Teknologi Pangan dalam Drakor.www.timesindonesia.co.id. 4 Februari 2021. Ika Yohanna P. FTP

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/325608/teknologi-pangan-dalam-drakor

Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Siapa yang tidak tahu K-POP? Siapa yang tidak suka drakor? Menonton drakor dan K-POP menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat ini untuk hiburan di masa-masa (pandemic Covid-19) saat ini karena masyarakat sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah.

Belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan mencari hiburan dari rumah. Wajah tampan para aktor dan aktris korea ini sangat menarik untuk dilihat selama berjam-jam dan alur cerita yang menarik serta membuat emosi naik turun serta kisah romantis yang membuat penonton berhalu ria ini menjadi daya tarik dari drakor sehingga peminatnya semakin bertambah dari hari ke hari.

Namun pernah kah kita amati lagi bahwa dari drakor yang ada bahwa ada banyak hal-hal menarik selain wajah tampan dan kisah romantisme mereka yang bisa kita pelajari dan tiru. Sebagai orang Teknologi Pangan, saya justru lebih sering mengamati makanan apa yang ada di drakor dan ternyata ada hal menarik yang bisa kita tiru yaitu kemajuan teknologi dalam pengolahan pangan mereka.

Pernahkah kita amati bahwa orang-orang korea tersebut sering sekali menikmati makan malam mereka dengan nasi instan? Ya, nasi yang sudah diolah dan dikemas sehingga saat akan dimakan hanya cukup dipanaskan dalam waktu singkat.

Ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi produsen makanan dan minuman karena walaupun kebanyakan masyarakat sekarang bekerja dari rumah namun tidak sedikit juga yang mendapatkan pekerjaan tambahan dari rumah seperti mengajari anak-anak dalam pembelajaran online.

Sehingga jika ada produk nasi instan di Indonesia pasti akan sangat membantu Ibu-Ibu yang sangat sibuk dan para pekerja yang tidak memiliki waktu untuk memasak. Selain itu prosuk nasi instan biasanya di proses di pabrik dan dengan pengawasan mutu yang ketat sesuai prosedur GMP (Good Manufacturing Practice) sehingga dari segi keamanan pangan lebih terpercaya daripada kita membeli nasi di warung terutama di kondisi saat ini. Bahkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Ali dkk. (2012), menyatakan bahwa konsumen mampu menerima rasa dan nilai kesukaan dalam sensoris nasi instant sama dengan nasi yang dimasak biasa.

Saya juga menemukan mereka memiliki bawang putih cincang yang dibekukan (frozen minced garlic) sehingga saat akan memasak cukup mengambil dari persediaan bawang putih cincang tersebut. Hal ini sangat menghemat waktu dan membantu kita untuk mengurangi frekuensi kita ke pasar dan bertemu banyak orang bukan? Saat ini di supermarket di Indonesia memang sudah banyak produk bawang putih bubuk yang bisa kita temukan akan tetapi dari segi rasa dan aroma masih lebih baik produk frozen minced garlic ini karena bawang putih diolah dan disimpan di suhu rendah (beku) sehingga dari segi rasa dan aroma lebih dapat dipertahankan dibandingkan dengan produk bawang putih bubuk yang diproses dengan suhu tinggi (panas).

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Ratti dkk. (2007), yang menyebutkan bahwa semakin tinggi suhu pemanasan pada bawang putih maka kehilangan allicin semakin tinggi dan kandungan allicin pada bawang putih lebih baik yang melalui proses freeze-drying.

Lalu kalau kita penonton setia drakor juga pasti tidak asing dengan kimchi. Sayuran fermentasi yang satu ini memang tidak bisa dipisahkan dari budaya kuliner orang korea. Yang menarik adalah kimchi yang biasanya dibuat dengan bahan dasar sawi putih ini merupakan produk pangan fermentasi sehingga memiliki umur simpan yang lebih lama dan sudah banyak juga diolah menjadi kimchi instant yang praktis sehingga bisa dikonsumsi kapan saja dan dimana saja.

Hal ini juga bisa kita tiru dengan menambah variasi makanan fermentasi di Indonesia sehingga lebih awet saat disimpan. Selain itu produk makanan fermentasi ini juga memiliki manfaat yang lebih bagi kesehatan karena sudah mengalami fermentasi sehingga terdapat mikroba/bakteri baik untuk sistem pencernaan dan makanan jenis ini juga mengandung probiotik, vitamin dan serat yang baik untuk menjaga kesehatan. Informasi ini sesuai dengan hasil penelitian dari Kon-Young Park dkk. (2014), yang menyebutkan dalam kimchi terdapat BAL (Bakteri Asam Laktat) yang memberikan manfaat Kesehatan sama dengan yoghurt sebagai makanan probiotik.

Manfaat Kesehatan dari makanan probiotik ini termasuk antikanker, antiobesitas, antikonstipasi, penurunan kadar kolesterol, antipenuaan, peningkatan kesehatan kulit dan kekebalan tubuh.

Masih banyak lagi produk-produk pangan yang bisa kita olah menggunakan teknologi pengeringan, pembekuan, dan atau enkapsulasi agar kualitas produk tetap terjaga namun menjadi lebih mudah saat akan dikonsumsi. Yang menjadi PR (tugas rumah) terutama di Indonesia adalah mengubah mindset masyarakat yang memandang makanan instant selalu berdampak buruk bagi kesehatan sehingga produk-produk ini dihindari.

Padahal tidak semua seperti itu dan belum tentu yang instant ini kualitasnya lebih rendah daripada yang tidak instan karena jika diamati lebih mendalam banyak produk olahan pangan yang justru sudah difortifikasi sehingga kandungan gizi di dalamnya lebih baik daripada yang diolah sendiri di rumah.

***

*)Oleh: Ika Yohanna Pratiwi, Dosen Teknologi Pangan Universitas Ciputra Surabaya.

Kuliner Nusantara Warisan Kerajaan Raksasa. www.timesindonesia.co.id. 4 Februari 2021. Ricky Evan J. T.FTP

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/325610/kuliner-nusantara-warisan-kerajaan-raksasa

Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kerajaan Majapahit merupakan sebuah kerajaan maritim yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Puncak kejayaannya berlangsung pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Saat itu, Majapahit menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah luas di Nusantara.

 

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia (Sukarno dkk, 2014). Walaupun saat ini telah runtuh dan tidak ada lagi, cukup banyak harta warisan peninggalan kerajaan besar ini yang masih dapat kita temui hingga sekarang, salah satunya adalah warisan kulinernya.

Mungkin beberapa dari Anda mengetahui makanan ini tetapi belum menyadari bahwa WajikTumpengWader gorengGudeg, dan Jukut Harsyan merupakan makanan populer peninggalan Kerajaan Majapahit. Prof. Ir. Hari Purnomo, M.App.Sc., Ph.D., Guru Besar Teknologi Pangan Universitas Ciputra Surabaya, telah mengulas makanan-makanan tersebut pada Webinar Past or Present: Thy Food, Thy Identity pada Bulan November 2020 yang lalu.

1. Jukut Harsyan

Merupakan sup yang berbahan daging bebek dan batang muda pohon pisang yang memiliki citarasa pedas. Jukut harsyan dibuat dengan berbagai macam rempah yang kaya akan aroma seperti kencur, lengkuas, kunyit, dan kemenyan yang ditambahkan dengan cara ditabur untuk meningkatkan rasa dan aroma makanan ini. Jukut harsyan memang mengandung kolesterol tinggi yang bersumber dari potongan daging bebek yang digunakan.

Namun, kombinasi batang muda pisang dan rempah yang digunakan dapat menurunkan penyerapan kolesterol makanan tersebut oleh tubuh. Saat ini terdapat beberapa resep jukut yang dimodifikasi, misalnya di Pulau Bali makanan ini dibuat dari batang muda pisang dengan daging babi atau ayam. Sedangkan di Nusa Tenggara Barat, makanan ini sebagian besar menggunakan daging ayam (Kandoq kelaq ares). Demikian pula dengan di Tana Toraja, Sulawesi (Pa’piong Bura = sop ayam dengan batang muda pisang).

2. Wader Goreng

Makanan yang merupakan salah satu peninggalan kerajaan Majapahit ini banyak sekali ditemukan di kabupaten Mojokerto yang dulunya merupakan pusat kerajaan Majapahit. Anda dapat menikmati hidangan lezat ini di kecamatan Trowulan dengan harga yang relatif murah dan tidak menguras kantong pastinya.

Wader goreng / ikan rasbora perak biasa disajikan di atas lempengan tanah liat (cobek) yang di beri alas dengan daun pisang dan diberi taburan cabai merah parut, juga dikonsumsi dengan bawang merah, bawang putih, cabai, tomat dan saus jeruk nipis. Wader goreng ini juga dikonsumsi bersama dengan mentimun segar, kubis dan daun kemangi (lalapan).

Ikan wader sendiri merupakan sejenis ikan tawar dengan nama latin (Rasbora argyrotaenia) yang memiliki kandungan air sebanyak 70,8% , kandungan protein sebesar 19,88%, lemak sebesar 2,58%, karbohidrat sebesar 1,67%, abu sebesar 4,87%, dan terdapat asam amino berupa lisin, leusin, dan prolin.

3. Gudeg

Apakah yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar kuliner di Yogjakarta? Pasti langsung terlintas kata ‘Gudeg’ yang merupakan hidangan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda dengan citarasa manis dan gurih. Gudeg diolah dari nangka muda mentah yang direbus selama beberapa jam dengan gula aren dan santan.

Gudeg dibumbui dengan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, biji ketumbar, lengkuas, dan pada akhirnya daun jati ditambahkan untuk memberi warna coklat kemerahan pada masakan. Gudeg biasanya disajikan dengan lauk pauk yang beraneka ragam seperti sambal goreng krecek (kulit sapi segar yang digoreng dengan cabai dan kacang tanah), opor ayam (sejenis kari ayam yang disiram santan), telur pindang (telur rebus berbumbu), dan tahu atau tempe bacem (tahu kukus manis atau bungkil kedelai).

Setiap 100 gram Gudeg mengandung kalori terkandung sebesar 127 kkal, karbohidrat sebesar 22,54 gram, lemak total sebesar 4,71 gram, dan hebatnya Gudeg ini tidak memiliki kandungan kolesterol di dalamnya. Seiring berjalannya perkembangan teknologi pengolahan makanan, gudeg dapat ditemukan dalam kemasan besek (kotak bambu), kendil (pot tanah liat), dan kaleng. Gudeg kaleng ini memiliki umur simpan hingga satu tahun.

4. Tumpeng

Siapa sih orang Indonesia yang tidak mengenali makanan yang satu ini? Semua pasti tahu kan makanan unik yang terbuat dari nasi kuning (nasi yang dimasak dengan kunyit dan bumbu), nasi uduk (nasi yang dimasak dengan santan dan bumbu-bumbu), atau nasi putih yang dicetak dengan bentuk kerucut dengan ujung yang lancip.

Hidangan ini biasa disajikan dengan lauk sayuran dan daging yang berasal dari masakan Jawa Indonesia, pada upacara selamatan yang sangat sering digelar di Pulau Jawa untuk mengucap syukur, seringnya tumpeng ini dibuat dari nasi kuning yang diwarnai dengan ekstrak kunyit dan dibuat dengan wadah anyaman bambu berbentuk kerucut. Dalam satu penyajian tumpeng nasi kuning komplit, kalorinya sebesar 630 kkal. Cukup tinggi bukan?

5. Wajik

Kue ‘basah’ dengan rasa manis dan aroma gula aren yang dipotong berbentuk berlian dan diberi nama “Wajik” ini juga termasuk makanan warisan kerajaan Majapahit. Makanan tradisional ini dibuat dengan ketan yang kukus dan selanjutnya dimasak dengan gula aren, santan, dan daun pandan untuk memberi aroma wangi dan warna hijau yang memikat sebelum dipotong menjadi bentuk berlian.

Ketan yang sudah matang tersebut kemudian diratakan dalam loyang, kemudian setelah suhunya turun menjadi suhu kamar, kue wajik dipotong kecil-kecil dalam bentuk berlian (belah ketupat atau jajaran genjang tepatnya secara geometris). Terdapat kalori sebesar 63 kkal dalam sepotong kue wajik dengan berat 33,3g. Kue wajik ini juga mengandung 4% lemak, 6% protein, dan 90% karbohidrat yang bersumber dari ketan yang merupakan salah satu sumber karbohidrat pangan (Muchtadi M. S., 2019).

Dari kelima makanan diatas, makanan apa yang telah Anda coba sebelumnya? Kita pastinya bangga dong dengan kuliner nusantara yang diwariskan sejak kerajaan Majapahit dan makanan itu masih sangat mudah untuk ditemukan di era modern ini. Berkat perkembangan teknologi pengolahan makanan, kelima contoh makanan warisan kerajaan Majapahit tetap terjaga kelestariannya.

Gudeg yang dikalengkan adalah salah satu contohnya, dengan cara ini gudeg dapat bertahan selama berbulan-bulan bahkan satu tahun lho. Kekreatifan rakyat Indonesia dalam mengolah dan memodifikasi makanan tersebut juga patut diacungi jempol.

Tumpeng yang dulunya hanya berbentuk kerucut polos, sekarang ada yang dibentuk bertingkat bahkan tumpeng kekinian pada era ini ada yang berwarna ungu karena terbuat dari nasi yang diwarnai dengan ubi ungu. Sayangnya beberapa rakyat Indonesia saat ini belum dapat memaksimalkan teknologi pengolahan makanan tersebut.

Bayangkan jika cara pengolahan dan pengemasan makanan ini telah maksimal, kelima contoh makanan ini pasti dapat diekspor ke luar negeri dan semakin populer.

***

*)Oleh: Ricky Evan Julian, Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Ciputra Surabaya.

Sustainability and Charity Event Ali Charisma. warnaplus.com. 18 Febuari 2021. FPD

https://www.warnaplus.com/archives/23376

warnaplus.com – Industri fashion dan tekstil merupakan waste contributor terbesar kedua di dunia dengan volume yang terus meningkat. Hal ini dikarenakan oleh perubahan fashion trend yang sangat cepat, kuantitas produksi yang tinggi dan harga produk yang rendah sehingga mendorong peningkatan konsumsi masyarakat akan produk fashion yang tidak berkelanjutan yang memberi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Program studi Desain Produk dan Bisnis Fesyen Universitas Ciputra Surabaya berkomitmen dalam mendukung gerakan sustainable fashion melalui memberikan edukasi terkait konsep dan praktik sustainable fashion kepada generasi muda untuk masa depan bumi dan umat manusia yang lebih baik untuk generasi-generasi mendatang.

Program studi Desain Produk dan Bisnis Fesyen Universitas Ciputra Surabaya mempersembahkan video konsep bertemakan “ECOCREATE” yang menampilkan video dan karya desain produk fashion yang mengangkat isu-isu dan menampilkan ide-ide baru mengenai sustainable fashion. Melalui karya dan video tersebut, diharapkan kesadaran dan wawasan masyarakat mengenai fashion sustainability sehingga dapat bersama-sama ikut berperan serta dan berkontribusi dalam mempraktekkan konsep sustainable fashion.

Video pembuka yang ditampilkan dibuka oleh paparan dari Melinda Caroline mengenai permasalahan dan isu terkait waste yang dihasilkan oleh industri fashion dan tekstil. Generasi muda dapat menjadi pelopor praktik sustainable fashion. Masa pakai produk dapat menjadi lebih panjang dengan perubahan sikap dan perilaku terhadap produk fashion. Video ini diakhiri dengan ajakan yang ditujukan kepada generasi muda untuk bersama-sama melakukan perubahan di industri fashion dan mengurangi waste di landfill untuk kehidupan yang lebih baik.

Mahasiswa Program studi Desain Produk dan Bisnis Fesyen Universitas Ciputra Surabaya mengembangkan produk fashion yang menggunakan alternatif material dan teknik upcycling sebagai solusi untuk isu-isu dan dampak negatif dari industri fashion.

Konsep desain tas bertemakan “Polutanology” karya Maria Adeline berasal dari kata polutan (bahan yang menyebabkan pencemaran) dan technology. Konsep dari Polutanology adalah menggambarkan keadaan polusi udara di masa depan. Tidak banyaknya kesadaran dan tindakan menyebabkan polusi udara yang semakin parah. Kemajuan teknologi sudah tidak dapat membantu menangani polusi udara. Hal -hal tersebut dapat benar-benar terjadi apa bila manusia tetap tidak mengurangi dan menanggulangi segala hal yang menyebabkan polusi. Konsep Polutanology digambarkan melalui desain (motif, tekstur, warna) dan bahan pada koleksi tas ini. Motif yang digunakan, dihasilkan melalui percampuran warna putih dan hitam semi-transparan untuk menghasilkan ilusi seperti asap-asap. Kemudian penggunaan tekstur garis dengan kombinasi arah garis horizontal dan vertikal. Koleksi ini menghadirkan design yang simple, structured, dan dominasi warna hitam untuk menunjukkan kesan modern. Lalu elemen penting dari koleksi ini adalah bahan yang digunakan. Koleksi ini menggunakan bahan bioplastic, dengan bahan utama gelatin. Bioplastic sendiri merupakan salah satu alternatif pengganti plastik, memiliki sifat lebih ramah lingkungan dan mudah terurai sehingga tidak berdampak negatif bagi lingkungan. Pembuatan koleksi ini disertai dengan riset dan eksperimen yang mendalam untuk menghasilkan komposisi bahan dan bentuk tekstur yang
sesuai. Sisi depan dari tas ini menggunakan bioplastic dengan motif asap, adanya permainan tekstur, dan semi-transparan. Sedangkan untuk sisi samping, bawah, belakang, dan tutup pada tas tersebut menggunakan bioplastic berwarna hitam polos yang lebih pekat dan tidak memiliki tekstur. Bioplastic yang dihasilkan memiliki tampilan doff. Untuk tali menggunakan synthetic leather yang merupakan sisa produksi milik pribadi.

Koleksi berjudul “Forma Futura” yang berarti “shape of the future” dalam bahasa Spanyol, menggambarkan bagaimana produk fashion ke depannya akan terbuat dari daur ulang limbah untuk mengurangi dampak buruk lingkungan. Kantong plastik merupakan penyumbang limbah terbesar di Indonesia. Terbuat dari senyawa kimia polyethylene, kantong plastik tidak dapat diuraikan oleh tanah maupun air meskipun dalam jangka waktu yang lama. Jika dibiarkan maka kantong plastik dapat menjadi limbah yang menumpuk dan mencemari lingkungan. Melihat permasalahan tersebut, ada baiknya jika kantong plastik dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Dilihat dari sifatnya yang fleksibel, tahan air, dan tidak mudah rusak, kantong plastik sangat berpotensi untuk dirajut menggunakan teknik crochet dan menjadi bahan membuat fashion item untuk ke depannya. Bentuk clutch dipilih karena konstruksinya yang simple, ditambah dengan aksen bentuk lingkaran yang mudah dirajut. Paduan dua warna kuning, hitam, dan putih menambah nilai estetika dari clutch ini. Pada bagian handle depan, lingkaran crochet dirajut dengan dua warna untuk menghasilkan paduan yang unik, kemudian disatukan dengan jahitan dengan benang dari untaian kantong plastik. Pada bagian tali strap, lingkaran-lingkaran crochet disatukan dengan memanaskan untaian kantong plastik antar satu lingkaran dengan lingkaran lainnya membentuk satu kesatuan. Layaknya plastik, clutch ini sangat kuat dan dapat digunakan baik untuk aktivitas sehari-hari maupun acara tertentu.

Konsep desain tas pada koleksi berjudul “Croco Freaks” karya Elvira Angelica Manik dibuat dari bekas kemasan snack. Kemasan makanan instan yang di dalamnya terbuat dari aluminium foil dapat menjaga keawetan produk di dalamnya dan sebagai perlindungan dari sinar ultraviolet, di luarnya terdapat kandungan plastik guna menjaga kelembaban udara.
Struktur kemasan membawa mahasiswa kepada suatu eksperimen dengan beberapa proses pengubahan bentuk guna mengangkat keindahan warna metalic dari proses metanize serta memiliki fungsi selain menggunakan material bahan bungkus snack yang diolah bermotif menyerupai kulit croco. Tas didesain dengan aspek multi-styling di mana dapat digunakan dengan 3 style berbeda yaitu sling bag, clutch dan waist bag. Desain tas bewarna biru tua, bahannya ringan dan muat banyak barang, baik digunakan untuk occasion formal ataupun kegiatan sehari-hari. Perawatannya tidak sulit karena ini anti air jadi warna ataupun bahannya tidak luntur dan tembus air. Lalu untuk tali tas tersebut menggunakan material pvc bekas dan di buat secara hand-made dengan teknik kepang enam. (Icho)

Sustainability and Charity Event Ali Charisma. citayambersatu.com. 18 Febuari 2021. FPD

http://citayambersatu.com/sustainability-and-charity-event-ali-charisma-18-febuari-2021/

citayambersatu.com – Industri fashion dan tekstil merupakan waste contributor terbesar kedua di dunia dengan volume yang terus meningkat. Hal ini dikarenakan oleh perubahan fashion trend yang sangat cepat, kuantitas produksi yang tinggi dan harga produk yang rendah sehingga mendorong peningkatan konsumsi masyarakat akan produk fashion yang tidak berkelanjutan yang memberi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Program studi Desain Produk dan Bisnis Fesyen Universitas Ciputra Surabaya berkomitmen dalam mendukung gerakan sustainable fashion melalui memberikan edukasi terkait konsep dan praktik sustainable fashion kepada generasi muda untuk masa depan bumi dan umat manusia yang lebih baik untuk generasi-generasi mendatang.

Program studi Desain Produk dan Bisnis Fesyen Universitas Ciputra Surabaya mempersembahkan video konsep bertemakan “ECOCREATE” yang menampilkan video dan karya desain produk fashion yang mengangkat isu-isu dan menampilkan ide-ide baru mengenai sustainable fashion. Melalui karya dan video tersebut, diharapkan kesadaran dan wawasan masyarakat mengenai fashion sustainability sehingga dapat bersama-sama ikut berperan serta dan berkontribusi dalam mempraktekkan konsep sustainable fashion.

Video pembuka yang ditampilkan dibuka oleh paparan dari Melinda Caroline mengenai permasalahan dan isu terkait waste yang dihasilkan oleh industri fashion dan tekstil. Generasi muda dapat menjadi pelopor praktik sustainable fashion. Masa pakai produk dapat menjadi lebih panjang dengan perubahan sikap dan perilaku terhadap produk fashion. Video ini diakhiri dengan ajakan yang ditujukan kepada generasi muda untuk bersama-sama melakukan perubahan di industri fashion dan mengurangi waste di landfill untuk kehidupan yang lebih baik.

Mahasiswa Program studi Desain Produk dan Bisnis Fesyen Universitas Ciputra Surabaya mengembangkan produk fashion yang menggunakan alternatif material dan teknik upcycling sebagai solusi untuk isu-isu dan dampak negatif dari industri fashion.

Konsep desain tas bertemakan “Polutanology” karya Maria Adeline berasal dari kata polutan (bahan yang menyebabkan pencemaran) dan technology. Konsep dari Polutanology adalah menggambarkan keadaan polusi udara di masa depan. Tidak banyaknya kesadaran dan tindakan menyebabkan polusi udara yang semakin parah. Kemajuan teknologi sudah tidak dapat membantu menangani polusi udara. Hal -hal tersebut dapat benar-benar terjadi apa bila manusia tetap tidak mengurangi dan menanggulangi segala hal yang menyebabkan polusi. Konsep Polutanology digambarkan melalui desain (motif, tekstur, warna) dan bahan pada koleksi tas ini. Motif yang digunakan, dihasilkan melalui percampuran warna putih dan hitam semi-transparan untuk menghasilkan ilusi seperti asap-asap. Kemudian penggunaan tekstur garis dengan kombinasi arah garis horizontal dan vertikal. Koleksi ini menghadirkan design yang simple, structured, dan dominasi warna hitam untuk menunjukkan kesan modern. Lalu elemen penting dari koleksi ini adalah bahan yang digunakan. Koleksi ini menggunakan bahan bioplastic, dengan bahan utama gelatin. Bioplastic sendiri merupakan salah satu alternatif pengganti plastik, memiliki sifat lebih ramah lingkungan dan mudah terurai sehingga tidak berdampak negatif bagi lingkungan. Pembuatan koleksi ini disertai dengan riset dan eksperimen yang mendalam untuk menghasilkan komposisi bahan dan bentuk tekstur yang
sesuai. Sisi depan dari tas ini menggunakan bioplastic dengan motif asap, adanya permainan tekstur, dan semi-transparan. Sedangkan untuk sisi samping, bawah, belakang, dan tutup pada tas tersebut menggunakan bioplastic berwarna hitam polos yang lebih pekat dan tidak memiliki tekstur. Bioplastic yang dihasilkan memiliki tampilan doff. Untuk tali menggunakan synthetic leather yang merupakan sisa produksi milik pribadi.

Koleksi berjudul “Forma Futura” yang berarti “shape of the future” dalam bahasa Spanyol, menggambarkan bagaimana produk fashion ke depannya akan terbuat dari daur ulang limbah untuk mengurangi dampak buruk lingkungan. Kantong plastik merupakan penyumbang limbah terbesar di Indonesia. Terbuat dari senyawa kimia polyethylene, kantong plastik tidak dapat diuraikan oleh tanah maupun air meskipun dalam jangka waktu yang lama. Jika dibiarkan maka kantong plastik dapat menjadi limbah yang menumpuk dan mencemari lingkungan. Melihat permasalahan tersebut, ada baiknya jika kantong plastik dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Dilihat dari sifatnya yang fleksibel, tahan air, dan tidak mudah rusak, kantong plastik sangat berpotensi untuk dirajut menggunakan teknik crochet dan menjadi bahan membuat fashion item untuk ke depannya. Bentuk clutch dipilih karena konstruksinya yang simple, ditambah dengan aksen bentuk lingkaran yang mudah dirajut. Paduan dua warna kuning, hitam, dan putih menambah nilai estetika dari clutch ini. Pada bagian handle depan, lingkaran crochet dirajut dengan dua warna untuk menghasilkan paduan yang unik, kemudian disatukan dengan jahitan dengan benang dari untaian kantong plastik. Pada bagian tali strap, lingkaran-lingkaran crochet disatukan dengan memanaskan untaian kantong plastik antar satu lingkaran dengan lingkaran lainnya membentuk satu kesatuan. Layaknya plastik, clutch ini sangat kuat dan dapat digunakan baik untuk aktivitas sehari-hari maupun acara tertentu.

Konsep desain tas pada koleksi berjudul “Croco Freaks” karya Elvira Angelica Manik dibuat dari bekas kemasan snack. Kemasan makanan instan yang di dalamnya terbuat dari aluminium foil dapat menjaga keawetan produk di dalamnya dan sebagai perlindungan dari sinar ultraviolet, di luarnya terdapat kandungan plastik guna menjaga kelembaban udara.
Struktur kemasan membawa mahasiswa kepada suatu eksperimen dengan beberapa proses pengubahan bentuk guna mengangkat keindahan warna metalic dari proses metanize serta memiliki fungsi selain menggunakan material bahan bungkus snack yang diolah bermotif menyerupai kulit croco. Tas didesain dengan aspek multi-styling di mana dapat digunakan dengan 3 style berbeda yaitu sling bag, clutch dan waist bag. Desain tas bewarna biru tua, bahannya ringan dan muat banyak barang, baik digunakan untuk occasion formal ataupun kegiatan sehari-hari. Perawatannya tidak sulit karena ini anti air jadi warna ataupun bahannya tidak luntur dan tembus air. Lalu untuk tali tas tersebut menggunakan material pvc bekas dan di buat secara hand-made dengan teknik kepang enam. (Icho)

Menu Perayaan yang Cuma Ada di Jawa. Harian Di’s Way. 27 Februari 2021. Hal. 42. Freddy H Istanto. INA

LONTONG cap go meh disajikan dengan opor ayam, osik daging, lodeh rebung dan telor, opor ayam.  Lontong cap go meh adalah masakan adaptasi peranakan Tionghoa Indonesia dengan masakan Indonesia, khusunya Jawa.  Lihat saja hidangannya.  Seperti yang dibuat oleh Nyonya Peranakan buatan Vonny Rumambi ini.  Suami Vonny, Freddy H Istanto mengulas makna-maknanya.  Dilengkapi taburan koya bubuk kedelai, ebi, bawang goreng dan sambal.  Ditambah kerupuk udang.

“Ini menu biasanya disantap keluarga Tionghoa Indonesia pada saat Anugerah cap go meh. Empat belas hari sete’ah Imlek atau tepatnya hari kelima belas bulan satu penanggalan Imlek,” kata Freddy H Istanto, direktur Siarikat Poesaka Soerabaia atau Surabaya Heritage Society.

Adaptasi ini tak mengerankan. Sebab Indonesia adalah pot besar yang memasukkan berbagai budaya.  Di antara sekian banyak kebudayaan, banyak di antaranya terjadi akulturasi yang menghasilkan produk budaya baru termasuk dalam kuliner.

Terkait cap go meh, menu lontong cap go meh ternyata hanya ada di Jawa. “Di daerah lain di Indonesia dan di negeri asalnya malah enggak dikenal masakan ini. Lontong cap meh adalah bukti akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa,” ujar Freddy.

Dalam lontong cap go meh terdapat berbagai jenis bahan. “Khasanah kuliner Jawanya ada di opor ayam, osik daging, lodeh rebung, lontong, sambal, dan kerupuk. Kalau khsanah Tionghoanya ya dari ebi, koya kedelai dan rebung,” ungkap tokoh Tionghoa itu.

Tak terlengkap makanan, ada filosofi yang memgikuti lontong cap go meh.  Di seiap item, makanan tersebut mengandung doa dan harapan dalam mengarungi tahun baru. Lontong misalnya. Bentuknya yang panjang bertanda ada harapan agar di tahun baru ini kita dianugerahi umur panjang, “seorang pria berusia 65 tahun itu.

Osik daging yang berwarna merah. Warna merah dimaknai oleh masyarakat Tionghoa sebagai simbol kesejahteraan. Mereka berharap agar diberi kesejahteraan sepanjang tahun.  Lodeh memiliki makna tentang kekuatan.

“Rebung kan akarnya bambu.  Akar yang kuat membuat bambu menjadi tumbuh dengan kuat pula, “ujar dosen Universitas Ciputra Surabaya itu.

Menyantap rebung dalam lontong cap go meh dilakukan sembari menaruh harapan dalam dọa, mengatur kekuatan dalam menghadapi kehidupan di tahun baru.

Lodeh yang kuahnya berwama keemasan juga punya makna. Melambangkan kekayaan dan rezeki yang melimpah Berharap di tahun baru imlek dapat beraih kesuksesan.

Daging ayam melambangkan kerja keras dan keberuntungan dalam mencari rezeki. Ayam tidak pemah kekurangan pangan. Dimanapun berada ia pasti menemukan makanan, “ungkapnya.

“Dalam osik, kami menggunakan daging sapi. Filosofinya sebagai hewan gemuk, menandakannya rezeki,” katanya penyedap seperti koya kedelai, bawang goreng dan sambal melambangkan kemakmuran.  Setiap menyajikan lontong cap go meh, semua piring harus terisi penuh hingga menonjol.  Ini simbol tentang rezeki yang emelimpah-ruah.

Beberapa hari sebelum Anugerah, istri Freddy, Vonny, yang membuka bisnis kuliner Nyonya Peranakan menawarkan menu lontong cap go meh.  Pesanan datang hingga overload.  “Bahkan pesanan dekat karena kewalahan menerima pesanan sebelum cap pergi meh tiba,” katanya.

Maklum pemesannya dari banyak kalangan, bukan hanya dari warga Tionghoa. Ini menandakan bahwa lontong cap go meh dapat diterima siapa saja.  Sebagai kuliner akulturasi.

Selain lontong cap go meh, banyak kuliner yang berasal dari budaya akulturasi.  Seperti sup merah.  Perpaduan kuliner Tiongoa dan Eropa.  Kemudian ada pula kuliner di Tiongkok yang akhimya menjadi khas Jwa.  Misalnya ronde.  (Heti Palestina Yuna)

Sumber: Harian Di’s Way. 27 Februari 2021. Hal. 42.

Menelusuri Sejarah Jalan Stasiun Kota (3)_ Jalur yang Hilang dan Jejak Bunker.Radar Surabaya.25 Februari 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB

Kota Lama

Stasiun Surabaya Kota diresmikan pada 16 Mei 1878 adalah salah satu stasiun kereta paling sibuk pada masanya. Sekarang Stasiun ini mengalami restorasi dan kabarnya akan segera difungsikan kembali.

(Mus Purmadani, Wartawan Radar Surabaya)

PEMERHATI sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, awalnya stasiun ini dibangun untuk transportasi industri tebu dari pasuruan ke Surabaya. Kemudian berkembang jadi sarana mobilitas masal favorit. “Meski ada pesawat, kereta api alternatif transportasi masal murah meriah,” jelasnya kepada Radar Surabaya.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya ini mengatakan, saat itu jalur Surabaya-Pasuruan dianggal sangat penting lantaran di Umbulan terdapat sumber air yang sangat besar. Pasokan air dari Umbulan ke Surabaya saat itu diangkut menggunakan kereta api. “Pada masa itu stasiun Semu merupakan salah satu dari dua stasiun yang terkenal di Kota Surabaya tempo dulu. Lainnya adalah stasiun Pasar Turi,” katanya.

Stasiun ini merupakan bagian dari jalur yang melayani rute Surabaya-Solo-Yogyakarta, Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta. Ketika itu jalur Jakarta-Surabaya masih ditempuh dengan perjalanan selama tiga hari. Begitu malam tiba, kereta berhenti dan penumpang menginap di hotel-hotel untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Chris menambahkan, ada jalur baru yang dibuat ketika masa penjajahan Jepang. Bahkan ada juga jalur yang hilang. “Jejak sisa jalur ini diyakini sebagai bunker oleh sebagian kalangan bahkan oleh pejabat dan pendiri sebuah komunitas. Tapi menurut saya itu pondasi jembatan rel kereta,” jelasnya. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 23 Januari 2021. Hal.3

Menelusuri Sejarah Jalan Stasiun Kota (1)_Penunjang Keberadaan Stasiun. Radar Surabaya. 23 Februari 2021. Hal.3. Chrisyandi.LIB

Kota Lama

Jalan Stasiun Kota sudah ada sejak dibangunnya Stasiun Surabaya Kota atau yang lebih dikenal dengan sebutan Stasiun Semut. Dinamika perdagangan di Kota Surabaya abad ke-19 sampai abad ke-20 sangat dipengaruhi oleh merebaknya perkebunan di kawasan pedalaman serta perkembangan industri.

(Mus Purmadani, Wartawan radar Surabaya)

MASUKNYA para pemodal swasta mampu meningkatkan produksi komoditas ekspor. Untuk memperlancar proses distribusi, dibangun transportasi yang modern, yakni kereta api. Yakni Staatssporwegen (SS), perusahaan kereta api negara yang pertama kali membangun jaringan kereta api di Surabaya.

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, Jalan Stasiun Kota merupakan penunjang keberadaan stasiun. Menurut buku Soerabaja Beeld van eet stad ada tiga stationsweg (jalan stasiun) saat itu yakni Stasiun Kota, Gubeng dan Babad. “Saat itu jalan tersebut merupakan pusat berkumpulnya kendaraan-kendaraan yang mengangkut baik hasil pertanian, perkebunan maupun industri,” ujarnya.

Pemerhati sejarah Kota Surabaya ini menambahkan, berdasarkan buku Oud Soerabaia disebutkan pada tahun 1864 kereta api pertama kali muncul dari Semarang melalui Solo ke Yogyakarta. Kemudian UU 8 April 1875 lembaran negara nomor 141 bahwa akan dimulai pembukaan jalan kereta api untuk Surabaya, Pasuruan dan Malang. “Pembukaan jalur ini berlangsung cepat karena untuk kepentingan lalu lintas barang,” ujarnya.

Chris menambahkan, sebagai titik awal jalur ini dipilih dari Stasiun Kota. Pertimbangannya karena dekat dengan kompleks perdagangan, baik melalui darat maupun jalur air. “Kesulitan pembangunan stasiun ini adalah harus merobohkan proyek pertahanan dan galiannya harus ditimbun. Sementara Gudang peluruhnya harus dipindahkan dan pemukiman Semut juga harus dihilangkan,” katanya.

Menurutnya, letak pembangunan stasiun ini sangat tidak menguntungkan karena ada muara Kalimas. Stasiun ini baru selesai tahun 1886 setelah dibangun dermaga dan Pelabuhan selesai. “jadi pembangunannya sempat berhenti sesaat,” tuturnya. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 23 Februari 2021. Hal.3

Menelusuri Sejarah Jalan Stasiun Kota Surabaya (2)_Berdiri di Atas Rawa dan Tambak. Radar Surabaya. 24 Februari 2021.Hal.6. Chrisyandi. LIB

Kota Lama

Lokasi tempat didirikannya Stasiun Kota Surabaya merupakan daerah yang penuh dengan rawa dan pertambakan. Hal ini karena sebagian wilayah di Surabaya bagian utara termasuk daerah perairan yang pada saat itu diubah menjadi dataran luas.

(Mus Purmadani, Wartawan Radar Surabaya)

PEMERHATI sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan Stasiun Semut atau Stasiun Surabaya Kota yang diresmikan pada 16 Mei 1878 oleh Gubernur Jendral JW Van Lasberge, Tempat yang dulunya bekas rawa itu diubah menjadi bangunan megah yang dijadikan sebagai tempat pemberhentian kereta api. Pada hari itu juga jalur kereta Surabaya-Pasuruan dibuka. Kemudian Pemerintah Hindia Belanda melanjutkan pembangunan jalur kereta api Surabaya-Malang.

Tujuan pembangunan jalur kereta api ini sebagai moda transportasi untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan. Jalur kereta api Surabaya-Pasuruan juga dipakai untuk mengangkut air dari mata air Umbulan. “Air tersebut untuk memenuhi pasokan di Surabaya,” katanya.

Seiring meningkatnya aktivitas perkeretaapian yang mulai maju, pada 11 November 1911 Stasiun yang disebut juga Station Spoorwegen en Stoomtram Soerabaja oleh Belanda ini mulai di benahi dan diperluas, dengan menunjuk arsitek bernama CW Koch. Hasilnya, renovasi terlihat hingga saat ini. Denga luas 6000 meter persegi, pemerintah kolonial Belanda terus melakukan modernisasi (1870-1920).

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya, Stasiun Semut menjadi stasiun utama pada eranya. Tak heran apabila kereta api terbaik saat itu pasti berhenti di stasiun ini. Kereta dari Jakarta, bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, dan Solo menggunakan jalur selatan Jawa akan bermuara di stasiun ini. Saat itu, jarak Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu tiga hari. Kini, jarak yang sama hanya membutuhkan waktu 12 jam.

Pada awalnya Stasiun Semut yang asli berada di sebelah timur atau sebelah barat berjarak 300 meter dari stasiun saat ini. Stasiun tersebut digunakan sekitar tahun 1990-an, mengikuti kompleks pertokoan yang mulai dibangun kemudian. Selanjutnya Stasiun Semut baru diperluas 94 ribu meter persegi. (bersambung)

 

Sumber: Radar Surabaya. 24 Februari 2021. Hal.6

Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya Mempersiapkan SDM Pariwisata Masa Depan. https://www.timesindonesia.co.id. 17 Februari 2021. Agoes Tinus Lis Indrianto.HTB

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/328287/fakultas-pariwisata-universitas-ciputra-surabaya-mempersiapkan-sdm-pariwisata-masa-depan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa salah satu industri yang terdampak sangat besar dalam masa pandemi Covid19 adalah industri pariwisata. Secara global kerugian industri pariwisata sudah mencapai 935 miliar USD, dari seluruh aspek bisnis pariwisata, mulai dari akomodasi, tranportasi, rumah makan, travel agent, pusat belanja dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, kerugian industri pariwisata sudah mencapai puluhan triliun rupiah. Hal meninggalkan banyak keraguan bagi kesinambungan industri pariwisata di dunia. Namun, demikian sebagai sebuah industri yang paling cepat pertumbuhannnya di seluruh dunia setiap tahunnya, pariwisata adalah sebuah industri yang sangat dinamis.

Artinya bila sekarang ini lagi turun , maka suatu saat akan bangkit lagi dengan angka pertumbuhan yang lebih besar daripada sebelum penurunan. Hal ini sudah terbukti selama bertahun-tahun, termasuk di Indonesia. Ketika pada waktu peristiwa bom Bali di tahun 2002, banyak yang meramalkan bahwa Bali butuh waktu setidaknya 10 tahun untuk bisa bangkit normal seperti sedia kala. Yang terjadi waktu itu pada tahun 2003, akibat Bom Bali pertama yang memakan korban 204 orang, jumlah wisatawan asing di Bali jadi hanya 99 ribu.

Tahun 2004 mengalami kenaikan lagi. Ketika peristiwa Bom Bali kedua di 2005 terjadi penurunan jumlah wisatawan, namun tidak sebanyak waktu bom Bali Pertama. Namun semua anggapan bahwa Bali baru  bisa bangkit 10 tahun, telah dipatahkan dengan cepat, dalam waktu 5 tahun sejak bom Bali pertama, yaitu tahun 2007 pariwisata di Bali sudah kembali normal dan bahkan jumlah wisatawan mencapai 1,6 juta wisatawan asing; sebuah angka yang lebih tinggi daripada sebelum di bom.

Kasus yang terjadi di Bali tersebut, adalah   menjadi salah satu bukti nyata bahwa industri pariwisata tidak akan pernah mati, bahkan kalaupun turun , maka kenaikannnya pun akan menjadi sangat besar. Apalagi bila pandemi secara global sudah bisa dikendalikan atau bahkan dihentikan.

Maka akan banyak sekali “wisata balas dendam”, akibat hasrat berpariwisata yang sudah lama dipendam karena pandemi. Saat ini pun, apabila perjalanan pariwisata internasional di berbagai negara sudah dibuka, pasti sudah akan banyak wisatawan yang akan nekat berpergian lagi, termasuk datang ke Indonesia.

Walaupun demikian, kehadiran pandemi Covid19 ini memberikan banyak pelajaran bagi manusia di semua aspek kehidupan, termasuk di dunia layanan pariwisata. Di masa depan maka industri pariwisata, tidak akan lagi sama seperti dulu lagi. Akan ada banyak layanan bisnis baru, produk pariwisata jenis baru dan bisnis model pariwisata baru yang akan berkembang pesat, yang akan merubah jenis kompetensi Sumber Daya Manusia di dunia pariwisata.

Seperti halnya yang disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru, bapak Sandiaga Uno. Ada 3 hal yang menjadi fokus utama untuk bisa mempercepat pulihnya pariwisata Indonesia, yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Ketiga hal ini tentu saja membutuhkan pola pikir dan ketrampilan baru yang harus dimiliki oleh setiap insan pariwisata di Indonesia.

Pada saat ini, tidak cukup hanya dengan mempunyai ketrampilan profesional yang bagus dan sikap yang melayani yang baik dalam menjalankan tugas, namun kemampuan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan untuk mengambil risiko dalam membuat keputusan menjadi hal yang utama untuk dimiliki.

Pola pikir entrepreneur harus dimiliki setiap insan pariwisata di Indonesia, baik yang bekerja diperusahaan orang ataupun membuka bisnis sendiri. Ketrampilan dalam memanfaatkan teknogi digital harus mutlak dimilki untuk bisa bersaing, bertahan dan memenangkan persaingan di dunia pariwisata global. Datangnya pandemi Covid-19 telah mempercepat proses datangnya sebuah perubahan, yang menuntut setiap orang dan setiap perusahaan harus mampu beradaptasi dengan dunia digital dan memanfaatkan teknologi dalam semua layanannya.

Fakultas Pariwisata di Universitas Ciputra Surabaya, sudah sejak awal mempersiapkan lulusannya tidak hanya memiliki ketrampilan professional yang bagus, namun juga ketrampilan dan pola pikir sebagai seorang entrepreneur, dimanapun mereka berkarya.

Walaupun, para lulusan ada yang memilih berkarir sebagai seorang professional di perusahaan, namun mereka memilki mental dan ketrampilan seorang entrepreneur, sehingga sangat dibutuhkan oleh perusahaan dimana mereka bekerja. Para alumni dari prodi pariwisata dari Universitas Ciputra Surabaya, baik dari program hotel, pariwisata ataupun kulinari  memiliki kreatifitas yang tinggi, semangat bekerja cerdas dan kemampuan menghadapi masalah dengan baik.

Hal ini di dukung dari sebuah proses belajar yang disusun secara komprehensif selama masa studi mereka di kampus. Dengan dukungan fasilitas yang sangat memadai dengan berbagai sarana laboratorium, kitchen, restaurant, travel dan hotel membuat para lulusan mampu beradaptasi cepat  dengan dunia industri pariwisata yang sangat dinamis.

Penguasaan ketrampilan professional yang diberikan oleh para dosen yang berpengalaman di dunia industri, dikombinasikan dengan kemampuan entrepreneurial yang dilatih di setiap semester membuat lulusan memilki kemampuan yang lengkap.

Keberadaan Apple Academy di Universitas Ciputra, bisa memperkuat kompetansi digital mahasiswa pariwisata di Universitas Ciputra. Di dukung dengan jaringan group bisnis yang besar dan berbagai kerjasama dengan berbagai perusahaan dan universitas kelas dunia, termasuk perusahaan di bidang teknologi pariwisata; membuat lulusan dari Fakultas Pariwisata Unversitas Ciputra memiliki kemampuan berinovasi, beradaptasi dengan baik dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa menghadapi tantangan di dunia pariwisata masa depan.

 

 

Oleh: Agoes Tinus Lis Indrianto, S.S., M.Tourism., Ph.D Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya.

 

Sumber: TimesIndonesia.co.id, 17 Februari 2021