Energi Thomas Cup untuk Sport Tourism. 20 Oktober 2021. Hal.15. I Dewa GS. HTB

Janet Teowarang dan Batik Pasuruan. Pewarnaan Alami dan Corak Artistik jadi Kunci. Jawa Pos. 12 Oktober 2021. Hal.4. FTP

Janet Teowarang dan Batik Pasuruan

Pewarnaan Alami dan Corak Artistik Jadi Kunci

Proyek sustainability fashion dari penerima Australian Alumni Grant Scheme Janet Teowarang kini sudah hampir selesai. Saat ini kain dengan motif batik yang terpilih diproduksi. Setelah itu, dia berencana memamerkannya ke
beberapa ajang fashion di Australia.

MARIYAMA DINA

SETELAH proses yang panjang, proyek besar fashion designer Janet Teowarang dalam pembuatan motif batik khas Pasuruan kini sudah masuk tahap produksi. Total, sudah ada 12 motif batik dari para pembatik terpilih yang telah
mengikutipelatihan dan bimbingannya. Dari motif-motif yang terpilih tersebut, Janet mengubahnya menjadi busana itu akhimya membuahkan hasll. Saat ditemui di Universitas Ciputra (UC) Tower Senin (4/10), Janetmenunjukkan dua motif yang sudah jadi. Satu motif berwarna cokelat kehitaman. Satunya lagi berwarna lebih terang dengan warna salmon. “Untuk membuat dua warna ini, prosesnya nggak mudah. Benar-benar butuh beberapa kali pewarna dan pencobaan,” terangnya.

Sudah bukan rahasia bahwa membuat batik itumemang tidak mudah, Terlebih untuk batik tulis dan yang memakai
pewarna alami. Untuk batik yang berwarna salmon, misalnya. “Batik ini mereka namai Matoa Krisan. Pewarnaannya pakai mangrove, muncul warna salmon yang kalem kayak gini,’ jelas Janet sambil menunjukkan batik tersebut. Selain wama, fokus lain dalam proyeknya untuk Australian Alumni Grant Scheme adalah motif. “Kamiingin motif khas Pasuruan ini lebih dikenal lagi. Terlebih, Ketua Dekranasda Kabupaten Pasuruan Ibu Lulis Irsyad Yusuf sangat mendukung,” ceritanya.

Namun, motif-motifkhas Pasuruan seperti salak, bunga sedap malam, bunga krisan, atau Penanjakan Bromo tidak bisa langsung dibuat dengan bentuk sebenamya. “Karena pasarnya nanti internasional, motifnya  artistik. Nggak digambar secara harafiah,’ ujamya.

Fashion designer Geraldus Sugeng yang turutmemilih motif yang layak membenarkan bahwa motif batik yang dibuat harus disesuaikan dengan pasar dan tren.”Warna-warna yang tidak terlalu mencolok dan motif simpel tapi artistik menjadi fokus kami,”jelasnya.

Prodi Arsitektur UC Juara Kompetisi Desain Internasional. www.timesindonesia.co.id. 15 Oktober 2021

Pewarta:  | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Konsep MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang diluncurkan oleh Kemendikbud membuka banyak peluang bagi sivitas akademika untuk ikut terlibat dalam program-programnya. Kolaborasi lintas prodi, bahkan lintas universitas menjadi sangat terbuka.

Selain mengikuti program-program MBKM yang diluncurkan oleh pemerintah, Prodi Arsitektur Universitas Ciputra juga menginisasi program MBKM mandiri “Intervarsity International Design Competition”. Sebuah kolaborasi kompetisi desain yang diselenggarakan bersama oleh Prodi Arsitektur Universitas Ciputra dengan Universiti Sains Malaysia dan Universitas Kristen Maranatha. Kolaborasi dilakukan dalam mulai dari penyelenggaraan kompetisi, penjurian, dan mentoring desain bagi para peserta kompetisi.

Sustainable Development Goals menjadi issue utama yang diangkat dalam kompetisi ini. Sustainability dalam pengertian yang luas, menjadi isu yang harus diangkat mahasiswa dalam karya-karyanya, baik dalam kategori short videography, furniture, dan spatial design.

celine

Kategori Short Videography mengangkat tema khusus yaitu Space vs Pandemic, dimana karya-karya video yang dibuat oleh mahasiswa menceritakan adaptasi ruang, aktivitas, dan desain, terkait kondisi pandemi. Kategori furniture mengambil tema fitness.ture, mengajak mahasiswa untuk membuat furniture multifungsi, yakni furniture yang juga dapat berfungsi sebagai alat olahraga. Kategori utama dalam kolaborasi kompetisi ini, Spatial Design, mengambil 3 dari 17 SDG’s sebagai tema utama. 3 goals itu adalah Health and Wellbeing, Quality Education, dan Sustainable Cities and Communities.

Mengangkat judul “Pray in Pandemic Era”, Muhammad Bayu Aditama dari Prodi Arsitektur Universitas Ciputra Surabaya berhasil menjadi juara 1 dalam kategori “Short Videography”. Bayu dan team nya mengangkat adaptasi/perubahan perilaku yang harus dilakukan umat Islam saat beribadah, khususnya di bangunan Hubbul Wathan Grand Mosque, atau yang lebih dikenal dengan nama Islamic Center, di Nusa Tenggara Barat.

Selain memunculkan narasi perubahan perilaku, Bayu juga mengangkat lokalitas budaya setempat yang muncul dalam bangunan tersebut.

Di kategori Spatial Design, mahasiswi Prodi Arsitektur Universitas Ciputra, Celine Gojono, berhasil menjadi 2nd winner sekaligus favourite winner. Celine dengan project M Art Gallery mengangkat tema Sustainable Design for Cities and Communities. M Art Gallery karya Celine memfasilitasi berbagai aktivitas, untuk berbagai user, dengan berbagai kepentingan, dalam satu bangunan. Program ruang berupa studio, café, co-working space, dan art hall ditata dalam satu massa bangunan yang terdiri dari 3 lantai. Inovasi fasade bangunan dengan konsep parametrik dilakukan untuk menghasilkan shade dan shadow dari cahaya alami, sehingga tercipta suasana ruang dalam yang natural. (*)

Mengenal Bayu Aditama, Juara 1 Kompetisi Desain Internasional. Radar Lombok. 19 Oktober 2021. Hal. 1,5. INA

MENGENAL BAYU ADITAMA, JUARA 1 KOMPETISI DESAIN INTERNASIONAL

Shalat dil NIB, Visualisas Kepatuhan Masyarakat NTB Menjaga Prokes Covid-19

AHMAD YANI/RADAR LOMBOK
Muhammad Bayu Aditama

Tiga kampus kolaborasi menggelar“Internavarsity International Design Competition’, sebuah kolaborasi kompetisi desain yang diselenggarakan Universitas Ciputra Surabaya, Universiti Sains Malaysia dan Universitas Kristen Maranatha. Lomba diikuti sejumlah mahasiswa asal negara Asia Tenggara, dan dimenangkan oleh mahasiswa NTB,
Bayu Aditama.

KOLABORASI dilakukan tiga kampus, Universitas Ciputra Surabaya, Universiti Sains Malaysia dan Universitas
Kristen Maranatha, mulai dari penye lenggaraan kompetisi, penjurian, dan mentoring desain bagi para peserta
kompetisi. Sustainable Development Goals menjadi isu utama yang diangkat dalam kompetisi tersebut.

Dalam karya-karyanya, mahasiswa peserta lomba baik dalam kategori short videography, furniture dan spatial de-
sign. Sustainable dalam arti luas harus menjadi isu utama. Dalam kompetisi tersebut, Muhammad Bayu Aditama, mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya asal Kota Mataram, mengikuti lomba kategori short videography. Dengan mengangkat tema khusus yaitu space vs pandemic, dimana karya video dibuat menceritakan adaptasi ruang, aktivitas dan desain, terkait kondisi pandemic.

Mengangkat judul “Pray In Pandemic Era”, Bayu Aditama menjadi juara 1 da-lam kategori short videography. Bayu dan team mengangkat adaptasi atau perubahan perilaku yang harus dilakukan umat Islam saat beribadah, khusus di Masjid terbesar di NTB yakni Masjid Islamic Center Hubbul Wathan.

Dirinya dibantu dua rekan lainnya yakni, Rangga Suntara dan Nyimas Alvira Fahrianty. “Peserta lomba ini banyak diikuti mahasiswa dari sejumlah negara asia Tenggara, misalnya Malaysia, Thailand, Singapura dan lainnya,” ungkapnya, kemarin.

Dia menuturkan, dalam video yang dilombakan itu, dirinya menekankan bagaimana keseharian masyarakat muslim di NTB melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan ketat yang ada di Islamic Center. Sebab itu, dalam pembuatan video dilakukan di Masjid Islamic Center tersebut, pihaknya sangat berhati-hati. Karena pihaknya ingin tetap menjaga kekhusyukan sholat para jamaah saat itu.

Saat melihat bagaimana cara masyarakat Lombok serentak menanggapi protokol kesehatan yang ada dengan shaf shalat yang rapi dan tidak berdempetan di area shalat. Tentu menjadi salah satu tantangan dihadapi dirinya dan team dalam proses pembuatan video tersebut. “Mengambil shoot video cinematik arsitektural dengan menambahkan unsur protokol covid-19,” ucapnya. Selain memunculkan ada narasi perubahan perilaku, ia juga mengangkat lokalitas budaya setempat yang muncul dalam bangunan masjid Islamic center.

Video milik Bayu pun mampu merebut hati tim juara. Video itu berdasarkan penilaian tim juri, berhasil menjadi juara pertama untuk kategori short videography dalam kompetisi tersebut. Adapun menjadi penilaian utama dari video tersebut, yaitu kesesuaian tema : Space vs Pandemic, Estetika Value, Design Unik yang diliput, dan Impresi dan Informatif. “Surprise, juga menjadi juara 1 kompetisi internasional,” paparnya, seraya mengungkapkan, dirinya memang sejak SMP sudah menekuni hobby videografi, memulai dari hp dan mengembangkan diri secara otodi-
dak sampai ada di titik sekarang saat ini. Untuk itu, dirinya bertekad untuk bisa terus berprestasi ke depan. “Target kedepan tentu ingin terus berprestasi,” lugasnya. (*)

Keren, Mahasiswa UC Surabaya Bagikan Semangat Positif dalam Melawan Covid19 Melalui Gambar Ilustrasi. www.timesindonesia.co.id. 5 Oktober 2021. VCD

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/374366/keren-mahasiswa-uc-surabaya-bagikan-semangat-positif-dalam-melawan-covid19-melalui-gambar-ilustrasi

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Organisasi kemahasiswaan VCD Universitas Ciputra atau UC SUrabaya membuat pergerakan luar biasa di masa pandemi. Yaitu membagikan 3 ilustrasi gratis tiap minggunya melalui instagramnya yaitu @vcd_berbagisemangat yang disertai pesan dengan harapan dapat membagikan sedikit semangat untuk masyarakat Indonesia.

Target pertama mereka adalah tenaga kesehatan yang tidak pernah berhenti membantu serta mengobati masyarakat yang terkena dampak dari pandemi ini. Namun, akhirnya berkembang menjadi seluruh masyarakat, baik nakes, masyarakat yang sedang terkena Covid-19, pernah terkena, maupun yang ikut serta membantu para pejuang Covid-19.

sketsa 2

Tim Berbagi Semangat telah membuka recruitment kepada para ilustrator yang bersedia membagikan ilustrasinya untuk para pejuang. Selain ilustrator, Tim Berbagi Semangat juga telah membagikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman diri sendiri ataupun memberikan suntikan semangat bagi orang lain.

Sistem membagikan ceritanya dapat dilakukan oleh siapapun dengan mengisi link form yang telah dibuat dan dicantumkan di bio instagram Berbagi Semangat. Setelah itu nama pejuang akan dimasukan dalam timeline untuk digambar oleh tim illustrator. Terakhir, ilustrasi yang sudah digambar akan diunggah di instagram dan pejuang ataupun pembagi cerita dapat meminta ilustrasi gambar tersebut.

Selain ilustrasi dan pesan penyemangat, akun instagram @vcd_berbagisemangat juga membagikan informasi-informasi kecil dalam menghadapi pandemi baik secara fisik maupun mental. Mulai dari menu makanan sehat yang bisa dikonsumsi usai vaksin, hingga informasi mengenai griefing dan cara mengatasinya. Mereka juga menyertakan tagar-tagar positif seperti #pakaimasker dan #dirumahajah dalam upaya mengingatkan sesama untuk mematuhi protokol kesehatan yang dibuat pemerintah melalui media sosial.

sketsa 3

Sesuai namanya, Tim Berbagi Semangat berharap agar dapat memberikan semangat dan melaksanakan perannya sebagai salah satu elemen masyarakat yang turut berupaya untuk menyudahi pandemi Covid-19 di Indonesia. (*)

 

Publisher: Rochmat Shobirin

Mempelajari Kesehatan Mental Anak Bersama Petualangan Menuju Sesuatu. www.timesindonesia.co.id. 9 Oktober 2021. Samantha Teonata, Livia Angelica. Alumni VCD

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/374950/mempelajari-kesehatan-mental-anak-bersama-petualangan-menuju-sesuatu

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pandemi Covid-19 hampir mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Tidak hanya berpengaruh pada aspek ekonomi, tetapi juga mempengaruhi aspek kehidupan sosial, salah satunya yakni kesehatan mental.

Menjaga kesehatan mental tentu sangat penting untuk dilakukan saat ini, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Pemberlakuan PPKM dengan berbagai level yang tak kunjung usai membuat banyak anak tidak dapat berpergian ke sekolah dan berekreasi dengan leluasa.

Hal ini membuat para orang tua harus bekerja secara ekstra untuk mendidik dan memperhatikan buah hatinya selama berkegiatan. Sebagian besar anak masih belum mampu mengkomunikasikan emosi dan perasaannya selama mereka terkarantina di rumah. Akibatnya, emosi-emosi tersebut semakin menumpuk dan dapat berdampak pada masalah kesehatan mental anak.

Berdasarkan data riset dari Save The Children, pandemi Covid-19 berlangsung hampir satu setengah tahun dan menyebabkan anak-anak menjadi tidak memiliki kesempatan untuk bermain dengan teman-temannya secara langsung. Sejumlah 646.000 sekolah ditutup serta 60 juta siswa mengalami perubahan pola tingkah laku yang signifikan.

Perubahan ini terjadi karena anak-anak dipaksa untuk beradaptasi dengan keadaan yang terjadi. Selain itu, interaksi sosial pada anak juga terpaksa harus terputus selama pandemi. Keadaan yang jauh dari lingkungan sekolah seperti dengan guru dan teman menyebabkan anak menjadi pasif dan mudah merasa jenuh hingga kehilangan semangat untuk belajar.

Tentu masalah kesehatan mental ini tidak boleh dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja. Permasalahan mengenai kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental di Indonesia, menjadi salah satu alasan lahirnya sebuah komunitas bernama Petualangan Menuju Sesuatu (PMS).

Card Game 3

Petualangan Menuju Sesuatu (PMS) merupakan sebuah komunitas yang membahas isu-isu kesehatan mental dengan konsep bercerita (storytelling) melalui konten berupa komik. Di dalam setiap ceritanya selalu menghadirkan karakter utama protagonis bernama Blob “Si Jelly” yang memiliki misi untuk mencapai kesembuhan dan kesehatan mental bersama teman-teman Para Pencari.

Petualangan Menuju Sesuatu mengajak setiap orang untuk berani berpetualang dan sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental. Sejak bulan Juni 2018 lalu, PMS sudah aktif membagikan kontennya melalui instagram dan juga webtoon.

Saat ini, sudah ada kurang lebih 70 ribu akun instagram yang menjadi pengikut instagram Petualangan Menuju Sesuatu. Selama 4 tahun berkarya, Petualangan Menuju Sesuatu sudah banyak berkolaborasi dengan berbagai media dan organisasi seperti Narasi, Asoca Indonesia, Riliv, Warner Music, dan masih banyak lagi. Tak hanya membuat konten komik, Petualangan Menuju Sesuatu juga menyediakan beberapa merchandise yang lucu dan menarik.

Tahun ini Petualangan Menuju Sesuatu merancang karya yang berbeda dari karya sebelumnya. Karya terbaru kali ini terinspirasi dari permasalahan kesehatan mental pada anak-anak yang terjadi akibat pandemi. Samantha Teonata dan Livia Angelica, dua alumni VCD sekaligus kreator “Petualangan Menuju Sesuatu” menciptakan seri permainan kartu Well-being dan jurnal The Great Explorer.

Permainan kartu dan juga jurnal tersebut dibuat dengan tujuan untuk membantu anak-anak memahami emosinya dan mengungkapkannya kepada orang tua. Inovasi dari kedua mahasiswa ini tentunya akan sangat membantu para orang tua untuk memberikan edukasi kepada anaknya. Anak-anak juga tetap bisa belajar sekaligus bermain melalui rangkaian permainan kartu Well-being dan mengisi jurnal The Great Explorer.

Dalam rangka memperingati World Mental Health Day atau hari Kesehatan Mental Dunia tahun ini, pada tanggal  9 Oktober 2021 dan acara seminar Design Week sesi alumni talks, kedua alumni VCD, Samantha Teonata dan Livia Angelica akan berbagi kiat-kiat mereka menciptakan sebuah karya kekayaan intelektual yang menghibur, bernilai ekonomis, sekaligus mampu menjawab permasalahan nyata yang ada di sekitar kita yaitu masalah kesehatan mental pada anak.

 

Peringati Hari Batik, UC Surabaya Jaga Citra Batik Artisan Tuban dengan Konsep Sustainable Fashion. www.timesindonesia.co.id. 1 Oktober 2021. VCD

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/373488/peringati-hari-batik-uc-surabaya-jaga-citra-batik-artisan-tuban-dengan-konsep-sustainable-fashion

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Jurusan Visual Communication Design, Universitas Ciputra atau UC Surabaya menggelar acara Design Week. Kegiatan ini untuk memperingati Hari Batik yang jatuh pada 2 Oktober.

Semenjak tahun 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Oleh sebab itu, tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional setiap tahunnya oleh masyarakat Indonesia.

Acara ini menghadirkan pembicara alumni yaitu Muhammad Ainur Ridho sebagai salah satu kreator batik Semandtik.

Secara etimologi, kata “batik” berasal dari bahasa Jawa “amba” yang bermakna membuat titik (membuat gambar). Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sangat berarti dan sarat akan makna.

Saat ini batik semakin dihargai, namun sayangnya hal ini tidak berjalan sejalan dengan penghargaan pada artisan batik tulis. Hal tersebut yang melatarbelakangi Semandtik sebagai salah satu pemerhati batik yang tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya Batik Tulis, tetapi juga pemberdayaan komunitas artisan Batik Tulis yang ada di daerah Tuban.

Batik Artisan Tuban 2

Dengan misi mengangkat citra batik khususnya di daerah Tuban untuk menjadi lebih modern dengan konsep serta pendekatan yang lebih baik dan adil. Secara konsep, Semandtik ingin menciptakan sebuah tren, dimana batik dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan membawa sebuah cerita dan makna menarik dari setiap motif yang tertera.

Umumnya, batik Tuban memiliki ciri khas motif yang rumit dengan perpaduan warna-warna gelap. Lain halnya dengan motif batik dari Semandtik, dirancang lebih kontemporer dan sederhana, sehingga cocok digunakan untuk kegiatan sehari-hari maupun acara-acara formal.

Selain mencari profit, Semandtik juga memiliki harapan untuk memberikan social impact kepada artisan batik di daerah Tuban. Sering kali banyak artisan batik yang tidak dihargai sesuai dengan kerja kerasnya dalam memproduksi batik. Padahal, membuat selembar kain batik memerlukan ketelatenan tinggi dan waktu yang panjang.

Menanggapi hal tersebut, Semandtik melengkapi setiap produknya dengan tanda tangan dari artisan batik sebagai bentuk orisinalitas, autentik, serta menghargai hasil handmade dari sang artisan dan dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi artisan serta menambah pride value.

Batik Artisan Tuban dalam Fashion

Tentu cara ini membuat produk batik dari Semandtik menjadi lebih unik dan berbeda dari batik-batik lainnya. Sudah sepantasnya pula, para artisan batik mendapat apresiasi yang lebih untuk hasil karyanya yang luar biasa.

Tak hanya itu saja, selain memerhatikan hak dari para artisan batik,  Semandtik juga menerapkan konsep sustainable fashion pada proses pengolahan produknya. Walaupun dalam penerapannya tidak mudah, Semandtik tetap berusaha mengarahkan para artisan yang sudah lanjut usia untuk beralih ke teknik ramah lingkungan.

Mulai dari kain hingga proses pewarnaan batik sangat diperhatikan supaya tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Produk batik dari Semandtik diutamakan untuk anak muda, karena sebagian besar generasi muda Indonesia menilai bahwa batik terkesan jadul dan terlihat tua. Agar dapat menarik perhatian dari anak muda, Semandtik selalu mengusung tema kekinian yang diluncurkan pada setiap seri motifnya, contohnya seperti tema kehidupan.

Tulisan yang disusun oleh Tania Lia Chandra ini menyatakan bahwa bisnis batik di Indonesia akan terus berkembang pesat seiring dengan berkembangnya zaman. Dengan konsep serta impact yang dimiliki oleh Semandtik dapat dipastikan bisnis ini bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda dalam menjaga kelestarian warisan budaya nusantara.

Dalam acara seminar Design Week, pada sesi alumni talks bersama Ainur Ridho, alumni VCD dan motor dari Semandtik akan berbagi kiat-kiat menjalankan usaha yang membawa keindahan batik sekaligus menceritakan perjalanan pembuatnya.  (*)

 

Publisher: Rochmat Shobirin

 

Pro Job dan Pro Poor Tourism. Bali Post. 7 Oktober 2021. Hal.1 Dewa GS. HTB

Berkah Bali Dibuka untuk Wisman. Jawa Pos. 11 Oktober 2021. Hal. 4. Dewa GS. HTB

Kreativitas di Tengah Pandemi lewat Surviving: Bikin Art Therapy dengan Tutup Botol. Jawa Pos. 5 Oktober 2021. Hal. 20. FPD