Tampil Stylish dengan Busana Praktis. Jawa Pos. 22 Agustus 2021. Hal. 20.FPD

Pandemi merombak banyak fashion. Pakaian ditarik kembali ke fungsi awalnya. Yakni, memberikan perlindungan untuk tubuh. Tentu saja dengan sentuhan artistik yang membuat si pemakai tetap terlihat stylish sekaligus nyaman.

KINI, berpakaian untuk aktivitas di luar rumah membutuhkan pertimbangan ekstra. Pakaian harus nyaman, memberikan proteksi, dan tidak sulit dibersihkan atau dicuci. Hal itulah yang membuat tren busana pada 2020-2021 cukup kontras dari tahun sebelumnya. Yoanita Tahalele BA MA menilai, selama lebih dari setahun pandemi, ada perbedaan antara fashion pada awal pandemi dan tahun ini. “Di awal pandemi tahun lalu, koleksi loungewear jadi favorit. Tahun 2021, karena mulai new normal dan boleh beraktivitas di luar rumah, variannya lebih berkembang” papar Ita, sapaan Yoanita Tahun lalu, sweatshirt dan pakaian berbahan katun yang berpotongan nyaman. naik daun. Saat ini tren bergeser ke pakaian dengan desain fungsional dan mengutamakan kemudahan pemakaian.

“Terutama outer. Karena lebih praktis untuk dipakai – saat keluar rumah. Tinggal dipakai bareng pakaian rumah,” lanjutnya. Dosen Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra. Surabaya, itu menambahkan, kebiasaan mencuci pakaian setelah berkegiatan di luar rumah pun memengaruhi pilihan material. “Di Fashionology: Survivance pekan lalu, ada dua bahan yang banyak di-highlight. Yakni, denim dan kain antlair,” lanjut Ita. Dua material tersebut mudah dibersihkan, plus tangguh, meski dicuci pakai berkali-kali. Untuk kain dengan lapisan antiair, cukup diseka atau disemprot dengan larutan disinfektan.

Secara desain, menurut dia, potongan longgar atau oversized akan lebih banyak muncul. Pakaian fitted -kecuali untuk berolahraga dinilai kurang praktis di masa pandemi. “Kalau loose, lebih mudah dicopot pasang dan nyaman dipakai ungkap Ita, yang menjadi koordinator graduation show Fashionology Survivance itu

Ita menilai, tren tersebut bakal bertahan hingga tahun depan.” opefully, riset dan pengembangan material yang lebih nyaman dan fleksibel juga lebih baik. Jadi, pilihan kain lebih beragam, lanjutnya. Dia menyatakan, sejauh ini, ada beberapa perusahaan tekstil yang menawarkan opsi kain antibakteri. Namun, jumlah produksinya belum masif. (fam/c12/len)

CELINE WINANDA

Warna-warna dingin dan potongan uniseks menjadi ciri khas di desain PROTEGE. Meski merupakan protective wear, rancangan tidak melupakan kepraktisan. Atasan maupun bawahan didesain lebih longgar sehingga mudah dilepas pakai. Koleksi pun tak monoton karena sentuhan printed denim. Material tersebut dipilih karena kuat, tak mudah kotor, tetapi tetap stylish. Range warna denim pun mudah dipadukan dengan palet monokrom yang dipilih Celine.

AURELLIA GRACIA ROSALYN

Di masa pandemi, konsep office wear banyak berubah. Aurellia menawarkan desain chic yang luwes sehingga bisa digunakan untuk bekerja di rumah maupun kantor. Rancangan pakaian tetap menam pilkan siluet ramping penggunanya. Untuk pemilihan warna, desain Aurellia terinspirasi banyak warna alam, terutama earthy tones.

LAVENIA ERIADY

Gaya hidup perempuan urban dan tren Autumn Winter 2021-2022 menjadi inspirasi koleksi Nu. Desain mengadopsi alat pelindung diri (APD) dan architectural line yang tegas. Lavenia memadukan warna warna netral dengan merah dan biru menyala untuk menampilkan mood santai, tetapi tetap penuh semangat. Pakaian tersebut juga dirancang multifungsi. Selain sebagai pelindung, koleksi tersebut bisa digunakan untuk sports wear yang praktis lantaran bisa dilipat dan disimpan dalam pouch.

ANGELA LAURENCIA

Angela merancang pakaian sehari-hari dengan proteksi ekstra. Material yang dipilih merupakan kain dengan lapisan antiair. Pilihan bahan tersebut menjadikan pakaian relatif lebih ringan dan mudah dibersihkan. Untuk melengkapi look, ada masker bermotif houndstooth yang senada dengan aksen di pakaian.

Unsur Khas Lokal Jadi Daya Tarik buat Pasar Global

SURABAYA, Jawa Pos-Produk fashion lokal Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Kualitas produk-produk tanah air kini semakin positif diterima di pasar domestik dan bahkan pasar global. Produk fashion usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jawa Timur juga tak ketinggalan unjuk gigi di market internasional.

Podcast episode 7 Lokal Keren Jatim BRI kemarin (21/8) menghadirkan founder Al Warits Batik Aromatherapy Warisatul Hasanah serta content creator & entrepreneur asal Surabaya Clarissa Ivena. Keduanya berbagi pengalaman dan liku-liku berkecimpung di fashion lokal. Produk Aromaterapi Batik Al Warits

asal Bangkalan itu sudah menjelajah Amerika, Australia, Korea, dan banyak lagi. Warisatul menyebutkan, tak sedikit wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bangkalan untuk mencari tahu sendiri tentang batik aromaterapi itu. “Yang pernah datang dari Belanda, Malaysia, Singapura, sengaja mampir karena penasaran katanya,” ujarnya.

Warisatul menjelaskan, ide untuk membuat batikberaromaterapi tersebut muncul karena dia ingin batik yang dipasarkan benar-benar membawa nuansa Indonesia. Selain mempunyai motif visual khas Indonesia, saat batik dibuka, batik aromaterapi itu menyerbak aroma-aroma rempah dan bunga- bungaan. “Sehingga unsur khas lokalnya sangat terasa. Dan itu terbukti banyak yang suka, termasuk orang-orang luar negeri,” bebernya.

Kualitas dan kebolehan lokal dalam meracik produk fashion diakui Clarissa. Sepanjang perjalanannya menggeluti dunia fashion sejak kuliah, Clarissa yang juga fashion blogger itu me-review banyak produk fashion dan brand luar negeri maupun lokal. Menurut Clarissa, kualitas brand lokal semakin baik. “Kualitas jahitan dan bahan produk lokal itu nggak kalah dengan brand luar negeri,” ujar Clarissa.

Sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Clarissa mengapresiasi pesatnya perkem bangan jumlah brand-brand lokal yang muncul meski di tengah kondisi pandemi. “Intinya, jangan takut untuk memulai usaha. Terus update desain yang lagi in dan maksimalin media sosial untuk mengenalkan produk kita,” pungkasnya. (agf/c12/nor)

 

Sumber: Jawa Pos. 22 Agustus 2021. Hal. 20

Srengganan, Sisa Perjuangan dan Penyangga Wilayah Utara (10)_Model Pembangunan Rumah Penduduk dari Kayu. Radar Surabaya. 4 Agustus 2021. Hal. 3

MENGINGAT tepi Jalan Srengganan merupakan tempat bisnis atau perniaagaan, sehingga mereka berbondong-bondong mencari nafkah ke kota. Dengan bekerja di tepi jalan dan membuat sebuah pemukiman di kawasan Srengganan dalam.

Pustakawan Sejarah Chrisy andi Tri Kartika mengatakan, sejak dulu dimungkinkan kawasan Srengganan padat penduduk. Karena pekerja yang bermukim di Srengganan merupakan pekerja harian pada perusahaan, toko maupun pabrik-pabrik kecil semacam home industry. “Dari pertumbuhan itulah banyak sekali urbanisasi ke Surabaya. Mereka mencari pekerjaan sebagai pelayan, pekerja harian dan sebagainya,” katanya kepada Radar Surabaya.

Terkait model bangunan yang ditempati warga dulu, menurutnya terdiri dari rumah berdinding kayu. “Kalau model bangunan untuk pemukiman kebanyak tembok dari kayu. Mungkin dulu seperti itu. Tapi sekarang sudah berubah,” jelasnya.

Kawasan tersebut juga memiliki pola pembangu nan yang memanjang. Model bangunan seperti itu merupa kan ciri khas model kawasan di Kota Surabaya. Model itulah yang digunakan untuk pemukiman.

“Dulu banyak orang Eropa yang mengambil tanah luas dan membangun rumah-rumah yang besar, kantor dan toko toko. Mereka berlomba-lomba membeli tanah baik di tengah kota di pinggiran maupun dekat persimpangan jalan,” katanya.

Di bagian luar Sengganan difungsikan untuk perniagaan. Meskipun saat itu ada larangan bagi warga Eropa untuk menguasai tanah di kawasan tersebut. “Jadi mereka terdesak dengan hidup di kampung-kampung. Tapi dikelilingi oleh bangunan untuk perniagaan,” pungkasnya. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 4 Agustus 2021. Hal. 3

Srengganan, Sisa Perjuangan dan Penyangga Wilayah Utara (8)_Perniagaan di Tepi Jalan karena Dekat Sungai. Radar Surabaya. 2 Agustus 2021. Hal. 3

KAWASAN Srengganan memiliki model bangunan yang lebih cocok untuk perniaagaan. Terutama yang ada ditepi jalan, karena lokasinya berdekatan dengan sungai. Sehingga sangat dimungkinkan menjadi lalu lintas perdagangan.

Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika menuturkan, sungai tersebut menjadi lalu lintas kapal kapal dari Eropa untuk mengirim dagangannya ke Surabaya. “Kalau yang Kalimas itu kapal-kapal dari Eropa, selain dari itu juga untuk jalur kapal pribumi (lokal) ke Pecinan,” katanya.

Lanjut Chrisyandi, pengaruh dagang tersebut karena di kawasan tersebut juga terdapat kawasan Srengganan, sehingga mengikuti perkembangan yang ada di wilayah tersebut. Kawasan itu menjadi ramai karena banyak kapal yang bersandar dari sungai Kalimas, termasuk orang-orang Eropa dulu banyak bermukim dikawasan tersebut sehingga suku dan etnis bercampur menjadi satu.

Chrisyandi menjelaskan, tanah-tanah di masa kolonial hukumnya masih berat sebelah, karena banyaknya suku etnis yang bermukim di kawasan tersebut sehingga lambat laun warga Eropa berpindah ke arah timur. “Jadi mereka warga Eropa akhirnya kedesak pindah di sisi timur, yakni di Pegirian hingga Srengganan,” jelasnya.

Lanjut Chrisyandi, warga Eropa juga berpindah ke kawasan Kapasan dan Srengganan. Karena semakin banyaknya pendatang dari bangsa Arab, sehingga kam pung-kampung di sana terkelompokkan. “Kalau melihat dari kampung disana, ada kampung Arab karena mereka awalnya menyiarkan agama Islam di kawasan Ampel dan juga berdagang lambat laun bermukim di situ (Srengganan),” pungkasnya. (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 2 Agustus 2021. Hal. 3

Dekan Fikom Universitas Ciputra Prof Burhan Bungin Deklarasikan Asosiasi Dosen Metode Penelitian Indonesia. kempalan.com. 29 Agustus 2021. Burhan Bungin

https://kempalan.com/2021/08/29/dekan-fikom-universitas-ciputra-prof-burhan-bungin-deklarasikan-asosiasi-dosen-metode-penelitian-indonesia/

SURABAYA-KEMPALAN: Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya Prof. Dr. Burhan Bungin, M.Si., Ph.D., CIQaR., CIQnR. bersama Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta mendeklarasikan Asosiasi Dosen Metode Penelitian Indonesia (ADMPI), Minggu sore (29/8/2021).

Deklarasi dilakukan atas nama seluruh deklarator pembentukan ADMPI, yaitu 41 peserta Lokakarya dan Sertifikasi Peneliti Internasional bersertifikat batch 14, yang berasal dari 12 perguruan tinggi di Indonesa bersama narasumber melalui daring Zoom.

Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta

Prof. Dr. Burhan Bungin yang akrab dipanggil Prof Bubu oleh koleganya memaparkan kepada portal berita Kempalan.com, bahwa, cita-cita mewujudkan dosen Indonesia yang cerdas, berkualitas dan memiliki pemahaman terhadap ilmu pengetahuan dan metode penelitian menjadi bagian dari cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang di Pembukaan UUD 45.

Namun sampai hari ini, cita-cita tersebut belum sepenuhnya tercapai dengan baik disebabkan berbagai kendala yang dihadapi oleh dosen di Indonesia, baik secara kuantitas maupun secara kualitas serta kemampuan mengakses ilmu pengetahuan dan metode penelitian.

“Bahkan pada kenyataannya bahwa perkembangan pemahaman metode penelitian di perguruan tinggi mengalami keterlambatan dari perkembanag ilmu pengetahuan, disebabkan oleh banyak keadaan termasuk adalah kemampuan dan pemahaman terhadap peran metode penelitian di perguruan tinggi,” terang Prof Bubu.

Menurut Prof Bubu, ada empat poin dalam deklarasi pendirian ADMPI, yakni:

Pertama: Perlu adanya peran masyarakat untuk membantu pemerintah mencerdaskan dosen Indonesia dalam pemahaman tertang metode penelitian secara komprehensif.

Kedua: Perlu adanya pemahaman yang sama tentang metode penelitian sehingga pengajaran metode penelitian di Perguruan Tinggi dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dalam menghasilkan luaran-luaran penelitian yang berkualitas.

Ketiga: Perlu adanya tindak nyata dari stakeholder Pendidikan Tinggi agar usaha-usaha perbaikan kualitas penelitian di perguruan tinggi selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Keempat: Para dosen metode penelitian menyadari bahwa kualitas pembelajaran metode penelitian di perguruan tinggi harus berkembang dan menjadi tanggungjawabnya.

“Adapun persyaratan administrasi dan peraturan mendirikan ADMPI akan diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” pungkas Prof Bubu. (*)

Kampus ini Siapkan Lulusan Berkualitas Melalui Program KMMI. jatimnow.com. 20 Agustus 2021.

https://jatimnow.com/baca-37049-kampus-ini-siapkan-lulusan-berkualitas-melalui-program-kmmi

Editor: Arina Pramudita / Reporter: Farizal Tito

jatimnow.com – Universitas Ciputra Surabaya menggelar Grand Launching Program Kredensial Micro Mahasiswa Indonesia (KMMI) secara daring, Jumat (20/8/2021).

Program KMMI di Universitas Ciputra Surabaya, mencakup 3 hal yaitu, kegiatan tutorial, kegiatan praktikum dan penugasan terstuktur.

Guna mendukung kesusksesan program ini, Learning Management System (LMS) disiapkan sebagai tempat materi perkuliahan, aktivitas pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang nantinya bisa diakses oleh peserta secara mandiri.

Program ini akan berlangsung selama bulan Agustus dan berakhir pada akhir September. Setiap minggu ada dua kali tatap muka secara online, masing-masing selama tiga jam.

Ketua pelaksana Program KMMI Universitas Ciputra, Lucky Cahyana Subandi mengatakan, pendidikan di era kekinian harus mampu mendekatkan mahasiswa ke dunia kerja.

“Perancangan program KMMI menggunakan program outcome based education, dimana kami menetapkan capaian yang dibutuhkan di dunia kerja. Kami melibatkan dunia industri untuk bersama-sama merancang program pembelajaran ini,” terang Lucky.

“Industri akan memberikan hal-hal yang dibutuhkan ketika mahasiswa berinteraksi langsung di dunia kerja”, imbuhnya.

Hal ini, menjadi acuan tim KMMI UC merancang penilaian yang bisa mengukur kinerja dari mahasiswa. Indikator ketercapaian dimasukan dalam alat yang dinamakan rubrik. Dari rubrik bisa menilai kesiapan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan keterampilan di dunia kerja.

“Menindaklanjuti rubrik yang telah kita buat, maka kita perlu merancang penugasan yang sesuai dengan dunia kerja, artinya tugas-tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa bersifat nyata bukan sekedar bersifat artificial,” terangnya.

Sementara dalam program KMMI ini para pengajarnya merupakan kombinasi kerjasama dari akademisi dan industri. Sehingga dengan mengikuti program ini mahasiswa dapat merasakan proyek pada level industri.

Sedangkan untuk pihak industri akan mendapatkan kesempatan secara langsung melihat mahasiswa yang sedang berkuliah, menjalin hubungan, dan nantinya bisa direkrut sebagai resource mereka.

Jasmin, perwakilan mahasiswa peserta program KMMI, mengaku sangat senang dan mendapatkan banyak benefit di antaranya terbuka wawasan dan jaringan kerja yang lebih luas.

“Saya jadi banyak teman dari banyak kampus. Wawasan saya bener-bener di upgrade, saya jadi bisa membayangkan jika nanti saya merancang bangunan saya akan lebih memikirkan untuk lebih peduli untuk hebat energy dan juga meminimalis polusi. Saya berharan kuota untuk program ini ditambah sehingga banyak mahasiswa bisa merasakan hal seperti saya ini”, tuturnya.

Materi, penugasan dan intrusksi dapat diakses secara mandiri oleh mahasiswa di LMS. Ada 8 program KMMI dari Universitas Ciputra adalah:

Communication and Presentation: Autocad and 3D’s Max for interior Architecture. Environmental Architecture: Green Building Rating Tools, Machine Learning, Database Implementation, Operating Systems, Financial Investment Strategy, Sustainability Business Model Creation in Creative Industry dan Food Quality Sanitation and Waste Management

Berikut mitra DUDI KMMI Universitas CIputra Surabaya terlibat dalam KMMI di UC, di antaranya, Green Building Council Indonesia (Representatif Yogyakarta), PT Mitra Integrasi Informatika, PT Bursa Efek Indonesia, PT Maybank Kim Eng, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Global Reporting Initiative (GRI), Lembaga Sertifikasi Profesi Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan dan PT. Tiga Dinamika Solusi Indonesia.

 

 

Libatkan Industri, Universitas Ciputra Siapkan Lulusan Berkualitas Lewat Program KMMI. medcom.id. 20 Agustus 2021

https://www.medcom.id/pendidikan/berita-kampus/8KyjPoxN-libatkan-industri-universitas-ciputra-siapkan-lulusan-berkualitas-lewat-program-kmmi

Arga sumantri • 20 Agustus 2021

Surabaya: Universitas Ciputra menggelar Grand Launching Program Kredensial Micro Mahasiswa Indonesia (KMMI) hari ini, secara daring. Program KMMI di Universitas Ciputra Surabaya mencakup tiga hal, yaitu kegiatan tutorial, kegiatan praktikum, dan penugasan terstuktur.

Universitas Ciputra Surabaya menyiapkan Learning Management System (LMS) sebagai tempat materi perkuliahan, aktivitas pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang nantinya bisa diakses oleh peserta secara mandiri. Program KMMI di kampus mitra program Beasiswa OSC Medcom.id ini akan dari awal bulan Agustus dan berakhir pada akhir September. Setiap minggu ada dua kali tatap muka online, masing-masing selama 3 jam.

Ketua pelaksana Program KMMI Universitas Ciputra Lucky Cahyana Subandi menyatakan, pendidikan di era sekarang harus mampu mendekatkan mahasiswa ke dunia kerja. Perancangan program KMMI menggunakan program outcome based education, yakni menetapkan capaian yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Kami melibatkan dunia industri untuk bersama-sama merancang program pembelajaran ini,” terang Lucky melalui keterangan tertulis, Jumat, 20 Agustus 2021.

Ia mengatakan, industri akan memberikan hal-hal yang dibutuhkan ketika mahasiswa berinteraksi langsung di dunia kerja. Hal ini menjadi acuan tim KMMI UC merancang bentuk penilaian yang bisa mengukur kinerja dari mahasiswa.

Indikator ketercapaian dimasukkan dalam alat yang dinamakan rubrik. Dari rubrik, bisa menilai kesiapan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan keterampilan di dunia kerja.

“Menindaklanjuti rubrik yang telah kita buat, maka kita perlu merancang penugasan yang sesuai dengan dunia kerja, artinya tugas-tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa bersifat nyata bukan sekedar bersifat artificial,” terangnya.

Materi, penugasan dan intrusksi dapat diakses oleh mahasiswa secara mandiri oleh mahasiswa di LMS.

Menurut dia, hal istimewa dari program KMMI adalah pengajarnya merupakan kolaborasi akademisi dan industri. Sehingga, dengan mengikuti program ini mahasiswa dapat merasakan project-project pada level industri. Sedangkan, pihak industry akan mendapatkan kesempatan secara langsung melihat mahasiswa yang sedang berkuliah, menjalin hubungan, dan nantinya bisa direkrut sebagai resource mereka.

Jasmin, perwakilan mahasiswa peserta program KMMI UC mengaku sangat senang dan mendapatkan banyak keuntungan. Di antaranya terbuka wawasan dan networking yang lebih luas.

Ia mengaku jadi memiliki teman dari banyak kampus. Wawasan Jasmin juga bertambah. Ia jadi bisa membayangkan jika nanti merancang bangunan akan lebih memikirkan untuk lebih peduli untuk hebat energy dan juga meminimalis polusi.

“Saya berharan kuota untuk program ini ditambah sehingga banyak mahasiswa bisa merasakan hal seperti saya ini,” tutur Jasmin.

Ada delapan program KMMI dari Universitas Ciputra adalah, yaitu Communication and Presentation: Autocad and 3D’s Max for interior Architecture, Environmental Architecture: Green Building Rating Tools, Machine Learning, dan Database Implementation. Kemudian, Operating Systems, Financial Investment Strategy, Sustainability Business Model Creation in Creative Industry, dan Food Quality Sanitation and Waste Management.

Mitra DUDI KMMI Universitas Ciputra Surabaya yang terlibat dalam KMMI antara lain Green Building Council Indonesia (Representatif Yogyakarta), PT Mitra Integrasi Informatika, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Maybank Kim Eng. Selain itu, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Global Reporting Initiative (GRI), Lembaga Sertifikasi Profesi Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan, dan PT. Tiga Dinamika Solusi Indonesia.

 

Vaksinasi Massal Bagi Ibu Hamil di Surabaya Dilakukan Mulai Besok. news.detik.com. FK. Salmon Charles Siahaan

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5687121/vaksinasi-massal-bagi-ibu-hamil-di-surabaya-dilakukan-mulai-besok

Esti Widiyana – detikNews
Vaksinasi Massal Bagi Ibu Hamil Mulai Dilakukan Besok

Surabaya – Vaksinasi untuk ibu hamil di Kota Surabaya dosis pertama akan digelar Kamis (19/8/2021). Kemenkes pun bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI) yang akan menyelenggarakan vaksinasi ibu hamil di Unair.Tim dokter POGI cabang Surabaya, dr Salmon Charles Siahaan SpOG mengatakan, vaksinasi massal untuk ibu hamil ini sudah direncanakan dengan adanya akselerasi vaksin. Selain itu juga dengan adanya POGI Indonesia, bahwa ibu hamil juga sangat memerlukan vaksin.

“Acaranya besok hari kamis tanggal 19 Agustus 2021 bertempat di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) kampus C Unair. Besok akan disediakan 1000 dosis,” kata Charles saat dihubungi wartawan, Rabu (18/8/2021).

Dokter spesialis kandungan ini menjelaskan, jika terdapat syarat bagi ibu hamil yang hendak mengikuti vaksinasi. Sepertk usia kehamilan lebih dari 12 minggu, memiliki KTP Surabaya, bukan penyintas COVID-19 (kurang lebih 3 bulan terakhir) dan belum pernah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Bagi ibu hamil yang memiliki komorbid juga diperbolehkan mengikuti vaksinasi ini. Charles mengaku ada beberapa komorbid yang masih bisa ditolerir untuk penerima vaksin.

Vaksinasi Massal Bagi Ibu Hamil Mulai Dilakukan Besok

“Jadi nanti akan di-screening pada saat pemeriksaan di pos vaksinasi. Saat ini yang masih perlu diperhatikan adalah komorbid tekanan darah tinggi,” jelasnya.

Screening untuk vaksinasi ibu hamil ini, lanjut dia, juga sama seperti lainnya. Hanya saja ditambahkan dengan usia kehamilan. Selain itu, Charles juga mengajak ibu hamil agar segera melakukan vaksinasi ini agar mengurangi risiko dari paparan COVID-19.

“Ayo ibu Hamil, vaksin Covid 19. Dengan timbulnya imunitas terhadap COVID-19 akan melindungi ibu dan bayi dari bahaya komplikasi COVID-19,” ajaknya.

Bagi Anda, ibu hamil yang ingin mengikuti vaksinasi COVID-19 esok hari segera daftarkan diri melalui tautan bit.ly/vaksinbumilsurabaya atau https://pedulilindugi.id/

(fat/fat)

Siapkan Mentalitas Indonesia Tuan Rumah Olimpiade. Bali Post. 6 Agustus 2021. Hal.1. HTB. Dewa GS

Oleh Dewa Gde Satrya

OLIMPIADE Tokyo dihelat dalam suasana pandemi pada 23 Juli-8 Agustus. Catatan penting menyertai perayaan even olahraga terbesar di dunia ini adalah, kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade yang kabarnya telah diusulkan untuk Olimpiade 2032. Surat pernyataan keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2032 yang ditandatangani Presiden RI, telah diberikan kepada Presiden IOC (International Olympic Committee) Thomas Bach oleh Dubes RI di Bern, Muliaman D Hadadenin, pada Senin (11/2/2019). Dengan demikian, Indonesia resmi dicalonkan menjadi kandidat tuan rumah even olahraga terakbar di dunia itu. Olimpiade tahun 2020 diselenggarakan di Tokyo, 2024 di Paris, 2028 di Los Angeles.

Selain Indonesia, tiga negara lain akan mengikuti bidding sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, di antaranya Jerman, Australia, dan India. IOC akan mengumumkan pemenang tuan rumah Olimpiade 2032 pada 2025, masih ada waktu empat tahun bagi Indonesia untuk berbenah. Olahraga selain penting untuk kesehatan jiwa dan raga, juga semakin relevan dengan konteks perkembangan jaman di mana olah raga itu sendiri tidak dapat berdiri sendiri. Nilai plus olahraga justru semakin tampak manakala disinergikan dengan sektor lain, pariwisata khususnya. Sebaliknya, kepariwisataan itu sendiri juga semakin terdiversifikasi dengan adanya produk hasil kolaborasi dengan olahraga.

Dunia bahkan mengenal even olahraga tidak sebatas pertandingan antarnegara, tetapi lebih lebih menyangkut gengsi tuan rumah, gengsi juara dan terutama, even wisata yang ditandai dengan kedatangan kontingen, atlet, supporter dan official yang bertanding. Ada dua keuntungan sekaligus terkait sport tourism, sebagai pemenang jelaslah membanggakan asal negara di kancah dunia, dan sebagai tuan rumah menjadi momentum emas meraih devisa. Pemerintah terus berpacu melakukan pembangunan infrastruktur baik yang terkait langsung dengan olah raga maupun yang mendukung yang berkualitas dan berstandar internasional.

Infrastruktur yang terkait langsung terletak pada fasilitas dan standar kualitas arena pertandingan berstandar internasional. Sarana pendukung mulai dari airport, transportasi, akomodasi hotel, tempat perbelanjaan dan sarana rekreasi, rumah sakit, keamanan dan kebersihan, dan sebagainya. Persiapan Olimpiade di Beijing beberapa tahun lalu misalnya, pemerintah setempat memberlakukan kebijakan meminimalkan polusi udara dengan pembatasan peredaran moda transportasi, khususnya di area pertandingan.

Kesiapan penting lainnya terkait mentalitas bangsa Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade. Rendahnya budaya dan praktik fair play di dunia olahraga, bisa menjadi cerminan suatu bangsa. Mentalitas tidak siap mengejar ketertinggalan dan kekalahan dengan kerja cerdas adalah bukti rendahnya praktek hidup fair play. Di dunia olahraga kita melihat hiburan. Sepak bola misalnya, hiburan tersaji lewat permainan yang terus menerus saling menyerang, terus menerus berada di daerah berbahaya lawan.

Sepak bola dengan tegas melibatkan penontonnya untuk berani bertahan di antara kemenangan dan kegagalan.

Karena itu, sepak bola dapat mengajari orang untuk mengalami realisme nasib. Refleksi tentang sepak bola dan olahraga laik kita renungkan dari pendapat filsuf berikut ini, filsuf eksistensialis dari Prancis, Albert Camus, menyatakan, “Dalam hal keutamaan dan tanggung jawab akan tugas, saya belajar dan berhutang budi pada sepak bola.” “Setiap detik hidup adalah final,” begitu kata Franz Kafka. Tidakkah, sepak bola adalah ekspresi ekstrem bagi pendapat Kafka tersebut? Atau, kata JW. Gothe, “lebih baik lari daripada bermalas diri.” Bukankah dengan sepak bola dinyatakan bahwa manusia yang malas berlari akan kalah dan tertinggal? “Yang satu roboh, yang lain tegak megah.

Budaya fair play identik pula dengan prestasi. Atas berbagai prestasi bangsa Indonesia di ranah olah raga internasional, di situ pulalah bangsa ini dikenal dan dikenang sebagai bangsa yang fair. Hal penting terkait membangun mentalitas sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, menyangkut niatan sebagai bangsa yang fair play, menyangkut reputasi, martabat dan citra negara di antara bangsa-bangsa di dunia. Selanjutnya, reputasi positif dan daya saing ini teramat penting dalam membentuk suatu merek sebagai negara yang laik untuk disegani dunia.

 

Penulis Dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya

 

Sumber: Bali Post. 6 Agustus 2021.

Saat Bisnis “Leisure” Berpindah ke Rumah. balipost.com. 13 Agustus 2021. HTB. Dewa GS

https://www.balipost.com/news/2021/08/13/209898/Saat-Bisnis-Leisure-Berpindah-ke…html

Oleh Dewa Gde Satrya

Krisis ekonomi yang berpacu dengan krisis kesehatan selama hampir satu setengah tahun di Tanah Air, mengubah gaya permainan dalam leisure business. Industri pariwisata, sektor transportasi, perhotelan dan berbagai lini pendukung, mengalami tekanan yang belum pernah dialami sebelumnya.

Aneka inovasi telah diupayakan, namun persebaran virus corona semakin membahayakan dan mengancam keselamatan umat manusia. Aktivitas belanja, berwisata dan kebutuhan leisure lainnya, terpaksa berpindah ke rumah.

Pada masa sebelum pandemi, dukungan kepala negara dan kepala daerah untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri dan gerakan berbelanja produk di dalam negeri gencar dilakukan. Tak sedikit kegiatan Presiden berkunjung dan berbelanja ke mal di berbagai daerah, memberi pesan kepada warga bangsa untuk mengonsumsi produk dalam negeri.

Ada semacam standar yang tidak tertulis, bahwa aktivitas jasa, perdagangan dan setiap hal yang terkait interaksi dengan orang lain, dilakukan untuk saling menciptakan dan meningkatkan nilai lebih di kehidupan.

Keunggulan pelaku usaha memberikan layanan dan memenangkan hati pelanggan, kini berubah media dan tempat, dari properti dengan physical evidence yang mantab menuju rumah-rumah konsumen. Susan Horner & John Swarbrooke (2005) mengidentifikasi lima pendekatan konsep

Tentu saja, perlu kreativitas dan modifikasi dalam memberikan lima karakter dasar jasa pada konsumen dengan basis rumah masing-masing, yang selama ini belum pernah terpikirkan oleh sebagian besar pelaku sektor jasa. Kelima karakteristik jasa yang perlu terus menerus dicoba dan diperbaiki dari waktu ke waktu dalam penyampaian layanan jasa berbasis rumah adalah, intangibility, inseparability, heterogeneity, perishability dan lack of ownership. Sekali lagi, hal ini tidaklah mudah, namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

Fenomena pemberian paket layanan isoman pada industri medis dengan mendatangi rumah-rumah warga, merupakan bukti adaptasi dan kreativitas yang baik dalam mengatasi situasi sulit saat ini. Bagi kalangan home lover, situasi pandemi saat ini merupakan momen yang melekat dengan karakteristiknya, namun bagi kalangan lainnya, kebutuhan leisure yang dapat dipenuhi dari rumah merupakan peluang bagi pelaku usaha.

Hermawan Kartajaya dalam bukunya yang berjudul Connect: Surfing New Wave Marketing (Gramedia Pustaka Utama, 2010) menyatakan, jika sebelumnya kehadiran teknologi mendorong produktivitas (technology driving productivity), maka pada era new wave ini teknologi yang ada mendorong lahirnya kreativitas (technology driving creativity).

Perbedaannya dengan era informasi, teknologi pada era new wave mendorong tumbuhnya partisipasi. Semakin banyak orang yang bisa ter-connect satu sama lain untuk berpartisipasi, untuk belajar, dan untuk menciptakan sesuatu.

Karena itulah, elemen-elemen marketing yang selama ini kita kenal dalam legacy marketing juga harus mengalami penyesuaian. Dalam Legacy Marketing dikenal sembilan elemen marketing yang terdiri dari Segmentation, Targeting, Positioning, Differentiation, Marketing-Mix (Product, Price, Place, Promotion), Selling, Brand, Service, dan Process. Dalam New Wave Marketing, elemen-elemen tersebut menjadi apa yang disebut sebagai “The 12 Cs of New Wave Marketing”. Kedua belas C itu adalah Communitization, Confirming, Clarifying, Coding, Crowd-Combo (Co-Creation, Currency, Communal Activation, Conversation), Commercialization, Character, Caring, dan Collaboration .

Connect sendiri dibagi menjadi tiga tingkatan dan model. Pertama, mobile connect. Pertanyaannya adalah “are you well-connected?” ?” baik online maupun offline. Tingkat kedua adalah experiential connect . Pertanyaannya adalah “how deep is your connection?” Dan, tingkat paling tinggi dalam connect adalah Social Connect. . Di level ini, pertanyaannya adalah “how strong is the connectivity ?” Secara berturut-turut, tingkatan connect tersebut adalah sebagai berikut, well-connected is the mobile connect, deep-connection is the experiential connect , dan strong-connectivity is the social connect.

Kiranya dengan memperkuat social connect, pelaku usaha sektor pariwisata dan perhotelan dapat terbantu dalam memberikan layanan bisnis leisure yang mendatangi rumah-rumah warga, yang tidak hanya menyentuh segmen home lover namun sebagian besar warga bangsa di masa pandemi ini. Saatnya memandang bisnis leisure yang berpindah ke rumah.

Penulis Dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya

 

Alihkan Pandangan dari Gawai. Surya. 11 Agustus 2021. Hal.11. Yehuda Abiel. LIB

GENERASI milenial pasti sangat lekat dengan teknologi. Namun, pada akhirnya mereka malah melupakan banyak hal. karena sudah terbiasa menggunakan teknologi untuk memudahkan aktivitas keseharian, baik itu mengakses informasi, mengekspresikan diri, dan kemudahan berkomunikasi.

Tanpa disadari, berjam-jam smartphone berada di genggaman, bahkan bangun pagi langsung bergegas mencarinya. Media sosial menjadi keseharian. Sampai menjelang malam mata menatap layar dan mengecek update hidup orang lain.

Saatnya berhenti sejenak dan berbuat lebih banyak. bahkan di masa pandemi ini. Saatnya berhubungan kembali dengan orang-orang penting di sekitar, atau melakukan hal sederhana seperti membaca buku. Sebuah penelitian menemukan. Jika orang yang rutin membaca menunjukkan memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih rendah, serta perasaan santai yang lebih mendominasi dibandingkan dengan orang yang suka menonton televisi atau aktivitas intens yang berkaitan dengan teknologi. Membaca pun juga bisa memberikan wawasan dari bidang di luar pengalaman dan keahlian ang dapat diterapkan dengan cara baru.

Membaca tidak hanya meningkatkan keterampilan kognitif, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, memperluas kosakata, dan memperluas perspektif. Demikian juga dengan menulis, sebuah aktivitas menuangkan buah pikiran ke dalam sebuah rangkaian huruf.

Beranjak dari pergumulan itu, Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya mengadakan ffalk (Innovation Talk) dengan tema Become Insightful Millennials by Reading and Writing yang digelar dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2021. Acara yang diadakan melalui Zoom pada Sabtu (23/7/2021) itu untuk mendapat wawasan tentang pentingnya mem- baca dan menulis di dunia, digital saat ini. Pada acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh Jacqueline Angelina Kwari (President of BMI Student Union) itu, mengundang Abinaya Ghina Jamela (Naya)

Naya seorang penulis anak dan founder Sahabat Gorga. Ia membagikan pengalamannya yang telah menulis empat buku. Selain menjadi penulis, Naya juga membuat sebuah komunitas yang membantu anak-anak menulis dan berpikir kritis bernama Sahabat Gorga.

Yona Primadesi, ibunda Naya, menceritakan, untuk membiasakan Naya bisa menulis dan membaca adalah dengan cara membangun sebuah ekosistem dengan membatasi penggunaan gawai untuk Naya. Ia juga tidak bermain gawal di depan Naya. Sebagai gantinya, Yona mengajak Naya melakukan aktivitas dengan cara bermain dan juga berinteraksi serta melakukan kebiasaan baru. Kebiasaannya adalah mengajak Naya untuk membaca 15 menit sebelum dan sesudah tidur.

“Orang tua zaman sekarang harus menjadi fasilitas untuk anak. Di dunia yang serba digital, para orang tua harus bisa membangun ekosistem yang menyeimbangkan antara bermain dan belajar. Itu sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk menyediakan bacaan ataupun buku yang berkualitas untuk dibaca oleh anak-anak,” kata Yona.

Di waktu yang sama. Janice Kariyadi, mahasiswa International Business Management International Class & seorang storyteller, menceritakan, untuk membantu orang lain agar suka membaca buku adalah dengan memulai dari diri sendiri membaca buku yang disuka. “Kalau memang kita menyukai buku ilustrasi, ya, kita baca (buku) thustrasi. Kalau kita suka komik, ya, baca komik,” tutur Janice yang kerap membuat review dari buku yang la baca dan dibagikan ke media sosial pribadinya.

la menambahkan. diperlukan bimbingan dan pengawasan dari orang tua untuk meningkatkan kesenangan anak dalam membaca. Jika anak-anak menyukai film Frozen, bacakan buku tentang Frozen agar mereka juga semangat mendengarkan dan tergerak untuk membaca.

Reading spot dan lokasi juga dapat memengaruhi minat dalam membaca. Beberapa tipe orang suka membaca di tempat yang ramai, ada juga orang yang lebih menyukai tempat  yang jauh dari keramaian ketika membaca.

“Itu sebabnya, penting mencari tempat senyaman nyamannya untuk diri sendiri saat akan membaca. Itu memmengaruhi penyerapan gagasan dari buku-buku yang kita baca,” pungkas Janice.

 

 

Sumber: Surya. 11 Agustus 2021.