Tim Dosen Universitas Ciputra Blusukan Latih Bisnis Online di Papua. jawapos.com.18 Juni 2021. FPD

https://www.jawapos.com/features/18/06/2021/tim-dosen-universitas-ciputra-blusukan-latih-bisnis-online-di-papua/

Tim dosen Prodi Fashion Product Design & Business Universitas Ciputra punya agenda blusukan untuk mengajar. Tak hanya di Pulau Jawa, tetapi kini mereka juga menginjakkan kaki di Papua. Misinya adalah untuk mengajak UMKM hidup di tengah pandemi.

RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya

HAMPIR 24 jam perjalanan ditempuh Fabio Ricardo Toreh dan Yoanita Tahalele dari Surabaya ke Biak, Papua. Perjalanan di tengah pandemi membuat pesawat menuju Biak harus berhenti sejenak di dua kota lainnya, Jakarta dan Makassar. Kunjungan tersebut bisa dibilang nekat.

”Memang orang Surabaya sih ya, jadi kami beneran dibilang bondo nekat alias bonek karena mau datang ke sana,” ucap Ita, sapaan Yoanita.

Pujian bonek itu muncul dari Pemda Biak. Konon permintaan kerja sama dengan pihak lain banyak dihelat secara daring. Hanya mereka yang berani datang langsung untuk mengajar.

Ita dan Fabio punya misi memperkenalkan bisnis daring kepada perempuan di Biak. Banyak ibu-ibu yang kehilangan pemasukan sejak pandemi terjadi. Kegiatan semakin terbatas dan produk buatan mereka tak bisa terjual. ”Karena mereka semua jual secara offline, akhirnya mereka kehilangan penghasilan,” ucap Fabio.

Melalui blusukan itu, harapannya mereka bisa kembali berjualan meski masih secara daring. Setidaknya ada 30 peserta yang ikut pelatihan mereka.

”Terharu, sampai sekarang mereka semua aktif. Belum ada yang protol,” tutur Ita.

Meski sudah bertahun-tahun memiliki ponsel, peserta belum mengetahui marketplace atau media sosial untuk berjualan. Ada sih yang doyan Facebook-an, tapi sekadar main iseng.

”Saya sering diolokin anak saya, mama mana tahu Tokopedia atau Instagram,” ucap salah seorang peserta. Saat dia mulai main Instagram, anaknya sontak menggoda. ”Akhirnya tahu teknologi juga nih, mama,” katanya.

Ita dan Fabio berangkat dari penjelasan sederhana soal berjualan secara online. Peserta benar-benar belum terbayang seperti apa jual beli online. Dilanjutkan bagaimana mengelolanya, tombol apa yang harus ditekan, dan apa saja yang harus dilakukan sehari-hari. Sedetail itu mereka harus mendampingi ibu-ibu di Biak.

Salah satu momen menantang adalah menciptakan foto produk terbaik. Sebelumnya, mereka hanya asal memfoto produk yang dibuat. Kadang latar belakangnya dapur yang masih berantakan. Produknya jadi tidak mencolok. Padahal, semakin menarik foto, calon pembeli makin yakin. ”Kami mesti pakai bahan minimalis yang gampang. Pakai kardus bekas saja,” ucap Fabio. Kardus tersebut disulap jadi studio mini dengan dilapisi kertas manila polos. Voila! Produk yang diletakkan di tengah kardus itu jadi tampak menarik sekali di kamera.

”Kita juga belajar pakai ponsel mereka. Karena itu alat yang bakal dipakai peserta seterusnya kan,” sambung pria asal Surabaya itu. Trik menghilangkan bayangan, penerangan dengan lampu, hingga penataan produk juga dilatih dalam satu kali pertemuan. Peserta jadi takjub sendiri. Ternyata, membuat foto bagus tak perlu sewa fotografer mahal, di rumah sendiri juga bisa.

”Ada produk cobek. Kita belajar menata nih bagaimana biar rapi dengan aksesori,” ucap Ita. Sentuhan bunga-bungaan dijadikan sebagai aksesori simpel. Gunakan saja apa pun yang ada di sekitar sebagai aksen. Tak perlu beli hiasan ini-itu sekadar untuk foto. ”Bahkan saking happy-nya, banyak foto produk pas pelatihan yang dipakai jadi profil messenger terus,” sahut Fabio.

Marini Yunita, koordinator program, mengatakan bahwa kunjungan ke Biak menjadi pengalaman yang paling memorable. ”Selama ini masih di Jawa. Begitu ada tawaran ke Biak dengan Wahana Visi, tantangannya makin asyik,” ucap Kaprodi Fashion Product Design & Business UC tersebut. Tak hanya pelatihan, pihaknya juga mendampingi peserta hingga akhir tahun. Pendampingan dilakukan untuk melihat efektivitas bisnis online dengan pemasukan peserta di tengah pandemi.

UC Surabaya Gali Potensi Ekokuliner Tengger. 17 Juni 2021. timesindonesia.co.id. CB

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/353133/uc-surabaya-gali-potensi-ekokuliner-tengger

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kawasan Wisata Gunung Bromo menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Indonesia. Seharusnya ekowisata kuliner khas Tengger dapat dijadikan rumah kuliner yang ramah lingkungan. Universitas Ciputra atau UC Surbaya melalui Program Studi Kulineri Bisnis dan Program Studi Teknologi Pangan mencoba bukan hanya menggali potensi ekokuliner di Kawasan Bromo, tetapi juga berniat memperkenalkannya sebagai kekayaan kuliner Tengger, untuk dapat disajikan bagi wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Kementerian Pendidikan mendukung usaha ini dengan memberikan hibah penelitian melalui Simlitabnas tahun 2021 dan diharapkan daapat dituntaskan pada tahun 2022 mendatang.

Pariwisata Bromo telah sangat cepat berkembang, tetapi telah menelantarkan kulineri lokal. Sebuah penelitian di tahun 2017, mendata kuliner local Etnis Tengger yang terdiri atas tujuh kategori makanan pokok, hidangan sayuran, lauk pauk, kondimen, jajanan, one dish meal, dan minuman yaitu kopi lokal.

Bila kuliner lokal tersebut dapat bertumbuh seiring perkembangan pariwisata di Bromo, maka ekowisata kuliner Bromo dapat bertumbuh sehingga memungkinkan untuk menjadi pilar utama dari Pariwisata Bromo.

Tetapi hal itu rupanya masih seperti pepatah, jauh api dari panggang. Penyebabya bisa jadi karena letak geografis Bromo yang berada dalam empat kabupaten, Malang, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, telah menyebabkan multi-management sangat kental. Ketual PHRI Probolinggo, Digdoyo menyatakan setiap kabupaten memiliki peraturan dan kepentingan sendiri-sendiri untuk menjaga Bromo.

Lautan-Pasir-Bromo-2.jpg

Festival makanan lokal di keempat kabupaten diadakan secara berkala namun tidak serta merta mengantarkan makanan etnis Tengger menjadi tuan rumah kuliner di hotel maupun café yang tumbuh subur di Bromo. Tidak ada satupun dari makanan local yang difestivalkan tersebut yang dianggap layak disajikan dalam salah satu stakeholder pariwisata, tersebut. Salah satu sebab karena, beberapa dari makanan seringkali dianggap sebagai makanan masyarakat ekonomi lemah bahkan termasuk makanan hewan, contoh aron dan mbote.

Aron bagi masyarakat Tengger adalah pengganti nasi yang terbuat dari jagung putih. Tanaman jagung putih dan bermasa tanam sembilan bulan, yang kemudian diolah menjadi makanan tradisional yg dikenal sebagai aron. Aron dikonsumsi dengan cara dibakar, dikukus dan dimakan seperti nasi serta dikonsumsi dengan lauk lain. Kekurangan dari aron, adalah aron sangat padat sehingga mengeringkan tenggorokan dan susah untuk ditelan bagi beberapa orang.

Namun demikian, ketua PHRI Probolinggo sekaligus pemilik Hotel Yoschi di Sukapura, Digdoyo mengatakan bahwa makan aron sedikit saja sangatlah mengenyangkan sehingga petani dapat bertahan bekerja hingga siang hari, tanpa merasa lapar. Namun, aron seringkali dianggap sebagai makanan utama orang yang berekonomi lemah, padahal kandungan serat dan karbohidrat dalam jagung putih adalah serat sangat tinggi.

Sedangkan mbote merupakan sejenis umbi yang mempunyai kandungan nutrisi penting-protein, kalium, kalsium, serat, magnesium- bagi masyarakat local hanyalah dijadikan makanan hewan. Mbote, yang dapat tumbuh subur di daerah Bromo, juga belum mendapat tempat di hari masyarakat Tengger untuk diperkenalkan pada parawisatawan sebagai kekayaan.

Hal itu dipertegas dengan kenyataan bahwa mbote yang merupakan tanaman berbentuk batang dan mudah tumbuh,  adalah makanan ternak. Sungguh ironis, karena dari hasil banyak penelitian membuktikan bahwa mbote baik untuk Kesehatan, karena kandungan lemaknya rendah sehingga baik untuk dinikmati oleh penderita diabetes; terlebih lagi mbote dapat diolah menjadi tepung berbumbu.

Lautan-Pasir-Bromo-3.jpg

Bukankah mbote dapat dipakai sebagai tepung bumbu untuk mengolah kentang dan jagung yang menjadi ciri khas kekayaan pertanian di Kawasan Bromo?

Sementara itu, hasil bumi pertanian lain, kentang, selalu dijual keluar Bromo sehingga yang tersisa adalah kentang-kentang dengan kwalitas kedua karena cacat saat dipanen. Sehingga kentang yang bagus jarang dinikmati oleh penduduk setempat, karena itu mereka hanya menggorengnya untuk disantap dalam keluarga.

Keripik kentang, sebagai jajanan yang dipasarkan dikalangan penduduk setempat, baru saja dimulai dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun tambahan lagi, baru satu orang yang memulai bisnis keripik kentang tersebut. Sementara itu dinegara yang berudara dingin, seperti negara-negara di Eropa dan di Amerika, kentang goreng panas disajikan di warung, restoran, food truct, bahkan termasuk street food  serta sangat laris.

Negara-negara tersebut juga menyajikan sup kentang yang sehat, yang mudah dibuat. Bromo, dengan keanekaragaman kentang, seolah belum sadar akan kekayaannya, dan hanya menyajikan berbagai mi instant yang meninggalkan banyak sampah un-organik bagi lingkungan Bromo.

Kenyataan itu diperparah dengan sebuah hasil penelitian terdahulu yang telah menemukan adanya sate kentang, perkedel kentang sebagai bagian dari kuliner khas Tengger, namun hal itu juga belum ada yang mengangkatnya sebagai salah satu jajanan khas Bromo yang layak ditawarkan pada para wisatawan yang mengunjungi Bromo.

Disarikan dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang didanai oleh Badan Riset Inovasi Nasional Universitas (BRIN) periode 2021-2022 yang dilakukan Dra. Juliuska Sahertian, M.Sc., Hari Minantyo, S.Pd., M.M. dan Oki Krisbianto, S.TP., M.Sc., Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya. (*)

Unit Karantina Portable, Solusi Isolasi Mandiri untuk Permukiman Informal di Masa Pandemi. 15 Juni 2021. timesindonesia.co.id. INA

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/352933/unit-karantina-portable-solusi-isolasi-mandiri-untuk-permukiman-informal-di-masa-pandemi

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Awal Maret 2019, merupakan tanggal diumumkannya dua kasus pasien positif covid-19 di Indonesia. 2 tahun berlalu, dan saat ini kita masih berjuang dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Pemerintah telah mencanangkan program vaksinasi sebagai salah satu upaya penanganan pandemi, vaksinasi ini diharapkan dapat menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity.

Berdasarkan data dari vaksin.kemenkes.go.id per 2 Juni 2021, vaksinasi secara nasional mencapai 41,55 % untuk dosis 1 dan 26,90% untuk dosis 2. Berdasarkan data ini tentunya membutuhkan cukup waktu sampai semua penduduk Indonesia mendapatkan vaksin secara lengkap dan mencapai herd immunity.

Sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus ini adalah dengan melakukan isolasi terhadap orang yang terinfeksi. Semakin banyak orang yang terinfeksi tentunya semakin banyak pula fasilitas isolasi yang diperlukan. Dari beberapa penelitian sebelumnya diketahui bahwa hanya 20% pasien yang positif Covid-19 yang memerlukan perawatan di rumah sakit rujukan, sementara 80% sisanya disarankan untuk melakukan isolasi mandiri baik di safe house yang disediakan oleh pemerintah maupun di rumah masing-masing dengan pengawasan dari tim satgas covid-19 kecamatan/desa/kelurahan.

Problematika muncul untuk pasien positif covid 19 dan disarankan untuk isolasi di rumah, tetapi dengan kondisi rumah berada di permukiman padat yang tidak memungkinkan untuk melakukan social distancing dan isolasi secara layak. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh ARKOM (Arsitek Komunitas)-Surabaya, menemukan bahwa banyak pemukiman informal di Surabaya yang belum memenuhi standar rumah sehat, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah sesuai dengan protokol kesehatan yang baik.

Penggunaan fasilitas umum sebagai tempat isolasi mandiri dapat dilakukan bila kondisi rumah tidak memungkinkan, fasilitas umum ini bisa dalam bentuk area olahraga, balai desa/kelurahan, atau area bersama yang dimiliki oleh permukiman tersebut. Tim dosen dan mahasiswa Arsitektur Interior, Universitas Ciputra, yang diketuai oleh Yusuf Ariyanto bekerjasama dengan Arkom Surabaya untuk memberikan solusi kepada penduduk permukiman informal padat dengan memberikan solusi untuk isolasi mandiri dalam bentuk unit karantina portable yang dapat dibongkar pasang sendiri oleh masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan survey untuk melihat kondisi fisik permukiman, kondisi warga permukiman informal padat serta untuk mengetahui tingkat Kesehatan yang ada di tempat tersebut. Dari survey awal ini kemudian bersama warga menentukan lokasi peletakkan unit karantina portable, yaitu pada lahan bersama milik warga yang berada di bagian depan permukiman warga. Setelah penentuan lokasi yang selanjutnya dilakukan adalah diskusi dengan warga dan tim satgas covid-19 yang ada di wilayah tersebut untuk mengetahui harapan dan aspirasi warga yang perlu dikaomodasi dalam desain unit karantina portable.

Berdasarkan kondisi eksisting dan data aspirasi warga yang didapatkan kemudian diusulkan desain awal unit karantina portable yang kemudian di-asses berdasarkan standar kesehatan oleh dokter/ahli pada bidang kesehatan dari Universitas Ciputra, yaitu Dr.Wira Widjaya Lindarto. Dari hasil diskusi ini kemudian desain awal disempurnakan dan disosialisasikan kepada warga sebelum unit karantina portable ini mulai dibuat prototype-nya di workshop. Beberapa parameter desain yang perlu dipenuhi oleh unit karantina portable ini meliputi:

  1. Desain unit modul harus memperhatikan kondisi lingkungan kampung yang padat penduduk sehingga ukuran tidak terlalu besar dan mampu menampung beberapa orang.
  2. Unit modul harus memiliki sirkulasi udara yang baik.
  3. Memiliki akses yang mudah dijangkau baik oleh keluarga maupun kerabat tanpa mengesampingkan standart protokol kesehatan.
  4. Mudah dalam pengaplikasiannya, material yang umum didapatkan, ringan dan awet.

Sebagai percontohan, prototype unit  karantina portable ini diaplikasikan di Dupak Magersari, salah satu permukiman informal padat di Surabaya pada tanggal 09 Maret 2021 bersama tim dosen Arsitektur Interior Universitas Ciputra, Arkom Surabaya dan warga Dupak Magersari. Prototype unit  karantina portable ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk permukiman informal padat lainnya, terutama dengan pengaplikasian yang mudah dan cepat.

Desain unit karantina portable menggunakan sistem struktur bongkar pasang, dan memiliki bahan material rangka bangunan dari double canal C atau besi hollow, yang dirakit per portal struktur. Kemudian bangunan ini dilengkapi dengan dinding panel unit yang terbuat dari rangka galvalum dan memiliki pelapis dalam dan luar dari material polycarbonate yang transparan untuk memaksimalkan pencahayaan alami yang didapat dari terang langit serta bagian dinding dengan material polycarbonate yang tidak transparant untuk membatasi privasi pasien.

Secara konsep bangunan modul unit isolasi komunal ini memiliki bagian bangunan yang terpisah, terlebih pada bagian atap dengan bagian dinding, sehingga menambah ruang untuk sirkulasi udara yang sangat diperlukan pasien. Untuk memaksimalakan sirkulasi udara tersebut, unit modul ini memiliki jendela dibeberapa panel dindingnya pula yang dapat dibuka tutup sesuai kebutuhan. Aliran udara penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dan membuat ruang udara semakin sehat.

Dalam perancangan unit isolasi pada permukiman padat penduduk ini melibatkan masyarakat dalam penggalian kebutuhan, perencanaan, sampai dengan pemasangan di lapangan. Dengan melibatkan masyarakat dalam prosesnya diharapkan dapat memberikan sense of belonging kepada masyarakat terhadap unit isolasi yang telah dibangun dan menyerahkan kepada masyarakat untuk operasional dan perawatannya.(*)

(Disarikan dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang didanai oleh LPPM Universitas Ciputra 2020-2021 yang dilakukan oleh Dyah Kusuma Wardhani, S.T.,M.Ars. & Yusuf Ariyanto, S.T. ,M.Ars.)

Tim Dosen Universitas Ciputra Blusukan Latih Bisnis Online di Papua_Ajarkan Bikin Foto Mahal tanpa ke Studio. Jawa Pos. 17 Juni 2021. Hal. 13,19. FPD

Tim dosen Prodi Fashion Product Design & Business Universitas Ciputra punya agenda blusukan untuk mengajar.  Tak hanya di Pulau Jawa, tapi kini mereka juga menginjakkan kaki di Papua.  Misinya adalah untuk mengajak UMKM hidup di tengah pandemi.

HAMPIR 24 jam perjalanan dicapai Fabio Ricardo Toreh dan Yoanita Tahalele dari Surabaya ke Biak, Papua.  Perjalanan di tengah pandemi membuat pesawat menuju Biak harus berhenti di dua kota lainnya, Jakarta dan Makassar.  Kunjungan tersebut bisa dibilang nekat.

“Memang orang Surabaya sih ya, jadi kami beneran di bilang bondo nekat alias bonek karena mau datang ke sana,” ucap Ita, sapaan Yoanita.

Pujian bonek itu muncul dari Pemda Biak.  Konon permintaan kerja sama dengan pihak lain banyak dihelat secara berani. Hanya mereka yang berani datang langsung untuk mengajar.

Ita dan Fabio punya misi memperkenalkan bisnis berani kepada perempuan di Biak.  Banyak ibu sejak pandemi terjadi.  Kegiatan mereka akhirnya terbatas dan produk  mereka kehilangan penghasilan,” ucap Fabio. meski masih secara berani. setidaknya ada 30 peserta yang ikut mereka dan ibu yang kehilangan pendapatan mereka tak bisa terjual. “Karena semua jual secara offline, Melalui blusukan itu, harapannya  mereka bisa kembali.

“Terharu, sampai sekarang mereka semua aktif. Belum ada yang protol,” tutur  Ita.

Meski sudah bertahun-tahun memiliki ketplace atau media sosial untuk berjualan.  Ada sih yang doyan Facebookan, tapi tahu Tokopedia atau Instagram,” ucap salah seorang peserta. Saat dia mulai Instagram utama, anaknya sontak menggoda. “Akhirnya  ponsel, peserta belum mengetahui pemasaran iseng utama.

“Saya sering diolokinanaksaya, mamamana Ita dan Fabio berangkat dari penjelasan peserta benar-benar tak terbayangkan seperti apa jual beli online. Dilanjutkan bagaimana mengelolanya, tombol apa yang harus ditekan, dan apa saja yangharus dilakukan sehari-hari.        Sedetail itu mereka tahu teknologi juga nihh  , mama,” katanya.  sederhana soal berjualan secara online.  harus mendampingi ibu-ibu di Biak.

Salah satu momen yang menantang adalah menciptakan foto produkterbaik.  Sebelumnya, mereka hanya asal memfoto produk yang .  Kadang-kadang latar belakang dapur yang masih berantakan.  Produknya jadi tidak mencolok.  Padahal, semakin menarik foto, calon pembeli semakin yakin.  “Kami harus pakai bahan minimalis yang gampang. Pakai kardus bekas saja,” ucap Fabio.  Kardus tersebut disulap jadi studio mini dengan dilapisi kertas manila polos.  Voila!  Produk yang diletakkan di tengah kardus itu jadi tampak menarik sekali di kamera.

“Kita juga belajar menggunakan ponsel mereka. Karena itu alat yang bakal dipakai peserta seterusnya kan,” sambung pria asal Surabaya itu.  Trik menghilangkan bayangan, penerangan dengan lampu, serta penataan produk dalam satu kali pertemuan.  Peserta jadi pencapaian sendiri.  Ternyata, membuat foto bagus tidak perlu sewa fotografer mahal, nih bagaimana biar rapi dengan aksesoris,” ucapita. Sentuhan bunga-bungaan dijadikan sebagai aksesoris simpel. Gunakan saja apa perlu beli hiasan ini-itu aplikasi untuk foto. produk pas yang dipakai jadi profil Wa ucap Kaprodi Fashion Product Design & Business UC tersebut. Tak hanya pelatihan, bertemu juga dengan peserta hingga akhir tahun. di rumah sendiri juga bisa.

“Ada produk cobek.  Kita belajar menata pun yang ada di sekitar sebagai aksen.  Tak “Bahkan saking happynya, banyak foto Marini Yunita, koordinator program, mengatakan bahwa kunjungan ke Biak menjadi pengalaman yang paling berkesan.” Selama ini masih di Jawa.  Begitu ada tawaran ke  Pendampingan dilakukan untuk melihat efektifitas bisnis online dengan masuk peserta di tengah pandemi. (*/c6/  git)

 

Sumber: Jawa Pos. 17 Juni 2021. Hal. 13,19.

Karya Fashion APD untuk Masa Pandemi. Jawa Pos. 17 Juni 2021. Hal.20. FPD

Pakai Kain Antimicrobial dan Water Repellent busana belas dengan konsep alat pelindung diri (APD) ditampilkan di UC Tower Senin (14/6).  Karya fashion tersebut adalah proyek mahasiswa Fashion Product Design Universitas Ciputra (UC) 2017-2018 bersama PT Dengan kain-kain yang SURABAYA, Jawa Pos Lima Gistex pada awal tahun ini.  antimikroba dan anti air, mereka ditantang untuk membuat busana yang bisa dipakai sehari-hari pada masa pandemi.

Kepala Lab Fashion Product Design and Business UC Fabio Ricardo Toreh yang digunakan tersebut menjelaskan bahwa kain-kain memang khusus.  Dari situ, konsep fesyen yang mereka angkat adalah pakaian sederhana setelah pandemi.  “Jadi, kita bikin fashion yang nyaman dan aman dipakai di masa seperti sekarang” jelasnya.

Yang menjadi tantangan, kain yang diberikan adalan kain polos putih tanpa motif busananya, tapi juga apa pun.  “Jadi, di sini tidak hanya mendesain motifnya,” sambungnya.

Fabio menjelaskan bahwa kebanyakan motif dibuat dengan pencetakan digital.  Namun, ada juga yang ingin mengaplikasikan teknik tie-dye dan sibori pada kain tersebut.  “Tapi, karena kainnya anti air, teknik ini nggak bisa langsung di-aplikasikan,” ceritanya.  Akhirnya diakali dengan mengaplikasikan teknik tersebut di kain lain,kemudian difoto, baru di print di kain tersebut.  Selain itu, Fabio bercenita bahwa motif-motif lain juga dibuat dari wajah-wajah kartun si pembuat atau teman mereka.  “Ada juga yang pakai quotes. Motif kartun dari benda-benda khas pandemi kayak hand sanitizer juga ada,” tambahnya.

Desainnya fokus padamodel loose fit agar lebih nyaman dipakai sehari-hari meski di rumah sekalipun.  “Tapi, ada tambahan detail-detail formalnya juga. Jadi, kalau sewaktu-waktu dipakai Zoom, bisa terlihat formal,” sambungnya.  Misalnya, penambahan kerah tangan.  Ke depan, dari karya-karya itu, akan dipilih PT tersebut yang kemudian diproduksi dan dipasarkan ke luar negeri.  (ama/c7/tia)

Sumber: Jawa Pos. 17 Juni 2021. Hal.20.

Unik, Mahasiswa UC Ubah APD Jadi Busana New ormal Pasca Covid-19. 14 Juni 2021. m.bacasaja.id

https://m.bacasaja.id/baca-4845-unik-mahasiswa-uc-ubah-apd-jadi-busana-new-normal-pasca-covid19

BACASAJA.ID – Meskipun masih pandemi Covid – 19, tapi ingin tetap tampil fashionable? Mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Kota Surabaya menciptakan busana yang memiliki bahan dasar dari alat pelindung diri (APD).

Para mahasiswa ini berasal dari jurusan Fashion Product Desain angkatan 2017-2018, dalam rancangan konsep Real Client Project yang berkolaborasi dengan PT Gistex.

Mereka kemudiam menghasilkan koleksi busana New Normal pasca Covid-19 yang mengedepankan sisi dan fungsi perlindungan diri.

Tak hanya itu, mereka juga menggunakan bahan anti mikroba dan anti air dengan pilihan warna cerah dreamy, pola fantasi, dan pola tropis.

“Sebanyak 15 look atau busana dibuat oleh para mahasiswa atau desainer muda dari UC,” terang Public Relation UC, Erlita Tantri, Senin 14 Juni 2021.

Busana ini, kata Erlita adalah salah satu tantangan untuk menjawab rasa kekhawatiran masyarakat dimasa pandemi Covid – 19.

“Fashionabel dengan menjawab kebutuhan pasar dimasa Covid – 19,” ucapnya.

Nantinya busana yang telah dirancang oleh para mahasiswa ini akan dipasarkan dengan sistemn tertentu, khususnya untuk menjawab pasar internasional.

“Mungkin akan dibisnikan dengan ketentuan dan cara dari mahasiswa, karena pasar kita untuk menuju internasional,” tandas Erlita.

Dari rancangan busana ini, sebanyak 15 busana telah ditampilkan dalam ajang fashion show dilingkungan UC, pada acara peresmian UC Tower, Senin 14 Juni 2021. (byta)

Universitas Ciputra Gandeng Kerjasama dengan Metrodata Academy. 14 Juni 2021. m.bacasaja.id

https://m.bacasaja.id/baca-4839-universitas-ciputra-gandeng-kerjasama-dengan-metrodata-academy

BACASAJA.ID – Demi menjawab tantangan dunia industri digital di Indonesia, Universitas Ciputra (UC) Kota Surabaya mengandeng salah satu perusahan besar, yakni Metrodata Academy.

Hal ini dilakukan untuk mengembangkan hasil riset dari para tenaga pengajar UC agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sebelumnya, acara dimulai dengan Pelantikan Rektor bererta Jajarannya. Ir. Yohannes Somawiharja, M.Sc. kembali dilantik menjadi Rektor Universitas Ciputra untuk masa jabatan 2021-2025.

Yohannes memaparkan bahwa periode ini akan didampingi tiga (3) wakil rektor, yaitu: Prof. Dr. Ch. Whidya Utami, SE., M.M., CPMA sebagai Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Laij Victor Effendi, S.E., M.M., CMA sebagai Wakil Rektor 2 – Bidang Operasional, dan Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A., Ph.D., Psikolog. sebagai Wakil Rektor 3 – Bidang Kemahasiswaaan dan Pengembangan.

Pelantikan Rektor oleh Executive Board Yayasan Ciputra Pendidikan dihadiri oleh Ketua Senat dan Ketua LLDikti Wilayah VII pelantikan yang bertempat di Dian Auditorium Universitas Ciputra.

Dalam pidatonya, Yohannes memaparkan program yang akan dilaksanakan semasa masa jabatannya 4 tahun kedepan, diantaranya adalah membuka kesempatan partnership yang lebih luas dengan stakeholder baik Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri, Industri, Non-Governmental Organitation, Organisasi profesi.

Hal ini merupakan upaya dalam merespon kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Milestone Universitas menjadi Leading University Toward International Recognition.

Setelah dilantik, Yohannes langsung melaksanakan UC Metrodata Academy Soft Launching dilanjutkan dengan UC Tower Launching.

Yohannes menjelaskan, bahwa Universitas Ciputra Surabaya adalah kampus swasta pertama Surabaya yang mendapat kepercayaan dari P.T. Metrodata Electronics, Tbk.

“Kerjasama ini akan membuka lebar peluang bagi mahasiswa, lulusan, maupun masyarakat umum yang ingin ber-intrapreneur dalam bidang teknologi,” terang Yohannes.

Yohanes juga mengatakan, bahwa nantinya peserta akan dibimbing dalam pengembangan aplikasi secara professional berkelas dunia.

“Bahkan dengan kerjasama ini peluang bergabung dengan perusahaan besar seperti IBM, Microsoft dan Oracle akan terbuka lebar,” imbunya.

Sementara itu, untuk soft-launching hasil kolaborasi ini juga dihadiri langsung oleh Marlina Je S.Kom MM selaku Head Of Metrodata Academy.

“Semoga kita dapat berkolaborasi lebih lanjut dan lebih fokus pada edukasi untuk generasi calon penerus bangsa,” Marlina Je

Tidak hanya memperluas kerjasama, Universitas Ciputra Surabaya juga menambah fasilitas baru bagi mahasiswa sebagai sarana tercapainya tujuan belajar.

Salah satunya UC Tower, yaknk bangunan dengan total 24 lantai yang terdiri kelas, ruang kolaborasi, simulasi bisnis, laboratorium, studio, theater, student lounge, dan business incubator.

Kemudian ruang unit kegiatan mahasiswa, area parkir, lapangan basket indoor sekaligus Multi Purpose Hall untuk event berkapasitas 1.000 orang

Pembangunan UC Tower ini merupakan harapan dari realiasasi progam-program dan fasilitas modern, agar mahasiswa dapat belajar dengan nyaman dan mencapai capaian pembelajaran maksimal. (byta)

Yohannes Somawiharja Kembali Dilantik Jadi Rektor Universitas Ciputra. 14 Juni 2021. medcom.id

https://www.medcom.id/pendidikan/berita-kampus/zNApxMAK-yohannes-somawiharja-kembali-dilantik-jadi-rektor-universitas-ciputra

Citra Larasati • 14 Juni 2021 12:37

Surabaya:  Universitas Ciputra Surabaya melantik rektor berserta jajarannya hari ini, Senin, 14 Juni 2021. Ir. Yohannes Somawiharja, M.Sc. kembali dilantik menjadi Rektor Universitas Ciputra untuk masa jabatan 2021-2025.

Yohannes memaparkan bahwa periode ini ia akan didampingi tiga wakil rektor yaitu Prof. Dr. Ch. Whidya Utami, SE., M.M., CPMA (Wakil Rektor 1- Bidang Akademik), Laij Victor Effendi, S.E., M.M., CMA (Wakil Rektor 2 – Bidang Operasional), Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A., Ph.D., Psikolog (Wakil Rektor 3 – Bidang Kemahasiswaaan dan Pengembangan).

Pelantikan Rektor dilakukan oleh Executive Board Yayasan Ciputra Pendidikan dihadiri oleh Ketua Senat dan Ketua LLDikti Wilayah VII pelantikan yang bertempat di Dian Auditorium Universitas Ciputra. Di dalam pidato perdananya, Yohannes memaparkan program yang akan dilaksanakan semasa masa jabatannya empat tahun ke depan.

Di antaranya adalah membuka kesempatan partnership yang lebih luas dengan pemangku kepentingan, baik Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri, Industri, Non-Governmental Organitation, Organisasi profesi. Hal ini merupakan upaya dalam merespons kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Milestone Universitas menjadi Leading University Toward International Recognition.

Gedung Baru

Setelah dilantik Yohannes langsung meluncurkan UC Metrodata Academy dilanjutkan dengan UC Tower Launching. Yohannes menjelaskan bahwa Universitas Ciputra Surabaya adalah kampus swasta pertama Surabaya yang mendapat kepercayaan dari P.T. Metrodata Electronics, Tbk.

“Kerja sama ini akan membuka lebar peluang bagi mahasiswa, lulusan, maupun masyarakat umum yang ingin ber-intrapreneur dalam bidang teknologi,” terang Yohannes.

Nantinya peserta akan dibimbing dalam pengembangan aplikasi secara profesional berkelas dunia. “Bahkan dengan kerja sama ini peluang bergabung dengan perusahaan besar seperti IBM, Microsoft dan Oracle akan terbuka lebar,” imbuhnya.

Untuk soft-launching ini akan dihadiri langsung oleh Marlina, Head Of Metrodata Academy. Tidak hanya memperluas kerja sama, Universitas Ciputra Surabaya juga menambah fasilitas baru bagi mahasiswa sebagai sarana tercapainya tujuan belajar.

“UC Tower yang hari ini akan diluncurkan ini dibangung total sebanyak 24 lantai yang terdiri kelas, ruang kolaborasi, simulasi bisnis, laboratorium, studio, theater, student lounge, business incubator, ruang unit kegiatan mahasiswa, area parkir, lapangan basket indoor sekaligus Multi Purpose Hall untuk event berkapasitas 1000 orang.

Victor Effendi, Wakil Rektor Bidang Operasional mengatakan, pihaknya menghadirkan juga karya dan prestasi mahasiswa seperti karya mahasiswa Fashion Produk Design yang akan dipamerkan dalam kemasan fashion show juga pameran produk mahasiswa di lantai 14 sampai 18.

Rektor berharap dengan progam-program dan fasilitas modern ini, mahasiswa dapat belajar dengan nyaman dan meraih capaian pembelajaran maksimal.

Rektor Baru UC, Tambah Fasilitas Belajar agar Mahasiswa Capai Pembelajaran Maksimal. 14 Juni 2021. suarasurabaya.net

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/rektor-baru-uc-tambah-fasilitas-belajar-agar-mahasiswa-capai-pembelajaran-maksimal/

Ir. Yohannes Somawiharja, M.Sc., Senin (14/6/2021) kembali dilantik menjadi Rektor Universitas Ciputra (UC) Surabaya untuk masa jabatan 2021-2025. Yohannes memaparkan bahwa periode ini akan didampingi tiga wakil rektor yaitu: Prof. Dr. Ch. Whidya Utami, SE., M.M., CPMA sebagai Wakil Rektor 1- Bidang Akademik; Laij Victor Effendi, S.E., M.M., CMA sebagai Wakil Rektor 2 – Bidang Operasional serta Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A., Ph.D., Psikolog sebagai Wakil Rektor 3 – Bidang Kemahasiswaaan dan Pengembangan Universitas Ciputra.

Dalam sambutannya Yohannes memaparkan program yang akan dilaksanakan semasa masa jabatannya 4 tahun kedepan, diantaranya adalah membuka kesempatan partnership yang lebih luas dengan stakeholder baik Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri, Industri, Non-Governmental Organitation, serta Organisasi profesi. Hal ini merupakan upaya dalam merespon kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Milestone Universitas menjadi Leading University Toward International Recognition. Usai dilantik Yohannes langsung meresmikan UC Metrodata Academy Soft Launching dilanjutkan dengan UC Tower Launching.

Yohannes menjelaskan bahwa Universitas Ciputra Surabaya adalah kampus swasta pertama Surabaya yang mendapat kepercayaan dari P.T. Metrodata Electronics, Tbk. “Kerjasama ini akan membuka lebar peluang bagi mahasiswa, lulusan, maupun masyarakat umum yang ingin ber-intrapreneur dalam bidang teknologi,” terang Yohannes.

“Peserta akan dibimbing dalam pengembangan aplikasi secara profesional berkelas dunia. Bahkan dengan kerjasama ini peluang bergabung dengan perusahaan besar seperti IBM, Microsoft dan Oracle akan terbuka lebar,” katanya. Untuk soft-launching ini dihadiri langsung Marlina Je S.Kom MM – Head Of Metrodata Academy.

Tidak hanya memerluas kerjasama, Universitas Ciputra Surabaya juga menambah fasilitas baru bagi mahasiswa sebagai sarana tercapainya tujuan belajar. “UC Tower yang hari ini akan di launching, dibangun total sebanyak 24 lantai yang terdiri kelas, ruang kolaborasi, simulasi bisnis, laboratorium, studio, theater, student lounge, business incubator, ruang unit kegiatan mahasiswa, area parkir, lapangan basket indoor sekaligus Multi Purpose Hall untuk event berkapasitas 1000 orang,” papar Victor Wakil Rektor Bidang Operasional.

“Kami hadirkan juga karya dan prestasi mahasiswa seperti karya mahasiswa Fashion Produk Design akan dipamerkan dalam kemasan fashion show juga pameran produk mahasiswa di lantai 14 sampai 18,” pungkas Yohannes. Rektor berharap dengan progam-program dan fasilitas modern ini, mahasiswa dapat belajar dengan nyaman sehingga mampu mencapai pembelajaran maksimal.(tok/frh/ipg)

Universitas Ciputra Launching UC Tower dengan Fasilitas Berstandar Internasional. 14 Juni 2021. timesindonesia.co.id

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/352633/universitas-ciputra-launching-uc-tower-dengan-fasilitas-berstandar-internasional

TIMESINDONESIA, SURABAYAUniversitas Ciputra Surabaya pada Senin (14/6/2021) melaunching UC tower untuk menambah dan melengkapi fasilitas pembelajaran demi menambah prestasi dan semakin mengasah enterpreneurship di kampus tersebut.

UC Tower tersebut didesain dengan fasilitas internasional yang lengkap dan sangat instagramable. Fasilitas di UC tower juga menunjang untuk perkembangan studi karena dibekali dengan teknologi terkini untuk semakin menunjang pembelajaran.

UC tower tediri dari 24 lantai di mana di setiap lantai ada beberapa fakultas. Salah satunya di lantai 18 ada Prodi Fashion Design.

Jajaran-rektorat-saat-launching-UC-Tower-di-Universitas-Ciputra-Surabaya-2.jpg

Di tower ini ada kelas, ruang kolaborasi, simulasi bisnis, laboratorium, studio, theater, student lounge, business incubator, ruang unit kegiatan mahasiswa, area parkir, lapangan basket indoor sekaligus Multi Purpose Hall untuk event berkapasitas 1000 orang.

Beberapa lantai di UC tower ini digunakan khusus untuk mengasah mahasiswa agar menjadi enterpreneur yang sekaligus dapat mengembangkan bakat dan meningkatkan ekonomi.

Acara launching tower tersebut dibuka oleh Tari Remo dan dilanjutkan dengan fashion show. Semua acara diisi beberapa UKM sementara fashion show menampilkan hasil mahakarya mahasiswa yang berkolaborasi dengan PT. Gistex.

Jajaran-rektorat-saat-launching-UC-Tower-di-Universitas-Ciputra-Surabaya-3.jpg