Suatu cara pengembangan diri mahasiswa selama belajar pada pendidikan tinggi bertujuan agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan menjadi sarjana sekaligus menjadi pribadi yang dewasa dalam hal etika dan moral, dewasa dalam hal emosi di samping kedewasaan intelektual. Sarjana dengan kualifikasi seperti inilah yang kiranya juga secara implisit hendak dihasilkan pendidikan tinggi kita di Indonesia.

Sebagian contoh persoalan sosial di Indonesia ialah buta aksara. Penduduk buta aksara pada sebagian besar tinggal di daerah perdesaan, seperti petani kecil, buruh, nelayan, dan kelompok masyarakat miskin perkotaan, yaitu masyarakat berpenghasilan rendah atau penganggur. Mereka tertinggal dalam hal pengetahuan, keterampilan, serta sikap mental pembaruan dan pembangunan. Akibatnya, akses terhadap informasi dan komunikasi yang penting untuk membuka cakrawala kehidupan dunia juga terbatas karena mereka tidak memiliki kemampuan keaksaraan yang memadai.

Solusi yang dilakukan Kemendikbud saat itu untuk mengentaskan rakyat dari masalah buta aksara melalui kegiatan Keaksaraan Dasar dan Keaksaraan Usaha Mandiri. Kegiatan itu dapat diakses para penyelenggara pendidikan masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Agen perubahan sosial

Agen perubahan sosial yang dialamatkan kepada kaum muda bisa dimaknai dengan menyiapkan semakin banyak mahasiswa menjadi social entrepreneur (sociopreneur). Program Kemendikbud untuk penguatan kapasistas organisasi kemahasiswaan (ormawa), salah satunya, akan meningkatkan kuantitas dan kualitas sociopreneur di Indonesia. Mahasiswa, melalui ormawa, melakukan pengabdian masyarakat berkolaborasi dengan desa/kelurahan.

Dalam kerangka global, sosok sociopreneur dan program social entrepreneurship merupakan kontribusi riil atas tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Beberapa negara pernah berkomitmen untuk mengintegrasikan SDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani isu-isu yang sangat mendasar tentang pendidikan, kemiskinan, kesetaraan gender, lingkungan, dan aspek-aspek penting lainnya di kehidupan. Film KKN di Desa Penari menjadi materi refleksi bersama di Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, untuk mendekatkan mahasiswa pada realitas sosial, memahami kebutuhan dan kebudayaan masyarakat di kehidupan sehari-hari. Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2022.

 

Memperkuat “Value Preposition Museum”. balipost.com. 23 Mei 2022. Dewa GS. HTB

https://www.balipost.com/news/2022/05/23/270032/Memperkuat-Value-Preposition-Museum.html

Semarak Bisnis Pertunjukan Pasca Pandemi. Kontan Harian 28 Mei 2022. Hal.11. Dewa GS. HTB

CHSE Jangan Hanya Jadi Jargon. balipost.com. 31 Mei 2022. Dewa. GS. HTB

https://www.balipost.com/news/2022/05/31/271610/CHSE-Jangan-Hanya-Jadi-Jargon.html

Surabayapedia. Pasar Keputran Utara. Radar Surabaya. 13 Mei 2022. Hal.6,7. Chrisyandi Tri Kartika. LIB