Industrial Style For Casual Lifestyle. asrinesia.com. 20 September 2020. Maureen Nurhadi. INA

https://www.asrinesia.com/industrial-style-for-casual-lifestyle/

Gaya sebuah rumah tinggal adalah cerminan dari gaya hidup pemiliknya, seperti terlihat pada rumah tinggal ini.
Pasangan muda pemilik rumah ini sangat menyukai benda-benda vintage dan bahan-bahan yang rustic alami. Istri dan 3 putrinya tomboy, sedangkan suami adalah pebisnis yang sangat sukses dan berjiwa petualang, mempunyai pribadi yang positif, riang dan kreatif. Mereka berlima sangat suka traveling dan suka kegiatan outdoor. Maka tidaklah heran jika gaya rumah yang mereka pilih adalah gaya industrial, yang amat cocok dengan gaya hidup casual pemilik.
Arsitek Jean Francois Poillot, dosen di Arsitektur UK Petra dan interior desainer Maureen Nuradhi yang juga dosen di Interior Architecture Universitas Ciputra,  mendapat kesempatan untuk mewujudkan rumah idaman keluarga ini. Di atas tanah seluas 450 m2 dibangunlah rumah 2 lantai plus basement. Konsep keluarga dan hobby yang dianut oleh suami istri ini tercermin pada banyaknya penggunaan bahan2 rustic baik pada olahan dinding, lantai, langit2 dan pada furniturenya.

Suami dan istri pemilik rumah ini sangat mendorong perkembangan logika, kreativitas dan kemampuan artistik putri-putrinya, serta perilaku positive dan kasih sayang antar saudara. Sang suami suka memberikan surprise pada teman dan keluarganya, sehingga dia juga minta semua ruang kalau bisa ada unsur surprisenya. Nilai2 positif dalam keluarga dicantumkan pada quotes2 di dinding, sekilas tampak seperti wallart. Di hallway dipasang wallart berbentuk pohon melambangkan pohon keluarga, lengkap dengan digital frame yang berisi slideshow foto2 traveling keluarga.
Pasangan ini sering mengadakan acara bersama di rumahnya, karena itu ruang makan, living room dan ruang entertainnya dibuat berukuran luas. Dapur utama berada langsung di ruang makan karena istri hobby masak. Seluruh ruang masing2 kami desain dengan mengutamakan unsur fun melalui asesoris interiornya untuk mengimbangi kesan bahan2 rustic nya, demikian Maureen menjelaskan. Semua ruangan dengan fungsi2 yang berbeda ini dirangkai dengan penggunaan bahan rustic yang berwarna natural dan unfinished, sejak dari exterior hingga sampai kamar mandi.

Bahan2 finishing unik yang ada di proyek ini antara lain: kayu ulin bekas yang digelapkan dengan api, kayu bekas perahu yang dirangkai menjadi mozaik, metal corten untuk fasade dan sketsel yang dilaser cutting, mebel permanen dari bata dan semen ekspose, bata tempel ekspose untuk dinding, dan lampu living room custom dari rustic wood. Sungguh suatu pengaplikasian utuh dari industrial style untuk casual lifestyle.

Penulis @halistyapramana
Arsitek: Jean Francois Poillot
Interior Designer: Maureen Nuradhi dari Jean Maureen and Partners.
Kontraktor bangunan Tjokroadi Prayitno
Kontraktor interior: Hanny Tanjaya.
Lokasi: Surabaya Barat
#majalahasrinesia #majalaharsitektur #rumahbergayaindustrial #arsitekindonesia #desainerinteriorindonesia #karyaanakbangsa #banggaindonesia #likeforlike #followforfollow #designerassociation

Hunian Efisien dan Sehat Jean-Maureen. jawapos.com. 6 September 2020.INA

https://www.jawapos.com/arsitektur-dan-desain/06/09/2020/hunian-efisien-dan-sehat-jean-maureen/

REDAM CUACA PANAS: Peletakan jendela dirancang sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga didinginkan dengan sosoran atap tanaman rambat, atau pohon. (JEAN-MAUREEN AND PARTNERS FOR JAWA POS)

Efisien dan sehat. Misi tersebut diusung Maureen Nuradhi dalam membangun rumahnya. Hasilnya, hunian tampak estetis, tetapi tetap hemat.

PENATAAN ruangan yang smart dan cermat menjadi kunci kenyamanan rumah Jean Francois Poillot dan Maureen Nuradhi. Rumah mereka memaksimalkan akses cahaya matahari dan udara. Untuk meredam cuaca panas Surabaya, bukaan pun dirancang dengan teliti. Letak jendela sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga lebih dulu ”didinginkan.”

”Caranya, memberi pembayangan. Bisa dari sosoran atap, tanaman rambat, atau pohon,” kata Maureen. Permukaan bawah juga didesain tidak memantulkan cahaya berlebih. Salah satunya ditutup rumput dan kerikil.

Dosen interior architecture di Universitas Ciputra (UC), Surabaya, itu menyatakan bahwa sejuknya rumah juga didukung permukaan tembok yang berpori. Dinding dibiarkan berlapis acian. Tampilannya lebih alami. Plus, menghemat biaya finishing hingga 30 persen. ”Karena finishing ini, teman-teman kami menyebut rumah kami bergaya industrial,” ungkapnya.

Maureen menceritakan, huniannya mengusung konsep reserved house. Area yang dikerjakan tidak ”mengenai” rumah lama. Jadi, dia beserta keluarga tidak perlu usung-usung pindahan. Denah rumah pun dibalik. Area halaman disulap menjadi rumah. Lokasinya mengitari hunian lama yang lantas dirobohkan menjadi courtyard.

Karena letaknya yang dikepung ruangan, desain courtyard dibuat bersih. Entrepreneur section head UC tersebut menjelaskan bahwa lantai courtyard dibuat miring dan dilengkapi saluran pembuangan. Ruangan juga tetap terlindung sosoran atap. ”Tidak ada air yang menggenang dan cipratan saat hujan,” papar Maureen. Tanaman di courtyard dipilih yang tidak memiliki perakaran melebar dan merusak.

Konsultan arsitektur dan desainer interior Jean Maureen and Partners itu menuturkan, smart layout tidak hanya hemat energi dan biaya. Tetapi juga ikut mendukung konsep rumah sehat. Seluruh area mendapat ventilasi dan akses sinar matahari. Termasuk di dapur. Rumah pun bebas dari lembap. ”Kegiatan menyapu, mengepel, dan bersih-bersih lebih leluasa. Kelembapan tidak terjebak sehingga sangat sedikit area yang memerangkap virus,” tegas Maureen.

REDAM CUACA PANAS: Peletakan jendela dirancang sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga didinginkan dengan sosoran atap tanaman rambat, atau pohon. (JEAN-MAUREEN AND PARTNERS FOR JAWA POS)

CERMAT TERAPKAN FINISHING ACIAN

”Memangnya nggak rusak nanti kalau kena panas dan hujan?”

”Kalau berlumut, gimana?”

Banyak pertanyaan yang muncul ketika mempertimbangkan finishing acian. Berikut tip dari Maureen:

  • Instalasi talang harus baik.
  • Bila menggunakan atap genting, kemiringan minimal 30 persen dan ada sosoran.
  • Sloof fondasi harus baik agar air tanah tidak naik.
  • Saat pengerjaan, tukang perlu diingatkan bahwa acian sekaligus menjadi finishing. Jadi, tukang tidak ceroboh memaku atau mengotori dinding.
  • Upayakan satu bidang besar dikerjakan satu orang/tukang agar hasil rata.
  • Cermat pilih semen. Sebab, beda merek dan jenis semen, beda pula rona abu-abu yang dihasilkan.
  • Untuk bagian luar, lapisi acian dengan coating batu alam agar tidak mudah berlumut.

SMART LAYOUT

REDAM CUACA PANAS: Peletakan jendela dirancang sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga didinginkan dengan sosoran atap tanaman rambat, atau pohon. (JEAN-MAUREEN AND PARTNERS FOR JAWA POS)

  • Hemat biaya perawatan
  • Tatanan ruangan dibuat ringkas agar perawatan dan pembersihan lebih mudah. Terutama untuk keluarga yang tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga (ART).

HEMAT RUANG

Sebagian furnitur dibuat built-in. Dampaknya, pemakaian bahan bangunan juga irit.

HEMAT BIAYA LISTRIK

  • Pengeluaran untuk air conditioner (AC) dan lampu bisa diminimalkan karena layout memaksimalkan bukaan.
  • Rumah courtyard Jean-Maureen
  • Arsitek: Maureen Nuradhi dan Jean Francois Poillot
  • Luas tanah: 200 m2
  • Luas bangunan: 200 m2 (dua lantai)
  • Lokasi: Surabaya Timur
  • Lama pengerjaan: 1 tahun

Hunian Efisien dan Sehat Jean-Maureen. Line Today Sci-Tech. 6 September 2021.INA

https://today.line.me/id/v2/article/zwzvvP

Efisien dan sehat. Misi tersebut diusung Maureen Nuradhi dalam membangun rumahnya. Hasilnya, hunian tampak estetis, tetapi tetap hemat.

PENATAAN ruangan yang smart dan cermat menjadi kunci kenyamanan rumah Jean Francois Poillot dan Maureen Nuradhi. Rumah mereka memaksimalkan akses cahaya matahari dan udara. Untuk meredam cuaca panas Surabaya, bukaan pun dirancang dengan teliti. Letak jendela sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga lebih dulu ”didinginkan.”

”Caranya, memberi pembayangan. Bisa dari sosoran atap, tanaman rambat, atau pohon,” kata Maureen. Permukaan bawah juga didesain tidak memantulkan cahaya berlebih. Salah satunya ditutup rumput dan kerikil.

Dosen interior architecture di Universitas Ciputra (UC), Surabaya, itu menyatakan bahwa sejuknya rumah juga didukung permukaan tembok yang berpori. Dinding dibiarkan berlapis acian. Tampilannya lebih alami. Plus, menghemat biaya finishing hingga 30 persen. ”Karena finishing ini, teman-teman kami menyebut rumah kami bergaya industrial,” ungkapnya.

Maureen menceritakan, huniannya mengusung konsep reserved house. Area yang dikerjakan tidak ”mengenai” rumah lama. Jadi, dia beserta keluarga tidak perlu usung-usung pindahan. Denah rumah pun dibalik. Area halaman disulap menjadi rumah. Lokasinya mengitari hunian lama yang lantas dirobohkan menjadi courtyard.

Karena letaknya yang dikepung ruangan, desain courtyard dibuat bersih. Entrepreneur section head UC tersebut menjelaskan bahwa lantai courtyard dibuat miring dan dilengkapi saluran pembuangan. Ruangan juga tetap terlindung sosoran atap. ”Tidak ada air yang menggenang dan cipratan saat hujan,” papar Maureen. Tanaman di courtyard dipilih yang tidak memiliki perakaran melebar dan merusak.

Konsultan arsitektur dan desainer interior Jean Maureen and Partners itu menuturkan, smart layout tidak hanya hemat energi dan biaya. Tetapi juga ikut mendukung konsep rumah sehat. Seluruh area mendapat ventilasi dan akses sinar matahari. Termasuk di dapur. Rumah pun bebas dari lembap. ”Kegiatan menyapu, mengepel, dan bersih-bersih lebih leluasa. Kelembapan tidak terjebak sehingga sangat sedikit area yang memerangkap virus,” tegas Maureen.

REDAM CUACA PANAS: Peletakan jendela dirancang sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga didinginkan dengan sosoran atap tanaman rambat, atau pohon. (JEAN-MAUREEN AND PARTNERS FOR JAWA POS)

CERMAT TERAPKAN FINISHING ACIAN

”Memangnya nggak rusak nanti kalau kena panas dan hujan?”

”Kalau berlumut, gimana?”

Banyak pertanyaan yang muncul ketika mempertimbangkan finishing acian. Berikut tip dari Maureen:

  • Instalasi talang harus baik.
  • Bila menggunakan atap genting, kemiringan minimal 30 persen dan ada sosoran.
  • Sloof fondasi harus baik agar air tanah tidak naik.
  • Saat pengerjaan, tukang perlu diingatkan bahwa acian sekaligus menjadi finishing. Jadi, tukang tidak ceroboh memaku atau mengotori dinding.
  • Upayakan satu bidang besar dikerjakan satu orang/tukang agar hasil rata.
  • Cermat pilih semen. Sebab, beda merek dan jenis semen, beda pula rona abu-abu yang dihasilkan.
  • Untuk bagian luar, lapisi acian dengan coating batu alam agar tidak mudah berlumut.

SMART LAYOUT

REDAM CUACA PANAS: Peletakan jendela dirancang sesuai dengan arah angin. Area sekitar bukaan juga didinginkan dengan sosoran atap tanaman rambat, atau pohon. (JEAN-MAUREEN AND PARTNERS FOR JAWA POS)

  • Hemat biaya perawatan
  • Tatanan ruangan dibuat ringkas agar perawatan dan pembersihan lebih mudah. Terutama untuk keluarga yang tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga (ART).

HEMAT RUANG

Sebagian furnitur dibuat built-in. Dampaknya, pemakaian bahan bangunan juga irit.

HEMAT BIAYA LISTRIK

  • Pengeluaran untuk air conditioner (AC) dan lampu bisa diminimalkan karena layout memaksimalkan bukaan.
  • Rumah courtyard Jean-Maureen
  • Arsitek: Maureen Nuradhi dan Jean Francois Poillot
  • Luas tanah: 200 m2
  • Luas bangunan: 200 m2 (dua lantai)
  • Lokasi: Surabaya Timur
  • Lama pengerjaan: 1 tahun

Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Psar Turi (16)_Ada Besi Prosotan dan Tower untuk Latihan Terjun. Radar Surabaya. 29 September 2020. Hal.3,7. Library

“Bangunan gedung Kantor Dinas PMK Surabaya di Jalan Pasar Turi yang berlantal dua (sebagian) memang tak mengalami perubahan yang signifikan dibanding zaman Belanda. Hanya beberapa saja seperti penambahan pagar dan bangunan depan untuk penjagaan,” Rahmat Sudrajat

 

SELAIN itu adanya lorong yang panjang dulu juga untuk lalu lalang para petugas. Lorong tersebut ada di sisi timur gedung. “Tapi kini, lorong itu telah dirombak sebagian untuk penjagaan,” kata pustakawan sejarah (librarian) Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika.

Sementara itu di bagian dalam bangunan terlihat plafon tinggi khas bangunan kolonial. Bagian dalam bangunan itu dibiarkan terbuka tanpa sekat untuk untuk mobilitas petugas kebakaran ketika sewaktuwaktu ada kebakaran. Bahkan di sisi atas terdapat dua ventilasi udara dengan gaya khas ornamen Jawa perpaduan.

“Angin-anginnya (ventilasi) ada dua di sisi barat dan timur. Ini beda dengan gedung lain, karena mungkin dirancang agar sirkulasi udara terjaga dan tidak menyebabkan kelembaban pada gedung tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, di lantai dua terdapat beberapa ruangan yang di tempat tersebut terdapat tiang pancang besi sejenis pole yang digunakan untuk turun (prosotan) pasukan brandweer dari lantai atas agar cepat meluncur ke bawah ketika ada kebakaran. Konon tiang luncur itu sudah ada sejak zaman dulu. Namun mengalami beberapa perubahan.

Di bagian belakang gedung terdapat tower yang konon dulu difungsikan untuk latihan penerjunan dengan tali dari ketinggian oleh para pasukan de Brandweer. “Kalau saya lihat tower itu sudah mengalarni perubahan dilihat dari besinya. Dulu juga digunakan untuk latihan terjun (flying fox) para petugas,” ungkapnya.

Kantor de Brandweer tersebut mengalami perubahan pada tahun 1906 setelah penetapan Surabaya sebagai daerah otonom atau Gementee (Kotamadya) oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda di Batavia.

Sehingga semua keperluan mengenai pembiayaan mulai dari peminda- han markas semi permanen dari Pasar Besar ke bangunan permanen di Pasar Turi pada tahun 1927, hingga pembelian peralatan baru dibiayai oleh pemerintah Gementee Surabaya. (bersambung/jay)

 

Sumber: Radar Surabaya. 29 September 2020. Hal 3, 7

Setelah Tiga Bulan, Panen Ratusan Kilogram. Jawa Pos. 29 September 2020. Hal.15. FTO. Muliasari Kartikawati

SURABAYA, Jawa Pos Dinas Ketahanan Pangan dan Pertamanan (DKPP) Kota Surabaya baru saja panen ubi jalar di kawasan Sememi, Kecamatan Benowo. Hasil panen yang mencapai ratusan kilogram tersebut dibagikan kepada warga sekitar. Itu penting untuk ketahanan pangan saat pandemi.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Benowo Tamtomo Prayitno menuturkan, panen ubi jalar tersebut merupakan perdana. Hasil panen disortir dan dimasukkan ke karung sebelum dibagikan kepada warga. “Kami langsung berikan ke masyarakat,” tuturnya.

Ubi jalar ditanam tiga bulan lalu. Tamtomo menyebutkan, ubi jalar ditanam di lahan seluas 115 meter persegi. Pemeliharaannya, lanjut dia, dilakukan oleh satu orang. Tugasnya memelihara kondisi ubi hingga menjaga kebutuhan asupan air. Jumlah keseluruhan ubi jalar yang dipanen 111 kg. Setiap warga mendapatkan 1 kg ubi. “Rata satu orang menerima sekitar 1 kg ubi jalar,” terang Tamtomo.

Lastri, salah seorang warga, menyatakan akanmengolah ubi tersebut dengan cara direbus. Rencananya, dia mengonsumsinya bersama anak-anaknya. Terutama anaknyayang bontot Yang masih berusia 4 tahun. “Bagus untukmata. Katanya sih begitu,” tutur ibu tiga anak itu.

Sebelumnya, pada 23 September lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga memanen ketela rambat madu, ketela pohon, hingga lele di Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri. Pemkot melalui DKPP gencar menanam berbagai bahan pangan di 24 lokasi lain. Jenisnya bermacam-macam. Selain di Sememi, ada juga di bekas tanah kas desa (BTKD) Kelurahan Jeruk. Di sana, DKPP menggarap sekitar sepertiganya dari luas lahan 7,6 hektare.

Secara terpisah, Kaprodi Food Technology (FTO) Universitas Ciputra Muliasari Kartikawati menuturkan, ubi jalar memilildibanyak kandungan karbohidrat. Menurut dia, ubi jalar bisa dijadikan sebagaipengganti nasi. Selain itu, ubijalar ilengandungvitamin B, vitamin C, vitarnin A, mineral besi, dan kalium. “trapi, memangkebiasaan orang Indonesia kan wajib makan nasi. Kalau tidak makan nasi, dianggap belum makan,” jelasnya.

Dia menambahkan, ubi jalar juga bagus dikonsumsi anak-anak. Salah satu penelitian dari Pattikawa dick (2012) menyatakan, masih kata Muliasari, ubi jalar bisa diolah untuk makanan anak-anak dan bayi. (sam/c6/ano)

 

Sumber: Jawa Pos. 29 September 2020. Hal. 15

Melipatgandakan Nilai Desa Melalui Wisata. Jawa Pos. 29 September 2020. Hal.4. HTB. I Dewa GS

Oleh Dewa Gde Satrya *) Dosen hotel & tourism business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya

“Diyakini, sektor pariwisatalah yang dapat menyejahterakan warga desa tanpa mengeksploitasi alam pedesaan yang lestari. Hutan konservasi, pusat sumber mata air, sawah dan ladang, kini semakin dicari jutaan orang sebagai moda wisata yang dirindukan di masa dan pascapandemi,” Dewa Gde Satrya

 

            DI tengah pandemi Covid-19 ini, dua desa melambungtinggi dijagat pariwisata. Keduanya ada di Magelang, Svarga Bumi -yang memikat hati dan mengundang setiap orang berlomba untuk datang dan berada langsung di hamparan pesawahan yang takjub indahnya- dan Butuh Kaliangkrik -pedesaan berlatar Gunung Sumbing yang megah nan menawan bak desa-desa di dataran tertinggi dunia di Nepal. Menggetarkan dan membanggakan, kesan itu yang muncul menyertai munculnya destinasi berbasis pedesaan ini di tengah kelesuan dan tekanan berat sektor pariwisata di titik terendah. Persis seperti itulah harapan peringatan World Tourism Day yang dirayakan setiap 27 September di seluruh dunia, yang tahun ini difokuskan pada pembangunan pariwisata desa. UN World Tourism Organization (Organisasi Pariwisata Dunia) menetapkan perayaan Hari Pariwisata Sedunia tahun ini “Tourism and Rural Developmene:

Presiden Jokowi pada rapat kabinet, Kamis (24/9), juga memberikan penekananyang sama, p andemi menjadi momentum untuk melakukan transformasi ekonomi desa. Selain integrasi berbagai program kementerian untuk menyelamatkan perekonomian desa, cara dari transformasi itu adalah potensi pertanian dan pariwisata di desa harus ditumbuhkan. Visi desa wisata presiden dapat dimaknai sebagai upaya melipatgandakan nilai desa melalui pariwisata.

Diyakini, sektor pariwisatalah yang dapat menyejahterakan wargo desa tanpa mengeksploitasi alam pedesaan yanglestari. Hutan konservasi, pusat sumber mata air, sawah dan ladang, kini semakin dicari jutaan orang sebagai moda wisata yang dirindukan di masa dan pascapandemi. Tak sedikit area pedesaan berbatasan langsung dengan taman nasional, taman wisata alam, dan cagar alam yang menjadi habitat satwa endemik yang langka dan dilindungi. Kehadiran desa yang menata diri sebagai tujuan wisata kian meningkat nilainya dengan tatanan ecotourism, adventure tourisrn, dan wellness tourism. Warga kota dan umat manusia umumnya merindukan kesejukan udara, perjumpaan dengan warga desa yang tulus, dan interaksi dengan alam beserta segala isinya dengan mengandaikan diterapkannya protokol kesehatan yang ketat, yang kini dikenal dengan cleanliness, healthy, safety and environmental sustainability (CHSE). Karena itu, pada waktunya nanti, di masa pandemi usai, berwisata ke desa adalah keniscayaan. Desa berdaya dengan menghadirkan pengalaman berwisata yang aman dan menyehatkan di desa mesti menj adi keyaldrian semua pemangku kepentingan, utamanya pemerintah terkait 
dan warga desa itu sendiri. Melalui wisata, produk buah-buahan, kopi, cokelat, dan hasil pertanian yang dihasilkan di desa tidak sebatas dinilai dengan satuan per kilogram. Sayuran dan tanaman mendapat harga lebih dari sekadar hitungan per potongan. Susu dan produk turunan hasil peternakan yang berlimpah juga terdongkrak naik karena ada nilai lebih yang dinikmati wisatawan dari desa melalui experience dan empathy yang tumbuh menyatu dalam diri wisatawan.

UN World Tourism Organization juga menegaskan, agrowisata merupalcan bagian dari wisata pedesaan (2002). Upaya ini memberikan peluang kepada petani/ peternakkita untuk memperluas skala usaha dan mendapatkan penghasilan lebih baik.

Champion

Pada momen Hari Pariwisata Sedunia ini, patut pula apresiasi ditujukan kepada para tokoh desa yang dengan setia menj aga kelestarian alam. Di Kecamatan Wonosalam, Jombang, misalnya, sebagai salah satu area pentingbagi beberapa daerah di Jawa Tiinur, kelestarian hutan dan mata air yangtersebar di berbagai wilayah desa di kecamatan yang dikenal dengan produk duriannya itu telah dijaga oleh kelompok pelestari hutan. Kesetiaan warga desa menanam pohon dan menjaga hutan bermakna penting bagi ketersediaan air yang berada di hulu Sungai Brantas dan dinikmati warga di area hilir Sungai Brantas. Konservasi yang dilakukan para champion dari warga desa yangseda itu mendapat berkah (bonus) melalui ekowisata. Kisah heroik serupa juga ditemui di banyak area penting di desa penyangga taman nasional. Warga desa yang karena keterbatasan akses perekonomian untuk menyambung kehidupan seharihari, kerap kali terpaksa oleh keadaan menjadi pemburu satwa liar dan menebangi pohon, kian banyak yang tersadarkan, dan berbalik menjadi para penjaga konservasi. Mereka semua ada di desa. Banyak kearifan dan nilai perjuangan hidup mereka yang layak untuk didengar dan diteladani. Forest bathing, ecotherapy healing, sarana penyembuhan alami dapatditemui di desa. Mendengar suara alam, memandang bentang alam, menghirup udara alam, mengonsumsi produk alam di desa, kerap menjadi obat yang mujarab. Karena itu, tak salah bila sebuah nama desa di Bali diberi nama Ubud, berakar dari kata ubad/obat, diilhami kesembuhan umat manusia dalam sejarah desa bertaraf internasional itu. Wisata dapat melipatgandakan nilai desa. Selamat Hari Pariwisata Sedunia 2020.

 

 

Sumber: Jawa Pos. 29 September 2020. Hal. 4

Asah Kreativitas Lewat Desain Cosplay. Surya. 29 September 2020. Hal.3. FDB. Agnes Olivia Gondoputranto

SURABAYA, SURYA – 
Costume Player (Cosplay) 
menjadi media kreativitas 
yang menghasilkan karya 
unik dalam berkostum dan 
bermake-up sekaligus mendulang pendapatan.

Dosen Fashion Product  Design and Business Universitas Ciputra (UC), Aknes Olivia Gondoputranto yang ‘hobi cosplay dan menjadikannya media membuat aksesori dan baju. “Sangat menantang bikin detail kostum semirip mungkin dengan karakternya,” katanya.                        Selain detail kostum, cosplayer dituntut dapat menirukan sifat dan gestur dari karakter yang dipilih. Olive pernah memerankan boneka Kiraidshou dalam komik Rozen Maiden bersama beberapa rekan penggemar cosplay.

Menariknya, ketika memerankan boneka-bonekanya itu harus pintar mengatur ekspresi yang sesuai. Olive sendiri merasa kesulitan saat memakai penutup mata (eye patch) dari bunga.

“Pemasangannya cukup susah dan kadang kurang nyaman karena menutupi mata. Selain itu, styling wig-nya cukup lama karena sangat panjang sampai melebihi paha,” ujarnya.

Trainer dan mentor dalam berbagai workshop Fashion dan Fashion Accessories int sampai mendesain baju beserta detailnya sendiri untuk menciptakan karya senyata mungkin. Desain itu lantas dibuat pola dan dijahit.

Perempuan yang sejak tujuh tahun terakhir ini menyukai dunia cosplay ini merasa nyaman menjalani . hobinya karena banyak membuatnya bertemu teman-teman baru yang mampu menginspirasi dirinya untuk lebih berkreasi.

Cosplay membawa ke arah sensasi dalam mengekslorasi berbagai kostum, make up, dan menghasilkan konsep .sekaligus photoshoot yang tematik. Bahkan, sangat mungkin menjadi pundipundi uang.

“Terbuka peluang menjasi maker costum cosplay, atau berkecimpung di dunia event organizer dari event cosplay dan masih banyak lainnya,” terang Olive. (zia)

 

Sumber: Surya. 29 September 2020. Hal. 3

Catatan Hari Pariwisata Sedunia: Sumber Daya Air Untuk Desa Wisata.timesindonesia.co.id. 27 September 2020. Dewa GS. HTB

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/299171/catatan-hari-pariwisata-sedunia-sumber-daya-air-untuk-desa-wisata#.X3B59pnctAg.whatsapp

Perubahan Fokus Ilmu dan Teknologi Pangan di Era Pandemi Covid-19.timesindonesia.co.id. 24 September 2020

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/298393/perubahan-fokus-ilmu-dan-teknologi-pangan-di-era-pandemi-covid19

Sejak 1927, Kantor PMK di Jalan Pasar Turi (15)_ Pribumi Tarik Gerobak dan Genjot Pompa Air. Radar Surabaya. 28 September 2020. Hal.3. Library

“Dulu, peralatan pemadam kebakaran yang dimiliki de Brandweer masih menggunakan pompa manual dengan tenaga manusia. Saat terjadi kebakaran, alat tersebut yang digenjot. Namun seiring bergulirnya zaman dan ditemukannya teknologi mesin uap, alat pemadam sudah memakai mesin uap,”Rahmat Sudrajat

 

PUSTAKAWAN sejarah (librarian) dari Universitas Ciputra, Chrisyandi Tri Kartika, mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki De Brandweer te Soerabaia sebagai dinas pemadam kebakaran pertama yang didirikan pemerintah Hindia Belanda di tanah jajahan mayoritas masih menggunakan tenaga pribumi.

Khususnya untuk pekerjaanpekerjaan kasar seperti menarik gerobak tanki air, memompa atau menggenjot pompa air dan menarik selang. “Dulu ngambil airnya kan digledek (pakai gerobak), jadi dilakukan manual oleh penduduk pribumi,” katanya.

Sementara, mesin-mesin pemadam kebakaran yang bertenaga uap telah ditempatkan di lokasi-lokasi yang ditentukan yakni di tempat-tempat strategis seperti kawasan perkantoran, perumahan warga asing dan perempatan-perempatan jalan besar. “Pada setiap lokasi itu, diawasi oleh kepala pemadam kebakaran yang telah ditunjuk,” terangnya.

Penempatan peralatan pemadam kebakaran di lokasi- lokasi yang dianggap penting tersebut, tidak jauh berbeda dengan penempatan peralatan pada masa sebelumnya saat De Brandweer te Soerabaia didirikan kali pertama pada tahun 1810 atas perintah Gubernur Jendral Herman Willem Daendels.

Chrisyandi menjelaskan, para petugas pemadam kebakaran ini bekerja secara padat karya yang mengutamakan warga pribumi dibanding warga Eropa. Tak main-main, saat itu warga pribumi yang bergabung di De Brandweer mencapai 1.540 orang dan biasanya disebut sebagai Korps Sukarelawan Pemadam Kebakaran.

“Baru pada tahun 1920, Korps Sukarelawan irii dibubarkan karena digantikan dengan mesin-mesin pemadam kebakaran baru yang lebih modern yang didatangkan dari Eropa,” paparnya. (bersambung/jay)

 

Sumber: Radar Surabaya. 28 September 2020. Hal. 3