UC News Desember 2019

Mendeteksi Kesehatan Hubungan dengan Pasangan. Jawa Pos. 6 Desember 2019.Hal.19. Jenny Lukito Setiawan. PSY

Dari Psikoedukasi Healthy Relationship

 

SURABAYA, Jawa Pos – Sering menghadapi kecemburuan yang berlebih, cemas, dan terkadang posesif kepada pasangan? Sering menjadi korban kekerasan dalam berpacaran? Nah, bisa jadi itu tanda-tanda relationship yang kurang sehat.

Hal itu disampaikan guru besar psikologi Universitas Ciputra (UC) Prof Jenny Lukito Setiawan dan Esla Lanang Sanjaya selaku dosen psikologi UC dalam psikoedukasi Healthy Relationship di lantai 6 Gedung UC kemarin (7/12). Jenny menyatakan, masalah dalam relationship, baik yang masih pacaran maupun yang sudah berumah tangga, biasanya berupa kecemburan, posesif, dan kadang sampai muncul kekerasan, baik verbal maupun fisik.

Menurut dia, kecemburuan merupakan hal yang wajar dalam suatu hubungan. Kecemburuan menjadi tidak wajar jika keluar secara berlebihan dan cenderung tidak rasional. Hal ini menjadi salah satu tanda bahwa hubungan tersebut sedang tidak sehat. “Apa-apa selalu menuding pasangan, kamu bagini ya, kamy begitu ya, padahal tidak begitu,” terang Jenny.

Cemburu yang berlebihan juga mengarah kesikap posesif terhadap pasangan. “Over pro tective ya posesif,” tegasnya.

Nah, hal itu biasanya disebabkan adanya rasa ingin mendominasi pasnagan. Bisa karena pengaruh tidak pervaya dan masih banyak faktor pendukung lainnya. “Itu juga menandakan hubungan yang tidak sehat dan memang perlu diperbaiki, ujarnya.

Dua tanda hubungan tidak sehat tersebut juga berdampak pada terjadinya kekerasan dalam hubungan. Kekerasan dalam hubungan itu disebabkan ketidaktahuan pasangan terebut terhadap relationship yang sehat dan yang tidak sehat. Juga kesadaran masing-masing dalam berhubungan.

Bahkan, kasus terbanyak yang Jenny tangani selama ini, maslaah dalam hubungan disebabkan tidak saling memahami satu sama lain. “Sehingga muncul kekerasan dalam kata-kata dan lambat laut juga terjadi kekerasan fisik,” katanya,

Bagaimana mengatasinya? Esla Lanang menyampaikan beberapa tip agar tidak cemburu berlebihan, tidak posesif, dan bisa meminimalkan kekerasan dalam hubungan. Menurut dia, jika ada rasa cemburu, segera ajak pasangan untuk mengobrol. Bisa jadi, yang dilihat dan yang didengar tidak benar. “Tanya langsung sama pasangan,” tegasnya.

Jika memang tidak terlalu percaya kepada pasangan, bertanyalah kepada teman-teman sekitar. Selanjutnya, bangun kepercayaan diri sendiri, bukan fokus pada kelamahan. Misalnya, karena jelek, kurang tinggi, atau kurang putih. “Meskipun mempunyai kekurangan, yakinkan hati bahwa diri sendiri memiliki kelebihan yang memang pantas untuk pasangan,” katanya. (his.22/tia)

 

 

MASALAH YANG KERAP MUNCUL

 

Cemburu Buta

  • Trauma masa lalu
  • Pernah dikhianati
  • Kurang percaya diri dan kecemasan tinggi
  • Kurang komunikasi dan klarifikasi

 

Posesif

  • Cemburan yang amat
  • Adanya rasa ingin mendominasi
  • Protektif yang over
  • Kurangnya kepercayaan diri

 

Ketika Terjadi Kekerasan Verbal dan Fisik

  • Kurangnya pemahaman tentang hubungan
  • Minim kesadaran satu sama lain
  • Tidak saling memahami satu sama lain
  • Kurangnya komunikasi antar sesama
  • Kurangnya penghargaan kepada pasangan

 

Sumber: Jawa Pos, 8 Desember 2019. Hal 19

Bijak Menghadapi Buah Hati yang Baru Lulus_Desakan Cari Kerja Bikin Pusing. Jawa Pos. 6 Desember 2019.Hal.7. Livia Yuliawati. PSY

Desakan Cari Kerja Bikin Pusing

 

ANEKA PILIHAN SETELAH WISUDA

 

MENIKAH SEBELUM SEMPAT BERKARIR

Bukan masalah. Tentu masalah bekerja setelah menikah bisa dikomunikasikan dengan significant others, baik orang tua maupun pasnagan. Namun, pad amasa sekarang, banyak pekerja yang jam kerjanya relatif fleksibel. Pekerjaannya pun tidak selalu menuntut berada di kantor. MIsalnya, menjadi freelancer bidang desain atau make-up artist.

 

INGIN MENGAMBIL JEDA, TIDAK SEGERA BEKERJA SETELAH LULUS

Sah-sah saja. Namun, komunikasikan dengan orang tua. Pastikan ada rencana jelas. Kapan liburan diakhiri, rencana setelah liburan berakhir, dan lain-lain. Jadi, tidak sampai hilang arah setelah masa liburan selesai,

 

IDEALIS DALAM MEMILIH KERJA

Orang tua dan anak perlu berdiskusi. Buka wawasan anak tentang pekerjaan yang ada. Jika perlu, ajak mereka mengobrol dengn rekan yang berpengalaman di bidang pekerjaan yang diinginkan anak. Jangan sampai idealisme dalam mencari kerja dalam mencari kerja membuat anak hanya punya satu rencana.

 

HARUS SEGERA BEKERJA KARENA TUNTUTAN EKONOMI

Jangan buru anak untuk segera mendapat pekerjaan. Ajak anak berdiskusi tentang pilihan pekerjaannya. Dengan begitu, mereka tidak stres dan terbebani oleh tuntutan keluarga.

 

DIMINTA MENDAFTAR CPNS

Dalam bidang-bidang penempatan PNS. Cari yang setidaknya mendekati bidang keahlian anak. Jadi, mereka tetap bisa menyalurkan passion ketika bekerja kelak.

 

BUKA USAHA BARENG TEMAN

Buka diskusi dengan anak. Pastikan mereka tertarik memulai membuka usaha karena memang memiliki minat. Anak pun tidak terpaksa menjalaninya.

 

“Sudah wisuda, ya? Rencananya kerja di mana?” Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sepele. Namun, bagi yang ditanya, hal itu bisa memusingkan. Seakan-akan keberhasilan hanya diukur dengan mendapat pekerjaan.

 

SETELAH lulus. (idealnya) lanjut bekerja. Anggapan tersebut seolah sudah mendarah daging di Indonesia. Para fresh graduate diharapkan bisa mendapatkan pekerjaan setelah wisuda. Alhasil. masa-masa setelah wisuda pun diisi pcnantian panggilan kerja bagi sejumlah lulusan baru.

Psikologi Vivi Kurnia Lestari Mpsi menjelaskan, periode itu merupakan peralihan yang berdampak besar buat anak, ”Di masa itu anak sudah lulus. Dari awalnya harus ngampus atau bertemu dosen jadi tanpa aktivitas,” ucapnya. Sebenarnya, periode kosong tersebut bukanlah sesuatu yang salah. Apalagi, anak baru saja menuntaskan tugas akhir yang mungkin menyita perhatianya.

Psikologi yang juga guru bimbingan karir Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya itu melanjutkan, periode tersebut justru bisa jadi bumerang. Terlebih jika anak mendapat tekanan dari lingkungan sekitar. Misalnya desakan segera kerja oleh keluarga besar. Atau teman-teman seangkatan anak sudah mendapat pekerjaan. Menurut Vivi, hal itu bisa menimbulkan setres.

“Muncul rasa rendah diri karena anak tidak mampu mencapai standar sukses yang diharapkan orang sekitar. Mereka juga cenderung membandingkan dengan teman,” ungkapnya. Padahal, masa tcrscbut bisa dimanfaatkan. Misalnya, mengikuti worshop atau pelaihan. “Pengayaan Ini bisa menambah value anak di mata perekrut kerja.” lanjut Vivi

Sementara itu, psikolog Livia Yuliawan SPSI MA PhD menilai peran orangtua pada masa mencari kerja sangat pcnting. Menurut dia, Ibu dan ayah perlu ikut “belajar” bersama anak. Terutama tcrkait ragam profesi masa kini. “Pendekatan kerja milenial cukup beda. Banyak pekerjaan sekarang yang enggak ada di zaman lbu-bapaknya,” paparnya.

Livia mencontohkan profesi vlogcr dan remote workers alias profesi yang memungkinkan tugas kcria dilakukan di luar kantor. Psikolog sekaligus dosen Universitas Ciputra Surabaya itu menilai anak muda masa kini lebih fleksibel dalam hal bekerja. Satu orang bisa merangkap beberapa role. misalnya. menjadi make-up artist sekaligus vloger.

Pilihan lain. bekerja freelance di beberapa bidang sekaligus. Jadi. mereka cenderung mencari pekerjaan yang dinamis dun fleksibel. “Dari sejumlah Studi komparasi, masa kerja milenial rata-rata 2-3 tahun. Setelah itu. banyak yang pindah bekerja atau merintis karir sendin,’ jelasnya.

Karena itu. lanjut Livia, orang tua dan anak perlu berdiskusi. “Orang tua punya pengalaman, termasuk dari teman. Di sisi lain, anak punya idealisme dan potensi. Dua hal itu perlu dipertemukan,” tuturnya.

Livia maupun Vivi menegaskan. anak perlu mengenal potensinya sebelum mencari pekerjaan Caranya, lewat diskusi serta kilas balik masa sekolah hingga kuliah. Karakter anak juga patut dipertimbangkan. Dengan begitu, ketika bckerja, anak tidak merasa terbebani. “Diharapkan. potensi anak bisa maksimal lewat jalur karir yang dipilih,” ujar Livia. (fam/c18/nda)

 

Magang untuk Tambah Pengalaman

MASA magang adalah kesempatan emas buat anak. Sebab, pada masa tersebut. mereka bisa merasakan budaya dalam sebuah kantor atau lembaga. “Ini adalah periode test: the water. Saat magang, anak tentu bisa menyimpulkan, mereka cocok enggak dengan pekerjaan seperti Ini,” papar Livia. Karena Itu, pemilihan lokasi magang hendanya bcnar-bcnar dipertimbangkan dengan matang.

Dia mcnjelaskan, magang seyogianya dilalui dcngan sungguh-sungguh. Tidak sekedar memenuhi mata kuliah, ”Sebab, masa magang ini bisa jadi portofolio yang membantu saat cari kerja,” tegas Livia. Anak, saran dia, hendaknya mcnjalin rekanan yang baik semasa magang. “Kalau cocok, bisa dilanjutkan. Kalau enggak, anak bisa mempertimbangkan profesi lain yang masih sesuai bidang keahlian mereka,” imbuhnya.

Vivi menambahkan, mereka yang mencari kerja juga bisa mengambil opsi magang. Memang, durasi kontrak kerja umumnya tidak terlalu lama. Pelamar magang, terutama di luar tuntutan studi, perlu menyadari hal tersebut. “Fokus magang memang mencarl pengalaman. Bukan lantas mencari penghasilan.” tuturnya.

Pilihan magang menguntungkan mereka yang punya utang tua atau kerabat pemiIik usaha. “Anak bisa belajar. Di sisi lain. pihak employer mendapat masukan karena fresh graduate punya visi dan misi yang segar.” ungkap Vivi. Meskipun magang di usaha kerabat, anak punya kedudukan sama dengan pegawai lain. Dengan demikian, tidak perlu ada perlakuan khusus. (fam/c6/nda)

 

Sumber: Jawa Pos, Jumat 6 Desember 2019. Hal 7

Cukup 5 Cangkir Tanpa Gula. Jawa Pos. 24 Desember 2019. Hal.7. CB

 

Meminum kopi alias ngopi sudah menjadi keseharian banyak orang. Apalagi, sekarang banyak kedai kekinian. Kopi jadi lebih mudah didapat dengan varian rasa beragam pula.
KOPI tidak asing bagi penduduk tanah air. Minuman olahan biji kopi itu disebut sebagai pengusir kantuk yang mujarab. Terutama karena kadar kafeinnya. Qonita Rahmah SGz Msc (Nutz & Diet) memaparkan, kopi punya kandungan baik lainnya. “Kopi juga tinggi antioksidan dan polifenol yang berfungsi menangkal radikal bebas,” ujarnya.
      Qonita menjelaskan, kopi juga memiliki senyawa asam yang ikut membentuk rasa. Kadar kandungannya tersebut bisa berubah, bergantung proses penyangraian. “Senyawa inilah yang punya efek ke asam lambung. Terutama bagi yang punya mag atau pencernaan sensitif,” imbuhnya.
      Dia melanjutkan, dalam tubuh, kopi dicerna sebagaimana makanan lainnya. “Metabolisme kopi relatif sama seperti yang lain. Tapi, kandungan kafeinnya memang bisa menggangu penyerapan zat besi dan kalsium,” terang ahli gizi sekaligus staf Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya itu. Jadi, konsumsi kopi sebaiknya tidak berlebihan.
      Menurut Qonita, kadar kafein yang disarankan untuk dikonsumsi adalah 400 mg per hari. Setara 4-5 cangkir kopi hitam biasa tanpa gula. Batasan tersebut bisa lebih tinggi atau rendah, sesuai toleransi seseoang pada kafein. Untuk ibu hamil dan menyusui, batasannya lebih rendah.
      Anjuran konsumsi kopi untuk bumil dan busul tercantum dalam Permenkes Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Batasannya 100-300 mg kafein per hari. “Yang dikhawatirkan, konsumsi berlebih bisa menganggu penyerapan zat besi. Ibu jadi berisiko anemia,” lanjutnya.
      “Keamanan” kopi untuk dikonsumsi tiap hari juga dijelaskan Moses Soediro SE., BBA MM. Dosen pencinta kopi itu menerangkan banyak cara untuk menghindari efek yang tak diinginkan setelah minum kopi. “Mulai memilih jenis kopi sampai cara pengolahan. Jika konsumsinya tepat, tubuh justru mendapat manfaat baik dari kopi,” tuturnya.
      Kepala Program Studi Culinary Business Universitas Ciputra Surabaya itu mebambahkan, opsi terbaik adalah kopi freshly brewed. Alias segar dan baru saja diseduh. “Sebaiknya buat dalam porsi sekali minum habis,” katanya. Sebab, kadar kafein pada kopi yang didiamkan akan naik walaupun tidak signifikan.
      Jika tak memungkinkan membuat kopi segar sekali minum, kopi sachet bisa jadi pilihan. Moses pun berbagi tip dalam memilih kopi kemasan. “Baca label bahannya. Ada kopi instan berbahan dasar ekstrak yang notabene lebih sulit dierna,” tegasnya (fam/c18/jan)
KENALI JENISNYA
KOPI HIJAU
Biji kopi yang tidak melalui proses roasting (sangrai). Kandungan mineral dan vitamin C relatif tinggi sehingga dipercaya baik untuk kesehatan. Namun, kadar karbondioksidanya juga cukup tinggi sehingga bisa menyebabkan kembung.
KOPI DECAFFEINATED
Kopi yang telah melalui treatment tertentu sehingga kadar kafeinnya berkurang. Kadar kafeinnya bisa mencapai 3–5 mg per sajian, bahkan ada yang mampu mencapai 6 mg kafein
KOPI DENGAN CAMPURAN HERBAL
Umumnya, kopi diberikan label sesuai campurannya (misal : kopi ginseng, kopi tongkat ali, dll). Hingga kini, belum ada riset khusus yang mengulas pengaruh tambahan tersebut pada metabolisme kopi dalamnya.
CARA MENYEDUH
SUHU IDEAL UNTUK MENYEDUH KOPI BERADA DI KISARAN 90-97 DERAJAT CELSIUS
Jika menggunakan air dari dispenser, buang air panas yang keluar di 1-2 detik pertama karena belum mencapai suhu ideal. Jika menggunakan air mendidih, biarkan selama 1-2 menit sebelum dituang pada kopi
JANGAN MINUM KOPI SEGERA SETELAH DISEDUH
Untuk yang gemar kopi tubruk, jangan minum kopi dalam periode blooming (permukaan kopi naik dan berbusa). Biarkan hingga permukaan kopi turun.
CERMATI TAMBAHAN KOPI
Untuk penderita diabetes atau mereka yang punya risiko diabetes, perhatikan tambahan gula (atau sirup) dalam kopi. Sebab, meski sering kali tidak terasa, hal itu bisa meningkatkan kalori kopi. Di samping itu, efek kopi bisa meningkat hingga 2 kali lipat ketika ditambah gula.
PAHAMI PENYIMPANAN KOPI
Untuk kopi bubuk, masa penyimpanan ideal adalah 2 minggu. Untuk biji kopi yang telah di sangrai, masa simpan ideal 1-2 bulan (sebelumnya biarkan *istrirahat* selama 2 minggu untuk kurangi kadar karbodioksida).
FAKTA KOPI
Dalam riset pada 2018, konsumsi kopi hitam biasa (tanpa gula) 1-5 cangkir per hari bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Pada orang-orang yang telah memiliki gangguan jantung, konsumsi kopi juga tidak berpengaruh pada keparahan penyakit.
Kebiasaan ngopi bisa berpengaruh pada tekanan darah. Dalam riset yang dilakukan pada 2016, orang-orang dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) terkontrol tidak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 3 cangkir per hari
Ada kelainan gen yang bisa mengakibatkan seseornag memiliki metabolisme kafein yang tidak baik. Pertama, kombinasi gen CYPIA1 (enzim yang berfungsi mencerna 95 persen kafein yang dikonsumsi) dan AHR (mengontrol produksi enzim CYPIA2). Metabolisme kafien dalam tubuh lebih lama.
Kedua, abnormal gen ADORA2A yang membuat tubuh sensitif pada kafein. Tubuh bereaksi berlebihan ketika mengonsumsi kafeun. Misalnya, tidak bisa tidur hanya karena minum satu gelas kopi.

Sumber: Jawa Pos, 24 Desember 2019. Hal 7

Harapan Pada Menparekraf: Fokus pada Wealth Created Tourism. Venue. No.146 Desember 2019. Hal.22,23. Dewa GS_HTB

Latih Gus Jadi Guide, Warga Bikin Sipku. Jawa Pos. 18 Desember 2019. Hal.23. Dewa GS_HTB

Anak-Anak Belajar Coding. Jawa Pos.19 Desember 2019. Hal.19

 

Surabaya, Jawa Pos – beberapa siswa sekolah dasar mengisi waktu libur mereka dengan mengikuti program belajar coding yang diselenggarakan Studi Teknis Informatika Universitas Ciputra (UC) kemarin (18/12). Anak-anak langsung mempraktikkan dasar-dasar coding tersebut dengan membuat aplikasi game sederhana.

Program coding untuk game itu diselenggarakan mulai senin (16/12) hingga kemarin. Setiap hari meereka menyelesaikan satu game. Delapan anak SD tesebut membuat game Flappy Bird versi mereka dengan dasar-dasar Coding yang dipelajari diawal program.

Permainan berbasis android dan IOS tersebut awalnya memang dibuat oleh Ngueyen Ha Dong asal Vietnam yang diluncurkan pada Mei 2013. Dari game yang sudah banyak penggunannya itu, anak-anak diajari cara pembuatan dari awal hingga game tersebut bisa dioperasionalkan.

Laura Mahendratta Tjahjono dosen Teknik Informatika UC, mengarakan bahwa program itu sengaja dirancang saat liburan sekolah. Dengan demikian, waktu anak-anak sekolah dasar tidak melulu habis untuk bermain game di gadget.

Namun, lewat program belajar coding game itu, anak-anak dari berbagai latar belakang dialatih untuk memanfaatkan waktu liburnya dengan belajar membuat game. “anak-anak yang biasa bermain game buatan orang kini sejak dini kita latih belajar memproduksi game sendiri,” ucapnya.

Laura mengungkapkan, sudah saatnya anak-anak terbiasa dan terlatih dengan teknologi sejak dini. “jika sejak kecil kita biasakan membuat, besarnya nanti bisa kreatif dan paten dalam pengembangan aplikasi game,” ungkapnya.

Sumber: Jawa Pos.19 Desember 2019. Hal.19

Kisah singkat jalan cendrawasih (12)_Aktivitas Perkantoran dan Perdagangan Masih Bertahan Hingga Kini_Chrisyandi Tri Kartika.LIB. Radar Surabaya. 22 Desember 2019. Hal.3

Kisah singkat jalan cendrawasih (12)_Aktivitas Perkantoran dan Perdagangan Masih Bertahan Hingga Kini_Chrisyandi Tri Kartika.LIB. Radar Surabaya. 22 Desember 2019. Hal.3.pdf

 

Dalam perjalanannya, Roomsche Kerkstraat atau saat ini dikenal dengan Jalan Cendrawasih tidak lepas dari aktivitas masyarakat pada zaman kolonial Belanda.

Aktivitas disana dahulu didominasi oleh perkantoran dan perdagangan, karena lokasinya strategis berdekatan dengan sungai Kalimas. Hingga saat ini, Kawasan tersebut masih melekat dengan aktivitas dahulu yakni perkantoran dan perdagangan.

Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, memang sejak dari zaman colonial Belanda sudah menjadi wilayah untuk perdagangan dan perkantoran, dan hingga saat ini masih seperti itu. Hal inilah yang membuat bangunan di Kawasan tersebut banyak yang berubah, namun untuk aktivitas masyarakatnya tidak berbeda dengan aktivitas zaman dahulu.

“Dahulu Belanda lebih dulu masuk, yang mana di area Jalan Cendrawasih selain ada bangunan gereja juga terdapat banteng, kemudian banteng tersebut dirobohkan sendiri oleh Belanda. Jadi seiring berjalannya waktu, di tempat tersebut digunakan sebagai tempat aktivitas perniagaan dan juga banyaknya kantor-kantor di wilayah Jalan Cendrawasih,” katanya.

Di Jalan Cendrawasih saat ini bisa dilihat ramai dengan kendaraan dan truk-truk pengangkut barang yang hilir mudik di jalan tersebut saat siang. Beberapa bangunan di sana juga digunakan sebagai kantor perusahaan.

“Tak hanya itu, lalu Lalang orang beraktivitas di jalan tersebut juga cukup ramai. Apalagi jalan tersebut juga menjadi jalan penghubung, pada jam-jam tertentu kendaraan juga ramai melintasi jalan itu,” imbuhnya.

Lokasi Kawasan tersebut yang berdekatan dengan sungai dan pelabuhan memudahkan para pebisnis maupun saudagar kala itu. Karena mudah dan strategis untuk mengirim dan mendatangkan barang. Oleh karenanya aktivitas niaga memang ramai di Kawasan itu. (*/nur)

Sumber: Radar Surabaya. 22 Desember 2019

Tiga Mahasiswa UC Presentasi Pemanfaatan Ayam Afkir di Nepal_Jadi Presentator Termuda di Forum Internasional_FTO. Jawa Pos.24 Desember 2019.Hal. 19

Tiga Mahasiswa UC Presentasi Pemanfaatan Ayam Afkir di Nepal_Jadi Presentator Termuda di Forum Internasional_FTO. Jawa Pos.24 Desember 2019.Hal. 19

 

Christian Jodi Jonathan, Natasya Teonata dan Vania Aurelia Wijaya mengangkat derajat daging ayam petelur afkir. Hasil penelitian pemanfaatan daging ayam tersebut baru saja diresentasikan di Nepal pada awal November 2019. (HISYAM, Jawa Pos)

 

AYAM petelur yang sudah tidak produktif memang masih diperjual belikan dipasar. Dagingnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harganya cenderung lebih murah ketimbang ayam – ayam pada umumnya. Sebab, ayam tersebut memiliki kualitas daging yang rendaah. Badik dari tekstur daging maupun kandungan proteinnya. Nah, tiga mahasiwa Food Technology Universitas Ciputra (UC) menangkap peluang dari rendahnya kualitas daging ayam tersebut. Awalnya, mereka penasaran dengan pemanfaatan daging ayam itu. Setelah dite;iti lebih jauh, tenyata belum banyak warga yang tahu cara emmbuat daging yang alot tersebut menjadi lunak dan empuk.

Mereka pun melakukan penelitian lebih lanjut. Ide awalnya, daging ayam petelur tersebut dimanfaatkan untuk membuat bakso. Namun, sebelum mereka mencampur bahan lain, bakso yang dihasilkan masih acenderung lebih keras. Kandungna proteinnnya juga rendah. “Kami bikin inovasi, riset lagi, mencari cara agar daging ini bisa empuk,” ujar Christianur Jodi Yonathan saat ditemui di laboratorium Foof Tehnology UC beberapa waktu lalu.

Setelah melakukan penelitian camputan bahan-bahan dan kandungan serta konsultasi dengan pembimbing selama satu semester terakhir, mereka menemukan formula bahan yang bisa membuat daging ayam afkir menjadi empuk. Yakni, menggunakan tepung daum moringa dan tepung dari biji nangka. Campuran dua tepung tersebut menjadi pengganti pioka yang digunakan sebelumnya. “Ternyata, pas bikin bakso bahan daging ayam pada umumnya,” kat Jodi.

Natasya Teonata menambahkan, selain empuk, daging ayam petelur afkir itu lebih berkualitas. Campuran bahan yang digunakan memiliki kadungan gizi. Tepung biji nangka memiliki protein yang tinggi, karbohidrat, serat, serta vitamin A,C,B. Demikian pula kadungan daun kelor atau moringa. Yakni, mengandung zat gizi mikro. Itu meliputi 82 kalori energi;6,7 gram protein; dan 1,7 gram lemak. Selain itu, ada kadungan karbohidrat, kalsium, fosfor, dan zat besi. “Vitaminnya lebih tinggi jka dibandingkan dengan tumbuhan lain,” terang Natasya.

Vania Aurelia Wijaya menjelaskan, selain berinovasi dengan bahan-bahan baru sehingga menghasilkan olahan daging yang empuk, mereka memilih penelitian itu karena belum pernah dilakukan. “Orang awalnya hanya tahu daun kelor jadi sayur. Atau, biji nangka dimakan begitu saja. Tetapi, ternyata bisa dibuat tepung pembuatan bakso,” jelas Vania.

Karena beberapa kelebihan itu, penelitian berlabel improving spend Hen Meatball With Mixed Flour or Moringa (Moringa Oleifera) Leaves and Jackfruit Seeds itu dipresentasikan di 7th International Conference on Sustainable Animal Agriculture for Developing Countries (SAADC2019) di Nepal pada 8-11 November 2019. Mereka satu-satunya tim ternuda dan berstatus mahasiswa S-1. “Kan dari mahasiswa ada yang S-2. Dan tim kami satu-satunya yang S-1 dan termuda,” jelas Vania.

Saat ini, mereka sedang melakukan riset pengembangan lebih lanjut. Yakni, mencari bahan-bahan alternatif lain yang bisa dibuat tepung pengganti tapioka, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang tinggi dan mudah didapatkan dilingkungan sekitar. “Kami memang terus riset untuk melihat bahan-bahan yang jarang dipakai di masyarakat, murah, dan karena kualitasnya jelek tidak banyak digunakan orang,” jelas Jodi (*/c6/tia)

Sumber: Jawa Pos.24 Desember 2019.

Unjuk Kreasi Rancang Media Promosi Bisnis. Jawa Pos. 17 Desember 2019. Hal. 19. MCM

Surabaya, Jawa Pos – Mahasiswa jurusan desain komunikasi visual Universitas Ciputra untuk kebolehan membuat beragam media promosi bisnis kemarin (16/12). Hasil karya mereka langsung dipresentasikan dihadapan para klien dalam program Integrated Marketing Communication di kampus entrepreneur tersebut.

Para Klien merupakan owner atau pemilik usaha yang ditentukan serta diteliti sebelumnya. Dari hasil kajian dan data lapangan dari para klien, mahasiswa lantas mengkaji dan mendesain media promosi yang tepat untuk meningkatkan penjualan usaha klien tersebut.

Misalnya, yang dilakukan kelompok Fransisca, Tivany, Ruth Natalia, Nicholas, dan Nandini terhadap Pasar Kodok (pasar jam tangan) di PTC dan Klampis. Dari hasil kajian lapangan, mereka membuat 60 media promosi yang bisa memaksimalkan penjualan produk-produk Pasar Kodok.

Fransisca mengatakan bahwa media promosi itu dirancang dengan teliti dan didasarkan pada ekspektasi, kondisi riil tempat usaha, serta customer. Jenis medianya mengoptimalkan teknologi komunikasi media sosial seperti Instagram, WhatsApp, Facebook, dan media sosial lain. Menurut mereka, mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi merupakan suatu keniscayaan pada abad ini. Sebab, semua kalangan hampir tidak ada yang tanpa media sosial. “jadinya kan produk dan jualan kami mudah diketahui banyak orang,” ucap Pransisca.

Sementara itu, Tivany Hartono, rekan kelompok Fransisca, menambahkan bahwa segmen pasar yang tidak ter-cover media berbasis online atau digital dibantu dengan mengandalkan media promosi konvensional seperti media cetak. Bisa dalam bentuk spanduk yang diletakkan di tempat-tempat strategis, di baju, jaket, topi, atau lewat stiker yang bisa ditempel di barang-barang yang sering digunakan masyarakat. (his/c15/tia)

Sumber: Jawa Pos. 17 Desember 2019