UC News Juni 2019

Abadikan yang Nyaris Hilang. Jawa Pos. 19 Juni 2019.Hal.28. Paulina Tjandrawibawa_VCD

Bikin Scarf sekaligus kampanye sayangi Biota Laut

Surabaya – kekayaan hewan di laut Indonesia sangat beragam. Namun, karena terlalu sering dieksploitasi, binatang-binatang itu terancam punah. Misalnya, penyu leatherback sea yang populasinya kian menipis karena sering diburu. Ada pula yang keberadaannya terancam karena kelalaian manusia seperti paus-paus yang beberapa kali terdampar dan mati dipantai karena mengonsumsi plastic dilautan.

Hal itu mendorong crafter, Paulina Tjandrawibawa, menyuarakan, keprihatinannya melalui kehadiran ornament hewan laut dalam seri terbatu scarf karyanya. Menurut perempuan yang sudah lama mengagumi binatang laut tersebut, edukasi diperlukan bagi masyarakat untuk menyelamatkan hewan dilaut.

“scarf dengan ornament binatang yang hampir punah ini bisa sekaligus membuat aware masyrakat bila keadaan laut negara kita semakin miris. Agar pemburuan hewan laut bisa berkurang,” tuturnya.

Selain kedua hewan itu, ada hewan unik seperti octopus coconut yang dihadirkan Paulina. Hewan tersebut memiliki kebiasaan unik, yakni membawa tempurung kelapa sebagai pelindung dari hewan pemangsa. “ada pula motif hewan nudibranch dan nautilus,” papar wanita 35 tahun itu. Dia ingin melalui scarf tersebut, masyarakat lebih mengetahui bianatang laut yang belum banyak dikenal.

Total terdapat 13 jenis hewan laut Indonesia didalan satu scarf. Gambar-gambar hewan tersebut disederhanakan dan diberi warna yang menarik. “selain itu, dibadan-badan hewannya, saya beri motif-motif batik agar memperkenalkan budaya Indonesia,” ucap 100 finalis terbaik dalam The Big Start Indonesia season 2 pada 2017 itu.

Dia menjelaskan, seluruh motif tersebut dicetak pada berbagai jenis kain. Misalnya, kain ultra fine voile, silky satin, dan kain serat organic viscose. Kain-kain tersebut cocok dipadupadankan dalam berbagai macam penampilan.

Melalui scarf tersebut, Paulina juga akan berkolaborasi dengan organisasi dan komunitas dibidang keselamatan lingkungan. Dia ingin menyumbangkan hasil penjualannya untuk menyelamatkan lingkungannya. “saat ini masih mencari organisasi dan komunitasnya,” tegasnya.

 

Sumber: Jawa Pos. 19 Juni 2019

Senam untuk Turunkan Risiko Preeklamsia. Jawa Pos. 23 Juni 2019.Hal.19. Rifka Irhamma-Kella Adilla Pramesthi-Yuman Arya Nasrullah_MED

Surabaya – tingginya angka kematian ibu hamil di Indonesia menghilhami tiga mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra (UC) untuk melakukan penelitian. Mereka lantas menemukan cara alternative untuk mencegah kejadian tersebut lewat sebuah gerakan senam.

Tiga mahasiswa tersebut ialah Rfka Irhamna, Xela Adilla Pramesti, dan Yuman Arya Nasrullah. Rifka danXela merupakan mahasiwa semester VI. Sementara itu, Yuman masih duduk disemester IV. Dalam penelitian tersebut, ketiganya mengambil sampel 100 kasus kematian ibu hamil disalah satu rumah sakit di Surabaya.

Dari 100 kasus kematian ibu hamil itu, ternyata 65 persennyaterjadi pada perempuan yang baru pertama mengalami kehamilan. Temuan selanjutnya, kasus tersebut dialami perempuan usia 35 tahun keatas.

Ternyata, factor penyebabnya banyak dan saling berkaitan. Misalnya, factor social budaya. Mereka menemukan beberapa kasus yang disebabkan pihak perempuan menunda kehamilan.

Atas temuan itu, mereka lantas meneliti cara menurunkan risiko preeklamsia pada perempuan hamil. Tia mahasiswa itu merancang senang ringan untuk menurunkan risiko gejala preeklamsia agar tidak akut dan menjadi eklamsia. “gerakan senam tersebut simple dan bisa dilakukan di mana saja. Bisa sendiri maupun bersama-sama,” tutur Xela Adilla Pramesthi.

Sumber: Jawa Pos. 23 Juni 2019

Ajak Keluarga Bersih-Bersih Kampus. Jawa Pos. 24 Juni 2019. Hal.19

Surabaya – seluruh pagawai Universitas Ciputra (UC) beserta keluarganya memadati halaman kampus kemarin pagi (23/6). Mereka mengikuti acara Happy Green Family Gathering. Acara itu mengajak pegawai dan keluarganya menjaga kampus agar terbebas dari sampah.

Dalam kegiatan tersebut, para pegawai dan keluarganya bersih-bersih seluruh bagian kampus. Mulai halaman kampus sampai ruang kerja sehari-hari. Para keluarga kemarin bak pegawai kebersihan kampus. Mereka menyisir seisi kompleks kampus. Dengan membawa plastic, mereka memunguti setiap sampah yang terlihat,

“khusus kemarin pegawai kebersihan seharusnya masuk, tapi kami liburkan. Sebab, pekerjaan mereka sementara digantikan para keluarga karyawan,” ujar Koordinator Acara Dwi Anna.

Yang menarik, anggota keluarga diminta melakukan sidak keruang kerja para pegawai. Tujuannya, mengecek kondisi dan suasana ruang kerja para pegawai. “biar anak dan istri, suami tahu bagaimana kerapian dan kebersihan mereka (pegawai UC, Red) disini,” ucap Dwi.

Salah satu kelucuan terjadi pada keluarga Christian Herdinata, Kaprodi International Business Management UC. Christian awalnya merasa meja kerjanya cukup rapi. Namun, Yanita, sang istri, ternyata menilai ruang kerja suaminya itu berantakan. Yanitdan tiga anak nya, stand, gracia, dan gavrila, lantas merapikan buku serta tumpukan kertas  dimeja Christian.

Dwi mengatakan, kegiatan itu bertujuan menyatukan emosi suami, istri, dan anak-anaknya. “dengan cara seperti ini, anak dan istri atau suami kan bisa tahu pekerjaan dan situasi lingkungan kerja pahlawan ekonomi keluarga mereka selama ini,” paparnya. Dalam acara itu para keluarga juga diminta membuat komitmen bebas penggunaan plastik.

 

Sumber: Jawa Pos. 24 Juni 2019.

Gelar Go Green in Family Go Green in Office, UC Ajak Karyawan dan Keluarga Kurangi Barang Sekali Pakai. TribunJatim.com. 24 Juni 2019

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Hari ini, Minggu (23/6/2019) halaman kampus Universitas Ciputra (UC) tampak ramai dengan adanya acara gathering bertema Go Green in Family Go Green in Office.

 

Penanggung jawab acara tersebut, Dwi Anna Kristanti mengatakan, ada sekitar 450 peserta gathering. Semuanya merupakan karyawan UC beserta keluarga.

Anna menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, UC sama sekali tidak menggunakan peralatan sekali pakai. Untuk itu tumbler dan set makan stainlees steel diberikan sebagai souvenir.

“Acara ini diadakan untuk lebih membangun semangat peduli lingkungan pada karyawan dan keluarga karyawan UC. Di sini sendiri, kami sudah mulai mengurangi pemakaian barang sekali pakai,” ujar Anna.

 

Contohnya, lanjut Anna, saat rapat, para karyawan sudah tidak lagi disediai minuman dalam kemasan. Masing-masing wajib membawa botol minum sendiri.

 

“Kami sediakan galon air mineral saja. Jadi kalau nggak bawa tumbler siap-siap nggak minum selama rapat,” ungkap Anna yang juga merupakan Lecturer Career Development dari Human Capital Management UC.

 

Imanuel Deny Krisna Aji, ketua pelaksana gathering tersebut menambahkan, sesuai tema acara, keluarga karyawan juga diajak mengunjungi ruang kerja anggota keluarganya.

 

Di sana, mereka melakukan kegiatan berupa membantu membereskan meja kerjanya.

 

“Tadi aku ke ruang kerja mama, juga beres-beres meja kerja mama,” ujar Raka Gabriel Caraka Setyawan (8), putra salah satu dosen psikologi UC, Fransisca Putri.

 

Menurut Fransisca, gathering tersebut sangat seru. Sebab, didalamnya ada acara kids development, anak-anak diajari membuang dan membedakan sampah organik dan unorganik.

 

“Secara simbolis kami juga memberikan hadiah berupa tanaman kaktus untuk keluarga karyawan yang hari ini sudah membantu membereskan meja kerja mama, papa, istri, atau suaminya yang merupakan karyawan di sini,” imbuh Imanuel.