Tas Lukis Karung Goni_Dari Hobi Jadi Materi. Radar Surabaya. 26 Mei 2021.Hal.3. Febe Yuan

SAMBIKEREP-Selama pandemi Covid-19 ini banyak cara dalam membuat inovasi untuk menambah penghasilan. Terutama bagi pelaku industri kreatif yang di awal pandemi mengalami kemrosotan penghasilan.  Namun tak hanya bagi industri kreatif, masyarakat pun bisa melakukan cara kreatif dengan membuat kerajinan yang bisa menjadi penghasilan lebih selama pandemi.

Menurut Dosen Internasional Business Menegement Universitas Ciputra (UC) Surabaya Febe Yuanita Ratna Indudewi, saat ini perlu langkah kreatif untuk dapat menghasilkan pendapatan di tengah pandemi.  Cara kreatif itu tidak perlu membutuhkan keribetan, juga melakukan cara itu, apalagi saya dengan membuat apa yang bisa kita hasilkan.  Karena dalam bisnis apa yang dibutuhkan pasar harus bisa dilihat secara jeli, “Jadi apa yang kita butuhkan kemudian dipadukan dengan keinginan pasar sehingga bisa menghasilkan suatu produk dari tangan kreatif kita,” katanya, Selasa (25/5).

Dirinya mencontohkan bahwa produk yang dihasilkan bisa dalam situasi luang. Apalagi saat ini masih ada yang work from home (WFH) jadi ada waktu luang. Itulah yang bisa digunakan untuk menghasilkan karya dan dijual. “Saya sendiri hobi melukis jadi waktu luang saya guna lumayan sih sejak November 2020 lalu banyak konsumen yang order tas lukis seperti keinginan. Ada juga yang langkan untuk melukis di tas karung goni. Ya mulainya saya lakukan kecil-kecil kemudian saya jual,” ungkapnya.

Selama ini kesulitan dalam melukis dengan media karung goni yakni masalah tekstur yang agak berbeda dengan tekstur kanvas atau kain. “Tapi bisa diatasi kesulitan itu,” imbuhnya.

Dirinya mengaku bisa menghasilkan karya sehari selama dua jam. Saat ini dari karung goni tersebut. “Biasanya konsumen yang pesan minta dilukiskan sung tertarik dengan hasil lukisan saya,” pungkasnya. (rmt/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 26 Mei 2021.Hal.3.

Padukan Karung Goni dengan Lukisan. Jawa Pos. 27 Mei 2021. Hal. 20. Febe Yuan

Kembangkan Lagi Hobi Lama

SURABAYA, Jawa Pos – Pada masa pandemi, banyak orang yang ternyata mendapat banyak ide kegiatannya ke rumah baru.  Misalnya, yang dirasakan Febe Yuanita Ratna Indudewi.  Dosen

Gambar buah-buahan, Disney princess, bunga-bunga, hingga lettering bagian depan merupakan karya Yuan, panggilan akrab Febe Yuanita Ratna Indudewi.  International Business Management Universitas Ciputra itu membuat kreasi tas dari karung goni selama beberapa bulan terakhir.  Lewat kreasi tas tersebut, dia meng-explore hobi masa kecilnya.  Yaitu, Melukis.  tas yang terbuat dari karung goni.  Tas-tas yang sudah digambar.

Yuan menuturkan, berkreasi lewat tas custom seperti mendalami hobinya saat kecil.  “Sebenarnya suka melukis sejak kecil. Tapi, waktu ada pandemi, jadi keinget lagi sama hobi ini,” ceritanya saat ditemui di Universitas Ciputra Selasa (25/5).

“Ide awal menekuni hobinya itu saat dirinya menyaksikan sebuah Instagram Live yang menginspirasinya untuk kembali melukis. Sangat ngebantu saya ngisi waktu saat di rumah aja selama pandemi.  Salah satunya, melukis ini,” ceritanya.

Dari situ, jiwa entrepreneurship muncul. Hobi yang dikembangkan dan memberi keuntungan menjadi pilihan yang menarik. Akhirnya, Yuan mencoba media lain untuk menorehkan kuasnya.  Sebab, waktu itu saya lihat lagi banyak banget karung goni,” jelasnya.

Sudah ada yang memproduksi tas berbahan karunggoni. Di sini tugas Yuan hanya melukis sesuai dengan keinginannya maupun permintaan.  “Dari sini ternyata juga bisa membantu UMKM untuk mengembalikan perekonomian pada waktu yang sulit ini,” ujarnya.

Yuan bersemangat saat hal-hal baik tidak terjadi pada dirinya.  Tetapi juga para pelaku UMKM yang menyediakan tas karung goni tersebut.  Tas yang dikreasikan dengan jinjing.            Untuk lukisannya, Yuan menggunakan cat di atas pantai. lukisannya itu cenderung berjenis tas catini yang paling mudah diaplikasikan ke media apa pun,” lanjutnya.

Setelah menggambar objek yang diinginkan pada tas karung goni tersebut, barulah dia menambahkan berkilauan dan mempercantik tas tersebut. Selanjutnya, masuk ke tahap apa  pun akan tetap aman. Jadi, untuk perawatannya, tidak ada masalah,”

“Menurut saya, gliter-gliter untuk memberikan efek finishing dengan furnish. Kalau sudah di-furnish gini, mau kena air atau dia bilang.  (ama/c14/tia)

Sumber: Jawa Pos. 27 Mei 2021. Hal. 20

Personal Style Jadi Acuan Dosen Universitas Ciputra saat Melukis Tas dari Karung Goni.tribunnews.com. 26 Mei 2020. Febe Yuan

https://suryawiki.tribunnews.com/2021/05/26/personal-style-jadi-acuan-dosen-universitas-ciputra-saat-melukis-tas-dari-karung-goni

SURYAWIKI, SURABAYA – Memiliki style fashion yang sangat menggambarkan diri sendiri, saat ini bukan hal yang tidak mungkin.

Semua barang, bisa disesuaikan dengan gaya atau model yang kita suka. Salah satunya adalah tas dari karung goni, yang gambar lukisnya bisa disesuaikan dengan keinginan kita, seperti buatan dosen Universitas Ciputra Surabaya, Febe Yuan.

Ide tersebut muncul saat perempuan yang akrab disapa Yuan itu menghabiskan waktunya di rumah saja pada awal pandemi 2020 lalu.

“Sejak kecil, saya memang suka melukis. Tapi ya memang sekadar hobi saja,” terang Yuan saat ditemui di Ruang Incubator Business Universitas Ciputra.

Dari situasi pandemi yang mengharuskan Yuan melakukan aktivitas dari rumah saja, ia kemudian mencoba mengikuti workshop yang digelar oleh salah satu brand cat akrilik.

“Lewat workshop melukis yang diadakan secara virtual di media sosial itu, saya mendapat banyak inspirasi dan mencoba untuk menjadikan hobi ini lebih menghasilkan lagi,” ungkapnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Head of Incubators UC Ventures itu, mulai browsing di internet untuk mencari media lain yang bisa digunakan untuk melukis, selain kanvas.

Saat itu, Yuan menemukan tas dari karung goni yang cocok sebagai media lukis. Selain itu, dilihat dari fungsi, tas karung goni akan banyak digemari.

“Karena bentuknya yang besar, tas ini muat diisi apa saja. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, barang bawaan kita juga makin banyak,” tutur Yuan.

Sementara itu, untuk membedakan tas satu dan lainnya, Yuan mengizinkan pembelinya untuk request gambaran sesuai dengan keinginan mereka.

Paling banyak, pembeli meminta gambar berupa bunga, buah, atau princess Disney.

Untuk saat ini, Yuan baru melakukan eksperimen pada tas berbahan karung goni saja.

“Sebetulnya, beberapa sudah saya coba aplikasikan ke media lain seperti, cover tablet. Tapi ternyata, sejauh ini karung goni lebih mudah membuat cat kering. Di cover tablet, meski sudah diberi varnish, cat tetap mengelupas,” paparnya.

Yuan menerangkan, untuk menggambar satu tas dibutuhkan waktu sekitar dua jam. Sementara dalam satu hari, biasanya Yuan bisa menyelesaikan dua hingga tiga tas. Itu pun ia masih dibarengi dengan mengerjakan beberapa tugas lainnya.

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer

L.O.C Perlukah dalam Mengelola Keuangan. timesindonesia.co.id.21 Mei 2021. Wirawan Endro DR. LPPM

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/348183/loc-perlukah-dalam-mengelola-keuangan

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pengelolaan keuangan itu mudah tapi sulit, sebaliknya sulit tapi bisa juga mudah. Berapapun usia kita dan apapun status kita selalu diperhadapkan dengan bagaimana mengelola keuangan dengan baik, tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa depan alias saat kita besok pensiun.

Ternyata beberapa penelitian menemukan perilaku keuangan seseorang sebenarnya benar-benar dibentuk saat masa kuliah. Masa kuliah adalah awal bagaimana kita mengurus dirinya sendiri karena sudah mulai berpisah dari orangtuanya.

Kita memperoleh dana bulanan dari orang tua dengan terbatas sehingga mereka harus dapat mengelola keuangannya dengan baik dan benar. Masa mahasiswa sering dihadapkan pada berbagai pilihan keuangan yang cukup rumit, mulai dari membayar uang kuliah, sewa kost, membuat anggaran, menabung, mengikuti asuransi, dan bahkan ada yang bekerja sehingga mereka harus menyeimbangkan kehidupan mereka baik di tempat kerja, kuliah, dan kehidupan sosial mereka. Selanjutnya adalah faktor orang tua (pendidikan, jabatan, ekonomi, status, dll) juga tampaknya ikut mempengaruhi bagaimana kita mengelola keuangan.

Tahukah anda apa saja yang mempengaruhi kita dalam mengelola keuangan? Hasil riset yang saya lakukan ternyata banyak faktor yang mempengaruhi, namun pada kesempatan ini saya hanya memberikan satu faktor penting yaitu locus of control. Locus of control mempengaruhi financial attitude, yaitu keadaan pikiran, pendapat dan penilaian kita terhadap keuangan pribadi yang diaplikasikan ke dalam sikap dalam hubungannya dengan keuangan. Dimana Financial attitudes memiliki peran penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya kita mengelola keuangan.

Locus of Control juga mempengaruhi financial behavior yaitu kemampuan kita dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan keuangan. Saya menemukan bahwa ternyata internal locus of control lebih berpengaruh positif dalam mengelola keuangan dengan benar dibandingkan dengan eksternal locus of control. Artinya semakin kita mampu mengatasi masalah-masalah keuangan maka kita akan mampu mengelola keuangannya dengan baik. Semakin tinggi kemampuan kita untuk mengatasi tantangan dan hambatan dalam keuangan maka kita akan semakin mampu untuk mengambil keputusan keuangan dengan tepat.

Beberapa contoh Internal locus of control dalam pengelolaan keuangan adalah berhemat, mengendalikan perilaku konsumtif, dan mengendalikan anggaran pribadi. Jika kita memiliki internal locus of control maka kita akan mampu memilih investasi yang sesuasi dengan profil risiko kita dan bagaimana kita mengelola tabungan. Locus of control ini ternyata juga dipengaruhi oleh interaksi sosial kita dengan lingkungan, keluarga, atau rekan-rekan kita.

Artinya semakin kita memiliki lingkungan yang tidak baik (boros, hura-hura, dll) maka akan mempengaruhi mindset kita melihat uang. Namun jangan kuatir jika kita memiliki internal locus of control yang baik karena kita akan mampu  membatasi pengaruh negatif dari luar diri kita dalam mengelola keuangan. Pertanyaan pentutup adalah mana yang dominan pada diri anda, internal atau eksternal locus of control? ***

(Disarikan dari hasil Riset Literasi Keuangan yang didanai oleh DRPM Kemenristek Dikti 2018-2020)

UC Surabaya Luncurkan Buku Peniwen, Kisah terbentuknya Desa Peniwen di Lereng Gunung Kawi. timesindonesia.co.id. 21 Mei 2021. LPPM

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/348178/uc-surabaya-luncurkan-buku-peniwen-kisah-terbentuknya-desa-peniwen-di-lereng-gunung-kawi

TIMESINDONESIA, SURABAYA – LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Ciputra atau UC Surabaya meluncurkan buku sejarah Desa Peniwen dan Pasamuwan Kristen Jawa Peniwen yang ditulis oleh Sulistiani (tim sejarah GKJW dan Peneliti dokumen sejarah).

Buku ini berkisah tentang lahir, tumbuh, dan berkembangnya komunitas masyarakat Peniwen dari membuka lahan hingga menjadi desa yang makmur dan tertata.

Desa Peniwen memiliki kisah panjang sejak didirikan pada kisaran 1880 an oleh seorang pekabar injil jawa bernama Kyai Zangkius Kasanawi bersama 20 orang santri/muridnya. Kisah kelompok Kiai Zangkius ini tercatat dengan rapi dalam berbagai dokumen zending di Belanda. Buku ini mencoba mencatat kembali dan merekonstruksi dokumen tersebut menjadi kisah yang runtut.

Diketahui sejak 2018 LPPM melakukan pendampingan desa Peniwen sebagai desa binaan yang dikembangkan menjadi desa wisata budaya dengan pendekatan bottom up.

Buku Peniwen

Kegiatan peluncuran buku Peniwen dari gagasan menjadi kenyataan diadakan dalam bentuk Dialog secara online pad 9 Mei 2021, dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Sulistiani selaku penulis, Wirawan E.D Radianto selaku Kepala LPPM Universitas Ciputra, Agus Sugiharto selaku pendamping desa Peniwen dari Universitas Ciputra, Pdt Andriono selaku Pendeta Jemaat Peniwen, Pdt Sutrijo selaku pendeta Tulung Rejo Banyuwangi, Pdt Gideon Hendro Buwono selaku perwakilan IPTH Balewiyata Malang, Didik Baskoro selaku Penggerak Wisata Budaya Desa Peniwen (WBDP)

Agus Sugiharto selaku head section community development menjelaskan bahwa Pemberdayaan kelompok masyarakat yang menjadi aktor dalam gerakan pengembangan desa wisata budaya merupakan gerakan kewirausahaan sosial, dengan tetap mengaktualisasikan kearifan lokal.

Agus menambahkan konsep memberdayakan masyarakat berarti meningkatkan kemampuan masyarakat dengan cara mengembangkan potensi-potensi masyarakat dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat seluruh lapisan masyarakat atau dengan kata lain memampukan dan memandirikan masyarakat dengan menciptakan iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang.

Relevansi penerbitan buku ini dengan gerakan kewirausahaan sosial di desa Peniwen adalah agar terjadi kelanjutan histori seperti dituturkan Sulistiani “Nilai-nilai/norma Kristen ditanamkan sejak awal pembukaan hutan, dan secara terus menerus diajarkan bersamaan dengan pembangunan fisik desa. Tanda- tanda kebiasaan itu sebenarnya masih bisa kita saksikan hingga masa kini, meskipun orang Peniwen sendiri saat ini kurang/tidak tahu latar belakang dan sejak kapan kebiasaan itu dimulai,” jelas Sulistiani. (*)

Agripina Belinda. Jaga Tetap Memukau. Surya. 21 Mei 2021. Hal.3. FPD

BAGI sebagian menjadi pusat perhatian membuat peduli penampilan. Tak heran, Agripina Belinda yang model, melakukan berbagai upaya agar mampu menjaga agar wajah dan tubuhnya tetap terlihat memukau,

“Untuk menjaga penampilan, saya sering berolahraga meski di rumah saja, Alat workoutnya lebih yang ke cardio.”  tutur mahasiswi Fashion Product Design (FPD) Universitas Ciputra (UC) Surabaya ini, Kamis (20/5).

Tak lupa, perempuan kelahiran Surabaya, 11 Agustus 2000 ini menjaga pola makan seperti mengonsumsi buah dan sayur.  Bahkan, dia berani mengganti nasi dengan menu oatmeal.

Untuk perawatan kulit selama pandemi seperti sekarang, Belinda lebih tertarik menggunakan skincare.  Kalau soal aktivitas, dia kini berada dalam pembagian waktunya antara kuliah dan model.

Peraih Juara favorit Profira Look017 ini merasa tertantang karena kegiata organisasi dan tugas dari kampus cukup padat.  Belum lagi, dirinya ikut Event Organizer (EO).

Aku perlu melakukan manajemen waktu untuk semua berjalan dengan baik.” agar ungkap Agripina Belinda yang punya hobi memasak ini.

Dalam waktu dekat, dia berharap dapat pergi ke Jakarta untuk mengembangkan karir modelingnya. Peraih Top 6 JFW Model Search 2018 dari Surabaya ini, ingin  menjajaki banyak kompetisi. (zin)

 

Sumber: Surya. 21 Mei 2021. Hal.3.

Universitas Ciputra Beri Pelatihan Perancangan dan Produksi Busana Pelindung Diri Kepada Pelaku UKM. surabaya.tribunnews.com. 15 Mei 2021. FPD

Sabtu, 15 Mei 2021 23:31

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 telah menghambat dan berdampak negatif bagi UKM di bidang fashion.

Menyikapi hal tersebut, Universitas Ciputra Surabaya melalui Program Pengabdian Masyarakat Dana Hibah memberikan pelatihan perancangan dan produksi busana pelindung diri kepada IFC Community di Surabaya.

IFC Community ini merupakan kumpulan dari pelaku UKM fashion baik pemula ataupun yang sudah berpengalaman.

Pelatihan yang dilakukan secara virtual ini diikuti 10 orang yang ditujukan agar dapat membantu pelaku UKM untuk menciptakan produk baru khususnya produk pelindung diri dalam kebutuhan fashion sehari-hari.

Ketua Program Pengabdian Masyarakat, Dewa Made Weda Githapradana mengatakan, perubahan dan krisis akibat pandemi Covid-19 menempatkan pelaku UKM pada keadaan sulit.

“Baik dalam permasalahaan produksi, kekurangan modal, dan menurunnya jumlah permintaan barang dan jasa sebagai akibat perubahan gaya hidup masyarakat. Oleh karena itu kami memberikan pelatihan mulai dari desain, produksi, hingga sistem pemasaran yang sesuai dengan era new normal,” ujar Dewa Made kepada SURYA.CO.ID, Sabtu (15/5/2021).

Pelaku UKM juga diajak untuk dapat memanfaatkan media sosial sebagai media promosi.

“Kami berikan pelatihan daring mengenai mengenai manajemen dan branding produk fashion di era new normal. Serta bagaimana cara memanfaatkan tekstil dan material adaptation untuk produk fashion pelindung diri,” terangnya.

Selanjutnya peserta dilatih untuk dapat mengemas pameran virtual sebagai alternatif media pemasaran di masa pandemi.

“Kami berharap pelaku UKM mampu menghasilkan sebuah produk busana pelindung diri untuk keperluan sehari-hari sesuai standar protokol kesehatan dengan tetap mengedepankan nilai estetika sebagai salah satu nilai jual,” ungkapnya.

Satu diantara produk yang berhasil diciptakan ialah Personal Protective Wear (APD) untuk fashion sehari-hari.

“Produk (busana) ini khusus diciptakan untuk digunakan saat traveling dimasa Pandemi. Produk ini terbuat dari kain Gistex dengan jenis Cleona, yang kedap air dan anti microba,” jelasnya.

Tak hanya dosen, beberapa mahasiswa juga ikut berkontribusi dalam proses pelaksanaan pelatihan kali ini.

Satu diantaranya ialah Mahasiswa Fashion Product Design Universitas Ciputra, Daniela yang mengaku lebih memahami perkembangan Industri kreatif setelah ikut terlibat dalam pelatihan.

Menurutnya, setiap orang harus bisa beradaptasi dengan perubahan melalui kreativitas yang ia dimiliki.

“Dengan pelatihan digital marketing ini peserta memiliki wawasan untuk dapat membuat pemetaan sederhana dalam memenejemen strategi pemasaran beralih ke platform online,” ujarnya.

“Peserta juga diajarkan membuat konsep perancangan PPE untuk fashion sehari-hari serta mengaplikasikannya menjadi produk jadi,” tutupnya.

 

Kampus Uji Coba Kuliah Hybrid. Jawa Pos. 21 Mei 2021.Hal.18. CB. Moses Soediro

Learning Experience Cari Formula

SURABAYA, Jawa Pos – Kampus mempersiapkan pembelajaran tatap situasi pandemi Covid-19.  muka untuk tahun ajaran baru dalam mengombinasikan tatap muka dan berani untuk menyesuaikan protokol kesehatan (prokes).  Terutama untuk program studi.

Salah satunya yang terlihat di program Ciputra.  Laboratorium dapur tersebut memiliki 20 stasiun.  Dalam kondisi normal, satu station itu bisa digunakan tiga sampai empat orang.  Maksimal, yang butuh praktik langsung.  studi bisnis kuliner di Univesitas laboratorium dapur tersebut bisa diisi hingga 60-80 mahasiswa.

Kepala Program Studi Bisnis Kuliner Universitas Ciputra Moses Soediro menjelaskan, pekan ini menjadi pekan pertama pembelajaran hybrid yang dilakukan di prodi tersebut.  Pembelajaran hybrid tersebut dilakukan selama tiga pekan, kemudian akan menguntungkan.  Jika sukses, tipe hybrid akan dilanjutkan di semester ganjil nanti.

“Kalau itu materi, kami bisa kasih lewat sistem berani. Kalau pengalaman belajar ini yang terus dicari formulanya,” papar Moses kemarin.

Laboratorium dapur sudah dibuka untuk mahasiswa yang berminat tatap muka.  Disaat yang sama, berbagai perlengkapan dipasanguntuk mendukung pembelajaran yang berani.  Agar mahasiswa yang berada di rumah bisa tetap mengikuti lewat video conference.  Mahasiswa di rumah mengikuti perkuliahan secara real time bukan mengulang video tutorial saja.

“Ini untuk menyesuaikan dengan kondisi. Kita buat alatnya cukup dengan home industry, tak perlu yang mewah,” sambungnya.

Untuk mendukung hal tersebut, ada beberapa alat dasar yang bisa dibeli mahasiswa dengan mengajukan dana ke kampus.  Misalnya, mahasiswa bisa membeli alat seal untuk praktik makanan beku.

Di sisi lain, orang di laboratorium dapur tersebut menguji kemandirian mahasiswa.  Mereka masing-masing harus bertanggung jawab atas mempersiapkan bahan, memasak, hingga membersihkan stasiun.  Tak ada lagi kerja kelompok dan berbagi tugas.

Luar kota cukup antusias kelas, jumlah mahasiswa dari kota luar hasil hasil PCR sebelum mulai, praktikum tatap muka juga menerapkan pratikum baru Persyaratan yang juga berupa pascakontak erat dengan pasien.Untuk uji coba pembelajaran saat ini, Moses mengatakan, Pada beberapa malah mencapai lebih dari 50 persen.

Syaratnya lebih detail.  “Untuk mahasiswa luar kota memang kami minta pembelajaran,” ucap Humas Universitas Ciputra Erlita Tantri.  dipersiapkan untuk mahasiswa FK UC.  digelar Juli mendatang.  “Sedang dipersiapkan beberaparuangan agar tetap jaga jarak dan tidak dibatasi kuota dalam ruangan,” penambahan.  persetujuan orang tua bermaterai dan uji PCR bagi mahasiswa luar kota atau terkonfirmasi.  (dya/c13/jun)

Sumber: Jawa Pos. 21 Mei 2021.Hal.18.

Wisata Outdoor Lebih Diminati. Jawa Pos.15 Mei 2021. Hal. 15. Agoes Tinus Lies.I. HTB

Perbedaan Pola Sesuai Taraf Ekonomi

Pada pekan libur Lebaran, kunjungan ke beberapa wisata outdoor menunjukkan peningkatan. Kondisi itu memang dipengaruhi larangan mudik sejak pertengahan Ramadan. Baik ke tujuan wisata yang dikelola pemkot maupun pihak swasta.

“Akibat larangan mudik, warga akhirnya pikir alternatif wisata ke mana yang terjangkau,” kata Agoes Tinus Lis Indrianto, penggiat wisata. Menurut dia, wisata outdoor banyak dipilih kalangan menengah dan bawah. Di lokasi tersebut, biasanya harga tiketnya ramah di kantong. Pilihannya juga cukup banyak, baik dari pemerintah maupun pengelola swasta. “Selain outdoor, mereka pilih jalan-jalan ke pusat perbelanjaan,” ujar Agoes.

Dua hari libur Lebaran menunjukkan kondisi tersebut. Di Surabaya, pengunjung memiliki banyak pilihan. Di kawasan barat, Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal 1 dan 2 menjadi pilihan banyak warga. Pada momen hari kedua Lebaran kemarin (14/5), pengunjung lebih ramai jika dibandingkan dengan hari pertama.

Salah seorang pengunjung, Lukas, sengaja datang ke tahura pada hari kedua. Sebab, saat hari pertama Lebaran, dia dan keluarga sibuk halal bi halal. “Saya datang sama anak dan istri,” ucap warga Banyu Urip tersebut.

Menurut Lukas, selama berkeliling di tahura, tidak ada yang membuatnya risi. Semua pengunjung mematuhi protokol kesehatan. “Tempat cuci tangan juga ada. Cuma, tadi ada sabun yang habis, tapi setelah saya ngomong ke petugas langsung diisi lagi,” kata Lukas.

Bagi Lukas, tahura menjadi opsi rekreasi yang ramah kantong. Sebab, dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk masuk ke tahura. Berbeda ketika dia berkunjung ke lokasi lain. Salah satunya, Kebun Binatang Surabaya (KBS). “KBS harus bayar. Kami ke tahura bawa bekal makanan sendiri sehingga bisa lebih hemat,” tuturnya.

Terpisah, Koordinator Tahura Pakal 1 dan 2 Parjo menyebutkan, pada hari kedua Lebaran, ada 170 orang yang berkunjung. Angka itu lebih banyak jika dibandingkan pada hari pertama Lebaran. “Hari pertama Lebaran cuma 70 orang,” jelasnya,

Dia menyatakan, meski ada peningkatan jumlah pengunjung, tidak ada pelanggaran protokol kesehatan di tahura. Petugas disiagakan untuk keliling tahura. Jika ada yang berkerumun, petugas langsung mengurainya. Jam buka tahura masih sama dengan hari pertama Lebaran. Sejak pukul 11.00 hingga pukul 15.00.

Tren tersebut cukup berbeda dengan kalangan menengah ke atas. Saat larangan mudik diumumkan, kebanyakan di antara mereka memutuskan untuk mencari suasana baru atau memilih memanfaatkan paket staycation di hotel. “Mereka memilih tempat yang space-nya luas, lalu punya banyak fasilitas,” ungkap Agoes.

Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra itu memperkirakan pola kunjungan semacam itu berlaku selama penyekatan terjadi. “Nah, kalau tidak ada ledakan kasus, bepergian lebih mudah, baru ada pola-pola yang berbeda pula,” terangnya.

 

Sumber: Jawa Pos, 15 Mei 2021

Jadi Investasi yang Menggiurkan, PLAP UC Surabaya Gelar Crypto Starter Pack for Millennials. timesindonesia.co.id. 7 Mei 2021. Yoppy Junianto.ACC

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/346445/jadi-investasi-yang-menggiurkan-plap-uc-surabaya-gelar-crypto-starter-pack-for-millennials

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pusat Layanan Akuntansi dan Perpajakan (PLAP) Program Studi Akuntansi Universitas Ciputra atau UC Surabaya berkolaborasi dengan Student Union Accounting Universitas Ciputra telah menggelar Workshop Crypto Starter Pack for Millennials, Jumat (7/5/2021).Workshop tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan lebih dalam mengenai investasi digital, dan mengajak masyarakat umum terutama generasi milenial untuk mulai berinvestasi sejak dini.

Tidak hanya itu, workshop ini juga menyuguhkan praktek secara langsung terhadap platform investasi digital. Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan teori saja melainkan juga dapat mempratekkan secara langsung investasi crypto. Narasumber dalam workshop tersebut adalah Yoppy Junianto, S.E, M.S.A yang merupakan dosen Program Studi Akuntansi Universitas Ciputra, dan Fanny Natalia Jasman, S.Pd. yang merupakan praktisi investasi digital.

Dalam pemaparannya, Yoppy menyampaikan bahwa perkembangan investasi digital tidak bisa dibendung lagi, sebagai contoh adalah investasi menggunakan crypto currency. Sejalan dengan hal tersebut, Fanny menambahkan bahwa kita sebagai investor tetap harus melakukan banyak riset sebelum melakukan investasi.

Hal tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko kerugian dalam berinvestasi. Cara tersebut berlangsung sukses dengan peserta berjumlah 83 orang. Walaupun diselenggarakan secara online, tetapi peserta sangat antusias dalam mengikuti workshop yang digelar Program Studi Akuntansi UC Surabaya itu. (*)