Ciputra Film Festival 2022 Pertemukan Sineas Muda dengan Industri Film Sesungguhnya. kempalan.com. 5 Juni 2022. FIKOM

https://kempalan.com/2022/06/05/ciputra-film-festival-2022-pertemukan-sineas-muda-dengan-industri-film-sesungguhnya/

SURABAYA-KEMPALAN: Mendukung karya yang dilahirkan oleh sineas muda, FIKOM Universitas Ciputra Surabaya menghelat acara spektakuler pertama di masa pandemi yaitu Ciputra Film Festival (CFF). Kegiatan yang diselenggarakan mulai 31 Mei – 4 Juni 2022 secara offline/luring serta hybrid di Universitas Ciputra Surabaya.

Tak disangka acara yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-5FIKOM Univesritas Ciputra Surabaya ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh sineas muda di Indonesia. Tepat 198 karya film fiksi serta dokumenter yang terkumpul dan mendapat penilaian dari para juri yang tentunya bukan sembarangan yaitu Padfri Nadeak, Fauzan Abdillah hingga IGAK Satrya Wibawa.

Dari ratusan karya yang terkumpul dipilih hingga 26 karya yang berkesempatan untuk lolos ke tahap screening, sekaligus masuk nominasi CFF 2022, terdiri dari 20 film pendek fiksi dan 6 dokumenter. Karya terpilih inilah yang akhirnya juga mendapat komentar dari sutradara kawakan Indonesia yang diundang setiap harinya untuk mengisi talkshow selama screening film berjalan.

Mulai dari Riri Riza sutradara Laskar pelangi pada pembukaan CFF, dilanjutkan oleh Rahabi Mandra yang melejit lewat Temata studio yang mengangkat film sejarah salah satunya Kadet 1947, lalu dimeriahkan pula oleh Wahyu Agung sang sutradara Film Pendek fenomenal Tilik, dan ditutup oleh Robby Ertanto yang baru saja launching Film Jakarta vs Everybody.

Hal mengejutkan di hari terakhir Robby Ertanto saat ikut menyaksikan film yang sedang diputarkan. “Wah saya mau angkat film ini ke layar lebar”, Robby Ertanto langsung meminta panitia untuk ekslusif bertemu dnegan sutradara film tersebut. Lebih lanjut Robby Ertanto menyampaikan bahwa “Event seperti ini penting sekali menjembatani bakat-bakat baru masuk ke industri film sesungguhnya”.

Tak ayal hal ini memberi semangat kepada para sineas muda untuk semakin rajin berkarya dan mengikuti festival film. Di hari terakhir, 4 Juni 2022 adalah malam penghargaan bagi karya-karya terbaik yang dibuka oleh Bapak Wakil Walikota Surabaya, Ir. H. Armuji M.H. Beliau memberikan semangat agar acara yang mengasah kreatifitas anak muda seperti ini bisa terus dilaksanakan.

Terlebih lagi panitia dapat menggandeng Telkomsel sebagai partner CFF akan memberikan penghargaan spesial bertajuk “Maxstream’s Choice”. Pemenang dari penghargaan ini nanti karyanya akan ditayangkan di platform Maxstream selama 3 bulan.

Editor: Freddy Mutiara

Wisatawan Berkualitas di Borobudur. Kontan. 9 Juni 2022. Hal. 15. Dewa GS. HTB

Ciputra Film Festival 2022, Pertemukan Sineas Muda dengan Industri Film. harianbhirawa.co.id. 5 Juni 2022. Fikom

https://www.harianbhirawa.co.id/ciputra-film-festival-2022-pertemukan-sineas-muda-dengan-industri-film/

Surabaya, Bhirawa.
Dukung karya sineas muda, FIKOM Universitas Ciputra Surabaya menghelat acara spektakuler pertama di masa pandemi yaitu ”Ciputra Film Festival (CFF)”. Kegiatan yang diselenggarakan mulai 31 Mei – 4 Juni 2022 secara offline/luring serta hybrid di Universitas Ciputra Surabaya.

Tak disangka acara yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-5FIKOM Univesritas Ciputra Surabaya ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh sineas muda di Indonesia. Tepat 198 karya film fiksi serta dokumenter yang terkumpul dan mendapat penilaian dari para juri yang tentunya bukan sembarangan yaitu Padfri Nadeak, Fauzan Abdillah hingga IGAK Satrya Wibawa.

Dari ratusan karya yang terkumpul dipilih hingga 26 karya yang berkesempatan untuk lolos ke tahap screening, sekaligus masuk nominasi CFF 2022, terdiri dari 20 film pendek fiksi dan 6 dokumenter. Karya terpilih inilah yang akhirnya juga mendapat komentar dari sutradara kawakan Indonesia yang diundang setiap harinya untuk mengisi talkshow selama screening film berjalan. Mulai dari Riri Riza sutradara Laskar pelangi pada pembukaan CFF, dilanjutkan oleh Rahabi Mandra yang melejit lewat Temata studio yang mengangkat film sejarah salah satunya Kadet 1947, lalu dimeriahkan pula oleh Wahyu Agung sang sutradara Film Pendek fenomenal Tilik, dan ditutup oleh Robby Ertanto yang baru saja launching Film Jakarta vs Everybody.

Hal mengejutkan di hari terakhir Robby Ertanto saat ikut menyaksikan film yang sedang diputarkan. “Wah saya mau angkat film ini ke layar lebar”, Robby Ertanto langsung meminta panitia untuk ekslusif bertemu dnegan sutradara film tersebut. Lebih lanjut Robby Ertanto menyampaikan bahwa “Event seperti ini penting sekali menjembatani bakat-bakat baru masuk ke industri film sesungguhnya”. Tak ayal hal ini memberi semangat kepada para sineas muda untuk semakin rajin berkarya dan mengikuti festival film.

Di hari terakhir, 4 Juni 2022 adalah malam penghargaan bagi karya-karya terbaik yang dibuka oleh Bapak Wakil Walikota Surabaya, Ir. H. Armuji M.H. Beliau memberikan semangat agar acara yang mengasah kreatifitas anak muda seperti ini bisa terus dilaksanakan. Terlebih lagi panitia dapat menggandeng Telkomsel sebagai partner CFF akan memberikan penghargaan spesial bertajuk “Maxstream’s Choice”. Pemenang dari penghargaan ini nanti karyanya akan ditayangkan di platform Maxstream selama 3 bulan. [hel.ina]

Mahasiswa Universitas Ciputra Membuat 14 Aplikasi Berbasis iOS. suarasurabaya.net. 13 Juni 2022. Mychael Maoeretz Engel. Apple Developer Academy (ADA)

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2022/mahasiswa-universitas-ciputra-membuat-14-aplikasi-berbasis-ios/

Universitas Ciputra sebagai satu-satunya Apple Developer Academy (ADA) di Kota Surabaya, telah mendampingi 60 mahasiswanya menelurkan 14 aplikasi berbasis iOS.

Mychael Maoeretz Engel, dosen pengampu mata kuliah Mobile Application Development ingin mengajak para mahasiswanya untuk memanfaatkan peluang di era kecanggihan teknologi 4.0.

Sejak semester 4, Universitas Ciputra sudah mengajarkan materi iOS Development pada mahasiswa Jurusan Informatika.

“Kebutuhan Aplikasi di iOS tinggi, namun developer iOS masih sangat kurang, hal ini adalah peluang sekaligus tantangan kita untuk mempersiapkan mahasiswa yang mumpuni dibidang itu”, terangnya.

iOS adalah sistem operasi eksklusif yang dirancang khusus untuk digunakan di produk iPhone dari Apple. Sedangkan Android adalah sistem operasi buatan Google yang bisa digunakan oleh berbagai merk smartphone.

Pada 2014 aplikasi di Android tumbuh lebih dari 50 perse hingga mengalahkan jumlah aplikasi yang ada di App Store milik Apple.

Ketimpangan ini dilirik oleh Universitas Ciputra sebagai peluang emas.

“Standar industri pun sekarang sudah mulai bergeser ke iOS,” imbuhnya.

Adapun aplikasi berbasis iOS Development yang telah dikembangkan oleh Mahasiswa Ciputra ini salah satunya adalah Holiyay, karya dari Nur Azizah, Nathanael Abel, Probo Krishnacahya, dan Haning Galih.

“Aplikasi tersebut dibuat untuk memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk tujuan wisata di kota tertentu,” terang Nathael.

Sebuah aplikasi yang membantu pengguna untuk memilih destinasi liburan yang telah terintegrasi dengan layanan booking langsung, menginformasikan akses jalan dan harga tiket. Holiyay menjadi semacam intenerary perjalanan yang seru.

Tak hanya Holiyay, ada juga aplikasi Floo untuk mengeksplorasi dan mencatat resep makanan secara interaktif. Lalu ValoGent sebagai aplikasi yang memberi info list agent games Valorant dan masih banyak lagi. Hal ini memang sejalan dengan komitemen dari Aplle Industry.

Perlu diketahui, Apple mendirikan pusat pengembangan di Indonesia untuk memenuhi persyaratan konten lokal bagi produk 4G LTE yang diedarkan di Indonesia.

Per 2017, semua perangkat 4G LTE yang beredar di Indonesia termasuk ponsel pintar, harus memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimum 30 persen.

Apple berkomitmen untuk menanamkan modal US$44 juta atau sekitar Rp638 miliar di Indonesia dalam wujud tiga akademi pengembang untuk mendapatkan sertifikat TKDN perangkat ponsel pintar sebesar 30%.

Universitas Ciputra terpilih menjadi akademi Apple kedua di level nasional setelah Binus University dan masih menjadi satu-satunya di Surabaya sejak 2018 lalu.(tha/iss/rst)

HUT 495 Tahun Jakarta: Kekuatan Modal Sosial dalam Pembangunan. swa.co.id. 22 Juni 2022. Dewa GS. HTB

https://swa.co.id/swa/my-article/hut-495-tahun-jakarta-kekuatan-modal-sosial-dalam-pembangunan%EF%BF%BC

by Editor – June 22, 2022

Oleh: Dewa Gde Satrya, Dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya

Tumbuhnya toleransi menandai perayaan Jakarta ke-495 tahun pada Rabu (22/6). Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta bermakna strategis bagi Indonesia, tidak hanya Jakarta. Terowongan bawah tanah yang menghubungkan dua tempat peribadatan ini dibangun sepanjang 33,8 meter dan memiliki luas sebesar 339,97 meter persegi.

Pembangunan Terowongan Silaturahmi, yang juga diiringi dengan renovasi Masjid Istiqlal, menumbuhkan harapan akan toleransi yang semakin tersemai dan kokoh di Tanah Air. Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral memperkuat citra sebagai ibu kota negara dan sebagai destinasi wisata. Sebagai ‘wajah negara’, Jakarta tak hanya harus maju dalam hal peradaban di berbagai sektor, utamanya sektor transportasi dan pariwisata, namun juga maju dalam peradaban dengan fondasi pentingnya silaturahmi dan komunikasi antar warga bangsa. Karena itu, Terowongan Silaturahmi ini tak hanya dimaknai sebagai pembangunan aspek fisik, namun juga aspek non-fisik, yang menumbuhkan kecintaan antar warga bangsa. Tumbuhnya rasa cinta sebagai saudara sebangsa, akan memaknai dan menguatkan pembangunan fisik yang massif dan terus dilakukan di Jakarta, ditandai melalui fasilitas transportasi publik modern, seperti MRT, yang tiga tahun lalu.

Bila MRT yang menjadi penanda kemajuan sektor transportasi mempercepat akses antar wilayah di Jakarta dan meningkatkan aktivitas city tour, maka Terowongan Silaturahmi akan membuka kebuntuan komunikasi relung hati yang tersekat-sekat karena prasangka, iri hati dan perbedaan agama serta keyakinan. Hal itu akan memperkuat modal sosial, yang menjadi pondasi pembangunan perekonomian bangsa. Terowongan Silaturahmi jelas akan mengingatkan kita sebagai saudara sebangsa yang saling mendukung satu dengan yang lain.

Robert Putnam menjabarkan modal sosial sebagai seperangkat asosiasi antar manusia yang bersifat horisontal yang mencakup jaringan dan norma bersama yang berpengaruh terhadap produktivitas suatu masyarakat. Modal sosial meliputi hubungan sosial, norma sosial, dan kepercayaan (Putnam 1995). Modal sosial juga diartikan sebagai serangkaian nilai atau norma informal yang dimiliki bersama di antara para anggota suatu kelompok yang memungkinkan terjalinnya kerjasama.

Sebagai ibukota negara, Jakarta menjadi etalase dan cerminan negara. Tak hanya soal infrastruktur serta pembangunan fisik yang masif, yang umum menjadi wajah ibukota negara, tetapi jati diri yang mewujud dalam sikap hidup keseharianlah yang teramat penting merepresentasikan harkat martabat sebagai bangsa.

Pada peresmian Moda Raya Terpadu (MRT) pertengahan Maret tiga tahun lalu, Presiden Jokowi menyatakan perlunya seluruh masyarakat membangun peradaban baru, mulai dari mengantri, bagaimana masuk ke MRT dan tidak terlambat, tidak terjepit pintu. Pun halnya dengan adanya Terowongan Silaturahmi ini membuka tali silaturahmi melalui perjumpaan dan komunikasi di terowongan bawah tanah yang menghubungkan dua ikon tempat ibadah bernilai sejarah tinggi di Indonesia ini. Pernyataan kepala negara tersebut seakan mengingatkan betapa membangun peradaban baru tersebut tidaklah mudah, khususnya menyangkut pembiasaan perilaku-perilaku baru di masyarakat.

Di awal-awal beroperasinya MRT, pernah beredar foto viral di sosial media, perilaku pengguna MRT yang tidak tertib dan memanfaatkan stasiun MRT tidak pada tempatnya. Pembiasaan membangun mentalitas bangsa secara kultural di keseharian perlu terus menerus dilakukan. Tradisi mengantri dan memanfaatkan hasil pembangunan dengan cara yang pantas, merupakan elemen pokok yang teramat penting bagi peradaban bangsa. Ketiadaan budaya mengantri berdampak negatif di kehidupan sosial, terjadinya kecelakaan lalu lintas dan jatuhnya korban yang selayaknya tidak perlu terjadi.

Pentingnya mentalitas baru yang terkoneksi dengan peradaban baru mensyaratkan kemauan masyarakat untuk belajar dengan tata aturan baru, khususnya dengan bijak menggunakan kemajuan infrastruktur. Dalam penggunaan Jalan Tol misalnya, dibutuhkan kesadaran untuk berkendara dengan kecepatan yang sesuai aturan, pengecekan kesiapan kendaraan sebelum melintas, termasuk kesiagaan pengendara. Kebiasaan ini untuk membangun peradaban baru tersambungnya semua daerah di Jawa melalui Tol Trans Jawa sepanjang lebih 1.000 km, dan diikuti Tol Trans Sumatera.

Demikian pula kebuntuan komunikasi yang mereduksi rasa saling percaya dan ikatan emosional sebagai sesama warga bangsa, memuncak dalam aksi ngeri serangan tempat beribadah, pelarangan dan pembatasan beribadah untuk agama tertentu, dan ibarat api dalam sekam, terpeliharanya prasangka dan kebencian dapat sewaktu-waktu menghanguskan dan merobek persatuan. Pembiasaan untuk menyapa, melihat dan berinteraksi antara umat beragama sangatlah penting. Sama pentingnya membiasakan dan membudayakan antri, saling sapa dan senyum menjadi bahasa manusiawi yang universal yang patut didesain agar secara alami terbentuk pada banyak ruang-ruang publik di negeri ini.

Inspirasi penting dari pembangunan Terowongan Silaturahmi ini adalah tertanamnya dan tumbuh suburnya semangat dan praktek welas asih di peradaban ibu kota negara. Sekadar contoh pribadi negarawan yang mencerminkan semangat dan praktek welas asih pada pribadi Gus Dur. Atmosfer dan buah welas asih Gus Dur begitu kuat terekam dalam memori perjalanan bangsa ini hingga saat ini, lebih-lebih pada Tahun Baru Imlek, pada peristiwa yang mengganggu ketenteraman hidup sebagai bangsa yang Bhineka Tunggal Ika.

Membangun komunikasi antar umat beragama di Terowongan Silaturahmi dapat dianggap sebagai latihan bersama membangun mentalitas sebagai bangsa berperadaban maju. Seperti yang diungkapkan Wapres RI, kiranya Terowongan Silaturahmi ini tidak hanya menjadi simbol, namun juga inspirasi kerukunan umat beragama di Tanah Air. Di sinilah HUT Jakarta ke-495 tahun bermakna penting bagi Jakarta dan Indonesia, tumbuhnya toleransi dan modal sosial sebagai kekuatan dalam pembangunan.

Jejak Bung Karno dan Ikon Destinasi. Bali Post. 20 Juni 2022. Dewa GS. HTB

UC Fambus Family Gathering Paparkan Strategi Bisnis Keluarga. harian.disway.id. 12 Juni 2022

https://harian.disway.id/read/427892/UC-Fambus-Family-Gathering-Paparkan-Strategi-Bisnis-Keluarga

Reporter: Guruh Dimas Nugraha|Editor: Doan Widhiandono|12-06-2022
Ratusan keluarga pebisnis memadati Victory Ballroom, Hotel Ciputra World, Surabaya. Mereka tergabung dalam Family Business Community, Universitas Ciputra (UC) . Dalam rangka UC Fambus Family Gathering Gen 11. Acara tersebut banyak membahas tentang bisnis keluarga. 

SABTU, 11 Juni 2022, pukul 17.00 WIB, ruang Victory Ballroom Hotel Ciputra World dipenuhi para pebisnis keluarga lintas generasi. Para pengusaha senior datang bersama istri dan anak-anaknya.

Mereka semua tergabung dalam Family Business Community. Yakni komunitas pebisnis keluarga yang digagas oleh Universitas Ciputra. Anak-anak mereka seluruhnya adalah mahasiswa yang sedang menjalani studi di universitas tersebut.

“Di UC, anak-anak Anda tak sekadar kuliah, tapi diajarkan untuk menjadi seorang entrepreneur. Salah satunya, enterpreneur yang meneruskan bisnis keluarga,” ujar Rektor Universitas Ciputra Yohannes Somawihardja dalam sambutannya.

Melanjutkan bisnis keluarga butuh strategi yang tepat dan rinci. Tak mudah menjalankan bisnis yang diturunkan. Terlebih, kondisi zaman sekarang berbeda dengan zaman ketika orang tua mereka menjalankan usahanya.

Atas dasar itulah UC berinisiatif menggagas Family Business Community. Itulah wadah bagi seluruh elemen fakultas, termasuk orang tua mahasiswa yang memiliki usaha keluarga.

Anak-anak yang meneruskan usaha keluarga membutuhkan pengetahuan lebih untuk memahami fenomena zaman. Butuh pengalaman pula. “Kami mengajarkan kiat-kiat itu di UC. Jadi pelajaran yang diterima tak sekadar teori saja, tapi juga pengalaman praktik di lapangan sebagai seorang entrepreneur,” ungkapnya.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 11 Juni 2022 itu juga diisi oleh paparan dari dosen UC yang juga Direktur Family Business Center, Teddy Saputra. Tentang bagaimana orang tua mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi seorang entrepreneur. “Selama ini banyak entrepreneur yang mewariskan ilmu bisnis kepada karyawannya. Mereka melihat, mempraktikkan, hingga bisa. Tapi lupa mengajarkan pada anak-anaknya,” ungkap dosen mata kuliah Wawasan & Etika Bisnis itu.

Menurutnya, pendidikan entrepreneur yang diwariskan oleh orang tua pada anak-anak harus berbasis experiential learning, atau anak diajak berinteraksi dan belajar dari pengalaman. Orang tua harus memberi contoh bagaimana menjalankan usaha sembari tetap mendampingi anak-anaknya. Kemudian setelah merasa yakin, baru orang tua menguji sang anak untuk menjalankan usaha. Dengan melakukan pengawasan.

Teknik tersebut membuat anak lebih mampu belajar ketimbang diajarkan untuk menghafal. “Sering kali budaya kita adalah budaya menghafal. Jarang berpraktik. Bahkan dalam bidang seni yang menuntut kreativitas, pelajaran yang diberikan juga hafalan. Mau bukti?” tanyanya pada hadirin. Lantas ia menugaskan semua orang untuk menggambar pemandangan.

Bisa ditebak hasilnya, sebagian besar gambar pemandangan berupa dua gunung dengan jalan di tengah, sawah di kanan-kiri, serta sebuah rumah. “Itu salah satu cermin hafalan dalam pelajaran seni,” ujarnya. Kalimat itu tawa semua orang.

Gambar pemandangan ini adalah salah satu peraga untuk menunjukkan tradisi hafalan dalam berkreasi.-Faizal Pamungkas-Harian Disway-

Dalam acara tersebut juga ada sesi diskusi antara orang tua pengusaha dan anaknya. Didampingi oleh dosen UC.

Salah satunya adalah Aruwan Soenardi, owner PT Gading Murni, yang hadir bersama putranya, Evan Tirta Soenardi. “PT Gading Murni adalah usaha keluarga yang didirikan sejak 1948. Jadi kelak akan dijalankan oleh Evan,” ujar Aruwan.

Dalam mendidik putranya sebagai penerus usaha, Aruwan menanamkan tiga hal. Yakni konsisten, tanggung jawab, dan kerja keras. “Menjalankan usaha harus konsisten. Tak boleh goyah. Harus bertanggung jawab serta kerja keras. Segala sesuatu tak dapat diraih dengan instan,” ungkap pengusaha 59 tahun itu.

Evan juga menyadari bahwa era teknologi yang kini dihadapinya berbeda dari era ayahnya dulu. “Jadi kami sama-sama belajar. Lalu membuat komitmen bersama-sama untuk membesarkan dan merawat perusahaan,” ujar pria 25 tahun itu.

Bagi keduanya, era teknologi justru memudahkan dalam hal jangkauan pemasaran. “Perusahaan kami dapat menjangkau wilayah-wilayah lain yang selama ini tak dapat dijangkau oleh retail offline. Tinggal menyesuaikan diri dengan strategi bisnis yang jitu,” katanya. (Guruh Dimas Nugraha) 

Mahasiswa Universitas Ciputra Adu Teknik Pengolahan Jajanan Berbahan Dasar Biasa. 13 Juni 2022 harian.disway.id.

https://harian.disway.id/read/428381/mahasiswa-universitas-ciputra-adu-teknik-pengolahan-jajanan-berbahan-dasar-biasa

Reporter: Michael Fredy Yacob|Editor: Noor Arief Prasetyo|Senin 13-06-2022

Jajanan yang dipasarkan berbahan dasar biasa. Biasa digunakan untuk jajanan lain. Beda pengolahan saja yang membuat tampilan dan rasa jajanan ini menjadi berbeda. Setidaknya aduk teknik pengolahan jajanan ini terlihat di Ballroom mal Grand City Surabaya. Puluhan tenan mengikuti event Indonesia Food Exhibition.

Salah satu tenan yang cukup menarik perhatian adalah dari Universitas Ciputra (UC). Setiap pengunjung yang melintas depan tenan yang berukuran 3×3 meter persegi itu, langsung diberikan tester makanan. Setelah itu, mereka memberikan brosur dari prodak yang ada di tenan itu.

Ada 13 macam makanan olahan yang dijual. Makanan itu diolah secara perorangan. Ada juga yang diolah secara kelompok. Salah satunya, yang dijual oleh Timothy Jason. Mahasiswa semester delapan, Jurusan Bisnis itu menjual olahan kacang mente.

Tapi kacang dari biji jambu minyet itu tidak digoreng. Mente dioven sehingga tidak berminyak. Diyakini kolesterolnya lebih rendah. Pengolahan itu, membutuhkan waktu 1 minggu. Mulai dari pengupasan sampai pada pengemasan. Semua proses dilakukan oleh Timothy Jason.

Pria itu menargetkan usaha tersebut bisa membantu para petani kacang mente. Dalam olahan kacang yang dijualnya itu, terdapat empat varian rasa. Rasa asin, karamel, rasa jagung, dan rasa manis. Untuk membangun usaha tersebut, Timothy didukung penuh keluarganya.

Usaha itu sudah dirancang sejak dia duduk di semester dua UC. Namun, baru tahun lalu, dirinya merealisasikan produk tersebut. Serta menjualnya ke masyarakat umum. Dua versi harga yang dijualnya. Untuk ukuran 200 gram dijual dengan harga Rp 85 ribu dan Rp 125 ribu untuk 300 gram. Saat itu, dirinya juga ditunjuk sebagai penanggung jawab booth UC.

Selain mente, ada olahan yang unik dari tenan itu. Yakni, kripik yang terbuat dari kacang kedelai. Makanan itu dinamakan Travelchips.

Kedelai yang diblender lalu dikeringkan. Dicampur dengan adonan untuk membuat krupuk. Setelah itu digoreng hinggah renyah. Produk itu dibuat secara kelompok. Yaitu Cornelius Caesar Widjaja, Geryna Maylingfa Budyanti, Nabil Arhamniazi, dan Widya Witomo.

“Masih banyak lagi olahan makanan yang kami jual di tenan. Selama pameran ini berlangsung, sudah banyak jualan kami yang habis. Hari ini saja (kemarin), kami hampir kehabisan. Jadi, kami tidak hanya diberikan teori saja. Tapi langsung praktik,” ungkapnya.

Sementara itu, Maureen Nuradhi, Entrepreneurship Course Section Head di Fakultas Entrepreneurship dan Humaniora mengatakan, 13 tim ini yang mengikuti pameran itu adalah tim bisnis yang ikut kurasi internal.

Setelah itu, UC akan membiayai untuk mengikuti pameran business to business (B2B) di Indonesian Food Exhibition. Mereka berasal dari mata kuliah entrepreneurship global innovation yang diikuti sejak semester 4. Lalu entrepreneurship scale up yang didapati di semester 6.

Program itu tidak hanya diperuntukkan oleh jurusan bisnis. Tapi semua jurusan di UC. “Total ada 40 kelas paralel dengan tim dosen pembimbing sejumlah 80 orang,” kata dosen prodi Arsitektur, di Fakultas Industri Kreatif, Minggu 12 Juni 2022.

Dia menceritakan, sejak awal masuk ke UC, mereka langsung dibentuk mindset sebagai entrepreneur. Setelah itu, di semester dua, para mahasiswa di program tersebut diminta untuk mempelajari peluang usaha.

Setelah punya model bisnis dan prototype yang udah ditest, di semester selanjutnya mereka perlahan mulai mengoperasikan bisnisnya. Di semester empat, bisnis yang telah mereka bangun tadi, dicoba untuk diinovasi. Barulah di semester lima mereka menerapkan inovasi itu.

Terakhir, di semester enam, mahasiswa diajak untuk memikirkan strategi scale up bisnisnya. “Memang panjang prosesnya. Setiap tahunnya, 40 persen dari jumlah wisudawan UC sudah memiliki usaha masing-masing,” jelasnya.

Modal untuk membangun usaha mahasiswa tidak dari kampus. Karena itu, dibentuk kelompok agar bisa patungan untuk membangun sebuah usaha. “Kampus hanya memfasilitasi pemasarannya. Seperti pameran yang kami ikuti saat ini,” ungkapnya.

Mereka sudah mengikuti beberapa pameran besar. Seperti, Trade Expo Indonesia, Indonesia Food Exhibition, SIAL Interfood, Inacraft, Bangkok International Gift and Homeware Exhibition, serta Malaysian Trade.

Kemarin ada yang spesial saat pembukaan Indonesia Food Exhibition. Stan mahasiswa UC mendapat kunjungan dari Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman.

Termasuk juga Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jatim Tjahyono Haryono, CEO Kristamedia, serta Konjen AS bagian perdagangan dan politik Mr Ted Kulongoski. (*)